DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
episode 352 dilema.


__ADS_3

Kepergian Sasy membuat Toby kebingungan. Bahkan sikap Sasy yang begitu cuek yang tidak seperti biasanya membuatnya bertanya-tanya apa yang terjadi kepada kekasihnya itu.


" Apa dia sedang datang bulan. Makanya moodnya berubah seperti itu," batin Toby yang tidak bisa melakukan apa-apa. Dia sebenarnya ingin menuntaskan dulu apa Maslaah yang di pikirkan pacarnya. Namun Toby harus buru-buru ke Bandara karena memang ada penerbangan.


" Aku akan menelpon mu nanti," ucap Toby yang langsung pergi melakukan mobilnya tanpa menyelesaikan masalahnya dengan Sasy yang Toby sendiri tidak tau apa sebabnya.


**********


Sasy berjalan dengan wajahnya yang murung sambil memegang handphonenya. Beberapa kali Sasy membuang napasnya dengan kasar.


" Hanya bisa bertanya tanpa melakukan apa-apa. Apa dia tidak berpikir bagaimana aku," batin Sasy.


" Toby, kita bukan anak remaja lagi. Kita sudah sama-sama dewasa. Kamu juga harus mengerti posisiku. Jika hubungan tidak ada arah seperti ini. Apa gunanya pacaran. Sedikit-sedikit penerbangan. Aku tau kamu Pilot. Tapi kamu juga harus mengerti perasaanku. Kamu juga seharunya sadar hanya kita berdua yang belum menikah," Sasy bergerutu di dalam hatinya yang ternyata mempermasalahkan hubungannya dengan Toby yang tidak ada kejelasan.


Melihat teman-temannya yang sudah menikah, mungkin Sasy juga pada akhirnya butuh kepastian dengan hubungannya dengan Toby. Tetapi Toby tidak peka dan semakin lama semakin sibuk dan bahkan jarang ada waktu dengannya dan contohnya seperti tadi.


Toby hanya mengantarnya ke rumah sakit dan 3-4 hari kedepan tidak akan bertemu lagi dan kapan ada waktu untuk mereka ber-2 saling bicara serius. Tidak ada waktu dan mungkin Sasy sudah menemukan titik jenuh dalam hubungan mereka yang padahal hubungan itu tidak lama-lama amat.


Bisa di katakan mereka pacaran bahkan belum sampai 1 tahun. Tapi jelas untuk kepernikahan tidak ada masalah. Karena mereka sudah saling mengenal sejak dulu jadi seharunya memang tidak ada yang di ragukan dalam hubungan mereka.


Langkah Sasy terus di urungi pertanyaan, atau curahan sendiri di dalam hatinya. Ingin curhat tapi tidak tau dengan siapa.


" Sasy!" panggil suara Pria yang membuat langkah Sasy berhenti dan membalikkan tubuhnya yang mana ternyata Dokter Arif yang memanggilnya.


" Dokter Arif," sapa Sasy Arif menghampirinya dengan membawa map biru.


" Ada apa Dokter?" tanya Sasy.


" Verro tidak masuk, Raquel juga tidak masuk. Karena masih pengantin baru jadi saya minta tolong sama kamu aja ya," ucap Arif.


" Boleh, memang ada apa Dok?" tanya Sasy.


" Ini," sahut Arif memberikan Sasy map yang di pegangnya dan Sasy langsung mengambilnya, " apa ini Dok?" tanya Sasy.


" Kamu tolong periksakan hasil lap jantung Fiona," sahut Dokter Arif. Sasy kaget mendengarnya dan langsung menatap Arif dengan serius.

__ADS_1


" Jantung. Bukannya Fiona terkena kanker darah. Lalu kenapa jantung?" tanya Sasy heran.


" Fiona sudah mengalami banyak komplikasi dan kemarin Fiona juga sudah melakukan operasi dan malah ada penemuan baru terdapat pembengkakan di jantungnya dan juga ada tumor di bagian kepala sebelah kirinya," ucap Dokter Arif membuat Sasy kaget mendengarnya sampai mulutnya menganga yang mungkin bisa lalat masuk.


" Dokter serius?" tanya Sasy yang benar-benar begitu terkejut mendengarnya.


" Ya iyalah Sasy, saya serius. Kondisinya memang semakin memburuk. Sudah itu keluarganya juga terhambat oleh biaya dan hanya bisa melakukan operasi sedikit demi sedikit saja," jelas Dokter Arif.


" Ya ampun gila. Ternyata memang benar ya tuhan itu tidak pernah tidur dari pura-pura punya penyakit dan sekarang di balas bukan hanya dengan 1 penyakit tapi banyak, ya ampun kok bisa gitu sih," batin Sasy yang merasa ngeri dengan Fiona.


Sasy bahkan bingung harus sedih atau senang. Tapi dia adalah manusia jadi rasa kasihan itu muncul begitu saja.


" Bisa kan Sasy saya minta tolong sama kamu?" tanya Dokter Arif memastikan.


" Hmmm, iya Dokter bisa lah, saya akan periksa semuanya," sahut Sasy yang mencoba fokus.


" Ya sudah kalau begitu, saya permisi dulu. Kalau nanti sudah selesai kamu antar keruangan saya ya," ucap Dokter Arif berpesan.


" Hmmm, baik Dok," sahut Sasy mengangguk. Arif pun langsung pergi begitu saja.


