DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 89 menyatakan perasaan.


__ADS_3

Sementara di sisi lain. Cherry, Verro, Varell, Nadya, Vandy, Sasy dan Aldo berada di pinggir kolam renang.


Mereka sedang menunggu Azizi yang di panggil guru untuk di interogasi. Dan mereka pasti menunggu apa keputusan yang di ambil untuk Azizi.


Wajah-wajah itu juga terlihat tidak tegang dengan masalah yang di hadapi salah satu teman mereka. Rasa tegang itu melebihi seperti menunggu hasil ujian.


" Kenapa aku jadi dek-dekan ya," sahut Sasy merasa detak jantungnya lebih kencang berdetak dari pada biasanya.


" Aku juga," sahut Cherry yang juga merasakan hal yang sama dengan temannya itu.


" Apa ada masalah?" tanya Verro yang justru malah khawatir dengan omongan Cherry. Cherry menggeleng.


" Ini hanya karena menunggu Azizi saja," sahut Cherry menyandarkan kepalanya di bahu Verro yang duduk disampingnya dan juga memeluk tangan Verro.


Verro tersenyum melihatnya. Saat tegang- tegangnya pasangan itu masih sempat-sempatnya mesra-mesraan.


" Semoga saya semuanya baik- baik saja," ucap Nadya yang sedari tadi pasti berdoa untuk hal baik yang akan datang pada Azizi.


" Amin!" sahut Cherry.


" Aku berharap masalah ini selesai. Kenapa juga Raquel haru pakai hukum segala," batin Vandy yang pasti lebih mengkhawatirkan masalah ini.


" Aku tidak apakah Raquel akan mengubah keputusannya atau tidak," batin Aldo yang juga penasaran dengan hasil akhirnya.


" Ada berita," sahut Toby tiba-tiba yang datang dengan napas ngos-ngosan.


" Ada apa?" tanya Varell. Toby masih ngos-ngosan seperti anjing. Toby seperti dikejar setan dengan napasnya yang masih tidak beraturan.


" Buruan katakan ada apa?" desak Sasy justru kesal dengan Toby yang membuatnya semakin penasaran.


" Raquel membatalkan tuntutannya," jawab Toby dengan 1 tarikan napas.


" Apa!" pekik mereka serentak.


Mata mereka malah melotot mendengar berita yang di bawa Toby. Bahkan mereka saling melihat. Seakan tidak percaya dengan hal itu. Padahal berita itu adalah hal yang sangat di harapkan mereka.


" Kamu serius?" tanya Cherry.


" Iya, aku dengar sendiri dari Azizi. Dia baru selesai di panggil guru dan tadi dia mengatakan sendiri jika Raquel membatalkan tuntutannya.


" Kok bisa," sahut Sasy yang jelas tidak mungkin Raquel melakukan itu.


" Syukurlah jika hal itu terjadi. Itu berarti kasusnya sudah selesai. Berarti Azizi sudah tidak dalam masalah lagi," sahut Nadya merasa lega.


" Benar, berati semuanya sudah selesai. Memang seharusnya Raquel tidak berlebihan dalam mengambil tindakan itu," sambung Varell.


Vandy baru bisa bernapas tenang dengan berita baik itu. Sangking senangnya dia bahkan tidak bisa berkomentar lagi. Baginya keputusan Raquel sudah menghilangkan rasa khawatirnya.


" Dia memang selalu membuat orang ketakutan. Tetapi dia juga akan membuat orang-orang merasa lega. Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran kamu yang sebenarnya seperti apa," batin Aldo tersenyum miring mendengar keputusan Raquel yang sangat bijaksana.


" Tapi!" sahut Toby yang membuat suasana kembali tegang.


" Tapi apa?" tanya Verro penasaran.


" Apa ada masalah lagi," sahut Cherry.


" Apa berita yang kau bawa hanya prank," sahut Sasy merasa curiga.


" Azizi memang tidak mendapat tuntunan dari Raquel. Tetapi Azizi tetap mendapat hukuman. Dia diskorsing selama 4 hari. Tidak boleh mengikuti kegiatan apapun," sahut Toby dengan wajah lesuhnya.


Begitu juga yang lainnya yang tadi tersenyum sekarang menjadi lesu karena hukuman Azizi yang pasti sangat di sayangkan.


" Apa itu tidak berlebihan," sahut Sasy merasa simpatik dengan Azizi.


" Itu sudah keputusan dari Pak Sony," sahut Toby menekankan.


" Ya ampun kenapa sampai seperti itu," sahut Nadya.


" Entahlah, mungkin itu yang terbaik," sahut Toby yang juga tidak lagi mempertanyakan alasan apa lagi.


