DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 241 Berpapasan.


__ADS_3

Vandy dan Azizi pun akhirnya kembali mencoba baju pengantin. Sementara Lina dan Iqbal tetap menunggu di tempat semula. Setelah selesai mengganti dengan pakaian yang ke-2. Azizi dan Vandy sama-sama keluar dari dari ruang ganti yang bersebelahan dan membuat mereka saling melihat.


Azizi terlihat cantik dengan gaun keduanya yang kali ini berwarna biru langit dengan dress memanjang lurus yang membentuk kikuk tubuhnya dengan lengan yang bersilang di bagian dadanya. Gaun panjang itu juga memiliki selayar yang tidak terlalu panjang.


Sementara Vandy juga tampan, dengan kemeja putih dan jas hitam dengan dasi kupu-kupu berwarna putih dan di bagian sakunya terdapat mawar yang mungkin eksen dalam jas yang pasti sangat mahal itu.


Mereka sudah layaknya seperti pasangan pengantin yang ada di pelaminan dengan yang cantik dan sangat tampan. Tidak Azizi dan juga tidak Vandy masih betah saling melihat yang mungkin di dalam hati mereka saling mengagumi.


Tetapi mungkin mulut mereka sangat sulit untuk berbicara. Untuk saling memuji satu sama lain dan tetap saling diam dan menelusuri penampilan lawan masing-masing.


" Bu Azizi, pak Vandy, apa sudah selesai!" tegur pelayan yang melihat Vandy dan Azizi malah diam tanpa bicara membuat Vandy dan Azizi sama-sama tersentak kaget dan terakhirnya mereka menjadi salah tingkah dengan pipi yang sama-sama memerah.


" Ha!" iya. Sudah selesai," jawab Vandy dengan gugup.


" Kalau begitu mari kita kedepan," sahut pelayan itu tersenyum dengan ramah. Vandy mengangguk dan pelayan itu melangkah terlebih dahulu.


Azizi yang ingin melangkah tidak sengaja heelsnya terinjak gaunnya dan hampir membuat dia jatuh tengkurap dan untung saja Vandy langsung sigap memegang tangannya dan hal itu kembali membuat mereka saling melihat dengan debaran jantung yang tidak normal dan perasaan mereka berdua yang bergejolak.


Azizi cepat sadar dan melepas diri dari Vandy dan Azizi langsung kepanasan dengan apa yang terjadi bahkan dia semakin gugup dengan Vandy.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Vandy.


" Tidak. Aku tidak apa-apa," jawab Azizi yang langsung melangkah terlebih dahulu dari pada semakin gugup di depan Vandy. Vandy membuang napasnya perlahan kedepan lalu menyusul Azizi.


Lina kembali pangling dengan cantiknya calon menantunya yang benar-benar sangat cantik dan pasti putranya juga sangat tampan. Senyum di wajahnya juga tidak hilang. Ketika melihat pasangan itu berdiri bersebelahan.


" Dokter dan mama seperti Raja dan Ratu," sahut Iqbal dengan polosnya membuat Azizi malu dan Vandy tersenyum tipis.


" Kalian berdua, rapat sebentar," sahut Lina mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya.


" Untuk apa ma?" tanya Vandy heran.


" Sudah cepat, mama mau mengabadikan moment ini," sahut Lina yang langsung mengarahkan ponselnya pada 2 orang yang malu-malu itu.

__ADS_1


Ceklek.


Lina langsung mengambil gambar pasangan itu tanpa aba-aba.


" Ya ampun. Kalian berdua benar-benar sangat serasi," sahut Lina yang terus tersenyum.


" Bagaimana Bu, apa ini sudah cukup?" tanya pelayan toko.


" Hmmm, iya ini sudah cukup," sahut Lina.


" Ya sudah mari kita ganti lagi kembali," sahut pelayan. Azizi dan Vandy mengangguk dan kembali mengikuti pelayan untuk mengganti pakaian mereka karena memang sudah cukup untuk hari ini.


" Nenek, Iqbal lapar," ucap Iqbal memegang perutnya yang tampaknya ada perang di dalam sana. Lina tersenyum mendengarnya.


