DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 33 Ketidak sengajaan.


__ADS_3

Verro malah semakin kesal melihat kedekatan Vandy dan Cherry.


" Ayo pulang!" ajak Verro.


" Aku datang bersama supir, jadi tidak usah," tolak Cherry. Membuat Verro menaikkan alisnya.


" Aku sudah menyuruh supir mu pulang," sahut Kevin.


" Kok gitu," tanya Cherry heran. Cherry melihat ke arah Vandy.


Vandy bingung dengan menggedikkan ke-2 bahunya. Verro yang melihat Cherry bengong langsung menarik tangannya menjauh dari Vandy dan membawanya pergi.


" Hey, Verro aku masih ingin berbicara dengannya," teriak Vandy saat melihat Cherry dan Verro meninggalkannya. Cherry menengok kebelakang dan melambaikan tangannya.


" Apa kau harus berpamitan?" tanya Verro sinis.


" Issshhh, apa papanya menyuruhnya datang kemari," batin Cherry menebak.


Cherry dan Verro berjalan dengan langkah yang sejajar. Kevin memasukkan ke-2 tangannya di dalam saku Sweater nya.


" Kenapa kau kerumah sakit?" tanya Vandy.


" Periksa," jawab Cherry.


" Periksa atau menemui teman baru mu, yang membuatmu halu," sahut Kevin menebak, membuat Cherry merapatkan giginya melihat ke arah Verro.


" Hey, Verro bukan berarti aku kerumah sakit harus menemuinya," sahut Cherry kesal.


" Lalu menemui Vandy," tuduh Verro. Cherry menarik napas panjang dan membuangnya perlahan.


" Aku tidak sengaja bertemu dengannya. Lagi pula itu urusanku, apa urusanmu," sahut Cherry kesal.


" Kau benar, itu memang bukan urusanku," jawab Verro. Membuat Cherry berdesis kesal.


" Aku lapar, kita makan dulu," ucap Verro mencepatkan langkahnya sementara Cherry menghentikan langkahnya.


" Dia yang lapar, kenapa? harus aku yang makan, Issssh dasar aneh," batin Cherry kesah dan melangkahkan kakinya mengejar Verro.


Verro dan Cherry makan di salah satu Restaurant di dekat rumah sakit. Verro memesan makanan sementara Cherry hanya memesan minum saja.


" Kau tidak mau makan?" tanya Verro sambil memotong steak yang di pesannya.


" Aku tidak lapar," jawab Cherry.


" Lalu kau sudah makan," tanya Verro lagi. Cherry mengangguk. Verro menanggapi biasa dan mengunyah makanannya.


Cherry hanya menyeruput jus yang di pesannya. Matanya mengarah pada piring Verro yang terdapat stik kentang yang membuatnya tangannya gatal untuk tidak mengambilnya.


" Apa kau tidak bisa pesan sendiri," sahut Kevin kesal. Saat Cherry menjamah makanannya.


" Ishhhh, pelit hanya satu," sahut Cherry memakannya.


" Ambil semua!" suruh Verro dengan ketus, " aku tidak suka memakan makanan yang sudah di pegang," lanjutnya, membuat Cherry menarik ujung bibirnya semakin kesal dengan Verro yang terlalu alay.

__ADS_1


" Sok higenis," cicit Cherry kesal.


Verro tidak mempedulikannya dan melanjutkan makannya. Sementara Cherry terus mencomot kentang goreng tersebut dari piring Verro.


" Apa kata Dokter Arif," tanya Verro tanpa melihat Cherry.


" Katanya tidak ada masalah, aku yang bermasalah," jawab Cherry membuat Verro bingung.


" Kenapa?" tanya Verro bingung.


" Aisss kenapa juga aku harus mengatakan itu," batin Cherry yang hampir keceplosan. Sementara Verro masih menatapnya menunggu jawaban.


" Tidak apa-apa, ya pokoknya tidak ada masalah sudah itu aja," ucap Cherry gugup yang tidak mau melanjutkan ceritanya.


" Oh begitu rupanya," sahut Verro tanpa mau menanggapi dan melanjutkan makannya kembali.


************


SMA Internasional


Kamar mandi


Masih pagi Raquel, Mitha dan Selina memperbaiki riasan mereka di dalam kamar mandi.


" Si Aldo makin lama makin menjadi-jadi," oceh Raquel yang kesal dengan Aldo sambil memakai lipstik.


" Memang dia ngapain?" tanya Mitha yang memperbaiki rambutnya di depan cermin.


" Suka ngatur, sekarang lebih berani sama gue, apa lagi kayak kemarin, dia hampir laporin gue sama guru Kimia, nyebelin banget," jelas Raquel kesal mengingat kejadian kemarin.


" Ngomongin skors, jadi malas, masih dendam sama yang ngelakuin," sahut Selina.


