DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 372 Mengetahuinya.


__ADS_3

Akhirnya Azizi membawa Sasy kekamar tamu untuk beristirahat. Azizi terus merangkul sahabatnya itu agar bisa tenang. Dengan perlahan Sasy duduk di pinggir ranjang dengan Azizi di sampingnya yang mengusap-usap bahunya.


" Kamu baik-baik aja kan?" tanya Azizi yang begitu khawatir. Sasy hanya mengangguk. Dia belum terlalu banyak bicara yang pasti dia masih begitu trauma dengan apa yang terjadi.


" Kamu sudah makan?" tanya Azizi. Sasy menggeleng dia memang belum makan sejak tadi.


" Kalau begitu aku ambilkan makanan ya," ucap Azizi.


" Tidak usah Azizi. Aku tidak lapar," sahut Sasy mencegah Azizi.


" Kamu kan belum makan. Apa kamu tidak lapar," ucap Azizi. Sasy menggelengkan kepalanya.


" Ya sudah kalau begitu. Kamu istirahat ya, kamu jangan takut lagi. Kamu ada di tempat yang aman. Aku selalu di sampingmu. Tidak akan ada yang berani mengganggumu," ucap Azizi dengan lembut.


" Kamu tidak membenciku?" tanya Sasy. Azizi tersenyum mendengarnya.


" Kenapa harus membenci? bukannya kamu yang membenciku," ucap Azizi.


Sasy terdiam dan menunduk yang sekarang begitu malu. Dia yang sok-sokan menjauhi teman-temannya. Tetapi lihat pada kenyataannya teman-temannya juga yang terakhirnya menyelamatkannya.


" Sasy, sudah ya kamu jangan memikirkan apa-apa lagi. Kamu sekarang istirahat saja," ucap Azizi yang mengusap-usap bahu Sasy. Sasy menganggukkan kepalanya. Azizi membantunya untuk merebahkan dirinya di atas ranjang. Azizi juga menyelimuti Sasy yang jelas-jelas masih begitu trauma.


" Kalau kamu butuh sesuatu. Kamu panggil aku ya," ucap Azizi. Sasy hanya menganggukkan kepalanya.


" Ya sudah, aku kekamar dulu. Kamu istirahatlah," ucap Azizi pamit dengan tersenyum. Sasy mengangguk. Azizi pun akhirnya keluar dari kamar Sasy membiarkan Sasy untuk beristirahat.


Sasy memiringkan tubuhnya meringkuk dengan memegang selimut yang kembali menangis senggugukan.


" Kamu benar-benar bodoh Sasy, bisa-bisanya kamu mempercayai Pria brengsek sepertinya. Kamu hanya mementingkan ego kamu sendiri. Lihat apa yang terjadi. Hampir saja, hampir saja kau menjadi manusia tidak berguna. Kamu memang benar-benar keterlaluan Sasy," batin Sasy yang sekarang mengutuk dirinya sendiri yang pada akhirnya menyesali apa yang telah terjadi.


" Jahat, kau yang jahat Sasy, kau yang jahat, kau seperti kekanak-kanakan. Kau memang sungguh jahat Sasy. Kau jahat, kau bodoh, kau goblok. Benar kata mereka kaulah yang berubah. Kau yang sudah berubah," umpat Sasy terus menerus mengatai dirinya sendiri. Dia memang meluapkan kemarahannya. Emosinya untuk dirinya sendiri.


***********


Setelah dari kamar Sasy. Azizi langsung menuju kamarnya, di mana Vandy masih bangun yang masih bersandar di kepala ranjang.

__ADS_1


" Bagaimana Sasy?" tanya Vandy yang pasti juga khawatir dengan sahabatnya itu.


" Dia sudah lumayan, walau masih sedih," sahut Azizi yang langsung menaiki ranjang dan mendekati suaminya.


" Syukurlah kalau begitu," sahut Vandy yang merasa lega.


" Sayang bagaimana cerita sebenarnya. Kenapa Sasy bisa sampai hampir di lecehkan?" tanya Azizi yang memang tidak tau asal-usulnya.


" Awalnya kak Arif dan Sasy sedang minum di salah satu coffee shop dan di sana Bagas datang. Kak Arif sudah memperhatikan tingkah Bagas yang kelewatan bahkan sempat kasar dengan Sasy. Dia juga mengajak Sasy pulang dengan memaksanya. Karena merasa tidak tenang kak Arif mengikutinya dan itu yang terjadi dugaan kak Arif benar. Bagas mempunyai niat jahat pada Sasy yang hampir saja Bagas memperkosa Sasy!" jelas Vandy dengan lengkap setelah mendengar kronologi sebenarnya dari Arif.


" Astagfirullah Al Azdim, jahat sekali dia. Aku memang sudah merasa Pria itu tidak baik. Terlihat dari wajahnya. Dia itu membawa aura-aura jahat," sahut Azizi yang ngeri mendengar cerita suaminya.


" Ya kamu benar, dia memang terlihat sangat jahat. Sasy juga baru bertemu sudah asal-asalan main pacar-pacaran aja tanpa mengetahui siapa sebenarnya dia," sahut Vandy.


" Ya namanya juga suasana hati yang tidak baik dan bertemu dengan orang baru. Pasti hati dan pikiran kita akan tertutup dan merasa nyaman, merasa paling mengerti dan terakhirnya seperti ini," ucap Azizi.


" Ya begitulah. Tetapi masih untunglah masih ada kak Arif yang datang tepat waktu. Jika tidak tidak tau lagi apa yang terjadi padanya," sahut Vandy yang tidak dapat membayangkan hal itu.


