DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 136 Bertemu dengan nya yang sudah pergi.


__ADS_3

Mobil Aldo berhenti di depan rumah sakit Medical Center. Aldo mengantarkan Kekasihnya Raquel kerumah sakit. Jika memang tidak buru-buru untuk kekantor. Aldo akan menyempatkan dirinya untuk mengantar kekasihnya.


" Sayang nanti makan siang bareng sama akunya," ucap Raquel yang memboking terlebih dahulu pacarnya.


" Boleh sih, tapi liat nanti ya sayang. Soalnya aku juga ada meeting dengan klien aku," sahut Aldo yang tidak bisa berjanji pada istrinya.


" Kliennya cowok apa cewek?" tanya Raquel mewanti-wanti.


" Hmmmm, apa ya, cewek sih," jawab Aldo jujur


" Cantik apa tidak?" tanya Raquel yang langsung cemburuan.


" Kamu yang pastinya yang jauh lebih cantik dari wanita manapun," ucap Aldo yang langsung menggombal Raquel.


" Bohong," sahut Raquel tidak percaya.


" Aku serius sayang," ucap Aldo mengusap pipi Raquel.


" Ya sudah. Tapi jangan lama-lama ya meeting nya dengan dia. Nanti kamu kecantol lagi," ucap Raquel yang harus mengingatkan pacarnya terlebih dahulu. Aldo mendengarnya tersenyum lebar.


" Iya sayang, hanya sebentar. Aku dan dia hanya membahas masalah kasus pembunuhan yang terjadi pada sepupunya," ucap Aldo sekalian menjelaskan pada kekasihnya.


" Ya sudah kalau begitu, aku masuk ya," ucap Raquel membuka seat beltnya.


" Iya, sayang hati-hati ya, selamat bekerja ya," ucap Aldo.


" Iya," sahut Raquel langsung keluar dari mobil. Sebelum menutup mobil. Raquel membungkuk masih memasukkan kepalanya ke dalam mobil.


" Dadada," ucap Raquel melambaikan tangannya. Aldo tersenyum dan melakukan hal yang sama. Lalu Raquel langsung menutup mobil.


" Dasar tukang cemburuan," gumam Aldo geleng-geleng kepala.


*************


Aldo ternyata memang tidak bisa makan bersama sang kekasih. Aldo harus menemui Kliennya Tari yang sepupunya menjadi korban pembunuhan.


Sepupunya seorang model terkenal yang meninggal dengan ke adaan yang sangat mengenaskan. Karena bunuh diri. Polisi juga memastikan kematian itu. Di akibatkan karena bunuh diri.


Tetapi sepupunya tidak percaya. Karena merasa ada yang ganjal dan akhirnya kembali membongkar kasus itu dan Aldo adalah pengacara hebat membuat tari untuk mempercayakan kasus itu kepada Aldo.


Mereka bertemu di salah satu Restaurant di dekat kantor Aldo. Di meja mereka juga sudah terdapat makanan yang mereka pesan.

__ADS_1


" Lalu bagaiman proses kelanjutannya?" tanya Tari dengan wajah serius menanyakan tentang perkembangan kasus sepupunya.


" Proses otopsinya sudah keluar, tapi tim Dokter baru melakukan otopsi sebagian saja dan memang ada luka bagian benda tajam," jawab Aldo.


" Lalu kapan hasil otopsinya akan keluar lagi?" tanya Tari yang benar-benar tidak sabaran ingin cepat-cepat masalah kekasihnya tuntas.


" Mungkin dalam Minggu ini akan keluar hasil otopsi keseluruhan. Dokter Vandy akan mengusahakan secepatnya," jawab Aldo.


" Semoga ada kabar baik, dan yang lainnya dapat di selesaikan dengan cepat," ucap Tari yang penuh harapan.


" Iya kita doakan saja yang terbaik. Aku dan rekan-rekan ku juga masih mengumpulkan bukti-bukti. Termasuk rekaman cctv di daerah sekitar dan aku juga mohon bantuan kerja sama kamu," ucap Aldo.


" Pasti aku akan ikut membantu. Aku hanya ingin kasusnya cepat selesai. Agar Laudya bisa mendapat keadilan," ucap Tari.


" Hmmm, iya kita sama-sama berdoa. Oh iya tolong kamu kirimi semua teman-teman dekat Laudya. Aku sangat membutuhkan informasi tentang mereka," ucap Aldo.


" Baiklah, aku akan segera mengirimnya nanti," jawab Tari.


" Hari ini, aku mau ke TKP. Kamu mau ikut untuk mengeceknya?" tanya Aldo.


" Aku pengen ikut sih. Tapi aku harus jemput teman aku yang baru pulang dari Luar Negri. Kayaknya sekarang pesawatnya sudah landing," ucap Tari melihat arloji di tangannya.


