DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 330 Ngambek


__ADS_3

Sasy dan Toby sudah sama-sama di mobil dan lihatlah wajah Sasy yang sekarang mengkerut.


" Sasy, udah dong. Kamu kan sudah marah-marah tadi. Jadi jangan marah-marah lagi. Nanti kamu cepat tua lo," bujuk Toby.


" Biarin aku tua, aku tidak peduli. Itu semua gara-gara kamu tau. Kamu bisa-bisanya ganjen sama pelakor," sahut Sasy yang masih kesal.


" Siapa yang ganjen, orang dia sendiri yang dekati kok," sahut Toby.


" Alah alasan aja. Kamu itu banyak cerita. Kamu pikir aku nggak tau apa. Tingkah kamu itu. Dia nggak akan dekati kayak gitu. Kalau kamu tidak membuka akses," geram Sasy.


" Iya, deh aku minta maaf, aku tidak pernah memberikan akses untuk siapapun termasuk dia. Sasy aku menyukai wanita lain, percayalah," ucap Toby menyakinkan pacarnya itu. Sasy masih tampak kesal.. Sampai-sampai tidak mudah percaya dengan Toby.


" Hey," sahut Toby memegang tangan Sasy.


" Aku mencintaimu, aku mana mungkin berpaling darimu. Kita sudah lama kenal dan lihat aku tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita lain. Aku hanya menjalin hubungan denganmu," bujuk Toby.


" Verro juga seperti itu. Setelah Cherry meninggal. 7 tahun dia tidak menjalin hubungan dengan siapapun. Tapi apa nyatanya setelah mereka bersama. Lihat apa yang terjadi. Rusak hanya karena seorang pelakor," geram Sasy.


" Jangan kamu samain dong aku sama dia. Itu jelas berbeda," sahut Toby.


" Sama aja," sahut Sasy sewot.


" Udah dong, jangan seperti ini lagi. Aku janji tidak akan memberikan akses apapun lagi. Percayalah padaku. Aku sangat mencintaimu," ucap Toby menyakinkan kekasihnya itu.


" Sudah ya, aku baru pulang lo. Masa iya aku di cuekin seperti ini. Nggak enak banget tau," ucap Toby.


" Hmmm, ya sudah aku memaafkan kamu. Tapi awas aja. Kalau kamu lakukan ini lagi!" ancam Sasy.


" Iya nggak akan. Jangan cemberut lagi. Ayo senyum. Aku merindukan senyummu," ucap Toby. Mau tidak mau Sasy pun tersenyum terpaksa.


" Gitu dong sayang. Ya sudah sekarang kita mau kemana?" tanya Toby.


" Kita menemui Raquel. Raquel ingin bicara," ucap Sasy.


" Hmmm, ya sudah kalau begitu, ayo!" ajak Toby. Sasy mengangguk tersenyum.


Ya butuh waktu lama untuk membujuk pacarnya yang ngambekan itu. Begitulah kalau punya pacar tukang ngambek dan bawel. Jadi Toby harus bisa menyesuaikan dirinya.


************


Tidak lama mereka juga sampai ke Restaurant tempat Raquel mengajak bertemu.


" Kamu serius Vidio itu palsu," sahut Sasy tidak percaya dengan kata-kata Raquel.

__ADS_1


" Memang belum jelas. Karena masih di periksa temanku. Tapi aku sangat yakin Vidio itu berbeda," sahut Raquel dengan yakin.


" Masa sih," sahut Sasy yang tidak percaya.


" Ishhh, kalian lihat aja coba. Lalu bandingkan dengan tubuh Aldo," ucap Raquel.


" Ishhh, amit-amit," sahut Sasy malah jijik, " Bikin rusak mata ku yang indah ini aja. Harus melihat Vidio yang jorok seperti itu," sahut Sasy yang merasa najis.


" Ya, kalau nggak di lihat kamu nggak akan bisa bedain," sahut Toby yang mencoba membuka handphone.


" Kamu mau ngapain?" tanya Sasy melotot.


" Mau melihatnya," sahut Toby dengan polos.


" Jangan!" cegah Sasy. Toby sampai tersentak kaget mendengarnya, " awas ya kamu. Kalau kamu sampai lihat-lihat hal seperti itu. Aku banting itu handphone," ancam Sasy dengan tegas.


" Iya, nggak," sahut Toby yang tampaknya takut dengan pacarnya. Melihat hal itu membuat Raquel tertawa.


