DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 109 Rasa kecewa.


__ADS_3

Kau dengar Azizi kau bisa meminta pertanggung jawaban kepadaku. Jika aku yang pertama tidur denganmu. Tetapi tidak! Aku bukan orang yang pertama dan mungkin aku sudah yang kesekian kalinya. Karena kau bukan perawan," tegas Vandy.


Plakkk....


Tangan Azizi kembali menampar Vandy di pipi yang sama. Yang mungkin tamparan lebih sakit. Tetapi tidak sesakit hati Azizi saat Vandy benar-benar meremehkannya. Dan menghinanya sehingga dadanya semakin sakit.


" Jika, kau tidak mau bertanggung jawab. Kau tidak perlu banyak bicara dan menghinaku. Kau tidak tau apa-apa tentang aku. Kau sangat bajingan Vandy. Teman-temanmu bahkan sangat menghargaiku dan menghormati ku. Tetapi kau menjadi satu-satunya yang mengataiku dengan pikiran kotormu," tegas Azizi.


Vandy terdiam bahkan tidak berbicara lagi. Azizi sangat kecewa dengan Vandy yang seenaknya bicara tanpa mengetahui perasaannya.


" Kau sama saja dengan murid-murid 1 sekolah. Kau langsung berpikiran buruk sebelum tau apa yang sebenarnya. Kau tidak bedanya dengan Selina dan Mitha," ucap Azizi dengan air matanya yang membasahi pipinya.


" Aku sangat menyesal Vandy malam itu seharusnya aku tidak terpancing dengan bajingan seperti mu. Sekarang aku tau kenapa kau menghindariku. Karena hal itu. Seharusnya aku sudah sadar dari awal kau tipe laki-laki manis dan tidak bertanggung jawab," kecam Azizi menunjuk tepat di wajah Vandy.


" Baiklah! Azizi menyeka air matanya, " jika kau tidak mau bertanggung jawab oke, tapi dengan satu hal. Aku jamin 100% anak yang aku kandung adalah anak mu. Kau akan menyesal Vandy. Karena tidak mengakui hal ini," ucap Azizi menekankan.


" Dasar laki-laki bajingan, pengecu," tumpat Azizi penuh kemarahan. Dengan kekecewaan Azizi pun pergi dari hadapan Vandy.


Brukkk bantingan pintu menggambarkan kekecewaan Azizi terhadap Vandy yang tidak mempertanggung jawabkan atas kehamilannya.


" Sial," teriak Vandy meremas rambutnya dengan ke-2 tangannya. Dia tidak menyangka jika Azizi akan hamil.


" Itu bukan anakku, aku tidak mungkin menyesal Azizi. Dia bukan anakku. Kau yang memulai semuanya, kau menjebakku dan sekarang kau meminta pertanggung jawaban," ucap Vandy dengan tawa kecil seakan-akan dia yakin jika memang Azizi menjebaknya.


Vandy dengan pikirannya yang tidak tenang memili duduk dengan memijat pelipisnya Matanya terpejam. Tetapi dia tidak tidur dia hanya menenangkan pikirannya dengan kejadian hari ini.


Falssback.


Ciuman panas Azizi dan Vandy terus berlanjut. Seakan menumpahkan perasaan ke-2nya. Setelah cukup lama dalam berciuman saling membalas. Ke-2 nya kembali saling melepas.


Dengan napas yang sama-sama tersenggal-senggal keduanya saling menatap dengan debaran jantung yang pasti tidak normal.

__ADS_1


" Makasih," ucap Azizi dengan suara seraknya. Vandy meraih tangan Azizi dan mencium telapak tangan itu tanpa melepas pandangannya. Tangan Azizi kembali memegang pipi Vandy, mengusap pipi dengan lembut.


Tidak ada tanda-tanda Azizi kembali meraih bibir Vandy untuk yang ke-2 kalinya. Vandy kembali menyambut dengan senang hati dan membalas ciuman itu.


Pasangan yang di mabuk asmara itu kembali berciuman. Saling membalas dengan keahlian masing-masing yang semakin lama ciuman itu semakin panas di tengah cuaca yang dingin.


Tangan Azizi mengalung di leher Vandy. Untuk mencari posisi nyaman dalam menyalurkan hasrat masing-masing. Sampai Vandy perlahan merebahkan tubuh Azizi terbaring di atas karpet dan Vandy sudah menindihnya tanpa melepas ciuman itu.