" Lalu Azizi sekarang di mana?" tanya Nadya.


" Ada di kamarnya. Dia bilang ingin mandi lagi. Tubuhnya belum terlalu bersih. Jadi dia hanya menyampaikan itu saja agar kalian tidak menunggunya," jawab Toby.


" Ya sudahlah! yang terpenting masalah ini. Sudah kelar dan masalah Azizi yang mendapat hukuman. Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena itu memang harus di terimanya. Karena dia juga salah," sahut Varell dengan bijaksana.


" Lalu bagaimana dengan Selina dan Mitha bukannya mereka juga haru di hukum?" tanya Sasy dengan kesal.


" Iya. Mereka juga mendapat hukuman. Membersihkan semua Villa sampai kegiatan study tour berakhir," jelas Toby yang juga mendapat info dari Azizi.


" Itu baru adil, paling tidak mereka biar jera," sahut Sasy.


" Sudahlah, Nadya, Sasy, ayo kita kekamar. Kita harus beri semangat Azizi supaya dia tidak merasa sendiri," ucap Cherry.


" Iya benar," sahut Nadya.


Cherry berpamitan dulu pada pacarnya sebelum pergi. Verro hanya mengangguk. Cherry, Nadya dan Sasy pun pergi menyusul Aizi kekamar.


*********


Raquel yang ingin pergi. Tetapi tangannya langsung di cegah oleh Mitha.

__ADS_1


" Ada apa ini Raquel?" tanya Mitha dengan wajahnya yang serius.


" Apa maksud kamu?" tanya Raquel melepas tangannya dari Mitha.


" Ya kamu katakan tadi. Kamu seperti ingin membela Azizi," ucap Mitha yang merasa curiga.


" Jangan berpikir terlalu jauh Mitha. Aku melakukannya. Hanya untuk diriku sendiri. Bukan karena membelanya," sahut Raquel menegaskan.


" Tapi tetap saja itu tidak benar," protes Mitha.


" Sudahlah! Mitha aku tidak ingin membahas hal itu lagi. Jadi lupakan masalah itu. Aku rasa Pak Sony sudah menjelaskan semuanya. Jadi tidak ada yang perlu ku jelaskan lagi. Kenapa aku harus membatalkan tuntutan itu," ucap Raquel.


" Jadi aku minta sama kalian berdua jangan membahas masalah itu lagi," tegas Raquel yang langsung pergi.


" Raquel!" panggil Mitha yang sama sekali tidak di respon.


" Sial," desis Mitha kesal.


" Sudahlah Mitha," ucap Selina mengusap bahu Mitha menenagkan temannya yang sangat kesal.


" Kenapa akhir-akhir ini dia sangat berubah," batin Mitha yang merasa curiga.


*********


Kegiatan Study tour hari ini adalah mengunjungi salah satu tempat yang ada di dekat Villa.


Jarak dari Villa ketempat itu memerlukan waktu 2 jam dengan menaiki bis. Murid-murid berangkat siang hari dan akan kembali ke esokan hatinya.


Tetapi Azizi tidak bisa ikut dengan yang lainnya karena mendapat hukuman jadi dia harus tinggal di Villa sendirian. Dan pasti ada satpam yang menjaga.


Tidak mengikuti kegiatan juga berarti Azizi tidak akan mendapat nilai. Dia sudah tau resikonya dan tidak apa-apa. Yang jelas apa yang di lakukannya sudah benar.


Mungkin yang menjadi salah karena menyebar Vidio rekaman itu yang sama saja mempermalukan sekolah dengan bully yang sangat ganas.


Dengan lapang dada dia menerima hukuman itu dari guru dan mendapat skuensinya di skorsing 4 hari tanpa mengikuti kegiatan apapun dan hanya berada di Villa.


Skorsing itu sebenarnya seperti skorsing pada umumnya yang tidak memasuki sekolah. Namun ini berbeda karena mereka sedang menjalankan kegiatan study tour.


Jadi Azizi di beri keringanan untuk tidak di pulangkan dan hanya mendapat hukuman 4 hari hukuman yang di laksanakannya di akhir-akhir kegiatan Study tour itu.


Azizi keluar dari kamar mandi. Setelah membersihkan dirinya. Karena sangat amis dengan siraman air limba yang di siramkan Selina dan Mitha. Meski sudah berlangsung 1 hari tetapi amis itu masih tercium.


Ini sudah mandinya yang kesekian kali untuk menghilangkan bau itu. Azizi mendekati meja rias dan bercermin mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Wajahnya tidak pernah tersenyum. Semenjak kejadian itu. Dia sangat murung dan tidak bersemangat. Karena hukuman itu pasti sangat sulit untuk di terimanya.