" Toby, Toby, dari dulu nggak berubah ya. Selalu takut sama nih anak," sahut Raquel geleng-geleng.


" Nggak, siapa yang takut," sahut Toby belaga cool.


" Ya, sekarang nyatanya. Lo kelihatan Pria dingin saat canggung-canggungan sama Sasy. Sekarang aja dah pacaran balik lagi kayak anak SMA," sahut Raquel.


" Kalau Vidio itu palsu. Lalu siapa Pria yang bersama Tari?" tanya Toby kembali mengalihkan pada topik awal.


" Ya, aku mana tau, yang jelas vidio itu bukan Aldo. Aldo sama sekali tidak mirip dengannya," sahut Raquel.


" Hmmm, mungkin saja pacarnya. Andai Cherry sudah siuman. Pasti dia tau siapa aja yang dekat dengan Tari. Kan tari sahabatnya," ucap Sasy yang jadi sedih ketika mengingat Cherry yang masih berjuang.


" Kita doakan saja. Cherry dan Verro cepat siuman," sahut Toby. Sasy mengangguk.


" Ya sudah begini aja. Kita akan tunggu hasil pemeriksaan Vidio dari temanku besok, ya semoga saja memang benar palsu. Lalu kita bawa kekantor polisi dan polisi yang mengurusnya," ucap Raquel mengambil keputusan.


" Iya," sahut Toby dan Sasy serentak.


" Oh, iya bagaimana kalau kita kerumah sakit. Aku ingin melihat perkembangan Cherry sama Verro," sahut Toby.


" Ya sudah, ayo," sahut Sasy dengan cepat. Raquel juga mengangguk setuju.


*************


Cherry dan Verro masih terbaring di tempat yang sama. Dan sudah 1 Minggu pasangan suami istri itu belum juga siuman. Dan sekarang Nadya yang kebetulan libur kerja menjaga Verro dan Cherry dari pagi.

__ADS_1


Ya, sangat beruntung Verro dan Cherry yang mempunyai teman-teman yang sangat tulus. Saat mereka tidak berdaya pun ada yang menemani mereka.


" Cherry, Verro, cepatlah kalian bangun. Kami semua sangat merindukan kalian," ucap Nadya menatap nanar pasangan suami istri itu.


" Nadya!" tegur Varell yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu.


" Varell," sahut Nadya yang melihat kearah pintu.


" Kamu pasti belum makan. Ini aku bawakan makanan," sahut Varell yang menunjukkan kantung plastik yang tadi di pegangnya.


" Makasih, tapi seharusnya kamu tidak repot-repot, aku bisa cari makan sendiri," sahut Nadya merasa tidak enak.


" Aku sudah terlanjur membelinya. Jadi mau tidak mau kita harus memakannya. Kamu tidak boleh menolak makanan ini," ucap Varell sedikit memaksa.


" Ya, sudah lah kalau begitu. Mau bagaimana lagi, sudah terlanjur di belikkan," sahut Nadya yang akhirnya tidak menolak.


Varell tersenyum mendengarnya. Lalu menghampiri Nadya. Nadya pun berpindah tempat ke sofa. Agar bisa makan dengan nyaman.


Varell pun membuka isi kantung yang di bawanya beberapa jenis makanan yang tampaknya di sukai Nadya.


" Ini masih jadi selera kamu kan?" tanya Varell


" Iya, ini masih selera ku. Terimakasih sudah membawakan makanan ini," jawab Nadya.


" Aku yang berterima kasih, karena kamu tidak menolaknya sama sekali," ucap Varell.


" Ya, sudah apa kita sudah boleh makan?"tanya Nadya.


" Pasti," sahut Varell.


Nadya dan Varell pun menikmati makanan yang apa adanya itu yang memang makanan kesukaan Nadya.


" Apa Cherry dan Verro ada perubahan?" tanya Varell di tengah makannya.


" Sampai saat ini belum. Aku juga belum bertemu Dokter, jadi juga tidak tau perkembangan kondisinya," ucap Nadya.


" Sasy, Raquel kemana?" tanya Varell.


" Mungkin lagi menangani pasien," sahut Nadya yang asal tebak saja.


" Oh, begitu rupanya. Ya sudah mari makan lagi," ucap Varell, Nadya hanya mengangguk dan mereka kembali melanjutkan makan bersama


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2