DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 190 Mengetahui.


__ADS_3

Clara yang masih berada di kamar Bayu. Dia benar-benar schok dengan apa yang di temukannya. Tanpa iya sadari air matanya menetes dengan melihat kalung yang jelas tertulis nama Verro dan Cherry.


" Kalung ini tertulis dengan nama Cherry dan Verro dan kenapa kalung ini ada bersama mas Bayu. Apa ini. Apa yang terjadi. Apa semua ini. Apa semua ini," batin Clara yang benar-benar bingung.


" Aaaaaaa," teriak Clara memegang kepalanya dengan ke-2 tangannya. Kepalanya yang kembali sakit. Ketika melihat kalung itu. Melihat foto Pria yang jelas mirip dengannya.


Clara tidak mengerti. Apakah wanita itu adalah dirinya atau Cherry. Tetapi saat melihat pria itu membuatnya merasakan hal yang aneh. Dia seperti mengenali bahkan seakan-akan sangat merindukan Pria itu.


" Kenapa aku merasa Pria ini sangat dekat dengan ku. Kenapa?" tanyanya memegang dengan terus memegang kepalanya yang benar-benar sangat sakit.


" Pa jika Cherry sudah tidak ada papa tidak boleh nangis. Cherry sayang sayang sama papa jadi papa jangan nangis ya. Karena Cherry dan mama tidak pernah meninggalkan papa Cherry dan mama selalu bersama papa. Kami ada di hati papa,"


" Papa percaya sama Verro. Karena hanya Verro yang bisa menjaga kamu. Hanya Verro yang tau apa yang harus di lakukannya untuk kamu. Hanya Verro. Jadi papa sangat mempercayainya,"


" Papa Mempercayai Verro?" tanya Cherry memeluk papanya.


" Iya sayang. Karena dia lah yang bisa menjaga anak papa. Dia yang selalu tua dengan kamu,"


" Verro mintalah untuk operasi. Karena apapun yang kamu minta, aku tidak bisa menolaknya. Jadi mintalah aku untuk operasi," ucap Cherry dengan linangan air matanya.


" Verro aku mencintaimu terima kasih untuk semuanya aku sangat mencintaimu Verro,"


" Aku juga mencintai mu sampai kapanpun kamu akan terus menjadi seseorang dalam hidupku. Sampai kapanpun aku akan tetap bersamamu. sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi istriku. Kamu tidak akan pernah tergantikan,"


Ingatan itu bermunculan di kepala Clara. Clara terus memaksakan dirinya untuk mengingatnya. Dia jelas melihat Verro dan juga Cherry yang tak lain adalah dirinya.


Bayangan dari kecil saat Cherry bersama Verro saling naik sepeda, lari sana, lari sini. Mereka yang sudah mulai besar sampai mereka sekolah. Di mana Verro yang memarahinya di depan umum.


Clara juga melihat bagaimana dia manjanya dengan sang papa dan dia juga melihat Teman-temannya. Air mata Clara menetes melihat semua itu. Bahkan darah kembali keluar dari hidungnya.


Ingatan itu bahkan bermunculan saat dia berada di sekolah, bercanda bersama dengan teman-temannya. Orang-orang yang beberapa hari ini di temuinya. Bermunculan di dalam ingatannya. Dengan tetesan air matanya.


" Ha-ha-ha-ha-ha," deru napas Clara naik turun semakin serak.


" Verro, aku bukan Clara, aku bukan Clara," ucap Clara dengan napasnya ya yang naik turun.


Clara yang masih ngos-ngosan langsung berdiri membawa kalung itu, berlari sambil menyeka darah di hidungnya.


" Verro, Verro. Verro tolong aku. Ini sangat sakit. Tolong aku, Verro," ucapnya yang terus merasa menahan sesak di dadanya dan kepalanya yang semakin sakit.


Clara terus berjalan dan ingatan itu terus bermunculan. Dia tidak peduli betapa sakitnya itu. Semakin dia mengingat dia semakin yakin. Jika dia bukalah Clara.


Clara seakan dapat menyimpulkan apa yang terjadi padanya. Tetapi dia belum bisa membenarkan semuanya. Tetapi dia melihat semua dengan jelas.


Saat Clara membuka pintu rumahnya. Sudah ada Bayu di sana. Bayu kaget melihat Clara yang di depannya dengan wajah yang di penuhi air mata dan wajahnya dan juga darah di hidungnya. Mata Bayu juga turun bawah melihat kalang yang di pegang Clara.


