
Raquel, Aldo, Sasy, Toby, Nadya, Varell, Azizi dan Vandy berada di Restaurant langganan mereka untuk merayakan ke berhasilan Aldo yang mana nama baik Aldo telah kembali. Karirnya juga telah kembali.
" Kita, chiers untuk kemenangan Aldo," sahut Sasy yang mengangkat gelas berisi orens jus, yang lainnya saling melihat dan akhirnya mengikuti Sasy.
" Cherss, untuk karir Aldo yang telah kembali," sahut Raquel.
" Cheers, untuk kebersamaan kita semua," sahut Toby. Mereka semua pun akhirnya mengangkat gelas di atas meja untuk cheers bersama atas keberhasilan mereka.
" Cheers," sahut semuanya dengan serentak dengan wajah mereka yang penuh kebahagian. Setalah menyatukan gelas bersama-sama mereka pun minum dan tertawa.
" Terima kasih untuk kalian. Karena kalian sudah ada bersamaku di saat aku susah. Aku tidak percaya kalian membantuku untuk menyelesaikan semua ini. Kalian bersamaku. Aku sungguh berterima kasih banyak kepada kalian," ucap Aldo yang merasa terharu dengan semua bantuan teman-temannya.
" Itu lah gunanya sahabat. Apapun yang terjadi kita tidak boleh saling meninggalkan, kita harus saling ada satu sama lain," sahut Varell dengan bijak.
" Iya Aldo, dan kami juga meminta kepada kamu. Untuk selalu terbuka dan tidak menutupi apapun dari kami. Karena kami tetap sahabatmu sampai kapanpun," sahut Vandy menambahi.
" Iya, kalian benar-benar baik, aku berterima kasih sekali lagi," ucap Aldo yang masih tetap tidak percaya akan kebahagian itu.
" Ehmmm, ngomongi terima kasih. Apa kamu sudah berterima kasih kepada Raquel. Soalnya Raquel yang berperan dalam hal ini," sahut Azizi.
" Apaan, sih Azizi. Nggak gitu juga, kita sama kok," sahut Raquel malu-malu.
" Issshhh, langsung malu-malu. Memang iya kok. Tidak ada yang bersama Aldo. Selain Raquel. Karena memang Raquel kok yang ada bersamamu," sahut Sasy yang meninggalkan kesempatan untuk tidak menggoda Raquel.
" Mulai deh," sahut Raquel semakin malu. Wajahnya bahkan memerah.
" Sudah-sudah jangan terus menggoda Raquel, lihat wajahnya semakin memerah," sahut Vandy tersenyum mengejek.
" Ishhh, elo sama saja kayak Sasy menyebalkan," sahut Raquel kesal dengan Vandy.
Aldo hanya tersenyum melihat Raquel. Ya memang Raquel orang yang berperan untuk semua ini. Tapi Aldo tampak menyadari. Jika Raquel tidak akan bisa di milikinya lagi.
Mereka pun bercanda saling menggoda satu sama lain dengan penuh tawa yang merasakan bahagia yang tiada tara.
Dratttt- Dratttt.
Tiba-tiba ponsel Sasy berdering yang di sebelahnya.
" Siapa?" tanya Toby yang ada di sampingnya,"
__ADS_1
" Rumah sakit," jawab Sasy, " tumben banget nelpon, ada apa ya," ucap Sasy yang langsung mengangkatnya.
" Iya, Hallo ada apa?" tanya Sasy yang menjawab telpon itu.
Mendengar Sasy menelpon membuat mereka mengecilkan suara mereka dan fokus pada Sasy yang mengangkat telpon.
" Apa!" pekik Sasy begitu terkejut dan membuat orang-orang yang ada di meja makan menjadi serius dengan melihat Sasy sambil bertanya-tanya.
" Ada apa Sasy? tanya Azizi yang malah panik. Sasy melihat temannya satu persatu dengan matanya yang terbuka lebar.
" Ini serius?" tanya Sasy tampak tidak percaya.
" Sasy ada apa?" tanya Nadya yang tampak cemas dengan wajahnya yang begitu penasaran.
" Cherry dan Verro sudah bangun dari koma," ucap Sasy dengan gagap. Saking terkejutnya dia kesulitan bicara.
Apa yang di katakan Sasy membuat yang lainnya kaget. Yang pasti itu kabar bahagia.
" Apa!" sahut mereka dengan serentak.
