DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 261 Rencana bulan madu.


__ADS_3

Mentari pagi kembali tiba Verro terlihat sedang sibuk di dapur yang sepertinya sedang memasak mungkin untuk sarapan bersama dengan istrinya yang kali ini giliran Verro yang memasakkan sang istri sarapan.


Verro juga terlihat sudah mandi dan sudah bersih-bersih dengan mengaduk sayur sup yang aromanya begitu nikmat. Aroma yang menggugah selera itu membuat Cherry langsung menuju dapur.


Dari kejauhan Cherry yang tampaknya juga sudah rapi. Sebelum turun kebawah Felly memang mandi dulu, dia juga terlihat keramas di pagi yang cerah ini.


Senyum manis terukir di wajah Felly ketika melihat sang suami yang tampan saat memasak. Cherry langsung mendekati Verro dan memeluknya dari belakang. Verro mendengus tersenyum saat mengetahui sang istri sudah menempel di belakangnya.


" Kamu sudah bangun?" tanya Verro memegang lengan istrinya yang memeluknya. Cherry mengangguk.


" Kamu masak apa?" tanya Cherry yang terus memeluk erat.


" Masak sup," jawab Verro. Cherry melepas pelukan itu dan melihat masakan suami. Cherry mengipas-ngipas hidungnya menghirup dalam-dalam masakan itu.


" Hmm, ini pasti nikmat sekali," ucap Cherry yang tidak sabaran untuk menikmatinya.


" Kamu mau mencobanya?" tanya Verro Cherry mengangguk. Verro menghadap sang istri. Lalu dengan mengangkat sang istri duduk di dekat pemasakan membuat Cherry kaget. Ketika dia sudah duduk.


" Aku akan mengambilkannya untukmu," ucap Verro.


Cherry mengangguk dan Verro pun mengambil sendok kecil lalu mengambil sedikit kuah sup berdiri di hadapan sang istri dan meniup sup tersebut. Verro membungkuk am tubuhnya sedikit. Lalu mendekatkan wajahnya pada istrinya dan menyodorkan sendok.


" Cobalah," ucap Verro dengan. Cherry mengangguk dan ingin mencicipi sup buatan suaminya. Tetapi saat bibirnya sudah sampai hampir sampai kesendok itu dengan jahilnya Verro menjauhkan sendok itu dan malah lebih memajukan wajahnya dan akhirnya Cherry malah mencium bibir Verro.


Cherry yang telah di kerjai suaminya menatap dengan geram.


" Morning kiss," ucap Verro tampak merasa berdosa.


" Kamu jurang," sahut Cherry kesal. Verro hanya mendengus mendengar ucapan sang istri yang tampak begitu kesal.


" Aku minta maaf, ayo ini cicip lah," ucap Verro kembali menyodorkan Cherry sup tersebut.


" Apa aku harus mempercayaimu kali ini?" tanya Cherry tidak mau tertipu lagi.

__ADS_1


" Kamu harus mempercayaiku. Karena aku adalah suamimu. Jadi kamu istri harus mempercayai suaminya," ucap Verro. Cherry pun membuka mulutnya, Verro kembali mendengus dan akhirnya memberikan istrinya apa yang ingin di makan sang istri tadi.


" Apa enak?" tanya Verro


" Sangat enak," jawab Cherry dengan mengajukan jempolnya. Verro tersenyum mendengarnya.


" Kalau begitu ayo kita sarapan bersama," sahut Verro. Cherry mengangguk dan langsung menjulurkan ke-2 tangannya yang ingin di gendong oleh suaminya kembali. Verro tersenyum dan tidak masalah untuk menggendong sang istri. Dia menurunkan sang istri dengan menggendong ala bridal style dan Cherry mengalungkan tangannya lalu mencium pipi Verro.


Cherry melakukannya bukan hanya sekali. Dia bahkan mencium lagi, lagi dan lagi sampai Verro harus geleng-geleng dengan tingkah Cherry yang ada-ada saja. Verro pun mendudukkan sang istri di kursi meja makan.


" Sebentar aku akan menyiapkan sarapan kamu," ucap Verro. Cherry mengangguk dan Verro langsung membuatkan sarapan sang istri. Setelah menyiapkan Verro langsung duduk di samping sang istri.


" Ayo makan," ucap Verro. Cherry mengangguk dan akhirnya memakannya yang pasti memakai nasi yang juga di siapkan oleh Verro.


