DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 28 benar-benar mendapat izin.


__ADS_3

Ruang kepala sekolah.


" Jadi benar, saya saya benar-benar ikut?" tanya Cherry melebarkan matanya tidak percaya mendengar ucapan ke pala sekolah yang memang apa yang di katakan Sasy dan Toby benar.


" Benar Cherry papa mu memberi izin, mengikuti Study tour Minggu depan," jawab Pak kepala sekolah mengatakan sekali lagi.


Hha-hha-hha-hha napas Cherry seketika menjadi naik turun tidak percaya dia akan mengikuti Study tour. Hal yang tidak mungkin baginya.


Tring-tring Alarm Cherry berbunyi memang jantungnya sedang tidak normal. Debaran jantungnya saling memburu karena masih schok dengan apa yang di dengarnya.


" Cherry kamu baik-baik saja?" tanya kepala sekolah yang sedikit cemas.


Cherry mengangguk-angguk sambil memegang dadanya.


" Iya pa saya baik-baik saja, ini jauh dari kata baik-baik saja, ini sangat baik-baik saja, sangat baik," jawab Cherry terus mengusap dadanya menormalkan debaran jantungnya.


" Ya sudah kamu mempersiapkan diri kamu, yang paling utama kesehatan kamu. Ingat jaga kesehatan kamu. Hal yang paling penting kamu persiapkan adalah semua obat-obatan kamu. Bawa semua keperluan kesehatan kamu," ucap Pak kepala sekolah dengan penuh penekanan dan penegasan.


Sebagai kepala sekolah memang dia harus mengingatkan Cherry, karena dia juga tau kondisi Cherry yang memiliki jantung lemah. Papa Cherry juga memberikan Dia kepercayaan untuk menjaga Cherry.


" Baik Pak, terima kasih Pak," sahut Cherry kesenangan langsung menarik cepat tangan kepala sekolah dan mencium punggung tangan itu. Mencium dengan gemas dan berkali-kali. karena sangking bahagianya.


" Saya permisi Pak!" ucapnya pamit langsung ke luar dengan berlari kencang.


" Cherry jangan lari-lari," teriak kepala sekolah geleng-geleng dengan ke lakukan Cherry.


" Anak itu, selalu saja ceroboh, apa dia tidak pernah memikirkan dirinya," batin kepala sekolah yang melihat Cherry selalu ceria.


********


Cherry pulang sekolah di antar dengan supir. Cherry turun dari mobil dengan wajahnya yang penuh kecerian.


Bagaimana tidak apa yang di katakan Sasy dan Toby benar jika dirinya memang ikut melaksanakan study tour. Hal itu juga di benarkan oleh kepala sekolah.


" Aku harus mempersiapkan semuanya. Aku sangat sibuk mempersiapkan keperluanku," batinya yang terus tersenyum memasuki rumahnya.


" Papa," teriak Cherry langsung berlari ketika mendapati papanya duduk di ruang tamu. Cherry yang penuh kecerian langsung memeluk papanya.


" Ada apa ini sayang?" tanya papanya heran.


Cup


Cherry mencium pipi papanya dengan cepat membuat Laskarta melotot tambah heran dengan putrinya.


" Aduh-aduh, kenapa ini anak papa, tumben-tumbennya?" tanya Laskarta heran.


" Papa capek, Cherry pijitin," sahut Cherry langsung memijat lengan Laskarta membuat Laskarta heran.


" Ada apa ini, tumben banget?" tanya Laskarta bingung melihat Cherry terus memijatnya dengan wajah tersenyum lebar.


" I love you papa," Cherry hanya menjawab dengan 3 kata itu.


" Aduh, jika seperti ini terus papa akan ingin cepat pulang, pijatan anak papa sangat enak," ucap Laskarta yang ikut bahagia melihat Cherry yang terus tersenyum.

__ADS_1


" Hmmmm, benar Cherry akan membuat papa tenang, dan santai," sahut Cherry.


" Tapi ini, ngomong-ngomong ada apa, kenapa mendadak seperti ini, papa jadi curiga," sahut Laskarta yang masih tetap bingung.