Tok-tok-tok.


" Siapa itu?" tanyanya bingung. Azizi yang penasaran langsung membuka pintu.


" Vandy," ucap Azizi melihat Vandy yang berdiri di depan pintu dengan menunjukkan kantung plastik sejajar di wajahnya.


" Ayo makan bersama sambil main game," ajak Vandy.


" Kamu kok disini, bukannya kamu dan yang lainnya," ucap Azizi bingung.


" Sudah ayo, nanti aku jelasin," sahut Vandy langsung menarik tangan Azizi membawanya pergi.


" Kita mau kemana?" tanya Azizi yang mengekor di belakang Vandy dengan tangannya yang di genggam.


" Ikut saja," jawab Vandy.


" Aneh sekali, kenapa dia ada di sini dan malah menemuiku. Dan kemana dia membawaku," batin Azizi dengan kebingungan.


Mereka menaiki anak tangga yang sepertinya menuju balkon. Vandy membuka pintu yang pintu.


Tebakan Azizi benar mereka menuju balkon. Tetapi tidak Vandy masih tetap membawanya dan Azizi mengikut saja sampai akhirnya mereka berdiri di depan pintu.


" Kita mau kemana?" tanya Azizi pelan yang melihat di sekitarnya tampak sepi. Vandy tersenyum dan membuka pintu membuat Azizi semakin heran dan kepalanya terus berkeliling.


Vandy mulai masuk yang di ikuti langsung oleh Azizi. Mata Azizi melebar sempurna saat melihat ruangan itu yang ternyata ruangan yang indah yang membuat takjub dengan pemandangan mata yang indah itu.


" Apa ini," gumam Azizi masih dengan mata penuh ketakjuban.


Layar Vs, alat sport. Ada lemari pendingin. Ada juga TV besar sofa panjang lantai yang di lapisi karpet bulu halus.


" Ini tempat apa?" tanya Azizi kaget dengan mulutnya menganga yang masih ditutup dengan tangannya.


" Biasa ruangan aku, Verro, dan Varell," jawab Vandy, " Ayo masuk!" ajak ajak Vandy melihat Azizi masih takjub. Vandy mempersilahkan Azizi masuk. Agar jangan berdiri di dekat pintu saja.


Azizi kembali jelas melihat semua isi ruangan itu dengan matanya yang berbinar.


" Kalian punya ruangan ini juga di Villa. Bukan hanya di sekolah saja?" tanya Azizi masih tidak percaya. Vandy mengangguk membenarkan.


" Apa Cherry pernah kemari?" tanya Azizi.


" Kayaknya belum, kamu yang pertama," jawab Vandy berjalan kearah kulkas mengambil minuman kaleng.


" Kalian hebat sekali. Punya ruangan seperti ini walau kita sedang Study tour," ucap Azizi.


" Varell yang memintanya. Karena Villa ini salah satu sumbangan orangtuanya. Untuk mensponsori kegiatan Study tour kita," jelas Vandy.

__ADS_1


" Serius?" tanya Azizi tidak percaya. Vandy mengangguk.


" Ayo duduk," ucap Vandy yang sudah duduk.


Azizi yang masih bengong pun akhirnya duduk di samping Vandy yang membuka kotak makanan yang di bawanya yang ternyata KFC.


" Kamu suka ini?' tanya Vandy. Azizi mengangguk. Kepalanya terus berkeliling melihat kembali isi ruangan itu.


" Makanlah!" ucap Vandy melihat Azizi yang masih tidak percaya dengan keberadaannya.


" Masaki," sahut Azizi. Vandy mengangguk tersenyum.


" Vandy. Kamu belum menjawab pertanyaanku. Kenapa kamu bisa ada di sini dan bukan pergi untuk melakukan kegiatan itu?" tanya Azizi lagi.


" Aku hanya ingin bolos satu hari," jawab Vandy dengan santai.


"Bolos," sahut Azizi. Vandy mengangguk.


" Kamu bisa main PS ?" tanya Vandy mengalihkan pembicaraan. Azizi mengangguk.


" Kalau begitu kita bermain, untuk menghilangkan jenuh," ucap Vandy yang langsung berdiri menghidupkan PS. Azizi mengangguk.


Dengan semangat Azizi dan Vandy pun bermain balapan mobil dengan gerak tubuh mereka kekiri dan kekanan mengikuti irama permainan.


Wajah ke-2 nya begitu bahagia. Seakan melupakan apa yang terjadi barusan. Azizi sangat bahagia dengan Vandy yang benar-benar menghiburnya membuatnya tertawa-tawa.


Padahal dia begitu murung menghadapi semuanya. Dia juga sangat kesepian karena ditinggal sendirian di Villa. Akibat hukuman yang di dapatkannya. Tetapi Vandy datang dan membuatnya melupakan semua masalah yang ada.