" Apa enak?" tanya Verro lagi. Cherry mengangguk.


" Hmmm, sayang kamu hari ini mau ikut Kerumah sakit?" tanya Verro.


" Kalau tidak Kerumah sakit mau kemana lagi?" tanya Cherry.


" Boleh, memang mau kemana?" tanya Cherry heran.


" Ada deh, yang penting ini kejutan untuk kamu," ucap Verro.


" Kok, jadi main rahasia-rahasiaan. Nggak langsung kasih tau aja?" sahut Cherry tampak penasaran.


" Kalau di kasih tau namanya bukan kejutan," sahut Verro mengusap pucuk kepala sang istri.


" Kamu ini bikin penasaran aja," sahut Cherry.


" Nanti juga kamu tau," sahut Verro.


" Ya sudah deh, terserah kamu aja," sahut Cherry.

__ADS_1


" Ya sudah kamu makan lagi," ucap Verro. Cherry mengangguk dan akhirnya mereka menikmati makanan mereka bersama-sama lagi.


**********


Sarapan juga terjadi di rumah Vandy di mana pengantin baru itu sudah pulang kerumah dan menikmati sarapan pertama Azizi dan Iqbal di rumah keluarga Vandy.


Seperti biasa. Lina akan sangat repot menyuruh Iqbal untuk makan. Dia memang sangat menyayangi cucunya itu dan bahkan Lina lebih posesif di bandingkan Azizi. Hanya saja seperti biasa Azizi yang merasa tidak enak dengan baiknya Lina kepada Iqbal.


" Tante, Tante jangan repot-repot. Iqbal bisa kok makan sendiri," sahut Azizi merasa tidak enak.


" Azizi, kamu ini bicara apa. Apa kamu lupa sudah menikah dengan Vandy. Lalu kenapa harus memanggil Tante. Panggil mama," sahut Lina melihat Azizi dengan serius. Vandy yang sambil makan tersenyum kecil mendengarnya.


" Azizi kamu sudah menjadi menantu kami. Dan memang sewajarnya kamu memanggil dengan sebutan mama dan papa, sama dengan Vandy. Kalau Vandy anak kami kamu juga bukan hanya menjadi menantu. Tetapi juga menjadi seorang anak," sahut papa Vandy lagi.


Azizi terdiam mendengarnya. Lagi-lagi keluarga itu sangat baik kepadanya yang benar-benar mengangkat derajatnya.


" Kenapa diam sayang, apa kamu tidak mau memanggil kami dengan sebutan mama dan papa," sahut Lina.


" Hmmm, bukan begitu, iya Azizi memang harus memanggil mama dan papa," sahut Azizi yang memanggil 2 orang tua itu dengan sebutan mama dan papa.


Semua orang yang di meja makan itu tersenyum mendengarkan panggilan dari Azizi.


" Hmmm, begitu dong, dan kamu jangan merasa tidak enak dengan kamu terhadap Iqbal. Karena Iqbal itu cucu kami. Jadi dia juga tanggung jawab kami. Apa lagi kamu baru menikah dengan Vandy. Jadi kalian berdua sedang menikmati masa-masa ber-2, jadi Iqbal biar menjadi urusan kami," sahut Lina menjelaskan. Azizi tampak gugup dan canggung mendengarnya.


" Apa lagi sekarang kalian akan pergi beberapa hari jadi Iqbal kami yang akan menjaga," ucap Lina membuat Azizi dan Vandy bingung dengan kata-kata sang mama.


" Pergi. Maksud mama?" tanya Vandy heran.


" Hmmm, Vandy papa sudah menyiapkan tiket bulan madu ke Jepang untuk kalian berdua. Jadi kalian berdua bisa bulan madu dan Iqbal serahkan kepada kami," sahut sang papa menambahi membuat Azizi dan Vandy mendengarnya.


" Tapi pa, apa itu tidak mendadak," sahut Vandy yang tampaknya tau jika Azizi pasti tidak menyetujui hal itu.


" Tidak ada yang mendadak Vandy. Justru ini moment tepat. Sebelum kamu masuk bekerja. Jadi kamu dan istri kamu bisa berbulan madu duku," ucap sang papa menegaskan.

__ADS_1


Azizi dan Vandy saling melihat, seakan pasangan pengantin baru itu sangat enggan untuk mengarah rencana bulan madu itu. Padahal tujuan mereka menikah untuk hal itu.


Bersambung


__ADS_2