DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 270 Tidur yang nyenyak.


__ADS_3

" Kamu tidak makan?" tanya Vandy yang melihat Azizi yang sama sekali tidak menyentuh makanan itu. Padahal sudah di antarkan Pramugari.


" Tidak, aku tidak lapar," jawab Azizi.


" Kamu akan kelaparan jika tidak makan," ucap Vandy.


" Tidak akan. Lagian hanya tinggal beberapa jam lagi kita juga akan sampai aku akan makan ketika kita sudah sampai," sahut Azizi.


" Azizi perjalanan kita masih lama. Kalau pun sudah tiba di Jepang kita tidak akan langsung sampai ketempat penginapan. Kita butuh waktu beberapa jam lagi dan kemungkinan kamu akan kesulitan mendapatkan makanan, jadi alangkah baiknya kamu makan sekarang. Dari pada tidak sama sekali," ucap Vandy menjelaskan.


" Apapun ini aku tidak mau makan. Tetap tidak ingin makan. Jadi jangan memaksaku untuk makan, karena aku memang tidak lapar. Aku akan makan jika sudah lapar. Kalau kamu mau makan maka makanlah," sahut Azizi menegaskan pada Vandy yang sangat keras kepala.


" Apa yang membuatmu tidak ingin makan?" tanya Vandy. Azizi menoleh ke arahnya.


" Iqbal, aku tidak pernah seharipun dan jangankan sehari sedetikpun meninggalkan Iqbal. Jadi jelas aku tidak bisa makan. Di saat aku tidak tau apa kah dia kelaparan atau tidak," jelas Azizi memberikan alasannya pada Vandy.


Vandy terlihat mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan layar ponsel itu pada Azizi yang mana ternyata memperlihatkan Iqbal yang sedang menikmati makan malam.


" Lihatlah! dia sudah makan. Jadi jangan Khawatir mama dan papa akan menjaganya," sahut Vandy. Azizi merasa lega di mana putranya memang benar-benar di rawat dengan baik oleh mertuanya.


" Syukurlah, jika Iqbal makan dengan baik," batin Azizi yang tersenyum melihat foto sang anak yang di suapi mama mertuanya.


" Bagaimana apa kamu sudah puas. Kalau begitu makanlah. Ini sudah lewat jam makan malam," suruh Vandy lagi.


" Aku tidak lapar Vandy jadi jangan menyuruhku untuk makan. Kalau aku sendiri memang tidak lapar," sahut Azizi menegaskan kembali yang menolak tawaran makan dari Vandy yang memang sepertinya perutnya tidak lapar.


" Hmmm, baiklah kalau begitu. Jika kamu memang tidak lapar. Aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Yang terpenting aku sudah menyuruhmu dan sisanya. Aku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi," sahut Vandy yang sudah menyerah membujuk Azizi dan Vandy pun melanjutkan makannya.


Sementara Azizi tetap santai di sampingnya yang memang tidak ingin makan dan tidak tau apa alasan dari Azizi. Soal anak Vandy sudah mengatakan anaknya sudah makan dengan baik.

__ADS_1


" Dia selalu berusaha memaksaku," batin Azizi yang memang tidak berniat untuk makan.


**********


Malam semakin larut dan mereka juga sudah selesai menikmati makan malam. Ada yang makan dan ada yang tidak. Hanya Azizi saja yang tidak menikmati makan malam. Sementara yang lainnya tetap makan malam.


Sekarang di dalam pesawat itu sudah sepi di mana mereka semuanya sudah tertidur dengan pulas. Cherry yang tertidur dengan memeluk lengan suaminya dan kepalanya yang berada di dada bidang suaminya yang mana mereka berdua di tutupi selimut dengan bersamaan sampai ke dada mereka.


Cherry memang tampaknya sangat lelah begitu juga dengan Verro makanya mereka tertidur dengan pulas di dalam pesawat.


Tidak hanya Verro dan Cherry yang lainnya juga tertidur. Sasy juga tertidur dengan menayandarkan kepalanya di pundak Toby. Yang juga memeluk lengan kekasihnya itu.


Raquel juga tertidur dengan kepalanya yang bersandar di jendela pesawat. Sementara Nadya yang di sebelahnya tertidur yang kepalanya mengarah kekirinya yang berarti wajahnya akan kelihatan oleh Varell.


