
" Dokter Verro!" panggil Tari tiba-tiba. Clara yang berada di kursi roda jadi gelisah dengan sahabatnya yang tiba-tiba memanggil Verro.
" Apaan sih Tari. Pakai acara panggil segala," batin Clara yang langsung resah.
Verro yang merasa namanya di sebut langsung menoleh. Begitu juga dengan Raquel. Mereka sama-sama melihat kearah suara tersebut dan tari sudah mengangkat tangannya. Mata Verro juga melihat ke arah Clara. Semenjak Clara menamparnya tidak sekalipun Verro bertemu dengannya.
Tari tampak ingin mendorong kursi roda milik Clara. Namun Clara langsung menahannya.
" Mau ngapain?" tanya Clara panik.
" Aku ingin bicara dengan Dokter Verro," jawab Tari.
" Tapi tidak perlu," ucap Clara yang tidak ingin menemui Verro.
" Bentar saja," sahut Tari. Lalu langsung mendorong kursi roda milik Clara.
" Apa-apaan sih Tari," batin Clara yang benar-benar gelisah.
" Ngapain mereka?" tanya Raquel.
" Aku juga tidak tau," jawab Verro yang melihat Clara dan Tari semakin dekat dan bahkan sudah ada di depan mereka.
" Maaf Dokter Verro mengganggu," ucap Tari merasa tidak enak. Sementara Clara tampak mengalihkan pandangan mencari-cari sesuatu. Agr tidak melihat Verro.
" Tidak apa-apa. Memang ada apa?" tanya Verro. Yang juga tidak melihat Clara.
Dia tau. Clara sangat membencinya karena sikapnya kemarin. Jadi dia sebagai Dokter hanya berusaha se profesional mungkin tanpa mengikutkan dengan perasaan mereka.
" Memang apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Verro.
" Saya ingin tau. Apa kondisi teman saya yang seperti ini. Apa baik untuk pulang," ucap Tari. Membuat Verro dan Raquel saling melihat dengan heran.
" Apa yang di bicarakan Tari," batin Clara yang penuh kebingungan.
" Siapa yang mau pulang. Bukannya kondisinya belum stabil?" tanya Raquel.
" Tapi Clara harus ke Luar Negri. Dia harus kembali pulang. Makanya sayang ingin menanyakan resikonya pada Dokter," ucap Tari.
__ADS_1
" Apa. Clara akan ke Luar Negri," batin Verro yang kaget mendengar ucapan itu.
" Tari kamu apa-apaan sih. Kamu nggak harus melapor semua itu," ucap Clara pelan melihat ke arah Tari.
" Aku hanya ingin tau Clara keadaan kamu. Makanya aku mengatakan hal itu," sahut Tari mengusap pundak Clara.
" Kondisinya belum stabil. Jadi jangan mengambil resiko untuk keluar dari rumah sakit karena kamu masih dalam perawatan. Kecuali kamu berangkat dengan alat medis," sahut Raquel langsung mengambil alih untuk bicara.
" Aku bilang juga apa Clara. Kamu jangan dengarkan kata Bayu. Kondisi kamu belum pulih. Jadi tidak baik untuk kamu ke Luar Negri," ucap Tari.
" Jadi Bayu yang memaksa dia untuk kembali pulang. Kenapa Bayu harus melakukan itu," batin Verro yang tiba-tiba merasa ada yang tidak beres.
" Siapapun yang menyuruhnya. Saran saya. Pikirkan kondisi kamu. Jangan sampai gara-gara kamu dan keluarga kamu. Rumah sakit ini akan menjadi tercemar dengan pelayanannya. Karena ulah kalian," sahut Raquel yang penuh penegasan dan penekanan.
" Benar. Belum waktunya untuk kamu. Keluar dari rumah sakit ini. Jadi jangan membuat ulah. Ikuti peraturannya. Jika kamu ingin benar-benar sembuh," sambung Verro yang juga ikut menegaskan pada Clara.
Ternyata di sisi lain Bayu melihat dan mendengarkan hal itu. Dia mengepal tangannya saat Verro yang mencoba memprovokasi Clara.
" Kurang ajar. Beraninya mereka ikut campur. Siapa sebenarnya dokter-dokter yang ada di rumah sakit ini. Kenapa aku merasa. Mereka seperti ada sesuatu dengan Clara. Clara juga pernah mengatakan sesuatu jika ada yang menyebutnya dengan sebutan Cherry apa itu adalah mereka,"
" Tidak. Aku harus menyelidiki. Siapa mereka sebenarnya dan kenapa mereka tampak peduli dengan Clara. Jika aku diam saja. Maka aku bisa kehilangan Clara," ucap Bayu yang terus melihat ke arah Orang-orang yang bersama Clara.
Dia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan Tari. Dia memang tidak menyelidikinya. Karena merasa itu belum penting. Tetapi karena Tari semakin terlihat ikut campur. Dia akhirnya menyelidikinya.
********
Mobil Bayu berhenti di depan rumah mewah. Rumah yang tampak masih rapi tetapi terlihat jelas tidak berpenghuni sama sekali.
