DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 207 Luka yang sesungguhnya.


__ADS_3

Mobil Verro berhenti di pemakaman. Hal itu membuat Cherry bingung. Kepalanya berkeliling melihat keberadaannya dan pasti wajahnya yang penuh kebingungan dan bertanya-tanya kenapa Verro suaminya membawanya kepemakaman yang seharusnya bertemu papanya.


" Verro, kita ngapain di sini?" tanya Cherry penuh kebingungan. " Bukannya kamu bilang sehabis dari rumah sakit. Kita mau ketemu papa. Lalu ngapain kita di sini?" tanya Cherry lagi yang benar-benar penasaran dengan melihat suaminya yang sekarang tersenyum tipis kepadanya.


" Ayo kita turun!" ucap Verro tanpa menjawab pertanyaan Cherry. Verro langsung membuka seat belt nya. Sementara Cherry yang masih kebingungan dan penuh pertanyaan main ikut saja. Dia pun membuka seat belt nya keluar dari mobil mengikuti suaminya.


Verro menghampiri Cherry yang penuh kebingungan. Verro menggenggam tangan yang menggantung itu, membuat Cherry melihat ke arahnya.


" Ayo!" ajak Verro dengan lembut membawa Cherry berjalan. Cherry pun mengikut saja, kemana dia di bawa.


Jantung dan perasaan Verro semakin tidak tenang, saat langkah kakinya semakin mendekati makam Laskarta yang dulu di anggapnya adalah Cherry. Dia memang sudah membulatkan hatinya untuk jujur dan memberi tahu pada istrinya bahwa Laskarta sudah tiada.


" Kenapa Verro membawaku kepemakaman dan bukannya ini adalah makam yang pernah aku datangi. Lalau untuk apa dia mengajakku kemari," batin Cherry terus kebingungan dengan tangannya yang di genggam erat Verro dan tangan Verro yang terasa sangat dingin.


Sampai tiba saatnya. Langkah Verro dan Cherry berhenti di depan makam yang pasti Cherry tau makam apa itu. Makam di mana dirinya yang dinyatakan meninggal.


Meski Verro sudah tidak pernah ke makam itu. Tetapi makam itu masih indah, taburan Bunga masih banyak, dan bunga mawar yang masih tumbuh subur dan juga berkembang. Bahkan Foto-foto Cherry masih ada di sana. Karena memang Verro belum sempat untuk mengambilnya.


Cherry yang sudah berdiri di depan makam itu benar-benar bingung kenapa Verro malah mengajaknya kesana. Tetapi perasaannya mulai tidak enak. Dia merasa ada sesuatu di perasaannya.


" Verro, kita ngapain di sini, kenapa harus memakan ini dan oh iya. Memang siapa yang ada di makam ini. Aku juga ingin menayakannya jauh-jauh hari. Tetapi aku tidak pernah mendapat jawabannya. Siapa orang yang ada di makam ini?" Cherry terus bertanya dengan penuh kebingungan.


Verro langsung memeluknya dengan erat. Membuat Cherry mengkerutkan dahinya, benar-benar bingung dengan tingkah Verro yang tidak menjawab pertanyaannya, malah sekarang memeluknya dengan erat dengan debaran jantungnya yang tidak menentu.


" Verro ada apa, kenapa kamu malah memelukku apa yang terjadi?" tanya Cherry dengan wajahnya yang sudah mulai panik.


" Aku mencintaimu Cherry, aku tidak akan meninggalkanmu. Kamu akan tetap bersamaku. Kamu adalah tanggung jawabku. Kamu tidak pernah sendirian," ucap Verro yang membuat Cherry semakin bingung. Verro semakin lama semakin melantur dan Cherry langsung melepas pelukan itu dari Verro dan melihat wajah Verro sudah memerah dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


" Ada apa Verro. Kenapa kamu malah bicara seperti itu dan kenapa kamu mengajakku kemakam ini. Aku mau menemui papa lalu kenapa harus mengajakku kemari," ucap Cherry mengadakan tangannya pada malam itu.


" Kamu mengajakku kepemakaman, seakan-akan papa ku ada di sini," ucap Cherry yang asal-asalan. Namun Cherry langsung melihat Verro dengan serius dan melihat makam itu kembali dan seakan ada di pikirannya yang tiba-tiba muncul.


" Verro, apa papa ku ada di sini?" tanya Cherry suaranya yang berat. Debaran jantungnya berdetak tidak normal seakan apa yang di ucapkannya adalah jawaban yang ingin di katakan Verro.


