DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Eps 233Jujur dengan hubungan.


__ADS_3

" Kamu kenapa pulangnya lama sekali, dan tiba-tiba sudah ada di sini," ucap Sasy dengan manjanya memeluk Toby dengan penuh kerinduan.


" Aku juga mendesak pulangnya, jadi tidak sempat memberi tahumu," ucap Toby yang memeluk Sasy juga erat. Yang juga merindukan Sasy yang sudah 3 Minggu di tinggalkannya.


" Hmmm, tapi tetap saja, kamu sangat lama pulangnya. Aku sudah sangat merindukanmu," ucap Sasy dengan suara manjanya. Toby tersenyum mengusap-usap pundak Sasy dengan memeluknya erat.


" Sasy, kenapa mereka melihat kita, seperti kaget seperti itu?" tanya Toby yang memperhatikan wajah teman-temannya yang penuh keheranan teman-temannya itu terhadap dirinya dan juga Saay.


" Siapa?" tanya Sasy yang masih tidak sadar dan masih memeluk dengan erat.


" Mereka, yang makan bersama kamu," sahut Toby. Sasy membulatkan matanya dengan lebar yang baru sadar jika dia ada di sana bersama yang lainnya.


" Mampus," desis Sasy yang kelimpungan yang membuat Toby heran.


Dan dengan perlahan Sasy melepas pelukannya dari Toby dan menghadap teman-temannya yang sekarang menatapnya dengan penuh pertanyaan dan rasa penasaran pada Sasy dan Toby.


Sementara Sasy wajah itu sudah memerah. Dia spontan berlari mengejar Toby dan memeluknya tanpa menyadari teman-temannya belum mengetahui hubungan itu. Sasy melihat ke arah Toby.


" Kenapa? kamu tidak memberi tahu mereka?" tanya Toby. Sasy menggelengkan kepalanya dengan pelan.


" Kalian kok berdiri di situ. Tidak ada rencana mau kemari?" tanya Verro dengan menaikkan 1 alisnya.


" Hmmm, ada pasti, ada, ada, kok," sahut Sasy gugup dan langsung melangkah berjalan mendekati teman-temannya itu dengan napas yang terus di buang kedepan.


" Ya ampun apa yang harus aku jawab jika mereka menanyakan masalah Toby dan aku," batin Sasy yang panik.


" Hmm, kalian tidak senang dengan kedatangan Toby, kenapa tidak memeluknya?" tanya Sasy gugup mencoba mengalihkan suasana.


" Biasanya juga tidak pernah kami memeluknya dan kami baru melihat kamu yang melakukan hal itu. Tidak seperti biasanya," sahut Vandy dengan tatapan penuh curiga dengan menatap Vandy dengan matanya yang mengandung arti mencurigai hal yang besar.


" Hmmm, oh, iya memang aku berlebihan," sahut Sasy yang kegugupan.


" Kenapa berlebihan," sahut Toby heran.


" Shuttt, diam lah Toby," desis Sasy.


" Kenapa?" tanya Toby, " bukannya mereka sudah waktunya tau," ucap Toby lagi. Saay sudah semakin pening.

__ADS_1


" Ehem, sudah ngaku saja, kalian punya hubungan?" tanya Vandy seperti mengintimidasi Sasy dan juga Toby.


" Benar, jangan main rahasia, rahasian, jadi mengakulah," sambung Verro.


Sasy terlihat menunduk dan menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan ke depan dengan berusaha untuk tenang


" Ya kami memang punya hubungan. Selain menjadi teman. Kami sudah berpacaran," jelas Toby jujur apa adanya dan Sasy pun pasrah mendengarnya. Mau gimana lagi tidak mungkin juga di rahasiakan lagi. Hubungan mereka.


Cherry dan Verro saling melihat dengan tersenyum mendengar kabar bahagia itu. sementara Vandy masih tidak percaya. Jika Sasy dan Toby bisa pacaran.


" Serius kalian pacaran?" tanya Cherry. Sasy mengangguk.


" Pantesan aja, kelihatan kalian sangat berbeda," sahut Vandy. Sasy diam dan hanya malu-malu yang pasrah jika akan di goda teman-temannya.


" Sudahlah, jangan berdiri saja, ayo bergabung," ajak Cherry. Vandy dan Sasy mengangguk dan bergabung untuk makan bersama.


