
Cherry berada di dalam kamar dengan membaringkan tubuhnya di kepala ranjang dengan wajahnya yang terlihat sangat murung.
" Kenapa perasaanku tidak enak. Kenapa aku merasa Tari sangat berbeda. Apa memang benar mereka memiliki hubungan. Bahkan memberi alasan dengan mengatas namakan mas Bayu. Padahal kasus nya sudah selesai. Tetapi mereka. Tetap berhubungan bahkan sangat dekat dan Tari jelas terlihat menyukai Aldo. Tapi Aldo bagaimana," gerutu Cherry dengan wajahnya yang benar-benar murung hanya karena permasalahan dengan temannya.
Verro keluar dari kamar yang sudah dengan pakaian santainya yang ingin tidur dengan mengeringkan rambutnya dengan handuk putih.
Verro langsung melihat ke arah istrinya yang melamun di atas ranjang bahkan sampai tidak menyadari dirinya yang sudah keluar dari kamar mandi.
Verro pun langsung menghampiri ranjang naik keatas ranjang dan duduk di samping Cherry tepat di depannya.
" Ada apa sayang?" tanya Verro memegang pipi istrinya yang cemberut terus.
" Aku memikirkan Tari. Aku merasa Tari ada sesuatu. Saat aku menemuinya di Restauran tadi siang. Dia bicara denganku tidak seperti biasanya. Dia begitu ketus padaku dan Bahkan dia seakan menganggapku jika aku menjadi mata-mata Raquel," ucap Cherry yang langsung curhat pada suaminya.
Verro tersenyum mendengar curahan hati istrinya itu. Dan mengusap-usap terus pipi sang istri.
" Memang apa yang kamu katakan, sampai dia harus berbicara ketus pada istriku dan sampai-sampai istriku sangat kepikiran," ucap Verro.
" Aku hanya menanyakan kenapa dia dan Aldo ada di Restauran dan Tari menjawab hanya urusan kasus yang berurusan dengan dengan mas Bayu. Tetapi bukannya kasus itu sudah selesai. Lalu kenapa harus memberi alasan itu. Apa dia tersinggung dengan pertanyaan ku," ucap Cherry dengan wajahnya yang terus cemberut.
" Sudahlah sayang, biarkan saja Tari seperti itu. Kamu jangan memikirkannya," sahut Verro yang tidak ingin istrinya kenapa-kenapa. Apalagi harus pusing karena memikirkan hal itu.
" Mana mungkin sayang aku tidak memikirkannya. Tari sahabatku, Raquel dan Aldo juga sahabatku dan mana mungkin aku tidak memikirkan hal itu. Aku takut akan ada perselisihan di antara mereka," ucap Cherry dengan matanya yang berkaca-kaca. Verro mendekatkan dirinya pada Cherry dan mencium kening Cherry dengan lembut.
" Aldo akan menyelesaikan semuanya. Jadi kamu jangan memikirkan apa-apa. Sayang biar itu menjadi urusan mereka. Kamu tidak boleh terlalu banyak pikiran. Lihat ada bayi kita di dalam sana. Jadi jangan membuat bayi kita jadi ikut kepikiran," sahut Verro mengingatkan dengan tangannya yang mengusap-usap perut Cherry.
" Kamu tidak mau kan kalau bayi kita kenapa-kenapa?" tanya Verro. Cherry menggeleng
" Ya sudah. Kalau kamu tidak mau kenapa-kenapa dengan bayi kita. Sekarang jangan memikirkan apa-apa lagi ya," ucap Verro. Cherry menganggukkan kepalanya. Verro tersenyum dan kembali mencium kening istrinya.
__ADS_1
" Sayang besok kamu mau temani aku tidak ke Mall?" tanya Cherry.
" Mau ngapain. Bukannya kamu baru shopping?" tanya Verro heran.
" Aku mau cari kado untuk pernikahan Azizi dan Vandy," jawab Cherry.
" Ya sudah. Jika memang kamu ingin ke Mall. Oke. Tidak masalah. Aku akan mengantarmu dan juga menemanimu," ucap Verro. Cherry tersenyum mendengarnya.
" Oh iya sayang berarti kita tidak jadi ke Bali kan tanggal berangkat yang di tentukan Toby berdekatan dengan tanggal pernikahan Vandy dan Azizi," ucap Cherry.
