DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 92 Dinner


__ADS_3

Akhirnya Cherry, Nadya dan Sasy keluar Villa untuk mencari pakaian untuk Cherry. Tidak lupa juga Toby ikut bersama mereka. Sebagai pendamping.


Walau Toby nanti akhirnya bikin rusuh. Karena kalau sudah bertemu Sasy pasti rusuh lah, mustahil tidak rusuh. Tetapi tidak apa-apa lumayan untuk menghibur mereka.


Tidak seperti Nadya dan yang lainnya kemarin saat ingin kerumah sakit kesulitan mencari kendaraan. Hari ini Kendaraan di mudahkan untuk mereka.


Sampai akhirnya mereka sudah sampai di salah satu butik yang sepertinya cukup terkenal di daerah sana.


Cherry, Sasy, Nadya dan Toby mulai memilih-milih yang cocok untuk digunakan Cherry saat berkencan dengan sang kekasih.


Bahkan Cherry sudah mencoba berbagai macam dress. Tetapi teman-temannya merasa masih ada aja yang salah dan Cherry pun akhirnya mengganti- ganti lagi.


Perbedaan pendapat teman-temannya membuat Cherry semakin pusing. Bolak balik keruang ganti mencoba dress yang berbeda-beda. Tetapi tidak apa-apa demi membuat Verro senang dia akan melakukannya.


Sudah 3 jam mereka berada di butik tersebut. Nadya, Sasy dan Toby sudah lelah menunggu. Cherry ke luar dari ruang ganti untuk yang ke sekian kalinya.


" Kalau ini bagaimana?" tanya Cherry dengan wajah lelahnya.


ke-3 temannya itu melihat ke arah Cherry yang memakai dress putih selututnya dengan ke-2 lengan di bahunya. Ke-3 tukang nilai itu saling melihat dengan senyum mengembang.


" Cantik," ucap mereka serentak dengan anggukan kepala.


" Serius?" tanya Cherry tidak percaya.


" Kamu cantik banget Cherry, itu sudah pilihan paling bagus," puji Sasy yang sudah mendekati Cherry dan berkeliling melihat pakaian yang melekat di tubuh sahabatnya.


" Serius, kalian tidak bohongkan," Cherry masih ragu. Dia benar-benar ingin sempurna di mata Verro. Jadi sekali bertanya tidak cukup.


" Benar Cherry, kamu cantik banget, sangat cantik," sahut Nadya yang juga memuji penampilan Cherry.


" Berarti ini sudah cocok?" tanya Cherry. Sasy, Nadya dan Toby mengangguk.


" Sudah ayo buruan. Ini sudah hampir sore. Nanti kita telat lagi," sahut Toby memperingatkan waktu.


" Iya benar," sahut Nadya.


*******


Setelah membeli pakaian yang cocok. Mereka Samapi Villa tepat waktu. Sekarang giliran Cherry yang di poles makeup natural.


Cherry memang lebih suka make up natural. Maklumlah Cherry sudah cantik tanpa memakai makeup. Tetapi wajahnya harus diberi sedikit make up untuk pelengkap saja. Seperti makanan saja.


" Selesai," ucap Sasy yang sedari tadi mengotak-atik wajah Cherry. Kalau soal dandan jangan tanya. Sasy memang ahlinya dalam hal itu.

__ADS_1


" Wauuuu kamu cantik banget Cherry," puji Azizi takjub melihat ke cantikan Cherry.


" Pasti setelah ini. Verro akan semakin jatuh cinta," sambung Sasy menggoda Cherry.


" Kalian jangan terlalu berlebihan. Aku jadi malu," sahut Cherry malu. Dengan wajahnya yang merah merona.


" Memang itu kenyataan kamu. Sangat cantik," sahut Nadya yang tetap memuji.


Cherry menatap dirinya di cermin. Senyum di wajahnya tidak pernah lepas. Belum bertemu Verro dia sudah bahagia. Bagaimana bertemu Verro. Pasti kebahagiannya semakin bertambah.


" Semoga saja Verro menyukai penampilanku," batin Cherry dengan wajah penuh senyum.


*********


Jam 8 malam Verro sudah menunggunya di depan gerbang Villa. Karena memang hari kebebasan. Jadi banyak juga murid-murid yang lain yang keluar dari Villa. Sekedar berbelanja atau yang lainnya.


Verro yang memakai kemeja putih juga sangat tampan. Bahkan tidak janjian untuk couple dengan Cherry. Mungkin memang mereka jodoh sehingga baju mereka sama.


" Kenapa dia belum keluar juga," batin Verro melihat arloji di tangannya.