" Papa makasih, sudah kasih izin Cherry buat mengikuti study tour," ucap Cherry memeluk papanya erat. Laskarta tersenyum dan membalas pelukan Putri semata wayangnya.


" Jadi itu yang membuat kamu senang dan memperlakukan papa seperti raja," tanya Laskarta Cherry mengangguk- angguk cepat.


" Makasih papa, papa baik sekali, I love you," ucap Cherry lagi dengan gemas memeluk erat papanya.


" I love you to," jawab Laskarta. Cherry melepas pelukannya.


" Papa Cherry senang. Karena papa kasih izin Cherry pergi. Cherry tidak menyangka kalau papa akan percaya sama Cherry, papa Cherry sayang sama papa. Papa yang terbaik," cerocos Cherry tanpa henti memuji papanya. Laskarta mencolek hidung Cherry.


" Papa tidak percaya sama kamu," sahut Laskarta membuat Cherry bingung.


" Maksudnya?" tanya Cherry.


" Papa percaya sama Verro," sahut Laskarta.


" Verro, kenapa dengan Verro?" tanya Cherry bingung.


" Iya, Karena Verro yang sudah meyakinkan papa. Makanya papa memberi kamu izin pergi, karena dia membuat papa yakin," jawab Laskarta. Cherry mengkerutkan keningnya.


" Verro, maksud papa Verro yang sudah...." tebak Cherry.


" Iya, Verro minta izin sama papa agar kamu mengikuti kegiatan Study tousr. Papa sudah katakan pada Verro tidak mungkin. Papa tidak mau terjadi sesuatu pada anak papa. Apalagi sebulan pergi. Papa akan kepikiran terus. Tapi sepertinya Verro sangat handal merayu papa dan akhirnya papa luluh dan memberi kamu izin. Dengan catatan kamu tidak boleh kenapa-napa," jelas Laskarta membuat Cherry terdiam.


" Cherry tidak mengatakan apa-apa kepadanya. Cherry juga tidak menyuruhnya. Cherry juga tidak tau kalau Verro meminta izin sama papa dan papa memberi izin karena Verro," jawab Cherry berkata yang sebenarnya.


" Benarkah!" tanya Laskarta. Cherry mengangguk.


" Jadi Verro yang sudah meminta izin pada papa. Apa karena aku mengatakan kepadanya sebelumnya. Jadi dia minta izin sama papa," batin Cherry tersenyum tipis apapun itu dia senang karena bisa mengikuti kegiatan Study tour.


" Malah tersenyum," goda Laskarta mencolek hidung Cherry.


" Cherry hanya senang bisa ikut study tour. Cherry tidak menyangka bisa merasakan hal itu, makasih pa," ucap Cherry dengan bahagianya.


" Iya sayang, kamu juga harus bilang makasih sama Verro. Verro yang meyakinkan papa untuk memberi kamu izin. Dan papa juga tau karena cuma Verro yang bisa ngejagain kamu, jadi kamu harus tau tanggung jawab Verro sangat besar dalam hal ini," jelas papanya.


" Iya besok Cherry akan bilang makasih sama Verro," sahut Cherry. Laskarta tersenyum mendengarnya.


" Ya sudah yang jelas papa sudah memberikan Verro kepercayaan untuk menjaga kamu. Jadi kamu juga harus membantunya jangan nakal-nakal, jaga diri baik-baik. Ingat jaga kesehatan yang paling penting, papa akan marah sama Verro kalau kamu sampai kenapa-kenapa. Jadi jangan membuatnya kesal, kamu dengar!" ucap Laskarta penuh penegasan.


" Kalau dia memarahi Cherry?" tanya Cherry.


" Itu karena kamu bandal, jadi jangan mengecewak papa, ingat itu," tegas Laskarta denagn wajah seriusnya.


" Iya papaku sayang," sahut Cherry kembali memeluk erat.


" Verro ternyata peduli dengan hal itu. Belakangan ini Verro sangat baik kepadaku. Tapi apa itu karena Om Hariyanto. Nanti Verro melakukan itu karena perintah Om Hariyanto. Ahhhhh sudahlah yang terpenting aku bisa mengikutinya," batin Cherry yang tidak ingin ambil pusing. Terus tersenyum lebar di pelukan sang papa.


