
Mendengar pengakuan Selina. Jelas membuat mereka masih tidak percaya. Walau beberapa dari mereka sering mengalami kecurigaan. Tapi tetap saja mereka tidak sepenuhnya percaya dan masih banyak keraguan. Sementara Verro masih menyimak saja.
" Tapi Selina apa kata-kata kamu bisa di percaya. Mungkin saja kamu salah dengar. Karena cuma kamu yang ada di sana," sahut Raquel yang masih penuh keraguan.
" Aku tidak salah dengar dan aku juga sudah menjelaskan pada kalian semua atas upaya yang aku lakukan kepada Clara untuk mengembalikan ingatannya dan jelas semuanya sudah jelas bukan dan terserah kalian percaya atau tidak yang jelas aku sudah memberi tahu kalian," ucap Selina yang ternyata apa yang di sampaikannya tidak membuat semua orang dengan mudahnya percaya.
" Jika memang apa yang kamu katakan benar. Kalau begitu siapa yang kita makamkan dan kenapa Om Laskarta jelas-jelas memberi kita pesan untuk mengurus pemakaman Cherry," sahut Vandy.
" Benar, jelas-jelas kita memakamkan Cherry dan tidak mungkin Cherry hidup lagi," sahut Sasy.
" Tapi kita tidak melihat wajahnya dan kita juga tidak bisa pastikan itu Cherry atau tidak," sahut Raquel.
" Untuk jawaban itu, aku tidak bisa memberikan jawaban apa-apa. Karena aku juga ada bersama kalian di pemakaman dan jawaban itu tidak mungkin terjawab. Karena kalau makam itu juga di bongkar tidak bisa membuktikan apa-apa," sahut Selina yang terlihat pasrah dengan orang-orang yang tidak mudah percaya padanya.
" Apa yang mereka bicarakan, Clara, Cherry, siapa Clara," batin Nadya yang sedari tadi bingung. Dia memang tidak sempat mengenal Clara dan wajar dia terlihat bingung di antara keseriusan orang-orang.
" Jika yang kita makamkan bukan Cherry lalu siapa yang kita makamkan?" tanya Varell.
" Om Laskarta," tiba-tiba terdengar suara lantang yang menjawab pertanyaan Varell.
Semua mata tertuju pada suara pria yang menjawab pertanyaan itu yang tak lain adalah Toby. Mendengar na Laskarta membuat merek semuanya kaget. Dan Toby dengan wajah seriusnya dan tidak bisa menyembunyikan kesedihannya melangkah mendekati orang-orang yang masih di penuhi kebimbangan itu.
" Toby," lirih Saski.
" Apa maksud kamu?" tanya Verro dengan suara beratnya.
" Apa yang di katakan Selina benar. Cherry memang masih hidup. Operasinya berhasil dan Cherry hidup dan ada di sekitar kita beberapa waktu ini. Cherry adalah Clara, sahabat kita dia memang masih hidup dan untuk yang kita antarkan kepemakaman itu adalah Om Laskarta," jelas Toby tanpa basa-basi.
Penjelasan itu membuat mereka kaget, Sasy, Nadya, Selina, dan Raquel bahkan serentak menutup mulut dengan ke-2 tangan mereka mendengar pernyataan Toby.
Verro yang di hadapan Toby juga kaget setengah mati. Ada debaran jantung yang berdetak kencang di dalam sana saat mendengar kenyataan yang lebih parah lagi. Toby terlihat mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya yang berupa lembaran kertas.
" Ini data rumah sakit operasi Cherry dan kematian Om Laskarta," ucap Toby memberikan pada Verro. Dengan tangan bergetar Verro mengambilnya dan mulai membacanya.
" Jantung yang seharusnya di donorkan untuk Cherry di batalkan. Dan om Laskarta mengambil tindakan untuk mendonorkan jantungnya pada Cherry dan pasti dia mengalami kematian," jelas Toby dengan menahan tangisnya.
Sementara yang lain mendengarnya semakin kaget dengan tubuh bergetar mereka. Dan mata berkaca-kaca dan bahkan air mata Sasy sudah menetes.
__ADS_1
" Saat selesai operasi dan siuman Cherry mengalami koma dan Dokter bilang dia lupa sedikit tentang ingatannya dan menurut Dokter ingatan itu hanya lupa sementara yang kemungkinan tidak akan lama dan aku tidak tau. Kenapa Cherry bisa hilang ingatan permanen," lanjut Toby menjelaskan lebih detail lagi.
" Jadi benar, Clara adalah Cherry dan om Laskarta sudah tiada pantas selama ini kita tidak tidak melihatnya. Ternyata dia benar-benar sudah tiada dan Cherry kita masih hidup," sahut Sasy dengan suara seraknya yang tidak percaya jika sahabatnya masih hidup.
" Jadi vitamin itu yang mengubah semua ingatan Cherry. Cherry lupa ingatan karena vitamin yang sering di konsumsinya," ucap Verro.
" Vitamin, vitamin apa?" tanya Vandy bingung.
" Tari memberikan ku obat yang sering di konsumsi Clara dan ternyata itu membuat dia amnesia dan Bayu yang merusak saraf Cherry," ucap Verro dengan menekan suaranya.
" Lalu siapa Bayu dan keluarga Karina. Kenapa mereka mengubah identitas Cherry menjadi Clara. Apa hubungan mereka dengan semua ini?" tanya Varell kebingungan.
