
Acara pernikahan berlanjut dengan resepsi pastinya ada pesta yang berlangsung di atas kapal sampai malam hari. Suasana malam semakin indah dengan tambahan langit yang gelap dengan bulan yang menerangi bumi dan bintang-bintang yang idah di atas sana.
Selain itu banyak lilin yang terpasang cantik yang menambah ke indahan tempat tersebut. Memang pernikahan yang sangat di impikan Cherry dan Verro dapat mewujudkannya.
Semua biaya pernikahan mewah itu. Verro yang biayai semua pernikahan itu dari alat nikah dan resepsi tersebut.
Verro masih punya sisa uang penjualan mobil. Dia memang sangat royal untuk impian pernikahan Cherry. Memang Cherry memimpikan pernikahan yang seperti itu. Hal itu sering di dengar Verro sewaktu Cherry kecil dan dia mewujudkan hal itu demi Cherry.
Teman-teman Verro dan Cherry sedang menikmati makan malam yang sudah di siapkan. Mereka turut bahagia yang pasti menutupi kesedihan mereka demi Cherry.
Malam hari baju pengantin Cherry pun sudah berganti. Cherry sudah memakai gaun pengantin yang indah berwarna biru muda tanpa lengan sehingga menunjukkan pundaknya yang putih mulus.
Dengan rambutnya di tata kesamping. Cherry juga memakai mahkota kecil yang menambah kecantikan di atas kepalanya.
Suara lantunan musik yang selow sedang mengiri Verro dan Cherry yang berdansa. Ke-2 tangan Cherry di kalungkan di leher Verro dan kedua tangan Verro berada di pinggang kecil Cherry.
Mereka berdansa dengan alunan musik yang indah dengan mata mereka yang saling menatap penuh cinta dan wajah mereka yang penuh kebahagian.
Pandangan mata teman-temannya hanya fokus melihat Cherry dan Verro mereka sambil makan hanya melihat keromantisan pasangan pengantin baru itu.
" Mereka terlihat bahagia," ucap Raquel yang tidak lepas memandang pasangan yang berdansa itu.
" Kamu benar, Verro dan Cherry sama-sama bahagia," sahut Aldo.
" Aku jadi kepikiran sama Verro. Bagaimana nasibnya jika Cherry sudah tidak ada lagi," sahut Sasy.
" Iya sedangkan Cherry berangkat Ke Jerman saja dan dia tidak ikut. Dia sudah sangat kehilangan. Aku takut Verro tidak siap dengan semua ini," sahut Vandy yang menjadi kepikiran tentang sahabatnya.
" Kita doakan saja yang terbaik. Semoga Verro di beri kekuatan," sahut Varell.
" Memang tidak ada kemungkinan ya untuk Cherry sembuh?" tanya Nadya.
" Kakak ku bilang hanya 20 % setelah operasi," sahut Vandy membuat mereka menjadi sedih.
" Itu berarti kemungkinannya sangat tipis," sahut Raquel.
" Kamu benar, kemungkinannya sangat tipis," ucap Raquel yang bergetar mendengar kemungkinan atas kesembuhan Cherry.
" Hanya keajaiban yang bisa mengubah semuanya," sahut Sasy yang pasrah.
" Dan semoga ke ajaiban itu ada," sahut Varell.
" Amin," sahut mereka serentak.
Lain dengan mereka yang penuh harapan. Sementara Toby mengabadikan moment dengan beberapa kali mengambil foto. Untuk kenang-kenangan di hari pernikahan sahabatnya.
Sementara Laskarta hanya berdiri tersenyum penuh kebahagian melihat putrinya yang sangat bahagia.
" Aku berharap kalian akan tetap bersama," batin Laskarta dengan senyumnya yang penuh harapan. Walau harapan itu tidak ada dan benar kata Sasy hanya keajaiban yang bisa memberi harapan itu.
__ADS_1
Laskarta pun meninggalkan tempat pesta itu. Karena di sana banyak anak-anak muda. Sementara dia sudah tua dan tidak cocok di tepat itu.
Dia memilih masuk kedalam kapal setelah puas melihat kebahagian putrinya. Laskarta membiarkan anak-anak remaja itu menikmati pesta itu.
