DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 271. Ancaman


__ADS_3

Tari tampaknya sangat kesal degan perintah Aldo. Aldo sangat ketus kepadanya. Aldo bahkan tidak seakan tidak menganggap dirinya ada. Karena kepergian Aldo ke Paris yang tidak memberi tahu Tari.


" Apa begini dia pacaran dengan Raquel. Aku melihat dia sangat manis kepada Raquel. Lalu kenapa sangat dingin kepadaku," batin Tari tampak tidak suka.


" Apa kamu sudah selesai makan?" tanya Aldo yang melihat Tari diam dan malah tidak makan.


" Aku sudah tidak bernafsu untuk makan, aku sudah kenyang," sahut Tari kesal.


" Hmmm, baiklah kalau begitu. Kita sebaiknya pulang saja, aku juga sudah kenyang," sahut Aldo dengan singkat. Yang mulai beres-beres dengan mengambil ponselnya dan ingin berdiri.


" Aldo cukup," ucap Tari menghentikan tangan Aldo.


" Ada apa?" tanya Aldo.


" Ada apa dengan kamu. Kenapa kamu sedingin ini ke padaku?" tanya Tari


" Apa maksud kamu?" tanya Aldo.


" Kamu tiba-tiba ke Paris tanpa memberi tahuku dan tiba-tiba kamu mengatakan jika sudah selesai makan maka kita pergi. Apa kamu tidak menganggapku ada di sini. Makanya kamu bisa bicara dengan sesukamu," ucap Tari yang tampak marah-marah.


" Apa yang kamu bicarakan Tari. Kenapa kamu jadi marah-marah. Aku sudah mengatakan dari awal kepadamu. Jika aku tidak perlu harus melapor apapun kepadamu. Aku tidak perlu memberi tahumu dengan rinci apa-apa saja yang harus aku lakukan, aku punya masalah pribadi yang tidak harus kamu mengetahui semuanya," ucap Aldo menegaskan kepada Tari.


" Aku punya hak untuk tau. Apa kamu lupa. Kalau kita sudah pacaran dan aku harus tau kemana dan apa-apa saja yang kamu lakukan, aku pacar kamu dan hal itu sangat wajar seorang pacar yang harus tau semuanya," sahut Tari yang sangat posesif dengan suaranya yang mulai mengeras.


Also melihat di sekelilingnya dan melihat orang-orang mulai melihat kemeja mereka. Yang pasti pertengkaran mereka mengundang perhatian orang-orang yang ada di sana.

__ADS_1


" Pelankan suaramu. Kau tidak perlu berbicara dengan berteriak-teriak," sahut Aldo menegaskan dengan menekan suaranya.


" Jika aku tidak bicara seperti ini. Kamu tidak akan mendengarkan ku. Aldo kita sudah pacaran. Kamu seharusnya menganggapku ada. Bukan menganggapku seperti orang asing. Aku harus tau semua yang kamu lakukan!" tegas Tari yang menuntut haknya. Dengan tangannya yang ikut berbicara.


" Aku capek bicara denganmu," sahut Aldo yang langsung pergi yang tidak mau mendengarkan ocehan Tari dan memilih pergi.


" Aldo!" panggil Tari. Namun Aldo tetap pergi.


" Sial," geram Tari yang langsung mengambil tasnya dan langsung mengejar Aldo.


Also berjalan cepat keluar dari Restauran dari pada semakin malu dengan ulah Tari.


" Apa dia sudah gila berteriak-teriak di tempat umum," gerutu Aldo yang ingin membuka pintu mobil dan ternyata Tari langsung datang dan menutup pintu mobil kembali.


" Kita belum selesai bicara," ucap Tari.


" Apa maksud kamu. Apa kamu ingin mengatakan jika mantan mu itu akan bicara sangat lembut. Oh aku tau. Kamu pasti belum bisa kan move on dari mantan mu itu?" tanya Tari yang melebar- lebar kan masalah.


" Apa maksud kamu. Jangan membawa-bawa nama Raquel dan urusan kita, dia jelas tidak ada hubungannya dengan semua ini," sahut Aldo menegasakan. Tari mendengus tersenyum mendengarnya.


" Kamu begitu bergetar ketika menyebut namanya. Sudah kuduga kamu benar-benar masih menyukainya, kamu bahkan membelanya di depanku. Kamu benar-benar sangat membelanga," teriak Tari yang tampak tidak terima.