" Maafkan saya," tiba-tiba terdengar suara yang membuat mereka melihat ke arah suara itu.
" Bu Karina," lirih Verro yang melihat Karina di atas kursi roda yang di dorong tari untuk menghampiri mereka.
" Bu Karina," lirih Sasy.
" Semuanya memang benar jika Clara adalah Cherry anak dari Laskarta sahabatku. Dia mendonorkan jantung pada Cherry. Agar Cherry bisa hidup dan dia memberikan saya amanah untuk mengembalikan Cherry kepada Pria yang akan bertanggung jawab kepadanya yaitu Verro. Dia melakukan pendoran jantung pada Cherry. Karena sangat yakin Verro bisa menjaga putrinya,"
" Jadi ini semua ulah kalian. Kalian sudah merusak hidup sahabat kami dengan kepentingan kalian," sahut Sasy menguatkan Volume suaranya. Geram dengan orang-orang yang mengaku sebagai keluarga Cherry.
" Sasy, sudah tenangkan diri kamu," ucap Nadya menenangkan sahabatnya.
" Saya minta maaf, saya sangat menyesal melakukan semua ini. Saya mencuri kehidupannya. Maafkan saya," ucap Karina dengan tangisannya.
" Apa kalian pikir ada gunanya minta maaf. Apa kalian tidak mengerti bagaimana perasaan kami," sahut Toby yang tidak kalah geramnya dan mungkin jika menemui Bayu. Dia bisa menghajar Bayu habis-habisan.
" Aku tau Tante Karina memang salah dan kalian boleh memakinya dan terserah mau bicara apa kepadanya. Tetapi alangkah baiknya. Jika kalian ingin menghakiminya nanti saja. Karena bukankah Clara jauh lebih penting," sahut Tari yang mencoba mencairkan suasana.
" Apa maksud kamu nanti?" tanya Sasy.
" Bayu akan membawa Clara hari ini ke Jerman dan alangkah baiknya kalian bawa dia dulu bersama kalian sebelum terlambat. Kalian tenang saja. Tante Karina tidak akan lari dan akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya," jawab Tari.
Mendengar Clara akan di bawa Bayu membuat mereka kaget termasuk Verro yang sudah merasa akan ada bahaya pada Cherry atau Clara.
" Cherry," ucap Verro memberikan cepat apa yang tadi di berikan Toby padanya dan langsung pergi dengan berlari.
__ADS_1
" Verro!" panggil Vandy yang langsung menyusul berlari.
Tidak ada yang menunggu lama merekapun akhirnya menyusul Verro dan meninggalkan Tari dan Karina.
" Tante tenang ya semuanya akan baik-baik saja," ucap Tari mengusap pundak Karina.
" Semoga mereka bisa membawa Cherry kembali bersama mereka," ucap Karina penuh harapan.
" Amin," sahut Tari yang juga banyak berharap.
*********
" Lepaskan aku!" lepaskan aku!" ucap Cherry saat berusaha melepaskan diri dari cengkraman Bayu yang menyeretnya menaiki anak tangga.
Cherry terus berteriak meminta tolong tetapi tidak ada yang mendengarnya. Dan Bayu membawanya kedalam kamarnya dan tanpa ampunan menghempaskan Cherry ke atas tempat tidur.
" Auhhh," ucap Cherry kesakitan pada punggungnya dan dia semakin panik dengan Bayu yang di depannya. Dengan wajah yang penuh emosi dan melangkah mendekatinya sambil membuka 1 persatu kancing kemejanya. Membuat Cherry kepanikan.
" Apa yang kamu lakukan, jangan mendekat," ucap Cherry berusaha mundur dari Bayu yang semakin mendekat.
" Aku sudah menunggu hak ini sangat lama. Dan aku rasa ini waktu yang tepat. Kau akan menjadi milikku seutuhnya. Karena aku sudah menanti-nanti hal ini," ucap Bayu menyunggingkan senyumnya dan sudah menaiki atas ranjang.
" Jangan aku mohon jangan lakukan itu aku mohon," ucap Cherry yang kepanikan dan mencoba untuk kabur dan Bayu langsung menangkapnya.
" Mau lari kemana kamu. Kamu pikir kamu bisa lari," bentak Bayu.
" Aku mohon lepaskan aku, lepaskan aku," teriak Cherry saat Bayu yang berusaha untuk melecehkannya. Bayu bahkan sudah menindih tubuhnya dan berusaha untuk meraih tubuh itu. Tetapi Cherry memberontak sehingga membuat Bayu marah sampai akhirnya Cherry mendapat tamparan sampai beberapa kali.
" Kau sangat tidak tau diri. Kau tidak akan bisa lolos dari ku," ucap Bayu yang menjalankan aksinya dan Cherry yang di bawah kungkungannya sudah semakin tidak bersuara dengan derain air matanya dan ujung bibir yang berdarah dan hidungnya juga.
" Tolong aku Verro," batinya yang mengharapkan pertolongan di tengah nafsu gila Pria yang ada di atasnya.
Brukkk.
Dobrakan pintu kamar terdengar kuat yang memperlihatkan Verro yang datang tepat waktu dan melihat Bayu yang mencoba melecehkan Cherry.
Bersambung.....
__ADS_1