DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 307 Hal tidak terduga.


__ADS_3

Mereka pun akhirnya ke luar dari kamar Fiona sebagian terlihat simpatik dan sebagian lagi terlihat begitu kesal termasuk Raquel dan Sasy. Cherry juga seakan terpojokkan dengan kata-kata Raquel kepadanya.


" Apa-apaan sih dia, malah main usir-usir segala," ucap Sasy kesal dengan.


" Tau aneh banget," sahut Raquel. Sementara Verro terlihat pusing dengan memijat kepalanya.


" Kamu kenapa Verro?" tanya Cherry.


" Cherry siapa sebenarnya Dokter itu?" tanya Verro. Cherry pun melihat Verro dengan wajah seriusnya.


" Apa maksud kamu, bertanya seperti itu. Apa kamu juga berpikir jika sengaja melakukannya," sahut Cherry tampak tersinggung dengan pertanyaan suaminya.


" Bukan seperti itu Cherry. Tapi kamu lihat ke jadian sekarang dan kamu memberikan Dokter pada Fiona tanpa memberi tahuku," ucap Verro yang kelihatan marah.


" Jangan bilang apa yang terjadi sama Fiona itu salah aku," sahut Cherry.


" Cherry, aku tidak mengatakan apa-apa. Tapi aku hanya mengatakan apa yang terjadi dan ini jelas. Dokter yang kamu berikan hampir memperkosa Fiona," ucap Verro yang memang jelas menyalahkan Cherry. Dan Cherry kesulitan bernapas mendengar Verro yang menyalahkan dirinya seenaknya.


Teman-teman mereka juga tampak gemes dengan kata-kata Verro yang memang sangat jelas menyalahkan Fiona.


" Eh, Verro, apa-apaan sih kamu malah Cherry segala lagi, belum tentu juga kan. Apa yang di katakan Fiona benar," sahut Sasy yang langsung menyambar.


" Tau, nih malah marah-marah sama Cherry," sambung Raquel yang juga ikutan sewot.


" Kalian bilang tidak benar, apa kalian buta. Lihat apa yang terjadi Fiona di dalam sana seperti apa. Kalian tau tidak sedang sakit," sahut Verro yang menguatkan volume suaranya yang terpancing emosi.


Cherry hanya melihat Verro yang begitu membela Fiona membuat hatinya sangat sakit. Dan bahkan berkaca-kaca. Yang lain juga kaget dengan perlakuan Verro yang tidak biasanya.


" Ya biasa aja dong, jangan asal main salah-salahan. Kita juga tidak ketemu Dokternya dan apa yang terjadi pada Fiona. Tidak ada urusannya dengan Cherry," sahut Sasy geram dengan Verro.


" Sudahlah Sasy, kamu tidak tau apa yang terjadi. Kamu Dokter dan seharusnya kamu mengerti bagaimana fikis Fiona di dalam sana. Dengan kondisi terburuknya mentalnya juga terganggu," tegas Verro.


Sasy mendengarnya sampai naik pitam. Namun Toby terus mengawasi pergerakannya. Yang lain juga hanya melihat Cherry yang hampir saja menangis dan berusaha menahan air matanya.


" Cukup Verro," sahut Toby dengan suara dingin.


" Kamu memikirkan mental orang lain. Lalu bagaimana dengan dia. Kamu berbalik badan dulu dan lihat istrimu seperti apa," sahut Toby dan Verro melihat Cherry dengan mata bergenang.

__ADS_1


" Lalu kamu tidak memikirkannya. Dia sedang hamil dan kamu malah menyalahkannya dengan hal yang belum terjadi. Kamu tidak memikirkan mental Cherry," lanjut Toby yang bicara dengan tegas pada Verro.


" Verro, tenangkan diri kamu. Jangan hanya karena masalah Fiona. Kamu dan Cherry jadi ribut," sahut Vandy yang mencoba netral.


" Benar kata Vandy, apa yang terjadi sama Fiona. Bukan kesalahan Cherry. Masalah Dokter yang tidak di beritahunya kepadamu siapa Dokternya. Mungkin saja. Cherry tidak sempat memberi tahumu," sambung Vandy mencoba untuk menenangkan suasana yang terlihat tegang.


Verro diam sejenak yang merasa serba salah. Dia terlihat emosi dan pikirannya tidak bekerja dengan baik.


" Permisi Dokter Verro," sahut suster tiba-tiba datang membuat semua mata melihat ke arah suster.


" Ada apa?" tanya Verro.


" Bu Fiona memanggil Anna. Dia tidak mau minum obat. Jika anda tidak menanganinya. Dia terus kesakitan dan menahan dirinya, bahkan beberapa kali muntah darah," jawab suster dengan wajah paniknya.


" Apah," sahut Verro.


" Baiklah, aku akan coba periksa," sahut Verro yang dengan panik dan langsung melangkah.


" Aku mau pulang," sahut Cherry tiba-tiba membuat Verro menghentikan langkahnya dan berbalik melihat Cherry yang tampak geram.


" Cherry tunggu sebentar, aku lihat kondisi Fiona sebentar," sahut Verro yang terlihat panik.


" Cherry apa-apaan kamu. Aku Dokter dan kamu tidak seharusnya bersikap seperti ini," sahut Verro tampak kesal dengan sifat Cherry. Bahkan memarahi Cherry di depan banyak orang.


