
Selina hanya berusaha mengorek-ngorek apa- apa yang ada pada Clara. Keyakinannya semakin besar. Ketika semua pertanyaannya di jawab oleh Kiara. Pertanyaan yang membenarkan jika wanita yang bernama Clara itu adalah Cherry.
" Kamu kok tumben nanyain hal itu?" tanya Clara heran dengan Selina yang mempertanyakan hal-hal pribadinya.
" Tidak. Bukannya kamu sudah menganggapku sebagai teman. Jadi masa iya aku tidak tau apa-apa. Kamu juga kalau mau menanyakan sesuatu akan aku jawab. Karena dalam pertemanan kan tidak ada main rahasia-rahasiaan," sahut Selina tersenyum dengan penjelasan yang tepat. Agar Clara tidak curiga.
" Iya sih, kamu benar," sahut Clara.
" Kamu di Indonesia tinggal sama siapa?" tanya Selina lagi merasa belum puas.
" Sama mama dan saudaraku," jawab Clara.
" Hah dia punya mama. Bukannya mama nya Cherry sudah meninggal dan untuk saudara Cherry kan anak tunggal, jadi dari mana dia punya saudara," batin Selina kembali bingung.
" Mama menelponku dan menyuruhku datang ke Indonesia. Karena kondisinya sedang sakit. Jadi aku datang deh. Mama juga ada di rumah sakit ini dan baru kemari siuman. Aku aja belum sempat melihatnya lagi sampai sekarang, karena mama masih dalam perawatan," lanjut Clara menjelaskan.
" Apa mamanya wanita yang aku lihat, kan sama-sama di rumah sakit juga," batin Selina bertanya-tanya.
" Hmmm, begitu. Pasti mama kamu cantik. Soalnya kamu cantik. Biasanya anak perempuan itu cantik pasti berasal dari mamanya. Aku jadi ingin ketemu mama kamu melihat dia. Penasaran dengan wajahnya," ucap Selina menunjukkan rasa penasarannya.
" Jangan," Clara langsung mencegahnya. Membuat Selina heran.
" Kenapa?" tanya Selina heran.
" Nanti kalau ketemu mama dan juga mas Bayu. Aku takut kamu membicarakan pembicaraan kita dan mas Bayu akan marah, jadi jangan ya ketemu mama," jawab Clara Khawatir memberitahu alasannya.
" Bayu. Apa saudaranya Bayu," batin Selina bertanya-tanya kembali.
" Begitu rupanya. Padahal aku pengen liat mama dan saudara kamu," ucap Selina seakan sangat sedih.
" Aku punya foto mama, kamu lihat dari sini saja mama ku," ucap Clara tiba-tiba yang mengeluarkan ponselnya. Jelas Selina dengan semangat melihatnya. Karena memang itu tujuannya. Dia juga mana mungkin menemui orang tua Felly.
" Ini mama aku dan ini mas Bayu, saudaraku," ucap Clara langsung menunjuk di layar ponselnya.
Selina yang melihatnya langsung kaget. Matanya hampir keluar melihat orang yang di tunjukkan Clara. Wajah Selina terlihat jelas sangat terkejut. Dia juga menutup mulutnya yang menganga dengan apa yang di lihatnya di layar ponsel itu.
" Bayu. Mama mohon. Kembalikan hidup Clara. Dia bukan Clara. Dia adalah Cherry jadi jangan seperti ini. Mama mohon sama kamu. Kembalikan Cherry seperti dulu,"
Sepenggal kalimat 2 orang yang bertengkar yang sempat tertangkapnya teringat kembali. Di mana orang yang sama yang di lihatnya dan masih membuatnya penasaran dengan orang itu.
Masih bertanya-tanya siapa orang itu apakah berhubungan dengan orang yang di kenalnya atau tidak dan sekarang terjawab dengan melihat foto yang di tunjukkan Clara.
Orang yang di katakan Clara adalah sebagai mamanya dan saudaranya. Benar-benar orang yang bertikai di dalam kamar itu saat dia salah ruangan.
" Jadi mereka benar-benar orang membicarakan masalah Cherry. Di mana Cherry Adalah Clara dan Clara adalah Cherry. Lalu kenapa dia lupa ingatan," batin Selina sudah mengantungi 100% kebenaran mengenai Cherry yang ternyata masih hidup.
" Apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa keluarga itu harus mengubah identitasnya dan Cherry sama sekali tidak mengingat apa-apa. Dia lupa ingatan apa yang terjadi kepadanya selama ini dan orang yang di makamkan itu siapa," batin Selina benar-benar tidak percaya dengan kebenaran yang di dapatkannya.
Wanita yang pernah di teriaknya setan adalah Cherry orang yang di anggap sudah meninggal dan sekarang kembali dengan nama Clara dan juga tidak mengingat apa-apa dan memang layaknya seperti orang biasa.
" Bagaimana?" tanya Clara membuat Selina tersentak kaget. Dia kebanyakan melamun sampai tidak sadar Clara berbicara kepadanya.
" Apa pendapat kamu tentang mama ku?" tanya Clara.
__ADS_1
" Hmmm, iya cantik. Mama kamu cantik. Tetapi tidak mirip dengan kamu," jawab Selina.
" Kamu benar. Banyak yang bilang aku tidak mirip mama ku," jawab Clara yang ternyata pertanyaan itu sudah sering di dengarnya.
" Pasti kamu mirip papa kamu," celetuk Selina.
" Mungkin. Soalnya aku juga tidak pernah melihatnya. Papa sudah tidak ada dan tidak tau kemana dari aku kecil," jawab Clara.
" Begitu rupanya," sahut Selina menanggapi biasa.
" Ya begitulah," ujarnya lagi.
" Pasti di ponsel kamu. Banyak foto-foto masa kecil kamu dengan mama kamu dan juga saudara kamu," ucap Selina.
" Tidak aku tidak punya semuanya," aku hanya memiliki saat sudah dewasa," jawab Clara.
" Kok gitu?" tanya Selina. Clara mengangkat ke-2 bahunya mengisaratkan dia juga tidak tau apa-apa.
" Mana mungkin kamu punya. Karena mereka bukan siapa-siapa mu. Mereka sudah mengubah identitas mu, karena kamu adalah Cherry bukan Clara. Mereka bukan keluargamu," batin Selina.
" Hmmm, oh iya Clara kamu mau tidak aku ajakin jalan-jalan," ucap Selina tiba-tiba yang sepertinya punya rencana untuk Clara.
" Jalan-jalan, kemana?" tanya Clara heran.
" Ya kemana aja," jawab Clara.
" Tapi aku belum bisa keluar dari rumah sakit. Tapi nggak apa-apa deh. Nanti aku cari cara agar bisa keluar dari rumah sakit," ucap Clara tampak semangat. Selina mendengarnya tersenyum.
" Apah kamu mau balik ke Jerman?" pekik Selina keget mendengar hal itu.
" Iya. Aku harus balik ke Jerman," jawab Clara membenarkan.
" Kok tiba-tiba?" tanya Selina kaget.
" Aku tidak tau. Tiba-tiba saudaraku menyuruhku untuk kembali. Dari pada kami bertengkar terus. Jadi lebih baik pergi saja," jawab Clara tidak bersemangat.
" Lagian tidak ada gunanya aku di sini. Aku juga sangat tidak di inginkan. Verro juga sangat membenciku. Karena aku mirip dengan istrinya," batin Clara yang tidak memiliki semangat lagi dan juga tidak ada alasan untuk tetap di Indonesia.
" Pasti ini desakan Pria itu. Mamanya ingin memberitahu kebenaran pada Clara siapa dia sebenarnya. Tapi Pria itu pasti tidak setuju. Makanya memaksa Clara untuk kembali ke Jerman. Tidak. Ini tidak boleh terjadi. Jika sampai terjadi semuanya akan sia-sia. Kalau Clara kembali ke Jerman. Dia tidak akan pernah tau siapa dirinya. Aku harus menyelesaikan semuanya. Sebelum Clara benar-benar akan pergi ke Jerman," batin Selina yang memiliki tekat mengembalikan ingatan Clara.
" Hmmmm, ya sudah Clara. Aku pamit pulang dulu. Besok aku menelpon lagi dan kita bisa jalan-jalan bareng, aku akan mengajakmu keliling Jakarta," ucap Selina.
" Iya. Makasih ya. Sudah di bawa makanan ini enak sekali," ucap Clara tersenyum.
" Hmmm sama-sama. Ya sudah aku pergi dulu," ucap Selina bangkit dari duduknya. Clara menganggukan kepalanya.
