
Keesokan harinya. Memiliki waktu luang yang banyak, akhirnya Verro mengajak istrinya ketempat yang sudah di janjikan ya Yayasan kanker Harapan Pelita miliknya yang dulu di sangat di impikan Cherry. Namun di kabulkan Verro yang menurutnya merupakan amanah dari istrinya.
Mobil itu sudah berhenti tepat di depan pagar Yayasan itu dan kepala Cherry berkeliling melihat tempat itu yang banyak di lihatnya anak-anak di sana dan juga orang-orang dewasa yang di sana.
" Ini tempatnya," ucap Cherry.
" Iya, ini Yayasan kanker yang aku katakan tadi malam. Dan ini adalah tempat yang kamu inginkan dulu," jawab Verro, Cherry tersenyum mendengarnya. Lalu Cherry langsung memeluk Verro.
" Aku tidak percaya jika kamu akan membangun Yayasan ini hanya untukku," ucap Cherry yang merasa sangat bahagia. Verro tersenyum mendengarnya.
" Aku memang hanya melakukan banyak untukmu, karena bagiku. Menjalankan semua keinginan da mimpimu adalah tugasku," sahut Verro Cherry tersenyum mengangkat kepalanya lalu mengecup bibir Verro.
" Aku tau itu. Karena impian pernikahan ku di masa muda. Kamu telah mengabulkannya. Jadi aku sangat tau semuanya," ucap Cherry.
" Hmmm, ya sudah sekarang ayo kita turun, kita akan bertemu dengan anak-anak yang ada di sini," ucap Verro. Cherry mengangguk dan mereka pun akhirnya sama-sama turun dari mobil dan langsung memasuki Yayasan kanker tersebut.
" Kamu sering kemari?" tanya Cherry.
" 1 Minggu sekali," jawab Verro.
" Lalu kenapa tidak pernah mengajakku?" tanya Verro.
" Sayang, aku sudah mengatakan sebelumnya. Aku benar-benar ingin membawamu. Tapi pasti ada saja lupanya. Lagian aku seminggu sekali kemari itu tidak rutin. Apa lagi semenjak kita bersama. Banyak hal yang membuat ku tidak bisa untuk datang kemari," jelas Verro.
" Lalu kalau kamu tidak datang, mereka akan mendapat penyuluhan dari mana?" tanya Cherry.
" Akan ada Dokter yang juga datang kemari, seperti yang kamu lihat. Tadi juga banyak suster yang lalu lalang, mereka juga akan membantu pengobatan dan yang lainnya," jawab Verro dengan penjelasannya.
" Hmmm, begitu rupanya," sahut Cherry mengangguk-angguk.
" Hmm, ya sudah, kita lanjut lagi," sahut Verro. Cherry mengangguk.
Mereka pun akhirnya melakukan penyuluhan di mana Cherry juga ikut dalam memberikan arahan pada anak-anak yang terkena kanker, dia memberikan arahan dengan ceria yang membuat anak-anak merasa terhibur. Karena jelas dia tau apa rasanya. Karena dulu dia juga seperti itu.
" Jadi kalian harus tetap semangat, agar kalian bisa sembuh dengan cepat," ucap Cherry dengan wajah cerianya.
" Lalu bagaimana dengan kakak sendiri, apa kakak benar-benar sembuh dan tidak takut?" tanya salah satu anak Pria.
__ADS_1
" Hmmm, kakak sembuh, dan kalau masalah takut. Jelas kakak sangat takut. Tetapi dulu ada seseorang yang menguatkan kakak. Jadi kakak tidak takut sama sekali," ucap Cherry melihat ke arah Verro di sudut sana yang tersenyum melihatnya.
" Siapa kak?" tanya salah seorang yang ingin tau.
" Hmmm, dia itu adalah seseorang yang membuat debaran jantung kakak tidak normal. Kakak mengira kakak sedang kumat. Tetapi ternyata tidak kehadirannya yang membuat debaran jantung itu tidak normal!" lanjut Cherry yang tersenyum ceria bercerita sambil melihat ke arah Verro di ujung sana. Jelas siapa yang di maksud Cherry adalah dirinya.
" Wauuuu, bisa seperti itu," sahut salah seorang anak. Cherry mengangguk.
" Ya sudah, jadi kakak minta kalian, harus tetap taat pada suster dan rajin minum obat dan satu lagi jangan pernah takut. Karena ketakutan itu tidak ada gunanya. Karena kalian adalah anak yang pemberani dan sangat pintar, jadi jangan takut," ucap Cherry.