" Iya sayang. Kita tidak jadi ke Bali. Tapi Toby akan mengubah jadwalnya. Setelah Vandy dan Azizi menikah. Baru liburan itu akan di lanjutkan. Tapi bukan ke Bali tapi ke Paris," jelas Verro.
" Oh iya. Kok aku baru tau," sahut Cherry terkejut.
" Aku serius sayang. Toby baru memberi tahu dan katanya itu untuk hadiah bulan madu untuk Vandy dan Azizi. Jadi sekalian dia juga mengajak kita," jelas Verro lagi. Wajah Cherry yang tadi murung sekarang terlihat begitu bahagia.
" Apa itu artinya kita berdua juga akan bulan madu?" tanya Cherry dengan wajahnya yang ceria. Verro mendengus tersenyum mendengarnya.
" Baiklah! kita akan bulan madu bersama," sahut Verro. Cherry mengangguk tersenyum.
" Tapi kamu harus ingat. Jangan pernah berpikiran yang aneh-aneh. Apa lagi berpikiran terlalu keras. Karena ingat kita punya bayi di dalam sana," ucap Verro mengingatkan.
" Iya," sahut Cherry tersenyum dengan meyakinkan suaminya.
" Ya sudah bagus kalau begitu. Kamu memang harus mendengarkan suamimu," sahut Verro mencolek hidung Cherry. Cherry hanya mengangguk-angguk.
" Kamu mau makan apa. Biar aku buatkan?" tanya Verro yang melihat sudah jam 9 malam yang seingatnya istrinya belum makan.
" Aku sudah kenyang aku tidak mau makan," sahut Cherry yang punya kebiasaan malas makan semakin menular.
__ADS_1
" Sayang kamu ini ya. Memang kamu makan apa sampai kenyang," sahut Verro yang tampaknya tidak percayaan.
" Aku sudah makan banyak. Anak kita juga sudah kenyang jadi memang tidak ingin memakan apapun," ucap Nayra meyakinkan.
" Kamu yakin tidak mau makan?" tanya Verro memastikan Nayra mengangguk.
" Kalau begitu kamu mau apa?" tanya Verro.
" Aku tidak butuh apa-apa. Tetapi anak kita seperti menginginkan sesuatu," sahut Cherry. Membuat Verro menatap istrinya serius.
" Memang apa yang di inginkannya?" tanya Verro. Cherry malah tersenyum dan 5 jarinya mengajak suaminya untuk mendekat seakan ingin berbisik pada suaminya dan Verro pun mendekatkan telinganya.
" Anak kita ingin bersama papanya. Dia ingin papanya menemuinya," bisik Cherry membuat Verro mendengus tersenyum melihat Cherry yang sepertinya merindukan belaian darinya.
" Anak kita ingin itu?" tanya Verro menaikkan 1 alisnya. Cherry mengangguk.
" Anak kita yang menginginkannya atau mamanya yang cantik ini," gemes Aditya mencubit pelan pipi Cherry.
" Sayang sakit," keluh Cherry mengusap pipinya yang merah akibat cubitan Verro.
" Maaf sayang," sahut Verro mengusap-usap pipi Cherry yang merah. Maklumlah Cherry terlalu menggemaskan.
Verro menatap dalam-dalam Cherry dan mencium pipi Cherry yang tadi di cubitnya.
" Apa masih sakit?" tanya Verro. Cherry tersenyum mengangguk. Verro terus tersenyum dan menatap dalam-dalam istrinya lalu kedua tangannya memegang pipi itu dan mendekatkan wajahnya pada Cherry mengecup bibir Cherry dan kembali menatap mata itu dalam-dalam.
" I love you," ucap Verro.
" I love you to," sahut Cherry. Verro pun meraih bibir Istrinya dan mencium istrinya dalam yang mungkin akan menuruti permintaan istrinya yang menjual nama anaknya. Padahal Cherry saja yang ingin bermesraan dengan suaminya.
__ADS_1
Dan mungkin Verro juga sudah lama berpuasa karena memang tidak ingin terjadi apa-apa pada janin yang di rahim istrinya. Jadi Verro menahan diri. Tetapi mungkin ke-2nya saling merindukan dan wajib menghabiskan malam bersama dengan penuh cinta dan juga kebahagian.
Bersambung.