
Terdengar suara benturan kuat para warga yang ada di sekitar tempat Clara mengalami kecelakaan langsung menghampiri.
Mereka melihat Clara yang sudah tidak sadarkan diri dan tetesan darah yang yang mengalir dari kepala Clara. Dengan cepat para warga langsung mengeluarkan Clara dari dalam mobil yang sudah berasap.
Dari kondisinya mobil itu ingin meledak. Clara yang masih hidup. Harus di selamatkan sebelum mati terbakar di dalam mobil itu.
************
Sementara Bayu masih sibuk menelpon Clara. Dia benar-benar dongkol dengan Clara yang sama sekali tidak mengangkat telponnya. Sudah membantahnya dan Senggarang mengacuhkannya.
" Aku benar-benar menyesal menyuruh anak itu datang ke Indonesia, sekarang dia bahkan tidak menuruti kemauanku dan malah terang-terangan membela Dokter sialan itu," umpat Bayu dengan geram.
Karena Clara yang tidak mengangkat telponya. Pikirannya semakin berantakan dengan tingkah Clara. Dia tidak tau saja. Jika Clara sedang mengalami kecelakaan bahkan tidak sadarkan diri.
**********
liu-liu-liu-liu-liu-liu-liu-liu-liu-liu-liu-liu. Suara sirene ambulan terdengar sangat kuat. Seperti biasa para suster dan perawat berlari dengan buru-buru sambil membawa tempat tidur dorong untuk pasien darurat yang ada di dalam ambulans itu.
Verro dan Sasy juga berlari dengan cepat untuk memberi pertolongan pertama pada pasien yang mereka tidak tau.
" Pasien Darut karena apa?" tanya Sasy.
" Kedengaran kecelakaan," jawab Verro yang berlari kencang sampai mereka sudah berada di depan rumah sakit dan menghampiri para suster yang sudah memindahkan pasien dari ambulan ke atas tempat tidur dorong.
" Berikan pertolongan pertama," ucap Verro yang sudah berada di depan pasien dan betapa terkejutnya Verro saat melihat pasien itu ternyata Clara yang sudah bersimbah darah.
" Clara apa yang terjadi padanya?" batin Verro benar-benar terkejut dengan penampakan diwajahnya. Wajah wanita yang bernama Clara itu hampir tidak di kenali dengan darah yang di wajahnya.
Sasy juga sangat terkejut sampai menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya, dan matanya yang hampir keluar dengan apa yang di lihatnya. Wanita yang mirip dengan mendiang sahabatnya penuh dengan darah dan tidak sadar.
Sasy menoleh ke arah Verro dan melihat Verro yang masih bingung. Sasy langsung dengan cepat memegang Verro menyadarkan Verro dari terkejutnya.
" Verro ayo!" ucap Sasy. Verro tersentak kaget, tersadar dari lamunannya. Verro kembali fokus. Dia pun langsung memeriksa kondisi Clara dengan tangan yang bergetar.
Ini pertama kali baginya sebagai Dokter yang memeriksa pasien dengan tangan bergetar. Tidak tau itu karena Clara atau apapun yang jelas Verro tidak fokus dan bahkan gugup saat memeriksa Clara.
***********
UGD
__ADS_1
Ternyata Verro yang langsung menangani Clara bersama Sasy dan 2 suster lain. Pakaian Clara sudah di ganti dengan pakaian khas rumah sakit.
Suster membersihkan darah yang menutupi wajah cantik Clara. Dan membersihkan semua luka Clara sebelum lukanya di jait.
Clara mengalami luka parah di bagian kepala. Clara juga mengalami pendarahan otak yang membuat kondisinya kritis. Ruangan yang penuh ketegangan itu hanya terdengar suara mesin monitor dari jantung Clara.
Dengan Verro dan Sasy yang berusaha menyelamatkan kondisi Clara. Entah mengapa 2 orang itu sangat takut. Jika terjadi sesuatu pada Clara.
Perasaan yang aneh itu seakan muncul dengan sendirinya. Bahkan mereka sangat panik bukan karena mereka Dokter. Tetapi tidak tau kenapa mereka panik dengan kondisi Clara.
*********
...Clara yang memakai dress putih berlari-lari sambil tertawa sampai dia tidak sadar langkahnya yang berhenti di sebuah bangunan mewah yang tak lain adalah sekolah. ...
...Clara yang bingung melangkah dengan pelan dan setiap berpapasan dengan orang-orang mereka tersenyum saat menyapa nya....
..." Cherry, Cherry, Cherry," panggilan itu terdengar dengan wajah yang samar-samar tidak dapat di ketahuinya. Dia tidak bisa mengenalinya dan membuatnya penuh kebingungan....
...Tidak mengerti dengan orang-orang yang menyapanya membuatnya kebingungan dan tiba-tiba sudah berada di atas kapal tempat yang romantis penuh dengan bunga mawar Pong yang indah....
