DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 345 bisa berjalan kembali.


__ADS_3

Verro merawat sang istri dengan baik. Kejadian yang menimpa mereka memang membuat mereka mendapatkan banyak pelajaran yang berharga dalam hidup mereka.


Hubungan mereka menjadi semakin dekat dan pasti lebih dewasa dalam menghadapi setiap masalah lagi. Nama saja pernikahan sudah 7 tahun. Tetapi tetap saja ke-2nya baru menjalani rumah tangga dengan bersamaan.


Seperti hari ini. Verro sedang memasak dan di tonton oleh Cherry yang duduk di kursi roda. Wajahnya berseri-seri dengan dengan penuh keceriaan melihat suaminya yang tampan yang selalu ahli dalam masak, memasak.


" Masih lama?" tanya Cherry yang kelihatan sudah tidak sabaran.


" Sebentar lagi sayang, kamu sudah lapar?" sahut Verro.


" Iya aku dan anak kita sudah lapar," sahut Cherry dengan mengusap perutnya.


" Tunggu sebentar ya," ucap Verro. Cherry mengangguk. Verro melanjutkan memasak untuk istrinya.


Tidak lama masakan itu pun akhirnya selesai. Verro menghampiri istrinya dan langsung memberi istrinya makanan tersebut. Tidak lupa dia pasti menyuapi sang istri dengan lembut. Cherry juga terkadang menyuapi Verro.


Selesai makan Verro langsung mengajak Cherry untuk belajar jalan dengan perlahan dia menuntun istrinya itu untuk menginjakkan telapak kakinya menginjak bumi.


Awal-awal pasti sulit, Cherry juga merasa sakit dan merasa putus asa karena belum bisa telapak kakinya menyentuh bumi. Tetapi Verro terus memberinya semangat sampai akhirnya Cherry perlahan-lahan bisa menginjakkan telapak kakinya itu.


Walau beberapa kali jatuh. Tapi berkat Verro dia tidak putus asa dan begitu semangat. Selain mengobati istrinya dengan medis. Verro sendiri yang memberi Cherry terapi belajar jalan yang pasti Verro sangat paham dengan saraf-saraf di kaki Cherry.


Di taman belakang pasangan itu terus melakukan belajar berjalan. Dengan waktu yang rutin yang di tentukan Verro. Dan sudah beberapa hari mereka melakukan terapi tersebut.


" Apa ada yang sakit?" tanya Verro memegang kuat ke-2 tangan Cherry. Agar Cherry yang berdiri tidak jatuh.


" Sedikit!" jawab Cherry.


" Pelan-pelan ya," ucap Verro dengan lembut pada istrinya. Cherry mengangguk dan berusaha kembali untuk berjalan.


" Tolong lepas aku!" ucap Cherry.


" Kaku yakin?" tanya Verro. Cherry mengangguk yakin.

__ADS_1


" Ya sudah sayang," sahut Verro.


Dengan perlahan tangan Verro melepas ke-2 genggaman tangan Cherry. Dan Cherry mengeluarkan semua tenaganya untuk bisa berdiri tegak dan Verro di depannya masih khawatir istrinya akan jatuh.


" Pelan-pelan sayang," ucap Verro. Cherry mengangguk dan usahanya tidak sia-sia. Cherry bisa berdiri tegak.


Verro tersenyum schock melihat istrinya yang bisa berdiri tegak tanpa di pegang.


" Sayang kamu bisa berjalan!" ucap Verro speechless. Cherry mencoba melangkahkan kakinya untuk mendekati suaminya. Dan Verro menjulurkan tangannya agar di sambut oleh Cherry.


Dan ternyata semuanya berhasil. Cherry bisa mendekat pada Verro. Dan menyambut uluran tangan itu dan Verro langsung memeluk Cherry.


" Kamu sudah bisa berjalan sayang," ucap Cherry merasa terharu yang tidak menyangka hari yang mereka tunggu-tunggu akhirnya tiba.


" Ini semua karena kamu. Makasih kamu sudah membantuku, makasih sayang," sahut Cherry dengan bernapas lega memeluk suaminya dengan erat. Dia juga tidak menyangka akhirnya bisa berjalan lagi.


Saking bahagianya Verro menggendong Cherry ala bridal style dan malah sampai memutarkan tubuhnya Cherry.