" Azizi kamu tau hal ini?" tanya Verro.


" Tidak! aku tidak tau. Aku hanya menerka-nerka saja. Karena Sasy juga tidak mengatakan apa-apa kepadaku, tetapi aku memang melihat jika mereka dekat tidak seperti biasanya," sahut Azizi menjawab apa adanya.


" Lalu sejak kapan kalian pacaran?" tanya Cherry yang kepo.


" Begitu rupanya, aku ikut senang mendengarnya. Apa yang aku katakan dulu benar. Suatu saat kalian akan saling mencintai dan menjalin hubungan," sahut Cherry tersenyum bahagia.


" Hmmm, iya kamu benar," sahut Sasy masih malu.


" Memang tidak ada yang tau rasa itu berasal dari mana. Dari pertemanan benci dan lainnya, selamat ya sekali lagi," sahut Sasy dengan tersenyum bahagia.


" Iya," sahut Toby.


" Hmm, katanya tadi nggak punya pacar," sahut Vandy sengaja membuat kegaduhan.


" Apaan nih si Vandy, cari gara-gara aja," batin Sasy mulai kesal dengan Vandy.


" Kamu bilang begitu?" tanya Toby menatap Sasy horor.


" Hmmm, tidak, tidak, aku tidak bilang begitu," sahut Sasy mengelak.

__ADS_1


" Banyak kali saksinya," sahut Vandy.


" Diam nggak Vandy," kesal Sasy.


" Hmmm, mungkin ini kali yang di katakan Sasy makan malam sebuah perayaan yang mengatakan hubungannya dengan Toby," sahut Cherry.


" Iya mungkin saja, pakai ngasih kode segala," sahut Verro.


" Tidak, aku tidak mengatakan aku. Aku hanya mengatakan Vandy dan Azizi yang akan menikah," sahut Sasy dengan cepat. Membuat semuanya kembali kaget.


Uhuk-uhuk-uhuk. Azizi yang minum harus tersedak dengan ucapan Sasy yang selalu saja sembarangan, keceplosan dengan suka-suka.


" Kalian mau menikah?" tanya Toby dengan wajahnya yang kaget melihat ke arah Vandy dan Azizi. Verro dan Cherry juga kaget. Entah sudah berapa kali makan malam itu di penuhi dengan terkejut.


" Benar, kalian akan menikah?" tanya Cherry yang juga memastikan.


" Hmmm, sebenarnya," sahut Vandy yang gugup dan melihat ke arah Azizi. Seakan menanyakan apa waktunya memberi kabar itu atau tidak.


" Di jawab kali Vandy, bikin penasaran aja," sahut Verro heran.


" Kita lanjutkan saja makannya," sahut Azizi yang tampak belum siap menyampaikan berita pernikahan itu.


" Kenapa tidak di jawab saja dulu," sahut Toby.


" Toby, sudahlah, kamu makan saja, kamu pasti lapar," sahut Sasy yang mencoba mengalihkan.


Memang mulutnya keceplosan dan baru menyadari jika apa yang di katakannya menjadi kecanggungan untuk Vandy dan Azizi yang mungkin masih membutuhkan waktu untuk kabar baik itu.


" Hmmm, ya sudah, mari kita lanjutkan makannya," sahut Verro yang juga tidak ingin melanjutkan membahas masalah itu. Walau mereka juga penasaran.


Tetapi pasti ada alasan untuk tidak memberitahukan kabar baik itu dulu dan pasti Vandy tidak mungkin tidak memberitahu teman-temannya jika akan menikah dengan Azizi.


" Mulutnya si Sasy benar-benar," geram Vandy kesal melihat ke arah Sasy dan Sasy tersenyum dengan merasa bersalah.


" Kenapa juga Sasy harus membahas masalah itu," batin Azizi.


" Kayaknya memang Vandy dan Azizi ada hubungan. Jika tidak mana mungkin mereka berbarengan tadi. Dan bukannya dulu juga mereka dekat saat SMA," batin Cherry yang juga bertanya-tanya di dalam hatinya.

__ADS_1


" Vandy, dan Azizi memang pasti ada hubungan," batin Verro yang juga menerka-nerka.


" Kayaknya Sasy tau banyak dengan hubungan Vandy dan Azizi," batin Toby yang penasaran dengan rahasia hubungan Vandy dan Azizi.


__ADS_2