
" Misi pertama, aku harus mempunyai pacar sebelum ulang tahun ke 17. Aduh siapa ya kira- kira yang akan menjadi pacarku," batinnya lagi dengan mata melihat Pria-pria yang mengejarnya.
" Cherry tambah cantik aja," puji Pria yang melewatinya.
Dengan centilnya Cherry melambaikan tangannya. Cherry terus berjalan di halaman sekolah. Tidak lupa dengan senyum menawannya.
Dia sudah seperti model. Cherry sekarang sudah berdiri di anak tangga di halaman sekolah. Bak sebagai seorang ratu. Cherry melihat-lihat Pria yang ingin di jadikannya pacar.
" Aku baru tau jika sekolah ini sebenarnya banyak Pria tampan, siapa ya yang cocok untukku," gerutunya mengetuk-ngetuk jarinya di bibirnya seakan memilih-milih.
Cherry melihat Aldo yang berbicara dengan guru.
" Aldo dia, sangat tampan, pintar, apa dia bisa menjadi pacarku, dia punya pacar tidak yah bahkan saat dia menyentuh rambutku. Jantungku mulai tidak normal," ucapnya terus melihat Aldo.
Aldo yang berbincang dengan guru wanita tersebut. Melihat ke arah Cherry. Aldo pun tersenyum pada Cherry.
" Oh may, good kenapa senyumnya sangat indah," batin Cherry yang ingin melayang Saat melihat manisnya Aldo membuat hatinya melayang.
Cherry yang tidak tahan dengan senyuman Aldo memilih pergi. Dia takut tiba-tiba pingsan.
Cherry kembali berjalan melangkahkan kakinya. Cherry berpapasan dengan adik kelasnya yang terlihat sangat tampan.
" Kak Cherry," sapa pria dengan rambut berponi itu.
" Hayyy," sapa Cherry dengan lambaian 5 jari lentiknya.
" Tampan, sangat tampan. Tapi dia terlalu polos," ucap Cherry kembali melanjutkan langkahnya.
" V3," teriak murid -murid.
Mendengar teriakan murid-murid Cherry menutup telinganya. Saat geng songong mulai datang tebar pesona.
Cherry melihat di depannya. Para murid wanita sudah mulai berlarian kearahnya. Cherry yang tidak ingin merusak momennya langsung menyinggir. Sebelum menjadi korban tabrakan murid-murid yang ingin melihat V3.
Cherry pun ikut melihat dari kejauhan bagaimana. Verro. Vandy dan Varrel keluar dari mobil. Gaya jangan tanya. Selayaknya gaya yang seorang Mafia yang ingin mencari mangsa.
Langkah 3 pria itu selalu serentak. Wajah ke-3 pria itu selalu terlihat dingin. Tanpa senyum seakan senyum sangat mahal. Tetapi tidak dengan Vandy yang memang sangat mubajir akan senyum.
Cherry terus melihat ke-3 pria itu. Seakan meneliti apa memang mereka tampan. Sampai harus di kejar-kejar.
" Varell, tampan sih. Tapi suka cari ribut," batin Cherry melihat Varell yang tebar pesona.
" Varell juga diam-diam suka membelaku. Bahkan beberapa kali dia khawatir kepadaku. Apa dia menyukaiku," batin Cherry yang sangat percaya diri.
Geng V3 semakin dekat dengan Cherry
" Hay," sapa Cherry ketika Varell melewatinya. Varell justru heran dengan sikap Cherry yang tidak biasanya.
" Kau sakit?" tanya Varell yang heran lalu melanjutkan jalannya.
" Lihatlah, dia bahkan sangat khawatir sampai sekarang," batin Cherry yang terus kepedean.
Masih terus melihat Varell yang merasa dirinya di perhatikan. Cherry mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah Vandy yang dari jauh sudah tersenyum kepadanya.
Cherry melambaikan tangannya pada Vandy yang berada di belakang Verro.
" Ahhhhh si Pria bedebah ini," mengganggu saja," desis Cherry yang merasa terlindungi oleh Verro saat dirinya ingin melihat Vandy.
__ADS_1
" Ada apa denganmu?" tanya Verro berdiri di depan Cherry.
" Ihhhhh, sudah sana minggir," usir Cherry mendorong Verro dari hadapannya.
Verro mendengus mendapat perlakuan itu dari Cherry. Hal yang tidak pernah di terimanya dari Cherry.
" Hay Vandy," sapa Cherry saat Vandy sudah di hadapannya
" Hay," sapa Vandy melambaikan tangannya tersenyum lebar.
" Kamu sudah sarapan?" tanya Vandy. Cherry mengangguk.
" Lihatlah, bahkan dia menanyakan aku sarapan atau tidak. Dia memang sangat sweet," batin Cherry yang terharu.
Verro yang ada di samping Vandy heran dengan Cherry yang sepertinya kesambet dari tadi senyum-senyum tidak jelas.