Laskarta ikut bahagia melihat ke babahagian Cherry. Memang dia selalu melarang Cherry untuk ikut kegiatan di luar karena sangking khawatirnya keselamatan Cherry.

__ADS_1


Dia tidak ingin kehilang Cherry secepat itu. Walau dia memang sudah mempersiapkan hal itu. Karena waktu itu akan datang.


Tetapi Verro datang kepadanya membinta izin dan membuka pikirannya. Bahwa sebenarnya Cherry akan jauh lebih bahagia jika di berikan kebebesan.


Apa yang di katakan Verro membuka hatinya. Bahwa selama ini yang di lakukannya hanya menekan Cherry dan Cherry merasa kesepian.


Laskarta memang mempercayai Verro. Karena dia tau pria yang menjadi sahabat putrinya itu. Benar-benar tulus kepada Cherry. Walau Laskarta tidak tau bahwa keluarganya di manfaatkan oleh papa Verro rekan bisnisnya.


Tetapi mungkin jika dia mengetahuinya. Tetapi hal itu membuatnya putrinya bahagia. Mungkin dia akan berpura-pura tidak tau demi putri kesayangannya. Tetapi dia tau jika Verro benar-benar tulus kepada Cherry.


**************


SMA Internasional


Beberapa hari lagi akan di adakan study tour. Cherry, Sasy, dan Toby sudah beberapa hari ini pergi ke Mall mencari keperluan mereka. Maklum mereka harus terlihat sempurna dan tidak boleh ada yang ketinggalan.


Jadi mereka menghabiskan beberapa hari belakangan untuk shopping memenuhi koper mereka.


Raquel, Mitha dan Selina sedang berdiri di depan pintu kela. Ke-3 wanita sudah kembali ke sekolah setelah di skors selama 3 hari.


" Aku masih penasaran siapa yang merekam perbuatan kita?" tanya Mitha bersandar di tembok kakinya di angkat satu ke atas dan telapak kakinya menyentuh dingding.


" Entah lah, Varell tidak mengakuinya," sahut Raquel melihat-lihat kuku jari tangannya.


" Tapi memang tidak ada orang di sana. Cctv juga tidak ada," sambung Selina lagi yang terus berkaca memperbaiki riasan rambutnya.


" Lihat saja kalau aku tau siapa orangnya, dia akan berakhir," sahut Raquel penuh dendam, " gara-gara Vidio itu, gue di marahi bokap uang jajan di kurangi," lanjutnya kesal karena hal itu sangat merugikan untuknya.


" Berani sih menurut gue," sahut Mitha yang masih tidak percaya selama ini tidak ada yang berani melaporkan ke lakukan mereka.


" Atau jangan-jangan si Aldo lagi," sahut Selina tiba-tiba pikirannya muncul nama Aldo.


" Benar juga, dia selama ini suka ikut campur dengan urusan kita, apa lagi kalau masalah Nadya," sambung Mitha setuju dengan tebakan Selina karena menurutnya masuk ak.


" Kayaknya nggak mungkin, kalau Aldo, dia pasti langsung nyamperin, kayak sebelum-sebelumnya. Karena selama ini Aldo juga nggak pernah laporin kita. Dia cuma model ngancem doang," sahut Raquel tidak percaya jika Aldo pelakunya.


" Lalu siapa dong," sahut Selina bingung.


" Shuttt," Mitha berdesis ketika melihat Nadya berjalan mendekati mereka yang ingin memasuki kelas.


" Gara-gara si caper ini, gue di skors," desis Selina yang menghalangi jalan Nadya. Naday hanya menunduk denagn ke-2 tangannya yang memegang tali ranselnya.


" Lo pasti senang kan, karena kita di skors," sambung Mitha sinis.


" Maaf aku tidak tau apa-apa," lirih Nadya dengan pelang.


" Jangan sok bersandiwara lo. Pasti lo jebak kita kan," sahut Mitha menekan suaranya.


💝💝Bersambung


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya

__ADS_1


__ADS_2