
Hampir 5 jam melakukan pemeriksaan akhirnya Aldo keluar dari ruangan pemeriksaan dan langsung menghampiri Raquel yang setia menunggunya. Namun Raquel sudah berpindah tempat. Karena tadi Tari mengganggunya dan membuatnya mencari tempat yang aman.
" Bagaimana sudah selesai?" tanya Raquel yang menghampiri Aldo. Aldo dengan wajahnya yang begitu sendu.
" Aldo, ada apa?" tanya Raquel yang memegang lengan Aldo. Dia terus berusaha untuk ada di samping Aldo.
" Tidak apa-apa Raquel," sahut Aldo.
" Bohong, kamu jelas bohong. Tidak mungkin tidak apa-apa. Wajah kamu sampai seperti itu," ucap Raquel yang tidak percaya pada Aldo.
" Huhhhhhhh," Aldo membuang napasnya perlahan kedepan.
" Ayo kita pulang, kita bicara di mobil," ajak Aldo.
" Ya sudah," sahut Raquel yang akhirnya menurut dan ikut bicara di mobil
Tidak lama akhirnya mereka sampai mobil. Raquel dan Aldo sama-sama memakai sabuk pengaman. Namun Aldo masih saja murung dan terlihat banyak beban yang di pikirkannya.
" Aldo, kamu tidak mau cerita kepadaku bagaimana pemeriksaan di dalam?" tanya Raquel.
" Aku bingung Raquel. Aku tidak bisa membuktikan apa-apa. Vidio itu jelas adalah aku. Wajah mirip dan tidak ada bedanya. Aku tidak tau harus berbuat apa lagi," ucap Aldo yang tampak putus asa.
" Aldo, bukannya kamu pengacara. Jadi masa iya kamu tidak bisa mengatasinya," ucap Raquel.
" Aku memang pengacara dan banyak kasus besar yang aku selesaikan. Tapi tetap saja Raquel masalah yang aku hadapi sekarang ini bukan masalah kecil. Dan aku tidak punya bukti apa -apa untuk meringankan semuanya," ucap Aldo. Aldo meraih tangan Aldo dan menggenggam kuat tangan itu.
" Jika yang ada di dalam Vidio itu bukan kamu. Kalau begitu ceritakan kepadaku apa yang terjadi sebenarnya dan kenapa kamu bisa bersama Tari?" tanya Raquel yang memang penasaran dengan kronologi sebenarnya. Aldo masih diam. Namun Raquel terlihat sangat menunggu jawabannya.
" Aldo!" tegur Raquel.
" Raquel, aku berani bersumpah. Aku tidak pernah berselingkuh dengan Tari. Semuanya masih sebatas pekerjaan di tahap yang normal. Dan saat kamu melihatku bersama Tari di Restauran, itu pun masih sebatas pekerjaan. Ya aku memang membohongimu mengatakan jika aku mengurus kasus Tari yang padahal sudah selesai. Tapi aku tidak pernah punya perasaan kepadanya dan sampai malam itu terjadi," jelas Aldo dengan lembut dan Raquel sangat menyimaknya.
" Malam itu, apa malam itu?" tanya Raquel.
" Malam kita ribut di Restaurant. Aku mengantar Tari pulang. Namun baru saja aku menjalankan mobilku. Tiba-tiba Tari berteriak dan...."
Flashback
__ADS_1
" Aaaaaaaaaa," teriak Tari yang kedengaran ke telinga Aldo dan Aldo sampai merem mendadak.
" Apa yang terjadi pada Tari," batin Aldo panik dan langsung memundurkan mobilnya untuk melihat kondisi Tari yang berteriak begitu kencang.
Setelah kembali di depan rumah Tari. Aldo langsung buru-buru keluar dari mobil dan langsung memasuki rumah Tari.
" Tari ada apa?" tanya Aldo panik yang melihat Tari duduk di lantai dengan memeluk tubuhnya yang ketakutan.
" Apa yang terjadi?" tanya Aldo yang sudah berada di depan Tari dan Tari langsung memeluknya.
" Itu," tunjuk tari dan Aldo melihat arah tunjuk itu dan Aldo terkejut melihat banyaknya bangkai tikus yang lehernya di potong dan juga terlihat foto Tari yang penuh darah.
" Aldo, aku takut, aku takut Aldo," ucap Tari yang terus memeluk Aldo yang penuh ketakutan.
" Siapa yang melakukan ini. Kenapa bisa sampai seperti itu," tanya Aldo yang masih schock.
" Aku tidak tau, tiba-tiba saja semuanya sudah seperti ini," sahut Tari yang menangis sengugukan.
" Kamu tenang ya semuanya akan baik-baik saja. Kamu jangan takut," ucap Aldo menenangkan Tari.
" Aku harus menemui Raquel. Aku harus menyelesaikan masalahku dengannya. Tapi bagaimana dengan Tari. Dia begitu sangat ketakutan. Raquel sekarang pasti marah besar dan pasti Raquel tidak ingin bicara dulu. Sebaiknya besok saja aku menemuinya. Kasian Tari jika tidak ada temannya," batin Aldo yang mengambil keputusan sendiri.
