DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 70 moment yang gagal.


__ADS_3

Ternyata Verro menemui Cherry di dapur umum. Cherry sedang menuang air hangat untuk meminum obatnya.


" Verro, kenapa mengajak bertemu?" tanya Cherry. Verro melangkah mendekatinya. Berdiri di depannya.


" Aku hanya memastikan, benar atau tidak kau meminum obatmu," jawab Verro.


" Benar kok, ini," sahut Cherry langsung menelan obatnya di depan Verro. Verro tersenyum melihatnya.


" Kau tersenyum," ucap Cherry selesai meneguk air hangat.


" Kau jarang tersenyum," ucap Cherry. Verro semakin mendekatkan dirinya pada Cherry. membuat rambut Cherry kebelakang telinganya, mengusap lembut pipi Cherry.


Hal itu membuat Cherry kaget. Perlakuan Verro membuat debaran jantungnya berdebar kencang. Bukan karena penyakitnya tetapi karena perbuatan Verro dan belum lagi menatapnya sangat dalam. Tatapan itu bahkan sangat menusuk untuknya.


" Jika seperti itu. Teruslah membuatku tersenyum. Bisa melakukannya," ucap Verro menanyakan dengan serius kepada Cherry. Cherry mengangguk pelan. Verro kembali tersenyum.


Sekarang sudah 2 tangan Verro yang berada di pipi Cherry. Mata Verro yang menatap dalam-dalam wajah Cherry.


" Kenapa perasaanku jadi seperti ini, ini sangat membuatku canggung," batin Cherry merasa gugup.


" Katakan apa aku masih Verro yang dulu!" ucap Verro. Cherry menggeleng.


" Bukan! kamu bukan Verro yang dulu. Verro yang dulu sudah tidak tau di mana. Tetapi aku juga tidak ingin Verro yang dulu kembali. Karena aku lebih menyukai Verro yang sekarang. Yang sangat pemarah. Suka membentakku. Karena kesalahanku. Jadi aku bisa tau jika Verro yang sekarang benar-benar khawatir kepadaku," ucap Cherry dengan lembut benar-benar jujur dengan apa yang dirasakannya.


Verro kembali tersenyum mendengar tutur kata indah itu.


" Verro aku tau bunga dan semua yang kau berikan padaku. Semua karena perintah Om Hariyanto. Tetapi aku tau hati kamu memang ingin memberikan itu kepadaku," ucap Cherry menunjuk hati Verro dengan jarinya.


" Papaku pernah mengatakan. Jika yang kamu lakukan adalah ketulusan. Papa saja bisa melihat itu, kenapa aku tidak bisa melihat ke tulusanmu. Terlepas dari semua apa yang di katakan om Hariyanto. Aku tidak peduli dengan semuanya. Karena yang aku tau. Kamu sangat menyayangiku," ucap Cherry dengan ketulusannya.


Verro hanya menyimak kata-kata dari mulut Cherry. Matanya juga tidak berhenti melihat mata yang bergenang itu.


Verro sedang mengalami perang batin. Debaran jantungnya menjelaskan bahwa dia memang menyukai Cherry.


Bukan sebagai sahabat. Tetapi Verro jatuh hati pada Cherry yang sekarang. Wanita yang sering di marahinya membuatnya menangis yang di katakannya manja dan menyusahkannya. Verro telah jatuh hati pada gadis yang di depannya.


Cherry semakin berdebar tidak menentu ketika Verro semakin mendekatkan wajahnya kepada Cherry.


Verro memiringkan kepalanya, sehingga wajah itu semakin dekat. Bahkan hidung mereka saling bersentuhan. Reflek membuat Cherry memejamkan matanya.

__ADS_1


" Apa Verro akan....," batin Cherry dengan jantung semakin berdebar.


Cherry mengepal tangannya saat merasa jika Verro akan sampai pada tujuannya. Yang pasti berpikiran jika Verro akan menciumnya. Hampir saja apa yang di pikirkan Cherry terjadi. Jika tidak mendengar langkah kaki itu memasuki dapur.


Mereka berdua tersentak kaget. Cherry langsung membuka matanya dan sama-sama melihat ke arah seseorang yang di depan pintu yang ternyata adalah Fiona.


Fiona menyaksikan bagaimana Verro dan Cherry yang ingin berciuman. fiona malah berdiri mematung.


" Aku salah masuk!" ucap fiona merasa kecewa membalikkan tubuhnya.


" Berhenti di situ!" ucap Verro dengan tegas.


Cherry heran melihat Verro. Verro sudah melepas tangannya dari pipi Cherry dan menghampiri Fiona yang kembali membalikkan badannya.


" Verro," lirih Cherry. Melihat Verro berdiri di depan Fiona.


" Apa yang kau lakukan!" tanya Verro menekan suaranya.


" Verro," ucap Fiona.