" Verro," panggil Cherry dengan lembut. Mendengar suara khas itu. Verro langsung membalikkan tubuhnya.


Matanya berbinar menatap bidadari malam yang 4 meter jauh dari tempatnya berdiri. Pandangan mata tidak berkedip melihat penampilan Cherry dari ujung kakinya sampai kepalanya.


" Maaf membuatmu menunggu," ucap Cherry pelan.


Verro tersenyum mendekati Cherry. Semakin Verro mendekat semakin Cherry gugup. Tidak tau kenapa. Jantungnya terus tidak aman jika terus dekat-dekat dengan Verro. Dia seperti jatuh cinta setiap hari dengan Verro.


" Jangan melihatku seperti itu, aku malu," lirih Cherry tidak tahan dengan tatapan Verro.


" Apa salah, jika aku melihat pacarku, apalagi dia sangat cantik malam ini," ucap Verro dengan lembut.


Kata-kata Verro membuat Cherry melayang tinggi. Sekali lagi Verro memujinya mungkin dia akan pingsang.


" Sudah jangan terus menggodaku. Ayo kita pergi, jangan lama-lama di sini," ucap Cherry salah tingkah di depan Verro. Verro menyunggingkan senyumnya mengangguk kepada Cherry.


Verro menadahkan telapak tangannya. Agar wanitanya menyambut tangannya. Cherry tersenyum dan menutup telapak tangan itu sehingga mereka saling menggenggam.


" Kita pergi!" ucap Verro. Cherry mengangguk tersenyum. Verro dan Cherry pun pergi saling menggenggam erat.


*********


Tidak berapa lama akhirnya Verro dan Cherry sampai ketempat yang sudah di siapkan Verro. Verro menuntun Cherry berjalan dengan langkah yang pelan karena mata Cherry yang di tutup dengan sapu tangan.

__ADS_1


" Verro apa masih jauh? tanya Cherry yang berjalan sudah merasa sangat lama.


" Sebentar lagi," jawab Verro yang menuntun Cherry berjalan agar Cherry tidak jatuh.


" Memang kita mau kemana?" tanya Cherry.


" Nanti kamu juga bakalan tau," jawab Verro yang membuat Cherry terus penasaran.


" Tapi kenapa lama sekali," keluh Cherry.


" Hampir sampai," ucap Verro.


Setelah cukup lama. Akhirnya Cherry dan Verro sampai ketempat tujuan itu. Verro membawa Cherry ke atas sebuah kapal yang berada di tengah lautan. Di bawah langit yang dipenuhi bintang dan rembulan yang indah.


" Kita sampai," ucap Verro yang berdiri di belakang Cherry.


" Benarkah!" sahut Cherry.


Verro membuka lembut penutup mata Cherry. Saat sapu tangan itu terbuka. Cherry perlahan membuka matanya.


Matanya berbinar saat melihat keberadaannya. Kepalanya berkeliling melihat indahnya tempat yang memanjakan matanya. Berada di atas kapal dengan outher yang menakjubkan.


Matanya melihat kiri dan kanannya penuh lilin yang di susun dengan indah. Lantai yang yang di injaknya penuh kelopak mawar pink yang ditabur dengan indah.


Ada juga susunan mawar yang berbentuk love. Dan susunan tangkai-tangkai mawar di pagar-pagar kapal. Cherry menatap kelangit yang indah. Bintang bersusun dengan rapat yang membuatnya sangat takjub.


Sekitar 5 meter dari tempatnya berdiri. Terlihat 1 meja bulat dan 2 kursi yang saling berhadapan. Meja itu terdapat makanan yang belum jelas di lihatnya apa isinya. Tetapi Cherry bisa melihat dari jauh. Di tengah meja terdapat lilin dan boucket bunga di sampingnya.


Matanya yang berbinar sekarang sudah bergenang melihat betapa indahnya tempat itu. Berada di atas lautan yang luas membuatnya ingin menjatuhkan air matanya.


Cherry membalikkan tubuhnya melihat Verro yang berdiri tersenyum di belakangnya. Air matanya jatuh saat menghadap Verro.


" Kamu menyiapkan semua ini untukku?" tanya Cherry dengan suara serak merasa terharu. Verro menganggukkan matanya. Dia memang akan melakukan apapun demi Cherry.


Cherry langsung memeluk Verro erat. Dia sangat bahagia dengan apa yang di lihatnya. Baru awalan tetapi bahagianya sudah berlipat-lipat.


Bersambung...


Jangan lupa mampir ke sini ya. Ditunggu like Coment, Vote nya. Terima kasih.


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2