Selang beberapa jam. Aldo pun membersihkan bangkai-bangkai itu dari rumah Tari dan Tari sudah duduk di sofa yang juga sudah mulai tenang.
" Semuanya sudah baik-baik saja," ucap Aldo melihat ke arah Tari. Tari mengangguk saja. Namun masih pucat.
" Sebaiknya kamu istirahat. Ayo aku akan mengantarmu," ucap Aldo. Tari mengangguk dan Aldo membantunya berdiri dan Tari terlihat ketakutan dengan memegang tangan Aldo.
Mereka ber-2 sudah tiba di dalam kamar dan Tari merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Aldo memakaikan selimut sampai ke dadanya.
" Kamu istirahatlah," ucap Aldo yang ingin pergi. Namun tangannya di tahan oleh Tari.
" Kamu mau kemana?" tanya Tari dengan suara pelannya.
" Aku akan tidur di luar untuk berjaga-jaga," jawab Aldo.
" Aldo, kamu disini saja sampai aku tidur. Aku takut, aku mohon tetaplah di sini. Jika aku sudah tidur. Kamu bisa pergi," ucap Tari dengan suara memohon.
__ADS_1
" Please Aldo," ucap Tari lagi. Aldo berpikir sejenak.
" Ya sudah, kamu istirahatlah," sahut Aldo. Tari mengangguk dan perlahan memejamkan matanya. Aldo hanya duduk di salah satu kursi yang ada di sana dan hanya mengawasi sekitarnya.
Malam sangat cepat berlalu dan pagi sudah tiba lagi. Kamar Tari yang malam itu sangat rapi terlihat berantakan. Banyak pakaian berserakan di lantai dan ternyata Aldo dan Tari sudah saling berpelukan di dalam ringkupan selimut dan tanpa memakai pakaian.
Aldo mengerjapkan matanya perlahan dan memijat kepalanya yang terasa berat, bukan hanya kepalanya namun tangannya juga berat seperti ada memeluknya dan Aldo menoleh kesampingnya. Aldo tersentak kaget saat melihat Tari di pelukannya dan tanpa pakaian dan Aldo yang panik juga melihat dirinya tanpa pakaian.
" Apa yang terjadi," ucapnya panik sendiri dan berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi. Namun tidak bisa di ingatnya
" Tari!" panggil Aldo membangunkan Tari dan Tari dengan cepat terbangun. Tari menoleh ke arah Aldo. Tari tersenyum dan mencium pipi Aldo yang membuat Aldo semakin bingung.
" Apa yang kamu lakukan," ucap Aldo yang mencoba bergeser. Namun Tari semakin erat memeluknya bermanja di bidang dada itu.
" Kamu tidak perlu merasa bersalah Aldo. Aku tidak apa-apa. Mungkin kamu terbawa suasana. Kamu melakukan itu hanya untuk menenangkan ku. Jadi aku memakluminya yang jelas malam ini aku merasa lebih tenang," ucap Tari membuat Aldo semakin panik dengan wajahnya yang memerah.
" Apa yang kamu katakan Tari. Tidak mungkin Tari kita melakukan itu," sahut Aldo dengan suara beratnya.
" Tidak ada yang tidak mungkin Aldo. Karena kita sudah melakukannya. Ini salahku dan aku tidak akan menuntun apapun dari mu," ucap Tari.
" Tidak, aku tidak mungkin menyentuhnya. Aku hanya tidur dan sama sekali tidak menyentuhnya," batin Aldo masih bingung. Karena dia sangat yakin tidak melakukan apa-apa.
Falsson.
" Aku tidak tau Raquel kenapa semuanya seperti itu. Tetapi itulah kenyataannya. Aku dan Tari sudah dalam keadaan seperti itu. Aku tetap membantah melakukan itu dan tiba-tiba Tari menunjukkan Vidio itu kepadaku," jelas Aldo.
" Tari merekamnya," sahut Raquel merasa ganjal. Aldo mengangguk.
" Bukannya Tari sedang ketakutan dan bagaimana ceritanya bisa merekamnya dan untuk apa. Dia juga mengatakan kamu melakukannya untuk menengkannya. Ibaratkan seharusnya Tari yang tidak menyadari jika dia sentuh. Tetapi malah dia masih punya waktu merekamnya dan seharusnya kamu juga tau saat itu. Karena bisa di katakan kamu yang lebih sadar dari pada Tari. Karena Tari kondinyasi juga takut," ucap Raquel yang mencoba memahami kronologinya.
" Iya kamu benar. Tetapi nyatanya dia memiliki hal itu," sahut Aldo.
" Apa dia menjebakmu?" tanya Raquel. Aldo hanya diam yang tidak bisa menjawab pertanyaan Raquel.
" Aneh, sekali Aldo merasa tidak melakukannya dan memang bukan dia melakukannya. Atau jangan-jangan. Tari melakukan perbuatan asusila itu dengan pria lain dan Aldo yang di umpankan," batin Raquel menebak-nebak.
Bersambung
__ADS_1