" Verro, kamu kenapa sih, dari tadi marah-marah mulu," sahut Sasy lama-lama kesal.


" Cukup Sasy jangan ikut campur!" bentak Verro membuat semua orang tersentak kaget dengan Verro yang membentak begitu saja.


" Verro, sudah," sahut Vandy menenangkan.


" Aku saja yang memeriksanya," sahut Raquel mengambil tindakan.


" Maaf, tapi bu Fiona hanya ingin Dokter Verro yang menanganinya," sahut suster tersebut.


" Kalau gitu bawa sakit saja," sahut Varell mengambil jalan tengah.


" Sudah tidak perlu," sahut Cherry tiba-tiba, " biarkan saja Verro yang memeriksanya. Verro adalah Dokter dan biarkan dia melakukannya. Aku bisa pulang sendiri," lanjut Cherry yang meneteskan air matanya dan langsung pergi.

__ADS_1


" Cherry!" panggil Verro. Namun Cherry tetap pergi.


" Cherry, tunggu!" sahut Nadya yang menyusul Cherry dan Azizi yang kelihatan bingung juga menyusul Cherry dan Nadya.


" Ishhhh," desis Sasy yang juga menyusul Cherry Raquel pun pergi ikut-ikutan menyusul Cherry. Toby melihat Verro dengan serius.


" Aku tidak tau apa yang terjadi. Tapi aku melihat kamu bukan Verro. Aku tau Verro kau mengenal Cherry dari kalian masih kecil. Kau kehilangannya selama 7 tahun tanpa ada orang di sisimu. Aku hanya mengingatkan mu. Jika kau melakukan ini terus. Mungkin tidak akan ada kesempatan untuk mu lagi. Aku tau Cherry istrimu. Tapi asal kamu ketahui. Cherry bukan hanya milikmu saja. Dia milik kami dan jika terjadi sesuatu padanya. Kau juga berhadapan dengan kami," tegas Toby dengan wajah seriusnya dan langsung pergi. Verro hanya diam yang tidak mampu bicara apa-apa.


Vandy dan Varell saling melihat dan mereka berdua tampak kebingungan harus bagaimana.


" Aku harus balik, Iqbal nungguin di rumah," sahut Vandy yang tidak bisa bicara apa-apa dan langsung pergi.


" Hmmm, aku juga," sahut Varell dan tinggal Verro dan suster. Verro mengusap wajahnya kasar dengan ke-2 tangannya.


" Apa lagi ini," teriak Verro dengan wajahnya yang memerah dan suster juga heran dengan Verro.


************


Raquel berada di dalam mobilnya di lampu merah dia memang pulang sendirian karena Nadya di antarkan Sasy dan Toby. Sementara Cherry tadi diantarkan Azizi dan Vandy. Yang Verro tidak ketahuan apakah tetap melanjutkan memeriksa Fiona atau pulang. Raquel terlihat berpikir keras di lampu merah.


" Kenapa aku merasa ada yang ganjal dengan Fiona. Suster bilang dia sekarat. Lalu kenapa mereka tidak membawanya keluar dan malah memanggil Verro. Walaupun Dokter kalau tidak punya alat untuk menangani bukannya sama saja," batin Raquel yang sedari tadi memikirkan masalah Fiona.


" Ini memang sangat aneh, Fiona terkena kanker darah tapi tidak pernah di periksa. Dan tiba-tiba saja dia kenak kanker darah. Apa itu masuk akal. Dia juga hanya ingin bersama Verro. Apa maksudnya ini. Atau Fiona sengaja memanfaatkan sakitnya," batinnya menebak-nebak.


" Tidak, jika Fiona sakit. Tidak mungkin dia seperti itu. Apa jangan-jangan selama ini Fiona hanya pura-pura sakit," ucap Raquel menarik kesimpulan.


" Iya, aku yakin pasti ada yang tidak beres. Aku pun tidak pernah memeriksanya sekalipun dan Cherry mengatakan sebelumnya Dokter Arif juga bukan Dokternya. Fiona tidak di rawat dan hanya menginginkan Verro. Dia pasti tidak sakit aku yakin itu," Raquel sangat yakin dengan kesimpulan yang di pecahannya sendiri.


" Aku harus melakukan sesuatu untuk memastikannya. Wanita itu tidak bisa hanya di biarkan seperti itu," batin Raquel dengan mengepal tangannya.


Raquel dengan pemikirannya melihat keluar jendela mobil dan tiba-tiba pandangannya melihat ke arah taman pinggir jalan yang terdapat kursi yang melihat Aldo tampak frustasi di sana dengan menunduk beberapa kali mengusap wajahnya kasar dengan ke-2 tangannya.


" Aldo," lirih Raquel. Tidak tau kenapa wajahnya tampak murung dengan Aldo yang begitu terlihat frustasi layaknya orang yang kebingungan dengan banyaknya masalah yang di hadapi.


" Apa yang terjadi padamu. Kenapa aku merasa kamu seperti menyembunyikan sesuatu," batin Raquel yang terus melihat simpatik pada Aldo.


Dia begitu penasaran dengan ke adaan mantannya. Tetapi dia merasa tidak perlu ikut campur untuk hal itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2