DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 118 Doa dan harapan


__ADS_3

Verro melepas pelukan itu. Dan memegang ke-2 pipi Cherry dengan tangannya sembari mengusap air mata Cherry. Cherry juga melakukan hal yang sama mengusap air mata Verro. Dengan mata Mereka yang masih tetap saling memandang.


" Jangan pernah menangis," ucap Cherry dengan suara serak. Verro menganggukkan matanya.


Mata Verro turun pada bibir Cherry. Mendekatkan wajahnya lebih dekat kepada Cherry. Verro pun meraih lembut bibir Cherry. Cherry langsung memejamkan matanya perlahan. Saat bibir Verro sudah menempel di bibirnya.


Verro menciumnya dengan dalam. Seakan lidahnya mengabsen rapatnya gigi Cherry di dalam sana. Pastinya dengan air mata mereka yang kembali menetes.


Tangan Cherry memegang erat kemeja Verro saat ciuman Verro benar-benar membawanya hanyut dalam ciuman yang semakin dalam itu.


Ciuman dengan perasaan cinta. Ketakutan kebahagiaan bercampur menjadi satu. Selain itu ciuman lembut yang penuh tangisan. Memang terkesan sangat berbeda di antara ke-2nya. Ciuman yang di penuhi dengan keharuan.


Bagaimana tidak. Ke-2nya sama-sama tau jika mereka tidak akan pernah bisa bersama lebih lama lagi. Maut sebentar lagi akan memisahkan mereka. Takdir memang sangat kejam untuk Verro dan Cherry.


Ternyata di balik hal romantis yang di berikan Verro kepada Cherry. Ada orang-orang yang berada di bawah sana yang berkorban dan yang menjadi sponsor acara romantis itu sehingga bisa terjadi sempurna.


Di mana ada, Vandy, Sasy, Toby, Nadya, Varell, Aldo dan Raquel yang berkorban di bawah sana. Selain menyiapkan tempat untuk melamar Cherry dengan nuansa romantis,


Mereka juga yang meledakkan kembang api dan tulisan di udara itu. Tulisan cinta dan ajakan untuk menikah.


Verro memang menyampaikan niatnya kepada teman-temannya tentang keinginannya yang ingin menikahi Cherry.


Pasti hal itu membuat teman-temannya kaget. Dimana Verro benar-benar akan menghabiskan waktunya dengan menjadi suami untuk Cherry. Tetapi mereka memberi dukungan kepada Verro tanpa ada yang komplen dan lain sebagainya.


Karena Cherry adalah wanita yang sangat suka hal romantis. Verro membutuhkan teman-temannya untuk menyiapkan sesuatu hal dalam waktu singkat.


Merekapun akhirnya bekerja sama untuk menyiapkan tempat dan lain sebagainya dalam kurun waktu 8 jam. Dan syukurlah semuanya berjalan dengan lancar.


Untuk cincin sendiri. Verro menjual mobil satu-satunya yang dia miliki. Mobil peninggalan ibunya. Verro harus merelakannya untuk membeli Cincin pernikahan untuk Cherry.


Awalnya pasti teman-temannya yang sultan-sultan itu sudah menawarkan bantuan. Tetapi Verro menolak dia ingin cincin untuk melamar Cherry adalah uangnya sendiri.


Karena Verro hanya memiliki mobil. Jadi mobilah yang menjadi korbannya. Uang penjualan mobil jelas sangat banyak. Karena itu mobil Mamanya yang memang harganya Fantastis.


Dan berkat bantuan Aldo mobil itu juga terjual mahal walau dalam keadaan mendesak. Semua memang benar-benar bekerja sama untuk membantu Verro.


Dalam keadaan seperti ini Verro benar-benar sangat beruntung banyak orang-orang yang membantunya.


" Semoga semuanya di beri kelancaran. Cherry pasti sangat bahagia. Karena pada akhirnya akan menjadi pengantin untuk Verro," ucap Sasy yang penuh harapan melihat ke atas sana. Di mana sangat terlihat Verro dan Cherry masih berciuman.


" Kita doakan yang tebaik untuk mereka. Aku yakin keputusan Verro sudah sangat tepat," sahut Varell.


" Jika Cherry ingin pergi. Aku yakin dia akan sangat bahagia selama di dunia. Karena mendapatkan cinta yang besar dari Verro. Yang cinta akan di bawanya sampai napas terakhirnya," ucap Vandy dengan mata berkaca-kaca.