" Bye," ucap Selina melambaikan tangannya. Clara juga melambaikan tangannya dan selinapun pun pergi dari ruangan Clara.
***********
Selina berjalan di koridor rumah sakit dengan mulutnya yang terus mengoceh sedari tadi.
" Jadi Cherry masih hidup dan dia amnesia dan identitas di palsukan oleh keluarga yang tidak tau siapa mereka. Tetapi kayaknya mereka suka menonton sinetron. Makanya punya ide untuk membuat Cherry seperti itu,"
__ADS_1
" Lalu di mana papanya Cherry. Atau mungkin saja 2 orang itu membunuh papanya Cherry dan manfaatkan Cherry yang lupa ingatan untuk menguasai semua hartanya papanya Cherry. Kan papanya sangat kaya. Mungkin saja seperti itu. Atau mereka memang sengaja. Membuat Cherry hilang ingatan,"
" Issss pasti mereka sudah melakukan hal yang aneh-aneh kepada Cherry. Mereka mencuci otak Cherry. Memang mereka raja sinetron yang hebat," Selina terus mengoceh menerka-nerka kenapa orang yang mengaku sebagai keluarga Cherry membuat Cherry hilang ingatan.
" Aku harus melakukan sesuatu. Agar ingatannya kembali. Aku tidak akan membiarkan dia pergi sebagai orang lain. Dia adalah Cherry bukan Clara. Aku harus melakukan sesuatu, harus, pokoknya harus," ucapnya lagi yang benar-benar yakin akan mengembalikan ingatan Clara. Selina mempunya tekat yang bulat untuk mengembalikan ingatan Cherry seperti awal.
Karena terus mengoceh Selina tidak menyadari jika Sasy sudah berada di hadapannya. Dan hampir saja wajahnya menabrak Sasy.
" Ini orang bukan tembok. Pakai nabrak-nabrak segala lagi," sahut Sasy dengan ketus.
" Salah sendiri. Ngapain di tengah jalan," sahut Selina dengan ketus.
" Terserah gue lah, badan-badan gue," sahut Sasy.
" Ya sudah minggir kalau tidak mau di tabrak," ucap Selina menggeser badan Sasy. Namun Sasy menahannya.
" Sasy," geram Selina.
" Lo ngapain di sini. Habis ketemu Clara ya. Gue lihat-lihat kalian dekat amat," ucap Sasy kepo dengan ke-2 tangannya di letakkan di dadanya.
" Ishhhh, apa dia tidak tau apa jika Clara itu adalah Cherry," batin Selina.
" Kenapa diam, jawab kali," sahut Sasy.
" Jawabannya bukan urusan Lo," jawab Selina ketus. Membuat Sasy berdecak kesal.
" Hmmmm, lo kan Dokter nih. Kira-kira lo tau nggak sih. Caranya buat mengembalikan ingatan seseorang?" tanya Selina. Membuat Sasy heran dengan pertanyaan itu.
" Tumben banget lo nanya kayak gitu," sahut Selina heran.
" Gue cuma pengen menguji kemampuan lo, karena yang gue tau lo itu Dokter yang kurang berpengalaman," ujar Selina selain mengejek Sasy.
" Sialan lo," sahut Sasy kesal.
" Memang kenyataan. Sudah jawab aja. Apa caranya?" tanya Selina tampak serius.
" Lo jedotin kepalanya puas," sahut Sasy kesal.
" Masa iya," sahut Selina tampak percaya-percaya saja.
" Iya benar," tekan Sasy.
" Lo pasti bohong kan lo Dokter yang nggak tau apa-apa," ejek Selina lagi.
" Ishhhhh. Dasar lo nyebelin. Bikin mood gue hilang aja," ucap Sasy kesal menggeertakkan ke-2 kakinya kelantai lalu langsung pergi sebum benar-benar emosi dengan Selina.
" Issshhh, sewot sendiri," ucap Selina membalikkan tubuhnya dan melihat punggung Sasy yang berjalan dengan kesal. Sasy juga menoleh kebelakang dan malah menjulurkan lidahnya.
" Issshhh, apaan sih," ucap Selina menggedikkan bahunya. Sewot dengan Sasy.
" Tapi masa iya sih. Aku harus jedokan kepala Clara yang adanya bukan ingat malah mati lagi pendarahan otak," batin Selina mendengar saran Sasy aneh-aneh saja.
Bersambung.....
__ADS_1