" Semua gara-gara si Nadya, belum lagi, ada Varell yang belakangan suka membantunya. Gimana kalau kita kasih, si Nadya pelajaran, biar dia tau rasa," sahut Mitha memiliki ide.


" Bukannya kita habis di skorsing ya. Entar kalau di aduin gimana," sahut Selina yang masih takut-takut.


" Kita kasih pelajaran tanpa ada yang lihat," sahut Mitha yang sudah merencanakan sesuatu.


" Caranya?" tanya Raquel seakan setuju. Mitha tersenyum penuh dengan rencananya. Raquel dan Selina juga ikut tersenyum seperti sudah menemukan ide yang cemerlang.


Tiba-tiba Azizi keluar dari dalam WC, hal itu membuat Raquel, Mita dan Selina saling melihat.


" Stop," Raquel langsung menghalang jalan Azizi saat ingin keluar dari kamar mandi.


" Lo, nguping?" tanya Raquel. Azizi menggeleng menunduk.


" Apa kita harus percaya," sahut Mitha meletakkan sikutnya di bahu Azizi. Azizi diam tanpa menanggapi.


" Kaca mata lo, lumayan bagus juga," sahut Selina mengambil kacamata milik Azizi.


" Kembalikan! sahut Azizi menarik dari tangan Selina dan Selina langsung menjauhkan tangannya.


" Kenapa, lo nggak bisa liat kita yang cantik-cantik ini, kalau nggak pake kacamata," ejek Mitha.

__ADS_1


" Aku bilang kembalikan," sahut Azizi yang mulai marah.


" Kalau kita nggak mau gimana," sahut Raquel.


" Aku akan melaporkan perbuatan kalian sama guru," sahut Azizi dengan nada mengancam. Membuat Raquel, Selina dan Mitha terkekeh.


" Lo, mau ngadu lo pikir ada yang percaya sama lo," ejek Selina.


" Kalian habis di skors, pasti guru percaya. Kalau tidak kita buktikan saja," sahut Azizi menantang. Hal itu membuat Raquel kesal


" Berani ya lo sama kita, sok nantangin lagi Lo," ucap Raquel kesal. Menarik rambut Azizi.


" Lepaskan dia!" sahut Tiba-tiba Fiona yang ketika masuk melihat tindakan Raquel.


" Lo bisa ngomong," sahut Raquel dengan geram masih menarik rambut Azizi.


" Lepasin tangan Lo," tegas Fiona sekali lagi.


" Eh lo jangan ikut campur," sahut Selina.


Fiona yang ikut kesal langsung mendekat dan menarik kasar tangan Raquel dari rambut Azizi.


" Gue bilang di lepas, maka di lepas," tegas Raquel sinis yang masih memegang kuat pergelangan tangan Raquel.


" Berani lo sama gue," ucap Raquel menatap Fiona tajam.


" Gue nggak takut sama lo," desis Fiona langsung mendorong Raquel sampai jatuh ke lantai.


" Auhhhh," lirih Raquel saat pantatnya sakit.


" Raquel," sahut serentak Selina dan Mitha membantu Raquel berdiri. Azizi yang melihat itu tersenyum tipis dan mengambil kaca matanya yang terjatuh di lantai.


" Sialan lo," pekik Raquel yang tidak terima langsung menghampiri Fiona ingin menarik rambut Fiona tetapi Fiona terus menghindar.


" Sini lo sialan," Raquel terus berusaha menarik rambut Fiona dan pastinya di bantu Mitha dan Selina sementara Azizi membantu Fiona mereka terjadi saling dorong bergeser- geser kebelakang sampai mereka sudah di luar kamar mandi.


" Brengsek," pekik Raquel mendorong kuat tubuh Fiona


Hal itu membuat Fiona berbalik dan melangkah jauh sampai tubuhnya yang tidak seimbang harus bertemu tubuh Verro yang kebetulan lewat bersama Vandy dan Varell.


Al hasil tubuh nya yang oleng, berada di depan Verro dengan keadaan bibir yang menempel di pipi Verro.


" Ahhhhh," pekik Raquel, Selina, Mitha, Azizi, menganga dengan mata membulat sempurna melihat Fiona yang mencium pipi Verro.


Vandy dan Varell juga kaget dengan apa yang di lihat mereka. Ke-2 tangan Fiona yang ada di dada Verro.


Dan bibir Fiona menempel di pipinya. Ke-2 juga saling kaget dengan apa yang terjadi. Banyak murid-murid juga yang melihat dan sama seperti yang lainnya menganga kaget.


Ternyata hal itu juga di saksikan Cherry, Sasy, dan Toby, yang kebetulan lewat dan melihat pemandangan itu.


💝💝Bersambung


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.

__ADS_1


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya


__ADS_2