" Iya Cherry dan Verro sudah sadar," sahut Sasy sudah lancar bicara.
" Kamu serius?" tanya Azizi benar-benar schok.
" Alhamdulillah," sahut Nadya mengusap wajahnya yang langsung bersyukur pada Tuhannya.
" Kalau begitu ayo sekarang kita kerumah sakit," sahut Aldo dengan cepat.
" Iya, kita harus melihat kondisi Cherry dan Verro," sahut Varell menambahi yang tampak begitu bahagia.
" Ya sudah ayo kita pergi," sahut Raquel.
Dengan buru-buru akhirnya pun mereka pergi dengan cepat. Mereka pasti begitu terkejut yang tidak percaya. Cherry dan Verro yang akhirnya bangun dari koma setelah tidur begitu lama.
***********
Cherry dan Verro yang masih berada di ruang ICU yang mana sedang di periksa 2 Dokter. Mereka ber-2 sama-sama saling melihat.
" Alhamdulillah kondisi kalian ber-2 sudah sangat membaik. Ini sungguh mukjizat pada akhirnya kalian ber-2 bangun dari koma," ucap salah satu Dokter yang berkacamata itu yang memberikan kabar bahagia itu.
__ADS_1
" Dan nanti kita akan melakukan ronsen pada tangan Dokter Verro dan juga kaki Bu Cherry. Semoga semuanya baik-baik saja," ucap Dokter tersebut.?
" Terima kasih Dok," sahut Verro dengan suara seraknya. Bahkan baru ini dia mengeluarkan suara.
" Sama-sama, Dokter Verro," sahut Dokter tersebut.
" Lalu bagaimana dengan bayi saya, apa janin di kandungan saya masih ada," sahut Cherry dengan suaranya yang masih lemah. Dia memang ingin menanyakan kondisi anaknya.
" Alhamdulillah Bu Cherry. Kandungan ibu tidak apa-apa. Kandungan ibu sangat kuat. Sehingga tidak ada masalah sama sekali," sahut Dokter yang memberikan kabar bahagia itu.
Verro bernapas lega mendengarnya. Karena bayinya masih ada. Dia jelas mengingat kecelakaan pada istrinya dan melihat kondisi istrinya dan sungguh Allah memberinya kesempatan untuk kesembuhan bayinya.
" Alhamdulillah ya Allah," lirih Cherry dengan bahagia. Yang terbaru tidak percaya. Bayinya benar-benar masih ada di dalam perutnya.
" Kalau begitu, kami permisi dulu," sahut Dokter pamit.
" Makasih Dok, sekali lagi," sahut Verro.
" Sama-sama," sahut Dokter yang langsung pergi.
Setelah kepergian Dokter, Cherry dan Verro saling melihat. Verro menatap sendu istrinya. Begitu juga dengan Verro. Perlahan tangan Verro turun dari tempat tidur yang ingin meraih tangan Cherry.
Cherry pun dengan perlahan menyambut uluran tangan itu dengan perlahan. Sampai tangan mereka menyatu saling menggenggam dengan erat. Mungkin sudah berapa lama mereka tidak berpegangan tangan.
" Maafkan aku Cherry!" lirih Verry dengan suaranya yang sangat lembut. Air mata Cherry menetes dan menganggukkan kepalanya.
" Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Cherry.
" Aku tidak apa-apa. Bagiamana dengan kamu. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Verro. Cherry menggeleng dia juga sama sekali tidak apa-apa.
" Cherry Verro," tiba-tiba terdengar suara Sasy yang nyaring yang langsung memasuki ruangan ICU.
Mereka semua berkerumun di depan pintu yang memastikan benar atau tidak Verro dan Cherry sudah bangun dan ternyata benar. Hal itu membuat mereka tidak percaya.
" Ya Allah sungguh aku tidak salah melihat," sahut Raquel sampai menutup mulutnya. Cherry dan Verro tersenyum yang juga tidak percaya bisa melihat sahabat-sahabat mereka lagi.
Mereka semua pun masuk mengerumuni 2 orang itu memastikan ke-2 orang itu benar-benar manusia yang sudah bangun.
" Ya, ampun benaran," ucap Sasy yang terharu dan bahkan memeluk Cherry.
__ADS_1
Kebahagian mereka memang double-double. Mereka sudah bahagia dengan Aldo yang sudah terbebas dan sekarang dengan Cherry dan Verro yang sadar kembali.
Bersambung