" Baik kakak cantik!" jawab anak-anak itu serentak.
" Sekarang, kita bermain tebak-tebakan siapa yang paling banyak skorenya akan mendapatkan hadiah," ucap Cherry.
" Horeeee," sahut semuanya serentak dengan penuh kebahagiaan dan Cherry juga sangat bahagia di tengah-tengah anak-anak yang berjuang melawan kanker di sana. Dia mengingat dia yang dulu dan juga wanita yang sangat cepat akrab dengannya.
Di mana justru wanita itu semakin membuatnya semangat. Tetapi sayang, wanita temannya di panggil terlebih dahulu dan bahkan sangat mulia memberikan Donor jantungnya. Walau pada akhirnya tidak cocok untuk Cherry.
Tetapi Cherry tetap selamat dan sembuh dari kanker, saat sang papa mengorbankan dirinya untuk kebahagian putrinya. Jadi jelas dia jauh lebih beruntung dari pada anak-anak yang berjuang itu.
********
" Ehemmm," sahut Cherry berdehem dan mengayun suaminya. Lalu duduk di ayunan yang di samping suaminya.
" Kamu bahagia di sini?" tanya Verro melipat tangannya di dadanya. Cherry mengangguk dengan mengayun-ayunkan pelan dengan ke-2 tangannya memegang tali.
" Tempat ini sangat nyaman, anak-anak di sini sangat hebat-hebat, aku sangat bahagia bertemu dengan mereka," sahut Cherry.
" Iya aku melihat mereka semua juga menyukaimu," sahut Verro. Cherry menganggukkan matanya.
" Aku juga melihatmu mengajari mereka hal-hal yang tidak penting," ucap Verro membuat Cherry mengkerutkan dahinya.
" Memang apa yang aku lakukan?" tanya Cherry heran.
" Hmmm, mereka masih kecil, tapi kamu bicara masalah debaran jantung, dan cinta-cintaan," sahut Verro.
" Tidak, aku tidak melakukannya," sahut Cherry mengelak. Verro mengendus tersenyum mendengarnya dengan geleng-geleng.
__ADS_1
" Hmmm, aku tidak melihat Fiona, di mana dia?" tanya Cherry heran.
" Entahlah, mungkin lagi di kamarnya," jawab Verro.
" Hmmm, begitu rupanya.
" Hmmm, ya sudah, apa kita harus pulang?" tanya Verro.
" Boleh ini juga sudah malam," jawab Cherry.
" Ya sudah ayo kita pulang," ajak Verro. Cherry mengangguk dan ingin berdiri. Namun tiba-tiba Verro memegang tangannya dan langsung menarik Verro ke dalam pangkuannya membuat Cherry kaget dengan tangannya yang mengalung di leher Verro.
" Aku sangat bahagia, bisa selalu bersama dengan mu," ucap Verro.
" Aku juga, aku juga sangat bahagia," jawab Cherry, " Kamu sudah ada di dalam hidupku dari aku kecil. Jadi aku bagiku kaku adalah segala-galanya," ucap Cherry. Verro mencium kening Cherry lembut.
" I love you," ucap Verro.
" I love you to," sahut Cherry. Mata Verro turun pada bibir Cherry yang sepertinya ingin meraih bibir itu. Saat bibir Verro semakin dekat dengan Cherry. Cherry memejamkan matanya dan Verro meraih bibir sang istri.
" Cherry," tegur Fiona yang membuat Verro dan Cherry gagal berciuman.
Dan mereka sama-sama melihat ke arah suara itu yang Fiona berdiri di sana dan Cherry langsung berdiri dari pangkuan Verro dan terlihat gugup.
" Fiona," sahut Cherry gugup. Sementara Verro masih duduk di tempatnya.
" Hmmm, maaf mengganggu kalian. Aku tadi ketiduran, jadi tidak sempat bertemu denganmu, maaf ya sudah mengganggu," ucap Fiona.
" Tidak! tidak apa-apa, kok," sahut Cherry gugup.
" Hmmm, kamu juga sudah mau pulang," sahut Cherry.
" Hmmm, begitu rupanya, kalau begitu aku akan mengantar kalian ke mobil," sahut Fiona.
" Hmmm, boleh," sahut Cherry, " Ayo sayang," ajak Cherry pada suaminya dan Verro mengangguk dan menggengam tangan istrinya lalu berjalan. Ciuman mereka gagal deh, tenang masih bisa di lakukan di rumah.
Fiona berjalan di belakang Verro dan Cherry dan melihat genggaman tangan itu. Wajahnya pasti sangat senduh.
__ADS_1
Bersambung