DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 225 Ocehan Sasy.


__ADS_3

Sesampai di rumah sakit Azizi langsung mengurus Ikbal dengan beberapa keperluannya Iqbal dan pasti di bantu Raquel dan Verro yang sekalian memberi arahan pada Azizi. Apa-apa saja yang akan di lakukan Azizi dan sekalian memberikan resep obat yang di perlukan oleh Iqbal.


Sementara Sasy langsung menyebrang, menuju cafe yang ada di depan rumah sakit. Sasy langsung menemui Vandy begitu sampai dan Vandy memang ada di sana. Vandy sudah menunggunya di sana.


Saat tiba di depan Restauran. Kepala Sasy berkeliling melihat di sekitarnya, mencari kesana kemari di mana Vandy yang ingin bicara dengannya. Sampai akhirnya matanya berhenti di satu titik melihat Vandy. Sasy langsung menghampiri Vandy.


" Vandy," tegur Sasy yang sudah sampai di tempat Vandy dan langsung duduk di samping Vandy.


" Sasy," sahut Vandy.


" Ada apa manggil aku kemari?" tanya Sasy.


" Mengenai Azizi," ucap Vandy.


" Kenapa? Kamu menyesal dengan semua yang kamu lakukan pada Azizi. Kamu menyesal dengan perbuatan kamu di masa lalu dan sekarang kamu memanggil ku. Hanya untuk membahas semuanya, iya," ucap Sasy yang langsung marah-marah pada Vandy. Padahal Vandy belum menyampaikan apa-apa. Tetapi sudah mendapat sambaran dari Sasy.


" Vandy, kamu itu benar-benar ya. Jangan mentang-mentang kamu banyak uang, kamu bisa melakukan sesuka hati kamu pada Azizi. Kamu pikir dengan cara kamu beri dia tempat tinggal atau memenuhi kebutuhan dia. Bisa menebus semua kesalahan kamu," ucap Sasy lagi dengan marah-marah pada Vandy. Dan Vandy hanya diam yang mendapat Omelan Sasy.


" Apapun yang kamu lakukan padanya. Jangan harap kamu bisa mendapatkan maaf dari Azizi. Karena itu tidak akan mungkin," tegas Sasy. Vandy menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.


" Aku tau Sasy, kamu sudah mengetahui semuanya dan aku terima kemarahan kamu," ucap Vandy dengan wajah pasrahanya.


" Apa maksud kamu. Kamu tau aku tau semuanya maksud kamu?" tanya Sasy heran.


" Iya aku tau. Kamu sudah tau semuanya. Kamu tau semua tentang masa lalu aku dan juga Azizi," ucap Vandy.


" Vandy, tau kok bisa," batin Sasy heran. Padahal dia juga tidak mengatakan apa-apa pada Vandy.

__ADS_1


" Kok bisa?" tanya Sasy.


" Kemarin malam aku ingin menemui kamu. Aku menelpon kamu tidak mengangkatnya dan kebetulan aku lewat dari rumah kamu dan aku mampir. Aku mendengar cerita kamu dan juga Azizi," jawab Vandy dengan penjelasannya. Wajah Sasy cukup kaget mendengarnya.


" Kamu ada di sana?" tanya Sasy. Vandy menganggukkan kepalanya.


" Kamu melihat dengar semuanya?" tanya Sasy lagi. Vandy mengangguk lagi.


" Berarti kamu tau tentang apa yang terjadi pada Azizi sebenarnya?" tanya Sasy memastikan lagi.


" Iya. Aku tau semuanya, aku tau semua yang kamu bicarakan dengan Azizi," sahut Vandy.


" Berarti kamu tau. Masa lalu Azizi?" tanya Sasy.


" Aku tau. Aku tau semuanya," sahut Vandy.


" Iya aku menyesal. Aku menyesal dengan semuanya," sahut Vandy dengan wajahnya yang lemas. Sasy mendengarnya mendengus kasar yang bisa-bisanya hanya mengatakan menyesal.


" Vandy- Vandy," sahut Sasy yang kesal dan langsung meneguk minuman Sasy. Kesal-kesal tetapi tetap saja dia mau mengembat minuman Vandy.