" Sama kita juga bukannya sangat bahagia. Karena pernah diberi kesempatan bertemu dengan Cherry. Cherry yang baik, Cherry yang cantik, Cherry yang pintar, Cherry yang ceria. Kita sangat beruntung di pertemukan orang seperti Cherry," sahut Toby dengan pipi yang sudah menetes air mata dia lebih lemah di bandingkan yang lainnya.


" Aku berharap ada keajaiban untuk Cherry. Tuhan memberinya waktu yang lebih banyak," sahut Aldo masih berharap walau itu sangat mustahil.


" Aku juga berharap dengan hal itu. Karena orang seperti Cherry sangat pantas hidup lebih lama. Dia pantas merasakan kebahagian di dunia ini," sahut Nadya yang berharap sama.


" Aku juga pasti sangat menginginkan hal itu. Karena aku belum banyak waktu berteman dengannya," batin Raquel yang melihat ke atas.


Dia sangat menyayangkan karena baru berteman dengan Cherry. Dan saat baru berteman dengan Cherry justru pada masa-masa kritis Cherry.


Jadi dia tidak bisa merasakan betapa baiknya Cherry. Seperti yang di rasakan yang lainnya. Meski baru berteman dengan Cherry. Tetapi Raquel sangat sedih dengan kondisi Cherry.

__ADS_1


" Ya sudah ayo kita pulang?" ajak Vandy.


" Hmmm, iya," sahut yang lainnya setuju.


" Kalian pulang duluan, aku harus kerumah sakit," ucap Nadya.


" Aku akan mengantarmu," ucap Varell.


" Tidak usah, aku pergi sendiri saja. Lagi pulakan sangat dekat," jawab Nadya.


" Jangan menolak, ayo! ajak Varell langsung meraih tangan Nadya dan membawanya pergi


" Kami duluan," ucap Nadya pamit sebelum pergi. Yang lainnya mengangguk. Dan melihat Nadya dan Varell yang berjalan semakin jauh dengan tangan yang bergandengan.


" Sejak kapan sih mereka jadian?" tanya Toby.


" Memang mereka sudah jadian," sahut Raquel yang memang tidak tau.


Tetapi dia pasti tau. Kalau Verrel menyukai Nadya. Karena waktu dia lagi Jahat-jahatnya. Dia sudah sangat jelas melihat hal itu.


" Iya mereka pasti sudah lama jadian dan tidak mau memberi kita kejelasan. Nadya telah merebut Varell dari ku," ucap Sasy dengan wajah lesunya seakan terzolimi.


" Memang kapan dia jadian denganmu. Makanya kau bisa mengatakan Nadya merebut Varell dari mu," sahut Vandy geleng-geleng.


" Sudah ikhlasin aja, kau jadi wanita terlalu banyak tingkah dan halu tingkat dewa," sahut Toby memancing keributan.


" Kau ini," geram Sasy.


" Mulai lagi," sahut Vandy kesal. Melihat tanda-tanda keributan di depannya.


" Bukannya Cherry sudah bilang jangan bertengkar. Kalian ini memang nggak bisa di kasih tau," geram Vandy geleng-geleng.


" Vandy tunggu mau kemana," teriak Sasy.


" Pulang," sahut Vandy.


" Ikut," teriak Sasy langsung mengejar Vandy.


" Aku juga ikut," teriak Toby. " Kami duluan dada," ucap Toby pamit pada Aldo dan Raquel. Aldo dan Raquel mengangguk.


" Ada-ada aja, mereka memang selalu mengundang tawa, kesal,dasar," gumam Raquel tersenyum melihat kocaknya Toby dan Sasy.


Ternyata senyum Raquel di perhatikan oleh Aldo dan bahkan menjadi tontonan untuk Aldo. Sampai akhirnya Raquel menoleh ke arah Aldo dan gugup ketika menyadari Aldo memperhatikannya sejak tadi.


" Ada apa?" tanya Raquel salah tingkah yang melihat Aldo tersenyum manis kepadanya.


" Kau belum menjawab pertanyaanku?" ucap Aldo.


" Pertanyaan apa," sahut Raquel panik. Sebenarnya dia sudah tau tapi pura-pura tidak tau saja.


