DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 270. Sarapan yang saling mengejek.


__ADS_3

Tidak ada yang bahagia dalam suatu hubungan intim ketika merasakan pasangan yang kita sentuh benar-benar seperti terpaksa dan melakukannya dengan kebencian dan Vandy bisa merasakan itu. Hanya gairah yang ada. Tetapi sakit hati juga di dapatkan apa yang terjadi beberapa jam lalu.


Dia berada di dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya menatapnya dirinya di cermin. Bukan wajahnya yang berada di cermin. Tetapi justru bayangan Azizi yang 17 tahun lalu yang menyerahkan dirinya padanya karena wanita yang menjadi istrinya itu. Jatuh cinta kepadanya.


Dia mengingat jelas-jelas. Bagiamana Azizi mengatakan cinta sehingga dia juga tidak bisa mengontrol dirinya dan akhirnya melakukan hubungan yang seharusnya tidak di lakukan itu.


Dan baru beberapa jam yang lalu. Di mana untuk ke-2 kalinya penyatuan itu terjadi. Sama dengan 7 tahun lalu di mana Azizi yang memulai. Tetapi jelas saat ini. Dia merasakan kebencian Azizi kepadanya dan layaknya melakukan hubungan itu tanpa perasaan. Jelas tidak sesuai dengan harapannya.


Vandy awalnya berpikir. Ketika dia akan menikah dengan Azizi, pelan-pelan dia akan mengembalikan semuanya menjadi normal. Tetapi tidak alih-alih ingin mendapat kesempatan ke-2. Malahan dia sakit hati di malam pertama mereka.


Walau awalnya Azizi sudah memperingatinya untuk tidak berharap banyak. Tetapi Vandy tetap merasa jika Azizi masih menyukainya dan masih memiliki cinta padanya. Tetapi nihil. Dia benar-benar sangat sakit dan mungkin apa yang di rasakannya tidak separah yang di rasakan Azizi.


Vandy menggoyang-goyangkan kepalanya di depan cermin dengan menyadarkan dirinya. Dengan mencuci wajahnya di wastafel dan kembali melihat wajahnya di cermin.


" Mungkin memang ini pelajaran yang sesungguhnya. Aku tidak tau sampai kapan semua ini akan berakhir. Kenapa. Kenapa harus sampai seperti ini," batinnya yang seolah berusaha menerima balasan apa yang di perbuatanya.


Tidak berapa lama. Vandy keluar dari kamar mandi yang sudah memakai kaos sebelumnya. Kamar yang tadinya tapi itu sedikit berantakan, karena pakaian Azizi masih berserakan di mana-mana.


Azizi yang tertupi selimut sampai sedadanya memiringkan tubuhnya yang pasti membelakangi Vandy.


Ternyata Azizi tidak tidur. Di balik ringkupan selimut itu. Dia malah menangis tanpa suara. Entah apa yang membuatnya menangis. Tetapi jelasnya dia begitu sedih dan beberapa kali menyeka air matanya.


Vandy tampaknya menyadari apa yang terjadi pada Azizi. Mungkin dari postur tubuh itu Vandy dapat mengetahui jika Azizi benar-benar sedang menangis. Tidak ingin mengganggu Azizi. Vandy memilih untuk keluar kamar yang mungkin juga ingin memenangkan dirinya.


Azizi menyadari langkah kaki itu yang ingin keluar. Azizi hanya menoleh sebentar ke arah pintu yang di tutup kembali.


" Mungkin memang ini yang terbaik," batin Azizi yang mengusap air matanya dengan tangannya.


Bukannya bahagia. Tetapi justru juga terluka. Vandy dan Azizi sama-sama terluka di malam pertama mereka. Memang mereka yang menginginkan itu terjadi dan terakhir hanya saling menyakiti diri sendiri.

__ADS_1


***********


Mentari pagi kembali tiba. Di penginapan yang mewah itu yang memang seperti rumah. Memang mereka ingin tinggal di tempat yang seperti rumah dari pada hotel biar rasa liburannya terasa dengan kebersamaan yang dekat.


Seperti sekarang ini mereka semua sudah berkumpul meja makan yang berada di taman belakang dengan pohon-pohon yang berbunga-bunga yang sangat indah dan bunga-bunga itu berjatuhan. Karena memang Jepang sedang mengalami musim gugur.