" Bisa-bisanya dengan mudahnya kamu mengatakan menyesal. Apa kamu tidak punya perasaan, apa kamu tidak punya otak. Kamu itu jahat sangat jahat. Brengsek, kamu itu bukan manusia," ucap Sasy mencaci maki Vandy. Dia benar-benar geram dengan Vandy dan pasti lebih geram dengan Vandy yang mengatakan asal yang mengatakan dengan mudahnya menyesal.


Vandy yang seperti ibu tiri. Hanya duduk menunduk dengan mengusap wajahnya kasar dengan wajah penyesalan dan mata yang berkaca-kaca.


" Kamu biadap, kamu itu tega banget sih. Sama Azizi. Dia itu sudah percaya sama kamu. Tapi apa dengan mudahnya kamu membuangnya. Aku itu tidak nyangka ya. Kalau kamu bisa punya hati busuk seperti itu," lanjut Sasy yang tidak henti-hentinya memarahi Vandy.


" Aku tau Sasy aku bersalah. Dan aku ingin menebus semuanya," ucap Vandy dengan penyesalan melihat Sasy. Tadi dua tidak berani melihat Sasy yang bagai monster yang terus memarahinya dan sekarang Vandy benar-benar memarahinya.

__ADS_1


" Dengan apa, dengan apa kamu menebus kesalahan kamu. Apa semua yang kamu lakukan bisa di bayar dengan uang yang kamu punya. Kamu tidak tau bagaimana perjuangan Azizi harus hamil di saat usianya masih muda. Dia juga harus banting tulang untuk kehidupan anak yang tidak kamu akui dan kamu mengatakan dengan mudahnya hanya menyesal dan ingin menebusnya," sahut Sasy semakin kesal yang tidak henti-hentinya mengoceh.


" Sasy, aku mengerti kamu juga marah dengan semua tindakanku. Tapi aku sungguh-sungguh menyesal dengan semuanya. Aku memang jahat, biadap, berengsek dan bukan manusia, aku benar-benar sangat jahat. Aku laki-laki gila yang tidak bertanggung jawab. Dan semua yang aku lakukan tidak pantas mendapatkan maaf," ucap Vandy.


" Tapi Sasy, aku benar-benar ingin memperbaiki semuanya. Aku sangat menyesal dengan semuanya, aku ingin menebus kesalahanku dengan apapun," ucap Vandy dengan penyesalan di wajahnya.


" Lalu dengan apa. Dengan apa kamu menebusnya?" tanya Sasy tampak ketus.


" Aku akan bertanggung jawab penuh dengan Iqbal dan juga Azizi," jawab Vandy.


" Maksud kamu, bertanggung jawab yang seperti apa?" tanya Sasy.


" Aku akan menikah dengannya. Aku akan bertanggung jawab dengan dia dan juga Iqbal dan juga apa yang aku lakukan juga demi Iqbal," jawab Vandy.


" Heh! Vandy, kamu pikir Azizi akan mau menikah dengan laki-laki gila seperti kamu," sahut Sasy yang langsung to the point.


" Aku tau. Itu tidak akan mudah. Tetapi aku akan berusaha agar Azizi memberiku kesempatan dan aku jelas membutuhkan kamu," ucap Vandy.


" Gini ya Vandy, sekarang aku tanya dulu sama kamu. Kamu memiliki keluarga. Keluarga yang terpandang. Sekarang aku tanya. Apa mereka akan menerima Azizi dengan semua kekurangannya. Dan juga kamu berani tidak mengatakan kepada orang tua kamu tentang masa lalu kamu dan juga Azizi dulu," ucap Sasy yang tampak menantang Vandy. Vandy terdiam sejenak mendengarnya. Sasy langsung mendengus.


" Sudah kuduga, kamu tidak mungkin bisa melakukannya. Sekali pun kamu ingin menikahi Azizi. Kamu akan menutupi semua ke busukanmu di masa lalu. Dan akan mengarang cerita mengenai Azizi. Agar keluarga mu menerimanya," ucap Sasy yang berpikiran buruk dengan Vandy.


" Benarkan yang aku katakan?" tanya Sasy memastikan.


" Tidak. Aku melakukan itu. Aku akan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada keluargaku," ucap Vandy yang memang tidak akan menutupi apa-apa.


Walau dia tau orang tuanya akan kecewa dengan semua yang di lakukannya. Tetapi dia tidak punya pilihan lain. Dia pantas mendapatkan apa-apa dari keluarganya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2