Verro dan Cherry terus berdansa tanpa melepas pandangan mereka. Pandangan mata yang penuh dengan cinta.
Mereka yang sama-sama sangat bahagia dengan pernikahan mereka dan kelancaran acara yang di berikan. Tiba-tiba ledakan kembang api meledak indah di atas sana membuat mata Cherry menatap kelangit dengan takjub dengan kembang api yang indah itu.
" Kamu bahagia?" tanya Verro dengan suara lembutnya yang melihat Cherry terus melihat ke udara.
" Iya aku bahagia. Semuanya sangat inda. Terima kasih sudah memberikan semua ini kepadaku. Terima kasih sudah menjadikan ku istri," jawab Cherry dengan rasa keharuannya yang sudah menatap mata indah Verro.
" Aku yang berterima kasih. Karena kamu mau menikah denganku," sahut Verro mengusap pipi Cherry lembut.
" Aku mencintaimu Verro," ucap Cherry dengan matanya berkaca-kaca mengungkap isi hatinya.
" Aku juga mencintaimu sangat mencintaimu," sahut Verro.
Verro menarik pinggang Cherry agar lebih dekat dengannya. Verro langsung mencium kening Cherry dengan lembut.
" Tetap lah bersamaku, mari bahagia bersama-sama," ucap Verro melepas kecupan di kening itu dan menatap mata Cherry dengan dalam-dalam.
" Aku akan bersamamu," sahut Cherry yang berbicara sangat dekat dengan Verry sampai napas mereka saling menerpa wajah masing-masing.
" Aku sangat mencintaimu," ucap Verro lagi mencium pipi Cherry.
" Aku benar-benar mencintaimu," ucap Verro kembali mencium pipi Cherry yang sebelahnya.
Tidak lama Verro melepas ciuman itu dan tersenyum kepada Cherry. Cherry membuka matanya perlahan juga tersenyum kepada Verro. Dan mengusap bibir Cherry dengan jarinya.
" Aku mau tidur, boleh kita masuk," ucap Cherry yang sudah merasa sangat lelah. Cherry mengangguk Cepat.
" Kita akan istirahat," ucap Verro mengusap lembut pipi Cherry dan langsung menggendong Cherry ala bridal style memasuki kamar kedalam kamar pengantin mereka.
Cherry yang berada di gendongan suaminya dengan tangannya yang mengalung di leher Verro tidak lepasnya tersenyum dan menatap wajah Verro terus menerus. Cherry mengangkat sedikit kepalanya dan mencium pipi Verro.
" I love you," ucap Cherry
" I love you to," jawab Verro.
***********
Verro dan Cherry sampai kekamar mereka. Kamar pengantin itu tidak kalah indahnya. Bahkan kau lebih indah. Kamar pengantin yang di penuhi mawar pink.
Mata Cherry berbinar melihat indahnya kamar itu. Sehingga dia melihat ke arah Verro. Verro mengangguk dan dengan perlahan menurunkan Cherry dari gendongan.
" Ini sangat indah," ucap Cherry takjub dengan melihat kamar tersebut.
Tempat tidur yang merapat ke dinding kaca yang langsung bisa melihat lautan. Di atas tempat tidur yang berseprai putih banyak tangki-tangki mawar pink yang berserakan di lantai maupun tempat tidur.
__ADS_1
Untuk bagia atapnya sendiri benar-benar transparan yang diberi atap kaca yang bisa langsung melihat langit indah di atas sana. Sangking bahagianya Cherry yang menutup mulutnya langsung memeluk Verro dengan erat .
" Terima kasih untuk semuanya," ucap Cherry dengan penuh kebahagiaan.
" Sama-sama," jawab Verro memeluk erat. Cherry melepas pelukannya dan melihat ke arah Verro.
" Boleh aku minta sesuatu?" tanya Cherry menatap dalam Verro.
" Katakan apa, aku akan menurutinya," jawab Verro tanpa menolak. Memegang pipi Cherry sembari mengusapnya lembut.
" Aku sangat menyukai mawar pink. Aku ingin selalu menghirup aromanya. Verro saat aku sudah kembali ke tempatku. Aku ingin kamu menanam mawar di atas pusaran makamku," ucap Cherry tiba-tiba yang kembali melantur dengan matanya yang bergenang.