Mereka semua tanpa ketercuali duduk bersama-sama menikmati sarapan khas Jepang yang sudah di siapkan pelan yang memang melayani tamu-tamu istimewa itu.


" Ayo, ayo kita cepat sarapan. Supaya kita bisa jalan-jalan," sahut Sasy yang dengan semangatnya yang makan dengan sumpit.


" Sabar kali Sasy, baru juga jam berapa, mau jalan-jalan mulu," sahut Raquel yang duduk berhadapan dengannya.


" Benar kata Raquel, kamu sebaiknya perbanyak makan," tambah Toby yang berada di sampingnya.


" Ishhh, kamu ini kok malah belain Raquel sih, pacar kamu itu siapa aku apa dia," sahut Sasy kesal menunjuk Raquel dengan sumpitnya. Dan Raquel langsung sewot.


" Raquel Sasy, kalian ber-2 itu ngga ada berubahnya ya. Dulu waktu sekolah musuhan terus bertengkar sekarang sudah menjadi teman masih juga bertengkar setiap detik. Malah semakin parah," sahut Varell geleng-geleng.


" Itu karena dia tidak satu sicrel dengan ku," sahut Sasy, " kita ber-2 tidak sepaham. Makanya ribut mulu. Dia nggak mau ngalah," sahut Sasy mencari pembelaan.


" Eh, lo nya aja yang aneh, dan lebay," sahut Raquel yang tidak mau kalah.


" Lo, nya aja yang nggak masuk sama gue. Buktinya aku teman sama Cherry fine- fine aja. Nggak ada masalah tuh. Lo yang ke anehan," sahut Sasy. Cherry hanya geleng-geleng saja yang namanya di bawa-bawa.


" Sekali lagi nih ya kalian berdua berdebat di depanku. Awas aja, kesabaran ada batasnya," sahut Verro yang menahan kekesalan.


" Sayang, sudah lah, nggak usah ikut-ikutan," sahut Cherry memegang tangan suaminya yang tampaknya kesal dengan Sasy dan Raquel.


Tetapi Sasy tampaknya juga tidak peduli dan tetap saja saling julit dengan Raquel. Saling ejek. Memang usia yang pada tua. Kelakukan masih tetap nihil.

__ADS_1


" Selamat pagi semuanya," tiba-tiba terdengar suara sapaan yang membuat mereka kaget dan melihat ke arah suara itu yang ternyata terlihat Dokter Arif yang tampan dengan ke-2 tangannya yang penuh dengan paper bag.


" Dokter Arif," sahut Cherry yang kalau melihat Dokter nya itu langsung semangat. Dan pasti suaminya harus siaga. Jangan sampai istrinya kebablasan.


Atif tersenyum dan menghampiri mereka semua.


" Kakak kok bisa di sini?" tanya Vandy heran, " Bukannya kakak lagi ke Amerika," ucap Vandy lagi.


" Kakak baru kembali dan kakak ada keperluan di Jepang. Jadi kakak ketempat kalian, karena kata mama kalian menginap di sini," jawab Arif.


" Wauuuu, senang banget ada Dokter Arif di sini," sahut Sasy yang langsung melihat ke arah Raquel, malah mengedipkan mata pada Raquel dan Raquel malah melihat Sasy kesal dengan mengeratkan giginya.


" Hmmm, oh iya ini ada sedikit oleh-oleh dari Amerika," sahut Arif yang ternyata masih mengingat teman-teman adiknya itu.


" Ya ampun serius ada oleh-oleh Dokter Arif baik sekali," sahut Sasy tidak percaya yang langsung berdiri dan meraih semua apa yang di pegang Arif yang membuat yang lainnya geleng-geleng.


" Buat Raquel ada juga?" tanya Sasy.


" Ya semuanya ada," sahut Arif dengan santai.


" Si, Sasy benar-benar ya bikin malu terus," batin Raquel yang kesal dengan Sasy semakin bertingkah yang membuatnya malu.


" Ayo kak Arif duduk, kita sarapan bersama," sahut Varell.


" Oh, iya, saya memang belum sarapan sama sekali," sahut Arif yang langsung mengambil tempat duduk untuk sarapan bersama dan yang lainnya, para cewek-cewek heboh melihat-lihat oleh-oleh dari Arif seperti anak kecil saja.


Hanya Azizi yang tidak bergabung yang mungkin pikirannya sedang tidak tenang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2