" Hmmm, kamu benar untung saja dan semoga saja Sasy bisa belajar dari masalah ini. Jangan terlalu percaya-percaya dengan orang lain. Apa lagi dengan orang baru. Karena yang terlihat baik di luar belum tentu baik di dalam," sahut Azizi.


" Hmmm, kita berdoa saja, semoga dengan adanya masalah ini. Sasy juga bisa cepat berubah kembali dia kembali menjadi Sasy yang dulu," ucap Vandy dengan penuh harapan


" Amin, ya sudah sekarang sebaiknya kita tidur. Ini sudah malam," ucap Vandy. Azizi mengangguk dan memeluk Vandy. Mereka juga sama-sama merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan berpelukan mesra saat ingin tidur.


*********


Toby menemui Dokter Arif di ruangannya. Arif menceritakan semuanya kepada Toby dengan apa yang telah terjadi pada Sasy. Toby tidak menyangka jika semua itu terjadi pada Sasy.


" Lalu bagaimana Sasy, apa dia baik-baik saja?" tanya Toby dengan paniknya.


" Dia sudah baik-baik saja. Kamu jangan khawatir. Tidak terjadi apa-apa kepadanya," sahut Arif. Toby merasa lega mendengarnya.


" Alhamdulillah kalau begitu. Lalu bagaimana dengan Pria bajingan itu?" tanya Toby.


" Polisi sudah mengurusnya. Dia akan mendapatkan balasan atas perbuatannya," jawab Dokter Arif.

__ADS_1


" Baguslah kalau begitu. Dia memang harus bertanggung jawab atas perbuatannya," ucap Toby. Arif hanya mengangguk saja.


" Terimakasih Dokter. Dokter sudah menyelamatkan Sasy. Saya tidak tau harus mengatakan apa lagi. Terima kasih untuk kebaikan Dokter. Saya mohon tolong jaga Sasy terus," ucap Toby dengan mempercayakan Sasy pada Arif.


" Kenapa harus saya?" tanya Arif yang melihat Toby dengan serius.


" Karena hanya Dokter yang bisa menjaganya," jawab Toby dengan singkat.


" Bukan itu maksud saya. Kenapa haru daya yang menjaganya, kenapa bukan kamu?" tanya Arif.


" Dokter tau. Jika saya tidak mungkin bisa bersamanya," sahut Toby.


" Toby apa yang kamu lakukan ini salah. Dengan kamu menyuruh Sasy mendekati Sasy, membuat Sasy nyaman bersama saya dan mungkin seperti keinginan kamu. Jatuh cinta pada saya itu tidak benar Toby. Kamu tau yang kamu lakukan hanya akan mempermainkan perasaan Sasy," jelas Dokter Arif.


" Saya tidak berniat untuk mempermainkan Sasy. Tapi apa yang sala lakukan hanya ingin melihatnya bahagia. Karena saya tidak bisa memberinya kebahagian itu," ucap Toby.


" Toby, kamu jangan mendahului tuhan. Kematian itu hanya milik tuhan bukan kamu. Bukan hanya kamu yang punya penyakit jantung. Tapi kamu lihat mereka semua semangat dan tidak lemah. Tidak pernah berpikir jika mereka akan mati. Jangan jauh- kamu lihat Cherry. Lihat bagaimana dia. Dia juga punya penyakit jantung. Tapi lihat bagaimana hidupnya dari kecil. Apa dia pernah seperti kamu ini," ucap Arif yang memberikan arahan pada Toby.


" Dokter saya dan Cherry adalah orang yang berbeda. Kematian itu memang milik sang pencipta. Tapi sebagai manusia sebelum pergi saya juga punya harapan melihat orang yang saya cintai bisa bahagia," sahut Toby.


" Tetapi bukan seperti ini caranya Toby. Apa lagi cara kamu merahasiakan pada teman-teman kamu. Kalau kamu sakit jantung. Bagaimana jika mereka tau saat kamu sudah sekarat yang adanya mereka bisa lebih hancur dan saran saya alangkah baiknya kamu memberi tahu mereka semuanya. Itu yang paling terbaik dari pada kamu menyuruh saya untuk membahagiakan Sasy," ucap Dokter Arif menegaskan pada Toby.


" Saya tidak bisa Dokter memberitahu itu. Saya tidak ingin mereka tau. Saya tidak ingin merepotkan mereka," ucap Toby.


" Toby mau sampai kapan kamu merahasiakannya. Kamu harus memberitahu mereka tentang sakit kamu. Agar kamu mendapat dukungan," ucap Dokter Arif menyarankan.


" Belum waktunya Dokter untuk memberi tahu mereka," ucap Toby yang benar-benar yakin tidak akan memberi tahu teman-temannya. Arif seakan pasrah yang tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.


" Sayang kamu ngapain di sini?" suara Verro Tiba-tiba terdengar membuat Arif dan Toby tersentak kaget. Mereka sama-sama melihat ke arah pintu di mana Cherry sudah berdiri di depan pintu dengan wajahnya yang terkejut dan air matanya yang menetes.


" Cherry!" lirih Toby yang tidak percaya jika Cherry ada di sana dan pasti sudah mendengar pembicaraannya dengan Arif.


" Sayang kamu kenapa?" tanya Verro heran melihat istrinya yang masih bengong dan bahkan meneteskan air mata.


Arif dan Toby sama-sama berdiri yang mendekati Cherry dan juga Verroq. Sementara Verro masih terlihat bingung dengan ketegangan yang terjadi di ruangan itu.

__ADS_1


" Toby apa yang terjadi apa benar yang aku dengar?" tanya Cherry dengan napasnya yang sesak yang seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


Bersambung


__ADS_2