" Yeeeeee," teriak Azizi yang akhirnya Azizi menang dari sekian lamanya yang di kalahkan oleh Vandy sudah entah ke berapa kalinya.


" Aisss, kenapa aku bisa kalah," kesal Vandy mengacak rambutnya. Azizi hanya tersenyum melihat wajah Vandy sangat kesal.


Azizi terus menatap wajah Pria yang sangat menghiburnya hari ini.


" Apa kamu sedang bermain jurang?" tanya Vandy melihat wajah Azizi. Azizi menjawab dengan gelengan.


" Lalu kenapa aku kalah," sahutnya seakan tidak terima kalah.


" Vandy?" panggil lembut Azizi.


" Iya ada apa?" tanya Vandy menoleh ke arah Azizi.


" Terima kasih ya untuk semuanya," ucap Azizi.


" Makasih apa, aku tidak melakukan apapun," ucap Vandy meneguk minuman kalengnya.


" Katakan kepadaku kamu berada disini. Karena aku ada di sini atau memang kamu ingin bolos?" tanya Azizi yang tidak lepas menatap mata itu. Vandy membalas tatapan itu dengan dalam.


" Karena kamu ada di sini. Aku tidak mungkin membiarkan kamu sendirian di Villa," jawab Vandy jujur.


" Aku tau perbuatan kamu salah dengan menyebar Vidio itu. Tetapi aku salut dengan keberanian kamu terhadap Raquel dan yang lainnya yang belum tentu ada orang lain yang akan melakukannya. Jadi aku..."


Vandy tidak melanjutkan kata-katanya saat Azizi sudah menutup mulutnya dengan bibirnya. Hal itu sontak membuat Vandy kaget dengan serangan tiba-tiba Azizi.


Azizi melepas ciumannya setelah tidak mendapatkan balasan dari Vandy. Menatap Vandy kembali. Ke-2 bola mata Vandy masih kaget dengan apa yang dilakukan Azizi sangat tiba-tiba untuknya. Tetapi jantungnya berdebar kencang.


" Aku menyukaimu," ucap Azizi menyatakan perasaannya. Vandy masih diam tanpa bicara sama sekali.


" Maaf seharunya aku tidak melakukannya," ucap Azizi ingin berdiri karena sepertinya dia ditolak.


Azizi merasa malu dengan Vandy yang sepertinya menolaknya dia lebih memilih pergi. Tetapi saat ingin pergi.


Vandy menarik tangannya dengan cepat memegang ke-2 pipi Azizi dan mencium bibir Azizi. Membalas ciuman Azizi dengan ciuman yang lebih dalam.


Azizi memejamkan matanya saat mendapatkan ciuman balasan dari Vandy. Azizi bahkan membuka mulutnya agar Vandy semakin memperdalam ciumannya.


Vandy yang sepertinya mahir melakukan itu terus menyapu seluruh rongga mulut Azizi dengan lidahnya.


Azizi sekarang bahkan mengalungkan tangannya di leher Vandy dan mereka saling membalas ciuman.


Azizi sepertinya yang juga sangat mahir dalam berciuman bahkan seperti berlomba dengan Vandy siapa yang paling mahir.


Ke- pasangan itu sedang di mabuk asmara. Emosi keduanya membuat mereka terus melakukan ciuman panas itu. Di tempat yang sama sekali tidak ada orang.


Azizi memang akhirnya menyukai Vandy yang belakangan ini selalu membelanya. Vandy juga sangat dekat dengannya dan berprilaku aneh kepadanya. Jadi wajar jika Azizi jatuh cinta dengan pria tampan itu.


Apa lagi malam ini. Vandy datang menemuinya ke Villa rela bolos hanya karena dirinya dan bahkan membawanya ketempat yang membuatnya seperti merasa sangat special.


Setelah beberapa menit mereka saling melepas diri dari ciuman panas itu. Saling membuka mata dengan perlahan dengan napas yang naik turun seperti Ke-2 manusia itu sedang di kejar-kejar setan.


Vandy tersenyum melihat Azizi dengan napasnya yang masih tersenggal-senggal.


" Terima kasih Vandy, kamu selalu membantuku. Aku sangat bahagia bisa bertemu orang seperti mu, kamu selalu ada untukku bahkan datang kemari demi diriku," ucap Azizi dengan suara seraknya. Vandy menganggukkan matanya dengan senyum di wajahnya sembari tangannya mengusap-usap pipi Azizi


Bersambung...


Jangan lupa mampir ke sini ya. Ditunggu like Coment, Vote nya. Terima kasih.


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2