Batu langsung kaget melihatnya. Jantungnya sudah mulai tidak aman dengan apa yang di lihatnya. Dari kalung itu dia sudah tau. Kalau Clara masuk kedalam kamarnya.


" Clara," ucap Bayu dengan menelan salavinanya dengan perasaannya yang sudah mulai mencemaskan sesuatu.


" Siapa Clara?" tanya Clara dengan suaranya yang serak.


Mendengar kata yang keluar dari mulut Clara membuat Bayu terkejut. Pikiran Bayu sudah mulai kemana-mana dan bahkan hal sangat di takutkannya.


" Apa yang di katakannya. Kenapa dia mengatakan hal itu," batin Bayu yang sudah mulai takut-takut.


" Siapa kamu?" tanya Clara lagi. Bayu bertambah kaget mendengarnya.


" Apa maksud kamu?" tanya Bayu dengan pelan.


" Aku bertanya kepadamu. Siapa Clara. Aku bukan Clara. Aku bukan siapa-siapa mu. Aku tidak tau kenapa kau ada bersamaku. Aku bukan siapa-siapa mu. Jadi jawablah pertanyaanku. Siapa Clara dan kenapa aku bisa ada bersamamu," teriak Clara.


" Sial, apa dia sudah mengingat siapa dirinya," batin Bayu dengan panik. Dari apa yang di lihatnya jelas. Memang pasti wanita di hadapannya yang sekarang menatapnya dengan kebencian dan bertanya siapa dirinya.


" Jawablah, siapa Clara," teriak Clara dengan suaranya yang menggelar.


" Kurang ajar, tidak mungkin tidak mungkin dia mengingat semuanya. Tidak mungkin secepat itu," batin Bayu yang sedari tadi diam dan sibuk dengan pemikirannya tanpa menjawab pertanyaan dari Clara.


**********


Mobil Sasy berhenti di rumah sakit. Nadya yang ikut bersamanya kebingungan, kepalanya berkeliling melihat di sekitarnya tentang keberadaannya yang ada di rumah sakit yang membuatnya bertanya-tanya.


" Sasy kita ngapain di sini?" tanya Nadya yang benar-benar kebingungan.

__ADS_1


" Sudah kamu turun saja cepat," jawab Sasy langsung membuka seat belt nya dengan terburu-buru.


Sementara Nadya masih kebingungan dengan Sasy yang membawanya membuatnya benar-benar kebingungan. Pertama dia di tarik begitu saja dan tiba-tiba saja sudah di rumah sakit. Jadi bagaimana dia tidak bingung.


" Ayo Nadya cepat turun!" ucap Sasy yang sudah membuka pintu mobil dengan tergesa-gesa. Nadya yang masih di penuhi kebingungan pun akhirnya turun. Tanpa mengerti kenapa Sasy membawanya Kerumah sakit.


Nadya pun akhirnya keluar dari mobil dan Sasy sudah berjalan terlebih dahulu. Tetapi karena Nadya masih bingung Sasy harus mundur lagi.


" Ayo! cepat jangan malah bengong," ucap Sasy yang menarik tangan Nadya membawanya masuk.


" Iya sabar jangan tarik-tarik," protes Nadya yang seperti terseret. Sasy memang sangat mendesak dan tidak bisa menunggu-nunggu lagi. Jadi harus cepat-cepat makanya sedikit memaksa.


Mereka sudah memasuki rumah sakit dan tidak sengaja berpapasan dengan Varell.


" Sasy, Nadya," ucap Varell pelan. Nadya yang melihat Varell jadi gelisah, bahkan mengalihkan pandangannya seperti tidak melihat Varell yang ada di depannya.


" Kenapa juga harus bertemu Varell di sini, Sasy sih pake acara ngajak kesini segala," batin Nadya.


" Varell," ucap Sasy.


" Kalian ngapain di sini?" tanya Varell heran.


" Aku mau menemui Verro ada hal penting yang ingin aku bicarakan," ucap Sasy dengan terburu-buru.


" Memang ada apa?" tanya Varell penasaran.


" Ahhhh, sudah entar saja, ini soalnya penting," sahut Sasy yang tidak ingin memberi tau apa-apa dan kembali melanjutkan langkahnya dengan terburu-buru dan pasti tidak lupa menarik Nadya dan pasti Nadya ikut saja.


" Eh Sasy mau kemana?" tanya Varell.