" Cukup Tari kamu jangan bicara yang tidak penting, minggir kamu aku mau pulang. Bicara denganmu hanya akan menimbulkan masalah!" sahut Aldo yang menggeser Tari dari pintu mobilnya dan Aldo ingin kembali masuk


" Kalau begitu sebaiknya aku menyebarkan Vidio itu," sahut Tari tiba-tiba mengehentikan langkah Aldo. Yang tidak jadi memasuki mobil.

__ADS_1


" Kamu sebaiknya berpamitan dengan karirmu dan bersiap-siap hancur dengan perbuatanmu sendiri, kamu akan kehilangan semuanya dan semua yang kamu capai akan berakhir sia-sia," ucap Tari membuat Aldo membalikkan tubuhnya dan menghadap Tari lalu memegang ke-2 bahu Tari dengan menekannya.


" Kamu mengancamku?" tanya Aldo dengan sedikit menundukkan kepalanya agar sejajar dengan wajah Tari menatap Tari dengan tajam dengan matanya yang memerah.


" Jika aku tidak mendapatkan keadilan setelah hidupku berantakan. Maka kamu juga akan sama. Karir yang kamu bangun sebagai pengacara terkenal akan sia-sia dan semuanya akan berakhir. Hanya karena Vidio itu," tegas Tari memberikan ancaman.


" Kamu benar-benar menggunakan semua itu Tari," ucap Aldo yang tidak menyangka.


" Aku sudah mengatakan jika aku sudah hancur dan aku hanya tidak punya siapa-siapa jika kamu juga tidak bisa bersamaku. Maka kamu juga harus hancur," tegas Tari.


" Sial!" gertak Aldo yang langsung melepas kasar tangannya dari Tari dan terlihat frustasi dengan mengacak rambutnya. Ketika mendapat ancaman dari Tari.


Dan sepertinya Vidio yang di permasalahkan itu sangat menakutkan sehingga Aldo tidak bisa berbicara lagi dan terlihat stress.


" Aldo aku sudah mengatakan. Takdir sudah menentukan kita untuk bersama. Jadi perlakukan aku dengan baik. Karena aku juga memperlakukan mu dengan baik. Anggap aku menjadi wanita satu-satunya dalam hidupmu karena aku juga menganggapmu sebagai Pria satu-satunya. Kita sama aku dan kamu sudah di takdirkan menjadi satu. Jangan menganggap ku tidak ada karena aku hanya menganggapmu ada," sahut Tari dengan lembut dengan memegang lengan Aldo dan Aldo langsung menepisnya dengan kasar.


Tapi Tari yang tadinya marah-marah sekarang berubah 180 derajat menjadi tenang, bicaranya sudah sangat lembut dan bahkan sekarang dia memeluk Aldo.


" Maafkan aku sudah membuatmu marah. Aku tau mengancammu pasti membuatmu kesal. Aku tidak punya pilihan. Aldo aku hanya ingin kamu menganggapku itu saja. Kita lupakan kejadian hari ini dan lain kali kamu harus memberi tahuku kemana kamu pergi. Aku memaafkan mu hari ini dan kamu juga harus memaafkanku," ucap Tari yang terus memeluk Aldo erat. Tanpa sama sekali di balas oleh Aldo.


" Kenapa aku bisa terjebak dengan wanita ini. Aku seakan di kuasai dan tidak bisa melakukan apa-apa. Aku sudah kehilangan semuanya," batin Aldo yang terlihat seperti orang linglung, layaknya orang bodoh yang tidak bisa melakukan apa-apa.


Tari melepas pelukannya dari Aldo dan tersenyum melihat Aldo. Lalu mencium pipi Aldo.


" Ayo kita pulang!" ajak Tari yang benar-benar lembut. Dan menarik tangan Aldo untuk memasuki mobil dan Aldo benar-benar menurut dengan Tari.

__ADS_1


Tidak tau apakah karena masalah Vidio yang di katakan Tari atau apakah itu. Yang penting sekarang Aldo sudah berada di dalam mobil bersama Tari. Dan Tari yang tadi marah-marah sudah diam dan tersenyum dengan mudahnya.


Bersambung


__ADS_2