Di mana ternyata Varell tidak tertidur dan hanya fokus melihat wajah Nadya saja. Wajah yang sangat cantik saat tertidur. Mata Varell tidak henti-hentinya melihat ke indahan wajah itu. Ya apapun itu memang hanya bisa di lihatnya tanpa bisa di gapainya.


Ternyata bukan hanya Varell yang tidak tertidur. Ternyata Vandy juga tidak tertidur dia seakan terjaga untuk Azizi yang tertidur. Beberapa kali Vandy harus menahan kepala Azizi agar tidak jatuh.


Tetapi belum melakukan hal itu Azizi langsung memeluk pinggang Vandy dan wajah Azizi sudah berada di dadanya membuat debaran jantungnya semakin tidak menentu di dalam sana. Yang mungkin seketika bisa berhenti. Dengan refleksnya Azizi yang membuatnya beberapa kali membuang napasnya dengan perlahan kedepan.


" Ya Allah, bersabarlah Vandy. Lama, kelamaan hati Azizi akan luluh kembali," batin Vandy berusaha tenang. Tetapi perlahan tangan Vandy memegang pundak Azizi dan malah memeluknya seakan tidak ingin melepasnya. Azizi yang nyenyak dalam tidurnya semakin mempererat pelukannya dan membuat Vandy tersenyum.


Di antara semuanya memang pasangan pengantin baru itu yang paling romantis. Maklum masih anget-angetnya. Jadi wajar saja jika mereka terlihat tidur saling memeluk erat.


" Biarlah tetap seperti ini," batin Vandy yang perlahan memejamkan matanya. Di mana dia tampak bahagia dengan Azizi yang tidur di pelukannya.


************


Aldo berada di Restaurant yang ternyata sedang menikmati makan malam. Aldo membuka ponselnya dan membuka Instagram milik Sasy di mana beberapa jam yang lalu Sasy mengaploud foto saat Sasy dan lainnya berada di depan pesawat sebelum Sasy dan yang lainnya berangkat pergi ke Jepang.

__ADS_1


" Sayang sekali. Aku memang tidak bisa ikut," ucapnya yang tampaknya kecewa yang mungkin memang dia berhalangan untuk ikut ke Jepang untuk melakukan liburan bersama.


" Aldo," tiba-tiba Tari datang dan langsung duduk di depan Aldo dan Aldo langsung meletakkan kembali ponselnya.


" Kamu sedang apa?" tanya Tari.


" Tidak, hanya melihat postingan sahabatku," jawab Aldo dengan apa adanya.


" Ohhh, begitu rupanya," sahut Tari mengangguk-angguk.


" Kamu sudah selesai dari toilet?" tanya Aldo.


" Hmm, sudah bajuku sudah bersih juga. Aku membersihkan hanya dengan tisu," jawab Tari.


" Baguslah kalau begitu," sahut Aldo.


" Hmm, oh iya Aldo, bagaimana kalau besok kita liburan ke Bali. Kan ini musim liburan," ajak Tari.


" Maaf Tari, aku tidak bisa aku ada perjalanan ke Paris besok pagi. Jadi aku tidak bisa. Aku saja membatalkan liburan ku dengan teman-teman ku. Karena aku yang tidak bisa ikut bersama mereka," jawab Aldo memberikan alasannya menolak permintaan Tari.


" Kamu mau ke Paris, kok mendadak?" tanya Tari yang tampaknya memang tidak tau kalau Aldo akan ke Paris.


" Tidak ada yang mendadak. Ini memang sudah rencana lama dan sesuai jadwal keberangkatan ku," jawab Aldo dengan santai sambil mengunyah makanannya.


" Lalu kenapa kamu tidak memberitahuku?" tanya Tari.


" Apa harus aku memberitahumu," sahut Aldo membuat Tari terdiam.


" Tari, aku punya pekerjaan yang padat dan tidak harus apa-apa harus melapor kepadamu. Karena pekerjaanku bukan satu ataupun 2," ucap Aldo menegaskan dan Tari benar-benar terdiam dengan kata-kata Aldo.

__ADS_1


" Makanlah! aku akan mengantarmu pulang setelah ini," sahut Aldo menegaskan dan kembali melanjutkan makannya.


Bersambung


__ADS_2