" Menemui Verro lah, mau kemana lagi," sahut Sasy tanpa menghentikan langkahnya.


" Tapi mereka ada di sana," ucap Varell. Membuat langkah Sasy dan Nadya terhenti dan membalikkan badan melihat Varell.


" Mana?" tanya Sasy.


" Tuh," Varell menunjukkan tangannya ke arah Verro yang berjalan bersama Vandy dan juga Raquel.


" Raquel!" panggil Sasy dengan suara cemprengnya yang membuat langkah 3 orang itu berhenti.


" Iya itu Nadya, ngapain mereka?" tanya Vandy heran.


" Aku juga tidak tau. Aku juga tidak pernah melihat Nadya," sahut Vandy.


" Cepat sini!" panggil Sasy dengan mengajak dengan tangannya agar Raquel, Verro dan Vandy menghampiri mereka.


" Ayo kita kesana," ucap Verro. Vandy, Verro dan Raquel pun akhirnya berjalan dengan langkah yang cepat menghampiri Nadya, Varell dan juga Sasy.


Dan hanya beberapa langkah akhirnya mereka sudah berkumpul.


" Nadya, kamu kok ada di sini?" tanya Raquel begitu tiba di depan Nadya, " Kamu apa kabar?" tanya Raquel.


" Aku baik," jawab Nadya, " aku juga tidak tau kenapa ada di sini. Karena Sasy yang ngajak aku kesini," jawab Nadya.


" Ada apa Sasy kok kamu manggil kita dan kelihatan kamu aneh sekali, kayak mau nyampai kan sesuatu gitu, ada apa?" tanya Raquel heran.


" Ada hal penting yang aku ingin sampaikan," jawab Sasy dengan wajahnya yang serius.


" Hal penting apa, sampai wajah kamu seserius itu. Nggak biasanya?" tanya Vandy yang penasaran.


" Tauh nih, aku saja sampai tidak di kasih tau," sahut Varell.


Sasy langsung membuka tasnya dan langsung mengeluarkan lembaran kertas dari tasnya yang tak lain adalah apa yang di dapatnya dari Nadya.


" Ini Verro," ucap Sasy yang langsung memberi pada Verro.


Verro melihat Sasy sebentar dan mengambil kertas itu penasaran dengan apa yang berikan Sasy padanya.


" Itu hasil rekaman cctv yang di dapatkan Nadya. Di mana Bayu masuk Kerumah Cherry dan bahkan terlihat memasuki kamar Cherry," jelas Sasy.


Verro yang melihat hasil printer dari rekaman itu kaget mendengarnya. Yang pasti juga bukan hanya Verro yang lainnya juga kaget dan ikut melihat jelas wajah Bayu.


" Bayu," lirih Raquel tidak percaya sampai menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya.

__ADS_1


" Kenapa dia masuk Kerumah Cherry?" tanya Verro dengan napas beratnya.


" Jika dia masuk kesana dan tau rumah Cherry apa itu artinya. Dia mengenal keluarga Cherry makanya bisa masuk kesana," sahut Raquel yang menebak-nebak dengan wajah yang masih terkejut.


" Kenapa Nadya bisa memiliki hasil cctv itu," batin Varell kebingungan. Dia memang tidak tau ibu Nadya membersihkan rumah Cherry.


" Aku juga tidak tau. Tapi aku dapat dari Nadya. Makanya aku buru-buru kemari ingin memberi tahu Kalian," ucap Sasy.


" Aneh sekali," gumam Rachel.


" Nadya apa kamu melihatnya?" tanya Verro yang memastikan.


" Aku hanya melihatnya keluar dari rumah itu. Awalanya aku mau jemput ibu karena sudah sore. Lalu aku lihat ada mobil dan tiba-tiba ada orang yang keluar dari sana. Aku mengira kerabat Cherry. Tapi pas aku tanya sama ibu. Tapi ibu bilang tidak ada setaunya yang masuk. Dan keesokannya kita memutuskan melihat cctv dan melihat rekaman Pria itu dan juga saat kami kekamar Cherry. Kamar Cherry berantakan. Jadi ibu menyuruhku untuk nge print itu. Katanya untuk bukti nanti saat Om Laskarta datang," jelas Nadya sedetail-detailnya nya.


" Aneh sekali dia memasuki rumah Cherry dan bahkan memasuki kamar Cherry," sahut Vandy mulai merasakan ada yang tidak beres.


