DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 309 berita panas.


__ADS_3

Sasy keluar dari mobilnya dengan buru-buru bahkan berlari-lari memasuki rumah sakit.


" Raquel!" panggil Sasy yang berteriak memanggil temannya. " sus lihat Raquel!" setiap siapa yang lewat selalu di tanyanya untuk keberadaan temannya yang sepertinya Sasy panik. Sampai akhirnya tiba Sasy menemui Raquel.


" Raquel!" panggil Sasy dengan teriakan membuat Raquel menghentikan langkahnya dan melihat Sasy temannya berlari menghampirinya.


" Ada apa Sasy?" tanya Raquel panik.


" Kamu udah lihat social media belum?" tanya Sasy yang kelihatan panik dan membuat Raquel heran dengan kata-kata Sasy.


" Memang ada berita ada apa?" tanya Raquel yang kebingungan dan malah ikutan panik.


" Aldo," ucapnya.


" Aldo, kenapa dengan Aldo?" tanyanya dengan kebingungan, namun penasaran dengan kata-kata temannya yang membawa nama Aldo. Sasy mengeluarkan ponselnya dan dengan tangan bergetar langsung menunjukkan pada temannya sebuah Vidio.


" Kamu lihat sendiri," ucap Sasy. Raquel pun melihat apa yang di tunjukkan temannya dan langsung membuatnya kaget. Matanya terbuka lebar dengan tangannya yang menutup mulutnya ketika melihat rekaman Vidio dari handphone temannya yang mana menunjukkan Aldo yang melakukan hubungan yang tidak pantas dengan Tari.


Meski sudah menjadi mantan tetapi melihat hal itu membuat air mata Raquel menetas tidak tau apa yang di rasakannya.


" Apa ini. Ini tidak mungkin," ucap Raquel yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Sasy mematikan ponselnya dengan menyibakkan rambutnya kebelakang yang ikut panik dengan berita heboh di pagi hari.


" Aku juga tidak mengerti Raquel apa semua ini. Tapi aku ini ada hubungannya dengan apa yang kita dengar kemarin. Kamu ingatkan kalau Tari sempat memberikan ancaman ini pada Aldo," ucap Sasy. Raquel yang begitu schock mengangguk yang terlihat mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya.


" Raquel, Sasy!" panggil Vandy tiba-tiba.


" Vandy," sahut mereka serentak.


" Imut denganku!" ajak Vandy. Raquel dan Sasy mengangguk dan mengikut saja kemana Vandy membawa mereka berdua yang ternyata memasuki ruangannya dan Vandy langsung menghidupkan televisi.


" Pemirsa pengacara terkenal Aldo Kendra Hafsari terkena skandal Vidio syur yang di duga bersama kekasihnya, belum jelas kasus ini. Polisi sedang melakukan penyelidikan tersebar luasnya kasus ini.


Sementara terjadi ke ricuhan di depan kantor pengacara besar milik Pengacara Aldo Kendra Hafsari di mana orang-orang melakukan keributan dan tidak terimanya dengan perbuatan sang pengacara yang mencoreng nama pengacara.


Bagaimana kasusnya setelah ini. Apa yang akan terjadi setelah ini. Sementara untuk tuan Aldo nya sendiri belum dapat di temui. Bahkan beberapa rekan kami menyambangi rumah beliau. Tetapi rumah itu kosong. Benarkah reputasi yang di bangun tuan Aldo akan hancur dalam hitungan detik. Tetap bersama saya. Saya akan memberikan informasi lebih jelasnya nanti. Terima kasih," tutur kata pembawa berita dengan lengkap bicara.

__ADS_1


" Ya Allah, bagaimana ini apa yang terjadi sebenarnya sama Aldo," ucap Sasy yang terlihat panik beberapa kali menyibak rambutnya kebelakang, sementara Raquel juga kelihatan bingung dia juga beberapa kali menggigit ujung kukunya. Meski membenci Pria itu. Tetapi jiwa kemanusiaan tetap masih ada.


" Aku sudah hubungan Aldo, dari tadi. Tapi tidak di angkat," ucap Vandy panik.


" Gila, ini pasti perbuatan Tari. Kenapa sih masalah ada-ada terus," ucap Sasy yang tampak Frustasi.


" Bagaimana kalau kita kerumahnya?" sahut Sasy.


" Wartawan pasti banyak di sana dan yang adanya. Mereka akan menguber-nguber kita," ucap Vandy.


" Kita Kerumah mama Aldo saja. Tante Sofia yang ada di Bogor. Mungkin saja Aldo ada di sana," sahut Raquel yang memang tau dengan detail keluarga Aldo.


" Ya sudah itu, sepertinya rencana bagus," jawab Sasy.


" Ya sudah ayo jangan buang waktu," sahut Vandy dan dengan buru-buru merekapun akhirnya pergi. Karena mereka memang sangat mengkhawatirkan temannya itu.