Azizi bahkan mengarahkan tangan Vandy untuk menyentuh hal-hal yang membuatnya sensitif. Vandy sempat kaget dengan Azizi yang seperti menginginkan hal yang lain.


Vandy melepas ciuman itu. Melihat Azizi yang memejamkan matanya dengan napas yang tersenggal-senggal. Azizi membuka matanya setelah ada yang hilang darinya.


" Kenapa?" tanya Azizi. Melihat Vandy yang berhenti menciuminya. Dia melihat Vandy yang bergairah tetapi di tahan.


Napas Vandy masih naik turun. Mata Vandy tidak bisa bohong jika menginginkan sesuatu yang mungkin sama seperti apa yang diinginkan Azizi.


" Apa kita harus melakukannya ?" tanya Vandy serak.


" Lakukan apa yang ingin kamu lakukan," ucap Azizi menyambar kembali bibir Vandy. Vandy yang di pancing membalas lebih berutal.


Sibuk dengan permainan mereka sampai Vandy yang sudah tidak memakai pakaian dan Azizi sendri piyama yang dipakainya juga sudah terbuka dan hanya tinggal di lepas.


Vandy yang merasa ini sangat gila dan tidak benar menghentikan permainannya di tengah jalan. Ditengah gairah ke-2nya yang tidak terbendung kan lagi.


Walau tidak munafik dia menginginkan hal yang lebih. Karena mereka memang sudah sejauh itu melakukannya dan sangat tanggung bila di hentikan.


" Ada apa Vandy?" tanya Azizi dengan suara serak yang tidak ingin lepas dari rangkulan Vandy.


" Ini tidak mungkin kita lakukan," ucap Vandy ragu.


" Kenapa? Vandy aku ingin melakukannya bersamamu karena kamu satu-satunya orang yang membuatku bahagia, jadi sentuhan aku sebagai balasan atas semuanya," ucap Azizi yang benar-benar menyerahkan dirinya kepada Vandy.

__ADS_1


Vandy yang juga semakin tidak terkendalikan akhirnya melakukan apa yang jelas sama mereka inginkan.


Gairah ke-2 yang tidak tertahankan menghantarkan mereka pada penyatuan. Layaknya pasangan suami istri. Tidak ada paksaan dalam melakukannya. Mereka berdua sama-sama mau melakukan hal itu


Ruangan itu menjadi saksi percintaan panas pasangan anak remaja Vandy dan Azizi. Azizi menyerahkan dirinya kepada Vandy karena mempercayai Vandy.


Setelah selesai melakukan hubungan itu. Ke-2 nya sama-sama bangkit, mereka duduk dan terlihat canggung. Azizi memakai pakaiannya, begitu juga dengan Vandy.


Tidak Azizi maupun Vandy seakan merasa aneh setelah melakukan hubungan itu. Barulah mereka tersadar dengan apa yang mereka lakukan salah.


" Kembalilah kekamarmu!" ucap Vandy dengan suara dinginnya. Berbicara bahkan tanpa melihat Azizi.


" Iya, aku kembali, kamu istirahat," ucap Azizi berdiri.


" Azizi," panggil Vandy. Membuat langkah Azizi terhenti.


" Kenapa?" sahut Azizi.


" Malam ini sangat berbeda," ucap Vandy yang tidak tau harus berbicara apa. Azizi tersenyum tipis. Lalu melanjutkan langkahnya kembali pergi.


Falss on.


Vandy harus membuka matanya ketika kejadian itu kembali teringat. Malam itu Vandy sebenarnya sangat kecewa. Karena mendapati Azizi yang sudah tidak suci. Bahkan ada orang lain yang mendahuluinya.


Suatu hal yang membuatnya bingung dan bertanya-tanya. Dan dari hal itu. Vandy memang memutuskan untuk menghindari Azizi sementara dan mencari tau apa yang sebenarnya.


Belum mencari tau. Skandal Azizi terbongkar dan sekarang malah hamil dan meminta pertanggung jawabannya. Dia yang tidak benar-benar masih schok dengan enteng tidak mengakui anak yang ada di rahim Azizi.


" Kenapa semuanya harus terjadi. Kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku," batin Vandy baru sadar sekarang.


Kata-kata Azizi barusan juga sangat kenak di hatinya. Azizi memang benar dia pengecut untuk menanggapi semua masalah. Dia sangat pengecut.

__ADS_1


" Apa lagi setelah ini," batin Vandy frustasi dengan masalah ini.


Bersambung...


__ADS_2