" Kita harus tanya sama Bayu. Kenapa dia bisa sembarangan masuk Kerumah Cherry. Ini tidak bisa di biarin memang siapa dia," sahut Sasy mulai emosi.


" Benar. Kita harus tanya sama Bayu. Kenapa dia masuk Kerumah Cherry," sahut Vandy setuju.


" Karena dia berhubungan dengan Cherry," tiba-tiba terdengar suara wanita yang membuat mereka kaget dan serentak melihat ke arah suara tersebut yang tak lain adalah Selina.


" Selina," gumam mereka dengan serentak. Dengan wajah mereka yang heran dengan kata-kata Selina. Dan Selina pun langsung menghampiri mereka.


" Apa maksud kamu. Bayu berhubungan dengan Cherry?" tanya Sasy sedikit sewot.


" Iya Selina apa yang kamu katakan dan kenapa kamu ada di sini?" tanya Raquel yang juga kebingungan.


" Berhubungan dengan Bayu apa maksud kamu. Bukannya Clara dan Bayu yang berhubungan lalu apa urusannya dengan Cherry," sahut Vandy yang juga kebingungan.


" Jawab dong Selina. Nggak usah bikin orang semakin penasaran," desak Sasy.


" Benar, apa hubungan, Cherry, Bayu dan juga Clara," sambung Raquel yang tidak kalah mendesaknya.


Selina menarik napasnya panjang dan membuang perlahan kedepan.


" Clara tidak ada yang ada adalah Cherry," sahut Selina berbicara dengan yakin.


Mendengar kalimat yang keluar dari mulut Selina membuat mereka terkejut. Mata mereka melebar serentak. Bahkan ada yang sampai menganga dan untuk lalat tidak masuk.


" Apa maksud kamu?" tanya Verro dengan suara beratnya.


" Maaf, aku baru memberitahu kalian. Aku mendengar sendiri Pria yang bernama Bayu yang menjadi saudara Clara mengatakan dengan jelas. Jika Cherry adalah Clara," jelas Selina lagi. Penjelasan yang membuat mereka semakin kaget.


" Tidak mungkin," sahut Sasy dengan napasnya yang sesak.


" Aku awalnya tidak percaya. Dan tidak tau siapa ibu dan anak yang ada di rumah sakit itu. Tetapi itulah kenyataannya. Bahwa yang kalian ketahui selama ini adalah Clara adalah Cherry," sahut Selina lagi yang meyakinkan.


" Jangan asal bicara kamu Selina. Kalau memang benar kenapa dia tidak mengingat kita," sahut Vandy.


" Cherry mengalami amnesia dan mungkin kalian para Dokter yang menangani dia apa tidak curiga dengan kondisinya. Verro kamu tau saat Clara mengalami kecelakaan dan masih di rawat di rumah sakit. Dia sudah merasakan ada hal yang aneh dan menanyakan semua kepadaku. Dia menanyakan tentang Cherry kepadaku,"


" Dan saat aku menceritakannya dia mulai sakit kepala dan seperti berusaha mengingat sesuatu. Aku tidak mengerti pada saat itu apa yang terjadi padanya. Tetapi lama kelamaan aku tidak sengaja mendengarkan Bayu dan mamanya yang berbicara. Di mana mamanya yang bersih keras untuk memberitahu kebenarannya. Tetapi Bayu tidak setuju,"


" Aku juga masih tetap ragu. Tetapi aku menanyakan semuanya kepada Clara tentang keluarganya. Tetapi tidak ada satupun jawaban yang tepat. Aku semakin yakin dia adalah Cherry. Aku berusaha untuk mengembalikan ingatannya sampai aku membawanya ke sekolah dan aku tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya," jelas Selina dengan detail tanpa menutupi apapun.


Mendengar penjelasan itu semua kaget. Dengan perasaan mereka yang tidak bisa di gambarkan. Dan Verro yang mendengar kenyataan itu. Matanya sudah mulai berkaca-kaca. Tanpa bisa berucap apapun.


" Lalu kenapa kamu tidak memberi tahu kami?" tanya Selina dengan napasnya yang berat.


" Aku hanya ingin dia sembuh dan mengingatnya sendiri. Tetapi aku tidak tau bagaimana caranya," jawab Selina yang meneteskan air mata.


" Jadi selama ini Cherry masih hidup dan itu adalah Clara," sahut Vandy.


" Iya dia adalah Cherry yang kita anggap meninggal," jawab Selina.


Bersambung....


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport Vote. like koment dan jadiin vavorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2