DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 150 Salah paham.


__ADS_3

Sementara Clara memasuki mobil tampak kesal dengan kejadian di mini market itu.


" Bisa-bisanya dia mengatai aku hantu," Ocehnya sambil memakai sabuk pengamannya dengan mulutnya yang terus komat Kamit.


" Dia juga memanggil ku Cherry. Siapa sebenarnya Cherry. Kenapa semua orang. Sangat heboh dengan nama itu. Apa dia selebritis terkenal. Sehingga aku selalu bertemu dengan orang-orang yang memanggilku Cherry," Clara terus mengoceh. Lama-lama dia sangat risih dengan hal itu.


Sedikit-sedikit dia harus menemui orang yang menyebutnya Cherry. Belum lagi wajah-wajah yang di temuinya akan melihatnya dengan wajah kaget seperti melihat hantu dan kali ini kata hantu itu langsung di dengarnya dari kasir wanita yang ketakutan saat melihatnya.


" Benar-benar sangat aneh," ucapnya langsung menarik gas mobilnya dan melajukannya.


*********


Sasy, Verro dan Raquel berjalan bersamaan dengan sejajar. Verro sambil berbicara serius dengan 2 rekannya itu sambil menunjukkan beberapa lembaran kertas.


" Ini di siapkan dan ini juga!" titah Verro pada Sasy dan Raquel. Ke-2 rekannya itu hanya mengangguk-angguk saja.


" Memang kapan Nyonya Karin akan di operasi?" tanya Raquel yang mengatakan mama Bayu dan Kiara.


" Lusa operasinya akan di mulai," jawab Verro. "Sasy kamu tolong bantu mengurus semua prosedurnya. Jika sudah di siapkan semua. Segera suruh perwakilan keluarganya untuk menandatangani persetujuan operasinya!" titah Verro lagi.


" Iya," jawab Sasy.


" Ya sudah kalian uruslah. Aku mau cek kondisi pasien dulu," ucap Verro yang menghentikan langkahnya yang juga di ikuti. Sasy dan Raquel.


" Oke," sahut Sasy dan Raquel dengan serentak. Verro mengangguk. Lalu langsung pergi.


" Nih kamu yang ngerjain. Ini aku," ucap Sasy langsung memabagi tugas.


" Issshhh," desis Raquel yang tampak keberatan.


" Bye," ucap Sasy langsung pergi dengan sesukanya.


" Apaan sih nggak jelas banget. Ah masa bodo. Telpon Aldo dulu Ah. Ajakin makan malam," ucap Raquel langsung mengeluarkan ponselnya dari saku seragamnya dan langsung menelpon pacar kesayangannya.


*********


Verro memasuki ruangan perawatan mamanya Clara. Yang ternyata Clara ada di sana dan sedang tertidur di sofa. Teridur miring dengan 1 tangannya mengganggung kebawah. Lagi dan lagi. Apa yang di lakukan Clara akan mencuri perhatian Verro.

__ADS_1


Tidurnya wanita itu. Mengingatkannya pada Cherry yang tertidur yang sangat cantik dan menggemaskan.


Verro dengan cepat menggelengkan kepalanya dengan mengerjapkan matanya. Dia harus sadar jika apa yang di lakukannya salah. Beberapa kali dia benar-benar diam-diam curi-curi pandang dengan Clara.


Tidak ingin terbawa suasana. Verro pun akhirnya mendekati ranjang wanita yang masih tidak sadarkan diri itu.


Dia harus fokus pada pasiennya. Bukan pada Clara yang beberapa hari ini mencuri perhatiannya. Bahkan membuat perasaannya tidak tenang.


Walau sudah mulai memeriksa perkembangan pasiennya. Ternyata Verro tidak bisa fokus. Beberapa dia harus melirik Clara yang masih tertidur cantik. Ya Clara memang persis seperti Cherry.


Verro terlihat beberapa kali membuang napasnya kedepan. Karena memang tidak bisa konsentrasi dengan kehadiran wanita tersebut. Walau dia berusaha untuk profesional. Tetapi sama saja tidak bisa.


Biasanya Verro akan mengecek perkembangan pasiennya paling sekitar 10 menitan. Tetapi dia berada di dalam ruangan itu sudah lebih 20 menitan dan pasti sambil mengecek dan sambil memperhatikan Clara.


Sampai akhirnya Verro harus menyadarinya dan akhirnya. Verro memilih untuk pergi. Jika lama-lama di sana dia akan semakin gila. Tetapi langkahnya harus terhenti ketika melewati Clara. Selimut yang di pakai Clara jatuh.


Verro berjongkok dan refleks memakaikan selimut itu pada Clara dengan lembut tanpa ingin membangunkannya. Setelah selimut menutup tubuh Clara sampai dadanya.


Mata Verro turun pada wajah itu. Matanya memutar melihat dengan jelas wajah Clara. Seperti ingin mencari perbedaan dari wajah Cherry.


Verro sangat betah menatap wajah Clara. Bahkan saat dia menatap wajah itu dengan dalam Verro sama sekali tidak mengingat Cherry yang membuatnya biasanya langsung sadar.