" Baik sayang. Nenek juga makan. Kita akan makan setelah ini. Selesai mama dan Dokter ganti baju kita akan cari makan," ucap Lina mengusap pipi Iqbal.


" Benar?" tanya Iqbal tampak tidak percaya.


" Iya dong, Iqbal. Iqbal mau makan apa aja nanti tinggal bilang sama nenek," ucap Lina yang memang akan terus memanjakan cucunya itu.


**********


Di Mall yang sama, Cherry, Sasy dan Raquel akhirnya melakukan shoping bersama untuk menghilangkan penat dan untuk mencari keperluan Cherry yang ingin liburan Ke Bali. Padahal hanya beberapa hari pergi tetapi sudah sangat heboh berbelanja.


Ternyata hobi shopingnya Cherry tidak berubah dari sekolah. Dia tetap hobi dan terbukti keranjang belanjaannya sudah penuh dengan apa saja yang di belinya.


" Kamu nggak belanja Raquel?" tanya Cherry yang melihat Raquel hanya melihat-lihat saja. Bahkan wajah Raquel tidak begitu ceria dan tampak tidak semangat.


" Lagi malas," jawab Raquel. Cherry heran mendengar jawabannya dan langsung melihat Sasy seakan bertanya ada apa dan Sasy hanya menggedikkan bahunya yang tidak memberikan jawaban apa-apa.


" Memang kamu kenapa?" tanya Cherry yang penasaran.


" Tidak apa-apa?" jawab Raquel yang tampak tidak semangat.

__ADS_1


" Hmmm, sudah lah, biasa lagi galau," sahut Sasy.


" Ada masalah apa memangnya?" tanya Cherry yang menjadi penasaran


" Tidak apa-apa Cherry. Kalian belanja saja," sahut Raquel yang tidak mood untuk bercerita. Sasy mendekati Cherry dan mendekatkan mulutnya di telinga Cherry.


" Biasa masalah dengan Aldo. Lagi renggang," bisik Sasy. Cherry hanya mengatakan ooo sambil mengangguk-angguk.


" Ya sudah kamu belanja aja Raquel. Biasanya belanja itu hilangin sterss. Apa lagi baju-bajunya sangat lucu," sahut Cherry yang mencoba menghibur.


" Lihat ini bagus tidak," ucapnya lagi mengambil gantungan baju dan mencoba kan di depannya, " Cantikan!" ucap Cherry yang tampak berusaha menghibur Raquel.


" Iya cantik kok," sahut Raquel tersenyum.


" Ya sudah ayo dong bantu pilih-pilih," sahut Cherry dengan semangat. Raquel hanya mengangguk pelan.


" Hmmm, bagaimana kalau aku traktir kalian 2 pasang pakaian," sahut Cherry tiba-tiba. Maklum selain jadi pewaris tunggal. Dia juga istri sultan. Mendengar teraktiran wajah Sasy langsung berbinar.


" Serius?" tanya Sasy. Cherry mengangguk.


" Iya. Tapi nanti kalian gantian ya buat traktir aku," sahut Cherry yang tampaknya tidak mau rugi.


" Itu mah beres," sahut Sasy yang dengan semangat dan langsung menarik lengan Raquel memaksanya untuk berbelanja gratisan dari Cherry dan akhirnya Raquel pun sedikit semangat dan mereka pun mulai pilih-pilih pakaian lagi dengan ceria.


Begitu juga dengan Raquel yang tampak melupakan masalah kerisauan hatinya dan terus berbelanja dengan Sasy dan Cherry.


Cherry, Sasy, dan Raquel sudah keluar dari toko yang ada di dalam Mall itu dengan paper bag yang memenuhi tangan mereka. Mereka seperti anak remaja yang berbelanja dengan penuh kebahagian dan tanpa beban.


Mereka bertiga berjalan dengan langkah yang sama dan dalam waktu yang bersamaan Vandy, Azizi, Lina, dan Iqbal keluar dari butik dan berpapasan langsung dengan Cherry Sasy, dan Raquel dan membuat langkah sama-sama terhenti dan sama-sama melihat dengan heran.


" Azizi," tegur Cherry.


" Cherry, Sasy, Raquel," sahut Azizi yang terkejut yang tiba-tiba bertemu teman-temannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2