Rumah mewah yang di tinggalkan pemiliknya selama 7 tahun dan rumah siapa lagi kalau bukan Rumah Laskarta dan juga Cherry. Rumah itu memang tidak di tinggali siapa-siapa. Tidak saudara ataupun siapa dari keluarga Laskarta.
Tetapi rumah itu tetap terawat dan bersih. Karena memang ada yang membersihkan setiap hari dan setelah selesai membersihkan akan kembali pulang.
Bayu turun dari mobilnya dan kakinya langsung melangkah masuk dengan kepalanya yang berkeliling di sekitar dan juga keatas melihat luasnya rumah mewah itu.
Ini pertama kali bagi Bayu untuk mengunjungi tempat itu. Kaki Bayu yang panjang langsung menaiki anak tangga sedikit berlari. Dan tiba Bayu berdiri di depan pintu kamar.
Tangannya langsung memegang kenopi pintu dan langsung membuka pintu kamar itu dan melihat kedalam. Kamar yang masih tetap sangat rapi. Bayu menutup pintu kamar tersebut dan masuk mendekati kamar itu.
__ADS_1
Kamar milik Cherry. Kamar yang tidak pernah berubah sama sekali. Dingding dan ornamen lainnya yang di penuhi warna pink. Bahkan sampai langit-langit kamar yang tetap berwarna pink.
Ranjang yang layaknya seperti tempat tidur princess di dalam kartoon berbie dan yang lainnya tetap dengan warna pink.
Walau menikah dengan Verro dan sempat tinggal di rumah itu. Cherry memang tidak mengubah sedikitpun kamarnya. Lagi pula pernikahannya hanya beberapa hari saja dan mereka berpisah karena maut.
Bayu melangkahkan kakinya pada meja yang mencuri perhatiannya. Banyak tumpukan boucket yang sudah layu bahkan tidak layu lagi. Ada yang membusuk. Namanya juga 7 tahun pasti mana ada lagi yang namanya bunga.
Hanya pembungkusnya yang masih tetap indah. Karena pembersih rumah tetap memebersihkan tanpa membuang nya.
Bayu melihat salah satu kartu ucapan dari boucket tersebut.
..." Maafkan aku Cherry," bye Verro....
Tulisan itu membuat Bayu kaget. Sampai melototkan matanya. Dan melihat lagi tulisan-tulisan dari Boucket yang sama. Pengirimya tetap atas nama Verro.
" Apa itu Dokter itu," batin Bayu yang penasaran.
Bayu melanjutkan langkahnya menuju meja belajar yang masih rapi di sana. Bayu membuka-buka dan seperti menggelada dan mencari-cari sesuatu. Bayu menemukan album Foto dan langsung melihat membukanya.
Album Foto yang di mana Cherry masih kecil dan juga kebanyakan bersama Pria yang sama. Sampai akhirnya. Lembaran itu terbuka sampai pada foto-foto yang menjadi Remaja.
Memperlihatkan Foto cantiknya Cherry yang sangat ceria dan Bayu di kagetkan dengan banyaknya Foto Verro yang bersama Cherry dan juga beberapa orang yang belakangan ini ada di foto itu. Sasy dan Vandy terutamanya. Karena Bayu sering melihat mereka di rumah sakit.
" Jadi benar yang namanya Verro adalah Dokter itu. Apa hubungan mereka. Kenapa mereka tampak sedekat itu," batin Bayu semakin penasaran.
Bayu terus mencari-cari sesuatu lagi. Dia sangat penasaran dengan Verro. Batu berjongkok dan membuka lemari kecil yang berada di samping ranjang. Bayu juga menemukan album foto lagi.
Bayu langsung mengeluarkannya dan meletakkan di lantai tanpa menunggu lama Bayu langsung membukanya. Di halaman pertama Bayu di kagetkan dengan buku nikah.
Bayu langsung membukan buku nikah tersebut yang ternyata memperlihatkan foto Cherry dan Verro.
Tangan Bayu di lanjutkan dengan membuka lembaran album itu dan memperlihatkan foto pernikahan Veer dan Cherry dan juga ada beberapa foto teman-temannya Cherry. Hal itu membuat mata Bayi sampai ingin keluar.
" Jadi Pria itu adalah suaminya," lirih Bayu yang sekarang sudah bisa menyimpulkan. Bayu mengepal tangannya dengan kuat.
" Pantas saja. Mereka terlihat ada koneksi. Ternyata Pria itu adalah suaminya. Dugaan ku memang benar ada yang tidak beres. Aku tidak bisa membiarkan semua ini. Clara adalah milikku. Aku tidak akan membiarkan Clara kembali ke asalnya," batin Bayu.
__ADS_1
" Aku harus segera membawa Clara pergi. Sebelum ingatannya pulih. Semakin dia bertemu orang-orang di masa lalunya. Dia bisa kembali pulih dan aku tidak akan membiarkan itu. Clara yang sudah terlahir menjadi orang baru sejak 7 tahun lalu tanpa ada embel-embel dari Cherry," batinya yang mulai mencemaskan tentang Clara.
Bersambung.....