************


Berita heboh itu ternyata sampai ke telinga Cherry. Cherry juga yang berada di dalam kamar melihat berita di televisi dan Cherry juga schok mendengarnya. Kalau di katakan percaya pasti tidak percaya. Karena dia sangat mengenal Aldo.


" Aku harus menemui Aldo, aku harus tau apa yang terjadi sebenarnya," ucap Cherry dengan buru-buru mengambil tasnya memasukkan ponselnya kedalam tasnya dan langsung keluar dari kamarnya.


" Mau kemana kamu Cherry?" tanya Verro. Cherry langsung melepas tangannya.


" Bukan urusan kamu," jawab Cherry ketus.


" Aku suamimu. Aku berhak tau kamu mau kemana," ucap Verro menegaskan.


" Kamu sudah gagal jadi suami sejak tadi malam. Jadi berhenti mengurusiku," tegas Cherry yang kembali pergi namun Verro tetap menahannya.


" Cherry, dengarkan aku," sahut Verro.


" Cukup Verro! aku mau menemui Aldo puas kamu," bentak Cherry melepas tangannya dari Verro.


" Kamu sama siapa?" tanya Verro.

__ADS_1


" Aku sama Nadya, apa lagi yang ingin kamu tanyakan," ucap Cherry kesal.


" Nadya tidak bisa menyetir. Dan kamu tidak boleh menyetir. Aku akan mengantarmu. Aku juga ingin menemui Aldo," ucap Verro menegaskan.


" Aku tidak mau aku bisa sendiri," sahut Cherry yang langsung menolak.


" Jangan keras kepala Cherry, kamu sedang hamil. Ini bahaya untuk kamu," ucap Verro.


" Aku tidak bahaya. Tetapi wanita itu mungkin jauh lebih bahaya. Jika kamu tidak ada di sana," sahut Cherry mengungkit dan Verro menarik napasnya panjang dan membuangannya perlahan.


" Ayo kita pergi bersama," sahut Verro yang langsung menarik tangan Cherry.


" Aku tidak mau Verro, lepas Verro! lepas!" Cherry memberontak. Tetapi Verro tidak mempedulikannya dan tetap membawa Cherry masuk kedalam mobil. Memasangkan Cherry sabuk pengaman dan Cherry mau tidak mau haru mengikuti.


**************


Walau pergi bersama Verro. Tetapi Nadya tetap ikut dan Nadya duduk di bangku belakang yang panik dengan menelponi yang mungkin teman-temannya yang menanyakan ke adaan Aldo. Sementara Verro fokus menyetir dan Cherry di sebelahnya. Yang mana pasangan itu sama sekali tidak saling bicara.


Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt


Handphone Verro tiba-tiba berdering dan Verro melihat panggilan masuk yang siapa lagi kalau bukan pelakor kelas kakap Fiona. Tetapi Verro tidak mengangkatnya dan membiarkan handphone terus berdering. Sampai akhirnya Cherry mengintip siapa yang memanggil dan melihat Fiona.


" Kenapa tidak dia angkat?" tanya Cherry ketus. Verro diam saja dan tidak menanggapi Cherry. Sementara Nadya hanya mengamati saja pasangan itu yang memang tidak baik-baik saja. Dia pun juga sibuk menghubungi teman-temannya.


Karena Cherry merasa terganggu dengan suara handphone Verro tangan Cherry yang gatal pun langsung dengan cepat mengangkatnya dan Verro hanya kaget ingin mencegah. Namun pasrah sudah di angkat oleh Cherry.


" Ada apa?" tanya Verro ketus.


" Cherry apa ada Verro di sana?" tanya Fiona dengan suaranya yang ingin muntah.


" Ada, kenapa. Kamu mau apa memanggilnya. Kalau kamu butuh dia kamu datang sendiri. Nggak usah nelpon-nelpon. Berisik!" tegas Cherry dengan marah-marah yang tidak peduli lagi dengan Fiona yang mau sakit atau tidak.


" Heh, kamu dengar ya Fiona. Kamu nggak usah mengganggu suami orang. Kamu mendingan tobat sebelum di panggil," bentak Cherry yang tidak bisa menahan kata-katanya untuk menghadapi pelakor dalam rumah tangganya.


Nadya yang di belakangnya sampai menelan salavinanya yang baru pertama kali image Cherry yang manis, lembut, ceria, sekarang menjadi monster kalau berhubungan dengan pelakor dan Verro seolah tidak bisa melarang apapun yang di katakan Cherry.

__ADS_1


" Awas ya kamu. Kalau masih mengganggu suami orang!" tegas Cherry yang langsung mematikan panggilan itu dan meletakkan handphone Verro dengan sembarangan dengan penuh kemarahan. Namun ada ketenangan setelah berhasil mengeluarkan apa isi hatinya.


Bersambung


__ADS_2