" Apa aku harus mengulanginya?" tanya Aldo dengan senyum miringnya.


" Apa syarat yang kemarin itu benar, apa aku tidak salah dengar?" tanya Raquel yang memang menganggap jika itu hanya salah dengar. Karena sangat tidak mungkin jika Aldo menembaknya.


" Itu benar, aku ingin kamu jadi pacarku," sahut Aldo mendekati Raquel berdiri di depan Raquel. Membuat Raquel semakin gugup. Di kala Aldo kembali menembaknya.

__ADS_1


" Apa dia tidak bercanda. Apa dia memang menyukaiku?" tanya Raquel di dalam hatinya yang benar-benar gugup.


" Raquel," tegur Aldo.


" Tapi kenapa kau ingin aku jadi pacarmu. Apa karena menyukaiku. Atau hanya supaya kau memaafkanku?" tanya Raquel.


" Aku menyukaimu. Aku tidak tau kapan. Tetapi aku sangat menyukaimu, aku..."


Cup Raquel langsung mengecup bibir Aldo membuat Aldo kaget. Raquel melepas kecupan singkat itu dan tersenyum.


" Aku pulang dulu," ucap Raquel dengan wajah yang malu lalu langsung pergi. Aldo tersenyum melihat kepergian Raquel.


" Memang dia berbeda," gumam Aldo geleng-geleng dengan senyum lebarnya yang habis mendapat kecupan manis.


" Raquel tunggu," panggil Aldo yang mengejar Raquel dengan Mana mungkin melepas Raquel.


Ternyata apa yang terjadi antara Raquel dan Aldo. Si saksikan Vandy, Sasy, dan Toby. Sasy yang merasa ketinggalan sesuatu membuat merek harus kembali kesana. Tetapi kaki merek harus berhenti dan malah bersembunyi ketika melihat pemandangan itu.


" Keren banget Raquel," ucap Sasy takjub.


" Dia langsung pada intinya," sambung Toby.


" Sejak kapan mereka dekat?" tanya Vandy.


" Entahlah," jawab Sasy dan Toby secara serentak.


" Memang cewek yang memulai duluan itu adalah cewek yang keren," sahut Toby.


" Kenapa bilang gitu?" tanya Vandy.


" Jarang banget ada cewek yang seperti itu. Itu adalah tindakan dari perasaan yang tulus," jelas Toby dengan teori yang pernah di bacanya.


Seketika Vandy terdiam. Vandy mengingat Azizi yang juga pernah menyatakan perasaannya kepada Vandy dan bahkan Azizi juga merelakan tubuhnya pada Vandy malam itu.


Ketika Azizi di landa skandal. Dia malah menghindar dan lebih parahnya. Saat Azizi mengakui hamil. Dia malah tidak bertanggung jawab dan dengan mudahnya tidak mengakui anak itu. Dan malah menghina Azizi yang sekarang tidak tau bagaimana kabarnya.


" Jadi ingat Azizi," celutuk Sasy tiba-tiba. Membuat Vandy kaget dan langsung menoleh ke arah Sasy menatap serius.


" Kenapa ingat dia?" tanya Toby.


" Azizi pernah bilang. Kalau dia pernah nembak cowok duluan, dia bahkan janji memberi tahu siapa orangnya," sahut Sasy mengingat sahabatnya itu.


Jantung Vandy mulai berdetak tidak menentu dengan kata-kata Sasy.


" Lalu siapa Cowoknya?" tanya Toby. Mata Sasy melihat ke arah Vandy. Jelas pandangan mata itu membuat Vandy semakin panik bahkan sampai keringat dingin.


" Aku tidak tau. Karena dia tidak sempat memberitahunya," sahut Sasy yang terus melihat Vandy. Mendengarnya Vandy melepaskan napasnya panjang. Seakan lega mendengarnya.


" Sudahlah. Jangan di bahas lagi. Ayo kita pulang," ajak Vandy yang mengalihkan pembicaraan.


Dia tidak mau lama-kelamaan Sasy, Toby ataupun yang lainnya tau hubungannya yang sangat jauh dengan Azizi.


" Oke ayo!" jawab Sasy.


" Oke," sahut Toby.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya pergi dari tempat itu dan pasti sudah bisa bernapas dengan tenang kembali....


Bersambung.......


__ADS_2