DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 101 Kehilangan.


__ADS_3

Verro dan Cherry keluar dari rumah sakit berjalan menuju mobil mereka. Dengan tangan yang menggengam erat. Langkah seirama dengan pasti dengan hati yang menyatu karena ke-2 insan itu saling mencintai.


" Kamu senang bertemu dengannya?" tanya Verro.


" Iya aku senang bertemu dengannya. Dia mengatakan aku sangat beruntung. Padahal dulu aku sangat iri kepadanya. Karena dia sangat bahagia karena memiliki pacar. Aku ingin seperti Siska makanya aku melakukan semua kegilaan itu," ucap Cherry menghentikan langkahnya menghadap Verro. Memegang 1 tangan Verro dengan ke-2 tangannya.


" Tapi sekarang aku tidak perlu iri lagi. Aku mendapatkan lebih. Bahkan dari dulu aku sudah mendapatkannya," lanjut Cherry menatap Verro dengan dalam. Verro tersenyum mengusap pucuk kepala Cherry.


" Aku juga beruntung bisa memilikimu," sahut Verro membuat senyum Cherry mengembang. Cherry langsung memeluknya erat. Verro juga memeluk Cherry lebih erat.


" Aku mencintaimu Cherry," ucap Verro.


" Aku juga," sahut Cherry. Cherry melepas pelukannya dari Verro.


" Aku lupa bertanya kepadanya. Bagaimana keadaan pacarnya, kita pernah berjanji mau double date," ucap Cherry mengingat-ingat.


" Ya sudah besok saja tanyakan. Kita harus pulang," ucap Verro. Cherry mengangguk dengan senyumnya.


Verro kembali menggandeng tangan itu dan berjalan berdampingan.


************


SMA Haigh Internasional.


Suasana kelas sedang tenang. Karena guru yang masuk dalam pelajaran pertama sedang menjelaskan pelajaran yang pasti membosankan apa lagi jika bukan sejarah yang bikin ngantuk.


Terbukti sedari tadi Toby menguap terus menerus. Dia sangat mengantuk dengan guru yang menjelaskan di ulang-ulang. Yang lain juga sibuk dengan kesibukan masing-masing. Pura-pura mengerti dan lain sebagainya.


Sementara Cherry tangannya berada di laci mejanya. Cherry mengetik pesan Wa.


..." Semangat untuk operasimu, nanti pulang sekolah aku akan menemuimu, aku akan membawa mawar yang kau inginkan," tulis Cherry mengingat operasi Siska akan dimulai. Siska mengatakan operasinya di laksanakan jam 10 pagi....


..." Thank you,😁" balas Siska...


Setelah mengetik pesan Cherry meletakkan ponselnya di sakunya. Tiba-tiba Cherry memegang dadanya yang tiba-tiba sakit. Ternyata Verro sedari tadi memperhatikannya.


Dan menangkap Cherry yang kesakitan. Dengan spontan Verro langsung menghampiri bangku Cherry membuat Vandy dan Varell heran.


" Kamu kenapa?" tanya Verro berjongkok di samping Cherry. Cherry hanya melihat Verro tidak mampu menjawab. Wajahnya bahkan pucat dan dahinya penuh keringat.


" Cherry," lirih Verro memegang kuat tangan Cherry yang meremas roknya.


" Cherry ada apa," tanya Guru sejarah.


Karena guru sejarah berbicara. Semua murid-murid pun melihat ke arah Cherry yang menahan sakit dengan menunduk.


" Cherry kamu kenapa?" tanya Sasy yang langsung berbalik badan.

__ADS_1


" Apa dia kumat lagi," batin Raquel yang juga memperhatikan Cherry dari bangkunya. Dia jelas pernah melihat bagaimana Cherry pernah kumat.


" Kita ke UKS," Verro tidak tinggal diam langsung meletakkan tangannya di pundak Cherry dan satu lagi di bawah ke-2 lutut Cherry. Verro langsung menggendong Cherry ala bridal style.


" Saya antar dia ke UKS," ucap Verro berpamitan. Guru yang mengajar pun mengangguk dia juga sangat panik dengan Cherry.


" Semoga Cherry tidak apa-apa," lirih Sasy yang juga panik.


************


Verro dan Cherry sudah berada di dalam UKS. Cherry menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Sementara Verro duduk di sampingnya memeberinya air putih.


" Sudah enakan?" tanya Verro. Cherry mengangguk dengan senyuman.


" Iya, aku sudah tidak apa-apa," jawab Cherry.


" Kamu istirahat ya!" ucap Verro mengusap lembut pipi Cherry. Cherry mengangguk dengan senyuman.


" Kamu tidak kembali kekelas?" tanya Cherry. Verro menggeleng.


" Aku akan menemanimu di sini," ucap Verro.