Dengan cepat Verro pun berusaha melepas dengan bantuan tangannya satu lagi. Clara bergeser sehingga sudah berbaring lurus. Dan itu akan membuat Verro semakin kesulitan untuk memisahkan rambut itu dari kancing bajunya.


" Verro apa yang kau lakukan. Lihatlah akibat ulahmu," batin Verro berdecak kesal.


Verro menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Lalu Verro langsung semakin mendekatkan dirinya pada Clara agar bisa melepas rambut Clara dari kancing lengan bajunya.


Akhirnya Verro yang sangat hati-hati berhasil memisahkan rambut Kiara dari kancing lengan bajunya. Tanpa Kiara terbangun. Verro pun membuang napasnya panjang merasa lega.


Saat ingin berdiri. Verro kakinya yang mungkin sudah kebas. Sehingga membuatnya kehilangan ke seimbang dan jatuh pada Clara.


Untung Verro dengan Cepat menahan tangannya di pinggir sofa. Agar tubuhnya tidak benar-benar menempel pada Clara. Walau tidak menempel tetapi wajah Verro dan Clara sangat dekat. Bahkan hembusan napas Clara bisa di rasakannya.


" Sial," desis Verro. Yang menahan napas di depan wajah Clara. Bukannya bangkit dengan cepat. Verro malah bertahan untuk melihat wajah itu dengan jarak yang semakin dekat.


" Kenapa kau sangat mirip dengan Cherry. Kenapa perasaanku sangat aneh saat berada di dekatmu," batin Verro yang terus menatap Clara dengan dalam.

__ADS_1


Terlalu lama menatap Clara dengan jarak yang sangat dekat. Verro tidak menyadari pintu yang sudah di buka. Yang ternyata Bayu yang membuka pintu dan melihat dengan jelas.


Bayu melebarkan matanya saat melihat pemandangan yang tampak seperti Verro ingin mencium Clara. Membuat Bayu melotot dengan mengepal tangannya.


" Kurang ajar," umpat Bayu. Mendengar suara Bayu membuat Verro tersentak kaget. Dengan kehadiran Pria itu yang sekarang melangkah dengan cepat ke arahnya seakan ingin menerkamnya.


" Brengsek apa yang kau lakukan kepadanya," teriak Bayu mencengkram kerah baju Verro dan menariknya dari Clara lalu langsung menyadarkan kedingding dengan kasar dan tanpa aba-aba melayangkan 1 pukulan pada wajah Verro.


Suara Bayu membuat Clara tersentak kaget. Mengerjapkan matanya dan mengangkat kepalanya melihat asal dari suara itu dan kagetnya dia melihat Bayu yang memukul Verro.


" Kau salah paham," ucap Verro membela diri.


" Salah paham katamu. Kau pikir mata ku buta. Aku jelas melihat perbuatanmu," teriak Bayu yang di penuhi amarah dan kembali memukul wajah Verro lagi. Membuat Kiara kaget sampai menutup mulutnya dan langsung duduk.


" Mas Bayu," gertak Clara yang langsung berdiri. Sementara Bayu yang kesetanan terus menghajar Verro.


Sementara Verro yang sudah terkena beberapa pukulan. Harus mengelak tanpa membalas pukulan dari Bayu. Karena jika tidak yang ada dia bisa mati. Mendapat pukulan terus menerus.


" Mas Bayu hentikan! Ada apa ini," ucap Clara panik yang berusaha menahan Bayu. Agar tidak memukul Verro lagi.


" Pria ini kurang ajar kepadamu," teriak Bayu dengan geram, " Dokter gadungan," kecam Bayu.


" Jangan sembarangan bicara," sahut Verro yang mulai emosi.


" Cukup mas Bayu hentikan! Cukup," Clara hanya bisa melerai saja.


.Bayu tidak mendengarkan Clara dan terus mencoba menghajar Verro walau Verro bisa mengelak. Dia bisa saja membalas pukulan Bayu. Tetapi dia Dokter dan sekarang ada pasien dan apa lagi ada Clara yang mungkin bisa berbahaya untuk Clara.


" Mas Bayu aku mohon hentikan!" Clara hanya bisa menahan Bayu dengan sedikit tenaganya. Agar Bayu tidak memukul Verro lagi. Karena dia sudah melihat Verro terluka parah.


" Tolong!" Clara harus berteriak agar ada orang yang menghentikan perkelahian. Karena dia tidak bisa menahan Bayu. Bayi terlalu kuat.


" Mas Bayu sudah cukup. Ini rumah sakit," Clara juga mencoba mengingatkan tempat itu di mana.


" Dia pantas mendapatkannya. Dia sangat keterlaluan, dia harus berakhir di sini," ucap Bayu yang tidak ada tanda-tanda ingin menghentikan perkelahian itu.


" Aku sudah mengatakan kau salah paham," tegas Verro yang hanya bisa mengelak. Dan terus menjelaskan pada Bayu.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2