...Selain itu Clara melihat punggung seorang Pria yang ada di sana. Dan tidak dapat di kenalnya. Pria itu berdiri dan membalikkan tubuhnya melihat ke arah Clara....
...Lintasan di pikirannya saat dia kritis tidak dapat di mengerti. Bayangan rumah sakit. Suara alarm dan lagi-lagi seorang pria yang tidak bisa di lihatnya. Semuanya berkumpul di otak Clara. Clara berusaha ingin mengetahui tetapi tidak bisa....
Clara semakin kritis di rumah sakit. Verro sudah menjait bagian yang luka di kepala Clara. Air mata Clara menetes dari pelupuk matanya. Yang mungkin dia berusaha mengetahui siapa orang-orang itu. Tetapi tidak bisa.
" Apa sebenarnya dia sadar," batin Verro melihat air mata Clara.
Verro seorang Dokter dia sangat hafal dengan pasien yang sering di tanganinya. Jika dalam keadaan kritis dan tidak sadarkan diri dan tiba-tiba sadar. Itu berarti pasien sadar tetapi tidak bisa membuka matanya. Verro tetap fokus menjait luka Clara.
tit tit tit tit tit tit tit tit
tiba-tiba suara mesin jantung Clara berbunyi menandakan kondisinya semakin melemah.
" Periksa jantungnya!" perintah Verro. Sasy dengan cepate meriksakanya.
" Lemah," jawab Sasy.
" Dia keruangan banyak darah," ucap Sasy lagi.
__ADS_1
" periksa darahnya dan ambil darah!" tegas Verro. Sasy mengangguk.
..." Aku mencintaimu Cherry, sangat mencintaimu, aku tidak akan pernah menggantikan dirimu dengan orang lain, sampai kapanpun itu. Ingatan itu kembali melintas di pikiran Clara dengan air matanya yang terus mengalir deras....
Sementara Verro sudah memompa jantung Clara sampai Clara menggelinjang keatas dengan pompa an itu.
..." Kau akan tetap hidup. Kau tidak akan pernah pergi. Jadi jangan mengatakan apapun. Aku sangat mencintaimu. Sangat mencintaimu, sangat mencintaimu," Di bayangan Clara hanya mengingat kata-kata cinta. Dan bahkan melintas di pikirannya. Jika jarinya telah di pasangkan cincin....
" Saya terima nikahnya Cherry Casandra Laskarta dengan maskawin tersebut di bayar tunai,"
Semua itu terlintas di otaknya saat Verro sibuk memompa jantungnya. Verro menatap wajah Clara.
" Aku tidak tau kenapa aku ingin kau tetap hidup. Aku tidak tau kenapa aku harus mengatakan bertahanlah. Kasih aku alasan Clara untuk kau tetap hidup. Jadi aku mohon bertahanlah," batin Verro menatap wajah itu dengan dalam-dalam.
Dengan penuh harapan jika Clara akan tetap hidup. Dia ingin wanita yang mengganggu pikirannya itu tetap hidup.
" Stok darah habis," ucap Sasy yang datang melapor. Mendengarnya Verro kaget.
" Cari keluarganya dan dan segera beri tahu," perintah Verro. Sasy mengangguk dan akhirnya pergi lagi.
*******
Bayu sudah tau mengenai kecelakaan Clara dan dia benar-benar kaget dengan kondisi Clara yang kritis.
Sasy memang terpaksa memberitahu Pria itu. Walau sangat kesal dengan Pria itu. Tetapi dia harus tetap memberitahunya. Karena membutuhkan darah untuk Clara. Karena setaunya Bayu adalah saudara Clara.
Tetapi ternyata tidak ada hasilnya darah Bayu dara tidak cocok bahkan dengan mama Clara sendiri. Mereka juga mencoba mengetes dara milik Tari tetapi tidak cocok.
Dan akhirnya Verro yang harus turun tangan mendonorkan darah itu pada wanita itu. Darahnya dan Clara sama. Dia memang melakukannya karena ingin Clara tetap hidup.
Verro dan Clara sudah sama-sama berada di atas tempat tidur yang bersebelahan. Dengan selang yang memindahkan yang di tangan mereka masing-masing.
Verro terus menoleh kesampingnya dan terus melihat Clara yang masih tidak sadarkan diri. Wajah Clara sudah bersih tanpa. Tidak ada darah di sana lagi. Verro terus menatapnya dengan dalam.
Pandangan Verro turun pada lengan Clara. Dua melihat pergelangan tangan itu memerah. Verro mengingat kejadian tadi siang di mana dia mencengkram Clara dan mengatai yang tidak-tidak yang membuat Clara kepikiran.
" Seharusnya aku tidak melakukan itu. Jika kau bangun maka aku akan meminta maaf. Jadi tetap hidup agar aku bisa meminta maaf padamu," ucap Verro di dalam hatinya menatap dengan penuh arti.
Bersambung......
__ADS_1