" Tidak mungkin kan Verro, makam seindah ini memang ada orang yang juga berharga di dalamnya," ucap Cherry lagi yang menunggu jawaban Verro. Namun air mata Verro menetes.


" Verro kamu kenapa nangis. Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Cherry semakin merasa ada yang tidak beres.


Cherry mendekati Verro mengusap air mata Verro dan matanya juga ikut bergenang seakan benar-benar ingin menangis. Tetapi tidak tau kenapa dia harus menangis.


" Verro apa yang terjadi?" tanya Cherry lagi. Verro memegang pipi Cherry.


" Papa sudah tidak ada," jawab Verro dengan pelan.


" Papa sudah tiada. Dia sudah tidak ada di dunia ini lagi," ucap Verro memperjelas kata-katanya. Air mata Cherry semakin deras mengalir dengan wajahnya yang schok mendengar ucapan Verro.


Cherry menjatuhkan tangan Verro dari pipinya dan menghadap makam itu, Felly seketika menjadi orang linglung dengan matanya yang sudah kosong. Padahal Verro belum mengatakan tentang kematian papanya dan bahkan tidak mengatakan yang ada di dalam tanah itu adalah Laskarta.


Tetapi seakan-akan Cherry sudah tau. Tangan Cherry memegang dadanya yang terasa sangat sesak. Dia mula menarik isakan tangisnya. Dan mulai terdengar suara napas berat yang menahan suara tangis.


Verro memeluknya dari belakang. Tangan Verro yang berada di dada Cherry.


" Kamu tidak sendirian Cherry selalu bersamamu," ucap Verro yang terus menguatkan Cherry dengan pelukannya yang erat di belakang tubuh Cherry.


" Apa papa ada di dalam?" tanya Cherry dengan suara seraknya.

__ADS_1


" Iya, papa ada di dalam. Dia meninggal 7 tahun lalu," jawab Verro yang tidak menutupi apa-apa lagi.


" Lalu kenapa dia meninggal dan kenapa orang-orang berpikir itu adalah aku?" tanya Cherry yang sudah sangat lemas.


" Cherry, papa sangat mencintai kamu. Dia ingin kamu hidup bahagia. Dia tidak ingin kamu hidup bersama ku. Papa benar-benar sangat mencintai kamu," ucap Verro. Cherry melepas tangan Verro yang memeluknya dan menghadap Verro perlahan.


" Aku tidak tanya itu yang aku tanya. Kenapa papa meninggal?" ucap Cherry menatap Verro dengan tatapan kosong. Verro memegang ke-2


" Papa meninggal karena sangat mencintaimu. Dan papa tidak pernah pergi. Debaran jantungnya ada di tubuhmu," jawab Verro. Air mata Cherry kembali berlinang. Seakan tau apa maksud dari Verro.


Cherry langsung menangis saat mendengar kata-kata Verro. Kepalanya menggeleng-gelengkan seakan tidak menerima kenyataan itu.


" Tidak mungkin, tidak mungkin papa melakukan itu. Itu tidak mungkin," ucap Cherry yang tangisannya langsung pecah. Verro langsung memeluknya. Memeluk tubuh Cherry yang bergetar.


Suara tangisan yang terisak-isak itu. Terus terdengar dan memukul-mukul dada Verro. Se akan dia hanya mimpi buruk.


" Tidak Verro, papa tidak mungkin pergi. Papa tidak mungkin melakukan itu. Kamu pasti bohong. Kamu pasti bohong," ucap Cherry yang tidak menerima kenyataan itu.


" Cherry, aku tau perasaan kamu. Tetapi memang itulah kenyataannya. Papa memang sudah tiada dia mendonorkan jantungnya untukmu. Tapi dia tidak pergi Cherry dia ada bersama kita," ucap Verro yang terus memeluk Cherry dengan erat.


Memberi kekuatan pada istrinya yang sekarang benar-benar berduka. Dia tau Cherry tidak mudah menerima semua ini. Dia tau apa yang terjadi pada papanya.


Hanya akan membuat Cherry merasa bersalah. Karena sang papa yang meninggal karena mendonorkan jantungnya. Dan Verro memang harus memberikan kekuatan pada Cherry.


Karena itulah yang pasti di butuhkan Cherry. Cherry membutuhkan pelukan dari suaminya untuk kondisinya yang sangat hancur dengan kenyataan kematian sang papa.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2