" Jangan memanggil namaku. Berani sekali kau menyakiti Cherry. Jadi selama ini kau adalah anak dari orang suruhan papaku. Dan selama ini kau juga mengawasiku dengan Cherry. Sangat berani. Kau pikir kau siapa berhak mengatakan itu kepada Cherry,"


Mendengarnya Hati Fiona teriris. Verro mengatakan hal menyakitkan itu langsung di depan Cherry.


" Apa kau harus menolakku di depannya?" tanya Fiona yang menahan sesak di dadanya.


" Aku hanya ingin kau sadar. Jika kau salah paham selama ini. Kau tidak tau apa-apa tentang hubungan ku dan Cherry. Dan satu lagi aku tidak perlu memberi tahumu kalau aku menyukai Cherry. Aku mencintainya," tegas Verro menunjuk kearah Cherry.


Mendengarnya Cherry tersenyum tipis. Tidak tau apa itu. Apa Verro sedang menyatakan perasaannya kepadanya. Atau hanya gertakan saja untuk Fiona. Apapun itu kata-kata itu membuat Cherry sangat bahagia.


Plakkk.


Cherry kaget saat melihat Fiona menampar Verro. Sampai Cherry menutup mulutnya dengan apa yang di lihatnya.


" Kau!" desis Verro.


" Berani sekali kau menamparku," bentak Verro.


" Tamparan itu pas untukmu. Kau boleh menolakku. Tetapi kau tidak mesti melakukan itu di depannya. Kau juga mengatakan cinta kepadanya di depanku. Kau sama saja menghina harga diriku," ucap Fiona dengan marah-marah.

__ADS_1


" Apa katamu, harga diri. Kau memang tidak punya harga diri sejak awal," kecam Verro dengan amarahnya. Fiona yang semakin kesal ingin melayangkan tangannya kembali.


" Fiona cukup!" cegah Cherry membuat tangan Fiona tidak jadi menampar Verro padahal sudah hampir sampai. Cherry langsung menghampiri Verro dan Fiona.


" Kau tidak punya hak untuk menampar Verro," ucap Cherry membela Verro. Fiona menatap Cherry dengan sinis. Tatapan penuh kebencian.


" Dan kau juga tidak punya hak untuk menatapku seperti itu," lanjut Cherry lagi.


" Kau merasa bahagia, dia menyatakan perasaannya di depanku. Kau merasa puas bisa membalasku," ucap Fiona. Cherry tersenyum.


" Kau terlalu berlebihan Fiona. Sejak awal, aku tidak pernah menganggapmu musuh. Aku juga tidak peduli jika kau menyukai Verro. Soal membalas aku sama sekali tidak pernah menganggap kau melakukan kejahatan kepada ku. Jadi aku tidak punya alasan untuk membalasmu. Lagi pula aku yang tau bagaimana Verro kepadaku. Jadi jangan salah paham aku bukan sainganmu," jelas Cherry dengan bijak tanpa ada rasa dendam dengan Fiona.


" Ayo Verro kita pergi!" ajak Cherry.Verro masih menahan kakinya. Dia masih sangat marah dengan Fiona. Masih menatap dengan kemarahan.


" Ayo Verro," desak Cherry menarik paksa lengan Verro.


Kepergian Cherry dan Verro membuat Fiona mengepal ke-2 tangannya. Napasnya naik turun dengan barusan apa yang di dengarnya. Terlebih dia sangat membenci dengan apa yang di lihatnya. Dan kata-kata Cherry yang membuatnya sangat muak.


" Aku kalah. Tidak aku tidak akan kalah. Kamu hanya wanita sementara Cherry yang mengusik kehidupanku. Seharusnya kamu sadar kematian akan mendatangimu. Baiklah aku akan mengalah sampai kamu benar-benar tidak bisa memiliki Verro. Bukan karena apa-apa. Tetapi karena alam kamu dan yang akan berbeda sebentar lagi," batin Fiona yang sepertinya sangat membenci Cherry.


Tidak tau entah karena masalah apa. Sorot mata yang tajam itu jelas menggambarkan kebencian yang sangat besar kepada Cherry.


Cherry menarik Verro benar-benar pergi dari tempat itu. Sebenarnya Cherry sangat kesal. Tetapi dia tidak ingin Verro malah semakin ribut dengan Fiona.


" Verro sudahlah, jangan ribut dengannya," ucap Cherry berdiri di depan Verro.


" Aku hanya ingin membuat dia sadar dan tidak mencampuri urusanku, dia sangat keterlaluan," ucap Verro masih penuh kekesalan.


" Aku tau. Tetapi percuma, sudahlah, jangan ribut lagi. Kamu suka sekali ribut dengan wanita," sahut Cherry kesal.


" Baiklah! aku anggap masalah ini selesai. Sekarang masuklah," ucap Verro. Cherry mengangguk.


" Aku masuk dulu," ucap Cherry pamit. Verro mengangguk.


💝💝Bersambung


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2