" Agar aku bisa terus mendapatkan mawar darimu, aku ingin meski aku sudah mati. Tetapi aku bisa mendapat mawar dari mu. Dari pada repot-repot sering mengunjungi ku. Kamu cukup menanamnya dan aku pasti bahagia," lanjut Cherry.
" Tidak Cherry kamu jangan bicara kematian. Kamu tidak akan kemana-mana. Aku akan tetap ada bersamamu, dan aku akan terus membelikanmu mawar," ucap Verro yang tidak ingin Cherry membicarakan hal kematian yang sangat menakutkan itu.
" Kamu benar Verro aku akan tetap ada di sisimu. Aku akan tetap ada di sini," ucap Cherry meletakkan telapak tangannya di dada Verro.
" Dan juga di sana," tunjuk Cherry pada bintang.
" Cherry," lirih Verry
" Verro, aku sangat mencintaimu. Aku sangat bersyukur bisa menghabiskan banyak waktu bersamamu. Aku bahagia karena Tuhan tadi memberiku kesempatan untuk menikah dan melancarkan acaranya. Aku bahagia karena sekarang aku sudah menjadi istrimu," ucap Cherry.
" Aku juga bahagia," sahut Verro.
" Aku minta maaf Verro," ucap Cherry tiba-tiba.
" Minta maaf soal apa?" tanya Verro.
" Aku minta maaf aku tidak bisa menjadi istri yang sempurna yang seperti kamu inginkan yang menemanimu dengan wujudnya yang mendukungmu dengan perkataan ku,"
" Aku tidak bisa melakukannya. Karena Kondisiku yang tidak memungkinkan. Aku ingin melakukan banyak hal lagi bersamamu. Tapi aku sadar itu tidak mungkin. Maaf Verro kamu harus terjebak dengan cinta ku," ucap Cherry yang benar-benar akan merasa pergi dari dunia.
" Jangan bicara lagi. Bagiku kamu istri yang sempurna. Aku tidak membutuhkan apapun dari kamu. Aku tidak butuh Cherry. Dan kamu tidak perlu melakukan apapun untukku. Karena aku. Aku yang punya kewajiban melakukan semua untukmu," ucap Verro dengan air matanya yang jatuh.
" Cherry jika kamu banyak permintaan. Dan aku menurutinya. Maka aku minta 1 permintaan kepadamu. Tolong selama kita bersama. Jangan membicarakan kematian. Izinkan aku Cherry bahagia bersama mu. Agar aku tidak akan menyesal seumur hidupku, aku mohon Cherry sekali ini saja kabulkan permintaanku," ucap Verro dengan suaranya yang serak.
" Kamu bisa kan melakukannya?" tanya Verro dengan tatapan yang penuh harapan. Cherry mengusap air mata Verro.
" Baik aku akan melakukannya. Tetapi kamu harus janji jangan menangis," jawab Cherry. Verro menganggukkan matanya dan langsung meraih Cherry kedalam pelukannya.
Hanya 6 hari lagi waktu Verro untuk bersama Cherry. Karena Cherry akan melakukan operasi di Jerman dan hal itu sangat disesalkan Verro karena tidak bisa menemani Cherry saat menjalan operasi yang menakutkan itu.
Verro yang tidak ingin menyesal seumur hidupnya hanya akan menuruti apapun kemauan Cherry. Dia akan benar-benar menghabiskan hari-harinya bersama Cherry.
Verro bahkan tidak peduli dengan apapun yang dia pedulikan hanya Cherry, Cherry dan Cherry. Wanita yang sangat di cintainya dan Verro benar-benar berterima kasih Kepada Laskarta. Karena sudah memberinya kesempatan untuk menikahi Cherry.
Meski Laskarta sudah tau semua rencana dari papa Verro. Karena Verro pun akhirnya jujur dengan hal itu. Dia ingin menikahi Cherry tanpa ada ya g di tutup-tutupi lagi. Dan Laskarta menerima semua itu. Karena itu bukan kesalahan Verro.
__ADS_1
Bersambung