Bahkan pecicilan dengan Vandy. Yang lebih parahnya Vandy meladeninya.
" Ya sudah ayo kekelas," ajak Vandy.
Cherry langsung mengangguk dan yang benar saja Cherry mengikuti Vandy. Meninggalkan Verro yang masih berdiri heran dengan Cherry yang sangat berlebihan.
" Kenapa dia seperti itu. Apa mabuk dengan susu stauberry yang kuberikan?" batin Verro heran dia sampai geleng-geleng.
*************
Di dalam kelas.
Seperti biasa suasana di kelas akan sangat ricuh. Ketika guru mata pelajaran belum juga datang.
Tetapi tidak satupun ocehan Sasy yang di dengar Cherry. Karena Cherry sibuk melamun. Dengan dunianya sendiri.
" Kenapa cari pacar susah sekali. Jika aku tidak punya pacar kapan ciuman pertamaku akan mendarat di bibir indahku ini," batin Cherry yang memang pikiran itu terus saja menghantuinya.
" Sasy," tegur Cherry pelan.
" Iya kenapa?" sahut Sasy dengan cepat sambil. Memberi lipsitik di bibirnya. Dan satu tangannya memegang kaca.
" Apa kau pernah ciuman?" tanya Cherry tiba-tiba.
" Hah!" sahut Sasy yang kaget, sangking kagetnya lipstiknya tertarik kepipinya membentuk
" Ciuman," pekik Sasy dengan suara kerasnya. Sehingga murid-murid yang lain langsung melihat ke arah bangku Sasy.
Dengan cepat Cherry langsung menutup mulut lebar Sasy. Cherry melihat di sekitarnya yang sekarang pandangan murid-murid fokus pada mereka ber-2.
" Shuttt," desis Cherry menekan suaranya.
Verro, Vandy, dan Varell saling melihat ketika mendengar Sasy yang membahas soal ciuman.
" Ha ciuman," sahut Toby yang langsung terbangun.
Cherry merapatkan giginya geram dengan Toby yang malah memperjelas.
" Cie, Cherry yang di cium oleh Verro," sahut Toby berdiri menggoda Cherry dengan menyimpulkan sesukanya.
Cherry benar- benar geram dengan Toby yang malah membuat opini dan membuat satu kelas heboh.
__ADS_1
" Serius Cherry, kapan itu terjadi. Apa dengan Verro ciuman pertamamu," sahut Sasy yang sangat kepo.
" Ciuman, oh May God sosweet banget," sahut Selina gemas.
" Mampus lah aku hari ini," batin Cherry menepuk jidatnya.
" Ya ampun Verro kok bisa sih, selingkuh dari aku," sahut salah satu murid wanita dengan suara centilnya.
" Hey. Verro itu punyanya Cherry, jadi jangan ngarep," sahut Sasy.
Vandy dan Varell saling melihat. Dan melihat ke arah Verro. Yang sekarang wajah Verro merah.
" Apa?" ucap Verro saat melihat Vandy menatapnya curiga.
" Diam-diam lo embat juga," sahut Varell menahan tawa.
" Cherry kamu harus cerita sama aku," ucap Sasy yang benar-benar kepo.
" Sialan, ini semua gara-gara Toby. Selesailah hari ini," batin Cherry melirik ke arah Verro yang sekarang menatapnya tajam. Cherry pasrah akan hidupnya kali ini.
Murid-murid masih ricuh menggoda Cherry dan Verro. Padahal Cherry hanya bertanya pada Sasy.
Tetapi Toby seenak jidatnya membuat masalah. Memperkeruh suasana. Membuat murid-murid salah paham dengan dirinya. Kembali lagi dari pagi sampai sore hidupnya akan selesai.
Aldo yang mendengar hal itu melihat ke belakang. Melihat sebentar ke arah Cherry yang sekarang di kerumuni murid-murid.
***********
Suasana ricuh baru mulai tenang. Ketika Pak Angga wali kelas mereka datang.
Para murid-murid kembali ke duduk ketempat mereka masing-masing. Berlarian dari meja Cherry yang sedari tadi menggoda Cherry.
" Berdiri!" ucap Aldo. Seperti biasa Murid-murid berdiri memberi salam dan kembali duduk di bangku masing-masing.
Pak Angga datang bersama 1 murid dengan kacamata dan rambut di kepang 2 nya.
" Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru," ucap Pak Angga.
" Cupu," ucap Raquel yang langsung tidak menyukai murid itu.
" Lumayan, buat mainan," sahut Mitha.
Selina melihatnya tersenyum. Sementara Nadya yang berada di dekat bangku mereka sangat gelisah.
Dia tau nasib murid itu akan sama seperti dirinya. Memang siapa yang tidak melawan akan menjadi Bullyan dari Raquel dan teman-temannya.
" Perkenalkan nama kamu!" perintah Pak David.
" Hay, nama saya Azizi," ucap Azizi.
" Apa jijik," sahut Selina.
💝💝💝Bersambung
Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.
Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya
__ADS_1