" Tapi aku sudah tidak apa-apa," sahut Cherry.


" Apapun keadaan kamu. Aku akan tetap di sini," ucap Verro.


Verro tersenyum lalu membantu Cherry merebahkan dirinya di atas ranjang menarik selimut sampai kedada Cherry.


" Istirahatlah," ucap Verro. Cherry mengangguk dan perlahan memejamkan matanya.


*********


Cherry masih berada di UKS walau sudah pulang sekolah. Cherry duduk sambil meminum susu stauberry kesukaannya dengan kakinya yang mengantung.


Sementara Verro sedang memakaikannya sweater pink. Verro memperlakukan Cherry seperti bayi. Bayi gede.


" Kita jadikan kerumah sakit?" tanya Cherry.


" Iya jadi," jawab Verro.


" Tapi aku belum beli mawar putih untuk Siska," ucap Cherry yang tidak akan lupa permintaan temannya.


" Aku sudah membelinya tadi," sahut Verro.


" Mana kok aku tidak melihatnya?" tanya Cherry melihat di sekitar ranjangnya tidak menemukan mawar itu.


" Di ruangan V3, aku akan mengambilnya. Kamu tunggu sini," ucap Verro.

__ADS_1


" Iya," sahut Cherry.


Verro pun langsung pergi mengambil mawar putih yang tadi dibelinya. Tidak dibelinya dia minta tolong Varell yang membelinya dan Varell meletakkan di ruangan mereka.


*********


Setelah mengambil mawar itu Verro kembali Ke UKS. Saat ingin ke UKS Verro berpapasan dengan Fiona.


Tetapi Verro tidak mempedulikan dan langsung melewati saja. Sementara langkah Fiona terhenti.


" Verro!" panggil Fiona. Membuat langkah Verro terhenti.


" Aku tidak punya waktu untuk bicara denganmu," ucap Verro ketus.


Tanpa peduli dia tetap melanjutkan langkahnya. Mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Fiona hanya membuatnya membuang-buang waktu. Dia lebih mementingkan Cherry.


Saat berada di depan pintu UKS. Langkah Verro terhenti karena mendengar suara tangisan yang terisak-isak. Verro langsung mengingat Cherry. Dengan cepat Verro masuk.


Verro sangat kaget melihat Cherry yang menangis Sengugukan di lantai. Verro langsung menghampiri Cherry dan duduk di hadapannya.


" Cherry kamu kenapa?" tanya Verro panik memegang ke-2 bahu Cherry.


Cherry belum menjawab dan menunduk dengan tangisannya yang kuat. Wajahnya pun tidak terlihat karena wajahnya yang menutupi rambutnya.


" Cherry katakan ada apa?" tanya Verro lagi yang sudah memegang kedua pipi Cherry mengangkat wajah itu agar melihatnya. Wajah Cherry penuh air mata yang membasahi pipinya membuat Verro panik.


" Siska," lirih Cherry yang menyebutkan nama Siska.


" Kenapa dengan Siska?" tanya Verro dengan matanya yang bergenang. Melihat Cherry menangis membuat hatinya juga ikut menangis


" Siska sudah nggak ada. Siska udah pergi," ucap Cherry dengan Sengugukan. Verro kaget mendengarnya kabar itu dari Cherry.


" Dia sudah pergi. Dia sudah tiada," lanjut Cherry lagi yang kesulitan berbicara.


Dia benar-benar shock saat menerima telpon dari keluarga Siska jika Siska menghembuskan napas terakhirnya di meja operasi.


Verro yang tidak terlalu mengenal wanita itu meneteskan air mata saat mendengar wanita yang merupakan sahabat Cherry telah tiada. Verro langsung memeluk Cherry memberinya ketenangan.


" Kenapa dia pergi Verro. Padahal aku ingin menemuinya. Kenapa dia pergi secepat itu. Kenapa Verro," ucap Cherry menangis di pelukan Verro.


Dia sangat terpukul dengan kepergian sahabatnya itu. Mana mungkin Cherry langsung menerima kepergian itu.


Dia baru saja saling berbalas pesan tadi dan dia juga sudah siap-siap ingin kerumah sakit. Tetapi Cherry harus menerima kenyataan jika yang akan ditemuinya sudah tidak bernyawa.


Ternyata benar ini operasi terakhir Siska. Sesuai keinginan Siska dan Cherry bahkan mengaminkan hal itu. Mawar putih permintaan Siska ternyata mawar yang akan di letakkan di pusaran makam Siska.


Verro hanya bisa memeluk dengan mengusap-usap pundak Cherry memberi ketenangan dan kekuatan kepada Cherry. Kehilangan dengan kematian memang sangat menyakitkan dan pasti itu yang di takutkan Verro.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2