Sasy pun tidak mau ambil pusing dengan masalah Fiona. Dia langsung melaksanakan apa yang di katakan Arif. Lagian sudah masalahnya juga sangat banyak memikirkan masalah Fiona hanya membuat kepalanya semakin sakit.


*********


Verro dan Raquel yang mengambil cuti yang akhirnya membuat Sasy hanya makan berdua dengan Vandy di kantin rumah sakit. Kalau Dokter Arif memang tidak satu sircle mereka. Jadi mau tidak mau mereka harus makan berdua.


" Kamu tau tidak Vandy kalau Fiona sakitnya sudah kemana-mana," ucap Sasy memulai pembicaraan dengan mengunyah makanan di dalam mulutnya.


" Hmmm, kemarin kak Arif sudah cerita dan kemarin dia juga operasi dan Alhamdulillah berhasil. Walau setelah operasi masih banyak penemuan-penemuan di tubuhnya," sahut Vandy.


" Kalau menurut kamu gimana?" tanya Sasy.


" Menurut apanya," sahut Vandy heran.


" Ya itu si Fiona apa yang terjadi sekarang dengannya," sahut Sasy.

__ADS_1


" Anggap pelajaran ajalah Sasy untuk kita kedepannya. Sebagai manusia kita harus tau resiko dengan setiap apa yang kita lakukan. Jangan pernah mempermaikan kehidupan dan apa lagi penyakit. Apa yang terjadi pada Fiona kita jadikan pelajaran kedepannya," ucap Vandy dengan bijak.


" Kira-kira kalau Cherry dengar. Cherry masih kasihan tidak ya sama Fiona," sahut Sasy bertanya-tanya.


" Dia sudah tau, kak Arif mengatakan kepadanya dan tadi kak Arif mengatakan Cherry menyuruh kak Arif melakukan pengobatan yang paling terbaik dan semua biayanya Cherry yang tanggung," jawab Vandy.


" Serius Cherry melakukan itu?" tanya Sasy tidak percaya. Vandy mengangguk.


" Ya ampun Cherry nggak ada kapoknya. Masih aja mau ngebantuin Fiona," sahut Sasy kesal sendiri.


" Sudahlah Sasy seharusnya kita itu sama seperti Cherry yang melupakan kejahatan orang lain yang bukan berarti memberi kesempatan untuk kembali berbuat kejahatan. Hari Cherry itu lembut dan kita sudah tau itu apa lagi dia pernah mengalaminya jadi kita tidak bisa mencegahnya dan dia juga sepakat dengan Verro memberikan biaya tanpa perlu berkomunikasi dengan Fiona untuk menjaga-jaga hubungan mereka dan menyerahkan semua pada kak Arif," jelas Vandy dengan detail.


" Hahhhh, tapi tetap saja Cherry terlalu baik. Aku saja belum tentu bisa melakukan itu," sahut Sasy yang menyeruput es jeruk dengan sedotan.


" Kan aku sudah katakan dia itu berbeda dengan kamu. Makanya hidupnya bahagia bersama Verro. Memang kamu yang di gantungi," sahut Vandy dengan mengejek Sasy. Sasy langsung menatap serius pada Vandy.


" Apa maksudnya?" tanya Sasy kesal.


" Eh, Sasy, kamu itu sama Toby sudah kenal lama. Kalau dia tidak mau nikahi kamu sana cari yang lain. Yang pasti-pasti aja untuk hubungan. Ingat lo kamu tinggal sendirian. Semua orang dah pada nikah, Aldo dan Nadya sebentar lagi. Gimana coba nanti kita punya urusan masing-masing misal. Cherry hanya mau makan bersama Verro ber-2an, Raquel sama suaminya Aldo, Nadya dan Varell juga nanti kalau nanti sudah menikah mau berduan aja sama kayak aku dan Azizi. Lalu kamu ayo mau nongkrong sama siapa. Pacar. Pacar kamu aja terbang mulu kerjanya," ucap Vandy yang mengkompor- kompori Sasy membuat hati Sasy semakin kesal saja.


" Sialan lo, mentang lo dah nikah. Ehh. Kalau bukan karena gue lo sama Azizi nggak akan nyatu," sahut Sasy mengingatkan pengorbanannya dalam hubungan Azizi dan Vandy.


" Iya deh, ingat kok, nggak usah di ungkit-ungkit. Aku hanya mengingatkan saja. Sana desak Toby buat nikahi kamu," sahut Vandy.


" Emang aku perempuan apaan," sahut Sasy semakin kesal.


" Sasy...."


" Sudah-sudah nggak usah lagi cerita. Males tau dengerin ceramah kamu. Makan," sahut Sasy yang pusing mendengar ucapan Vandy yang hanya mengejeknya karena belum menikah juga.


Vandy hanya geleng-geleng yang memang pasti paling suka membuat orang marah. Mentang-mentang Vandy sudah menikah jadi banyak tingkahnya dan seenaknya mengatai Sasy.


" Toby, kamu benar-benar membuatku jadi bahan ejekan anak-anak," batin Sasy dengan wajah mengkerutnya yang mengingat Toby.


Memang hari-harinya akan di penuhi seperti ini terus. Di mana dia harus terbiasa sendiri. Karena teman-temannya yang lain sudah menikah dan dia sama sekali belum.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2