" Verro aku bisa jatuh, jangan seperti ini!" teriak Cherry yang mengalungkan erat tangannya di leher Verro. Dia merasa ngeri yang tiba-tiba saja jatuh nanti.


************


Lain dengan Cherry dan Verro yang berbahagia karena Cherry yang kembali bisa berjalan. Sementara Varell dan Nadya benar-benar jalan-jalan di hari libur menghabiskan waktu mereka dengan berjalan-jalan santai, mengobrol, mencari makanan.


Varell dan Nadya juga kayaknya orang yang berpacaran yang wajah itu sama-sama penuh kebahagian.


Mereka sekarang duduk di taman dengan melihat-lihat anak-anak yang berlarian bermain dengan penuh kebahagian.


" Nadya!" tegur Varell.


" Iya kenapa?" tanya Nadya.


" Kamu datang sama siapa ke pernikahan Aldo dan Raquel?" tanya Varell melihat Nadya dengan tatapan penuh arti.

__ADS_1


" Palingan sama mama," jawab Nadya.


" Aku menjemput kalian ber-2 ya," ucap Varell menawarkan.


" Tidak usah Varell. Sebaiknya saat di pesta nanti kita berdua jaga jarak. Mama kamu pasti ada di sana. Aku tidak mau membuat masalah," ucap Nadya. Varell terdiam yang tidak bisa berkata apa-apa. Memang mamanya akan menjadi penghalang hubungan mereka.


" Tidak apa-apa kan?" tanya Nadya melihat wajah Verro.


" Iya tidak apa-apa. Kau tau kamu sangat mengkhawatirkan masalah itu," sahut Varell. Nadya tersenyum mengangguk.


" Apa yang harus aku lakukan, agar mama bisa memberikan aku restu untuk menjalani kehidupan bersama Nadya," batin Varell.


" Lihat itu Varell," tunjuk Nadya pada anak kecil yang bermain balon.


" Aku pernah melihat album di rumah Cherry, sewaktu membersihkan rumahnya. Aku melihat Verro dan Cherry bermain air balon. Apa ke-2 anak itu juga berteman dan nanti akan menikah sama dengan Cherry dan Verro," ucap Nadya.


" Mungkin saja. Mereka ber-2 juga terlihat cocok dan mungkin mereka akan berteman sampai dewasa dan mungkin seperti yang kamu bilang akan menikah seperti Cherry dan Verro," sahut Varell.


" Mungkin sekarang mereka tidak saling tau apa itu cinta. Tapi rasa sayang sudah tumbuh sejak dini dan dewasa nanti mungkin mereka akan menyadari jika mereka akan saling mencintai," ucap Nadya yang tersenyum melihat 2 anak yang bermain bahagia itu.


" Cinta itu memang pasti akan tumbuh yang tidak tau kapan. Sama seperti aku dan kamu. Dari kelas 1 kita saling tau tidak bertegur sapa dan aku juga tidak terlalu memperhatikan mu dan pada akhirnya aku jatuh cinta padamu dan itu bermula saat aku mulai memperhatikanmu," ucap Varell yang menatap Nadya dalam-dalam. Nadya menoleh ke arahnya dan tersenyum melihat ke-2 bola mata Varell yang indah itu.


" Sampai detik ini aku masih mencintaimu Nadya," ucap Varell. Nadya hanya tersenyum dan kembali mengalihkan pandangannya lurus kedepan.


" Kamu kenapa tersenyum?" tanya Varell yang terus melihat Nadya walau Nadya tidak melihatnya.


" Mana ada wanita yang tidak tersenyum. Jika ada Pria yang mengatakan cinta kepadanya," sahut Nadya. Mendengar ucapan Nadya membuat Varell tersenyum.


Apa yang di katakan Nadya sudah jelas. Bahwa Nadya juga masih mencintainya dan bahkan kembali membuka kesempatan untuk sama-sama berjuang sama seperti 5 tahun lalu.


" Aku mau itu!" tunjuk Nadya pada eskirim. Varell mengangguk tanpa melepas pandangan itu.


" Kamu tunggu di sini aku akan belikan," sahut Varell. Nadya mengangguk tersenyum dan Varell langsung pergi membelikan eskrim yang tidak jauh dari tempat mereka duduk.

__ADS_1


" Varell jika kamu mengatakan masih mencintaiku. Itu juga tidak ada bedanya denganku yang sama juga masih mencintaimu," batin Nadya yang melihat Varell dengan tatapan tulus.


Bersambung


__ADS_2