" Baiklah, nanti jika ada informasi lainnya, aku akan mengabari mu," ucap Aldo.


**************


Toby berhasil landing dengan selamat. Toby melihat ponselnya setelah mematikan mesin pesawat. Memang itu kebiasaannya untuk melihat ponsel setelah pesawat landing hanya sekedar mengecek notif-notif masuk.


Mengscroll sebentar. Toby membuka sabuk pengamannya dan langsung berdiri dan langsung keluar.


Setelah melakukan beberapa prosedur dan mengecek kopernya seperti biasa. Toby melanjutkan langkahnya dengan menyeret kopernya.


Toby yang memang memakai pakaian pilot. Terlihat sangat tampan. Seorang pria tampan yang berwibawa yang melangkah Arrogant.


Beberapa pramugari - pramugari cantik yang berpapasan dengannya menyapa Toby dengan ramah. Tersenyum dan tak jarang mengagumi sosok Toby yang benar-benar sangat mencuri perhatiannya.


" Kapten Toby," sahut Pramugari cantik menyapanya saat berpapasan.


Toby mengangguk dan tersenyum lebar. Dia memang sangat ramah. Apa lagi kepada rekan propesinya. Makanya banyak wanita-wanita yang mengidolakannya.


" Aku harus naik Taxi. Mobil belum selesai di service lagi," batin Toby sambil melihat layar ponselnya.

__ADS_1


Langkah Toby yang sangat serius. Tiba-tiba menoleh kesampingnya saat melewati tempat para pengunjung menunggu di sana. Sampai akhirnya Toby memberhentikan langkahnya dan menoleh kebelakangnya untuk kembali melihat wanita itu.


Seorang wanita cantik dengan memakai blose garis-garis dengan jeans biru Navy rambutnya di gerai dan di beri gelombang di bawahnya. duduk sambil bermain menscroll ponselnya.


Meski menunduk. Fokus pada layar ponselnya. Toby yang memperhatikannya dengan serius. Bukan karena kecantikannya. Tetapi karena sesuatu yang membuatnya kaget, bingung.


" Kenapa aku sepertinya pernah melihatnya," gumam Toby yang terus melihat wanita itu dengan serius. Wanita yang menurutnya wajahnya sangat familiar.


" Apa aku pernah bertemu dengannya," gumamnya lagi yang kebingungan.


" Clara," teriak seorang wanita. Toby langsung menoleh kearah suara. Ternyata seorang wanita juga yang memanggil wanita yang mencuri perhatiannya.


" Hay," wanita itu berdiri dengan melambaikan tangannya. Toby kaget melihat wanita itu yang sudah berdiri dan wajah itu pasti sangat jelas terlihat.


Mata Toby sampai tidak berkedip dengan wanita yang tersenyum masih melambaikan tangannya kepada. Wanita itu sangat membuatnya kaget antara percaya atau tidak.


" Cherry," lirih Toby dengan matanya melebar melihat wanita itu adalah temannya Cherry. Toby mengucek matanya. Agar lebih jelas melihat siapa wanita yang di katakannya namanya Cherry.


Wanita yang bernama Clara itu. Akhirnya menyeret kopernya dan menghampiri temannya yang memanggilnya.


" Apa itu Cherry," batin Toby yang benar-benar schok. Yang melihat Cherry tiba-tiba. Walau sudah 7 tahun tetapi wajah itu masih di ingatnya.


" Tapi kan Cherry kan sudah meninggal," batin Toby yang benar-benar bingung.


Clara yang menghampiri temannya dan langsung memeluk temannya.


" Clara maaf ya aku telat," ucap Tari yang memeluk sahabatnya.


" Tidak apa-apa Tari. Aku juga belum lama menunggu," jawab Clara.


" Ya sudah. Ayo kita pulang," ajak Tari.


" Oke," sahut Clara tersenyum lebar. Toby yang penasaran langsung menghampiri wanita yang mirip dengan Cherry temannya.


" Maaf permisi!" ucap Toby. Membuat Clara dan Tari bingung.


" Ada apa?" tanya Tari.


" Kamu Cherry bukan?" tanya Toby melihat Clara. Clara bingung sampai melihat Tari.


" Cherry siapa ya. Aku Clara bukan Cherry. Kayaknya kamu salah orang," ucap Clara yang benar-benar kebingungan.

__ADS_1


" Masa iya sih. Kenapa wajahnya begitu mirip dengan Cherry," batin Toby yang benar-benar bingung. Wanita itu Clara bukan Cherry. Tetapi dia tidak mungkin lupa dengan wajah temannya itu.


Bersambung.


__ADS_2