DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 222 Mengetahui semuanya.


__ADS_3

Azizi dan Sasy sedang makan malam bersama dengan makanan yang tadi masakkan oleh Azizi. Dan sekarang mereka menikmati bersama-sama dengan saling berhadapan.


" Toby jadi pergi?" tanya Azizi.


" Iya, dia benar-benar pergi. Tetapi dia bilang hanya sebentar. Walau begitu. Aku tidak tau jika dia bohong atau tidak," sahut Sasy yang pasrah dengan Toby yang kalau sampai Toby mengingkari janjinya.


" Tetapi aku rasa. Toby tidak akan bohong. Bukannya dia dari dulu baik dan mana mungkin berbohong," sahut Azizi dengan terus menyuap nasi kemulutnya.


" Ya semoga saja. Apa yang kamu katakan benar, aku juga tidak bisa berkata apa-apa. Karena semuanya ada di tangan Toby," sahut Sasy. Azizi tersenyum tipis mendengarnya.


" Hmmm, oh iya Azizi, bagaimana Iqbal. Aku melihat kondisinya seperti itu saja?" tanya Sasy .


" Kamu tau sendiri. Tulang sumsum yang di butuhkan Iqbal tidak sembarangan dan hanya di dapatkan dari keturunan atau sedarah dengannya. Makanya Verro juga mengatakan sangat sulit untuk mengoperasinya," ucap Azizi yang sekarang benar- benar pasrah.


" Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Sasy.


" Jadi Iqbal, akan di keluar dari rumah sakit. Verro mengatakan tidak apa-apa. Jika dia melakukan aktivitasnya seperti biasa. Asal jangan kelelahan. Sampai akhirnya mendapatkan tulang sumsum dan bisa melakukan operasi. Dan walaupun tidak dapat dan takdir harus mengambilnya dariku. Aku ikhlas. Karena aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi," ucap Azizi dengan kesedihannya.


" Yang jelas aku merasa lega. Karena aku tidak membuang masa kecil Iqbal, dengan Iqbal keluar dari rumah sakit. Dia bisa bertemu teman-temannya dan bisa layaknya seperti anak lain bermain seperti biasa dan aku akan puas memberikan dia kebahagian itu dan tidak akan menyesal sampai kapanpun. dari pada dia harus di rumah sakit terus dan tidak bisa bermain dan dia hanya akan semakin sedih," jelas Azizi dengan matanya berkaca-kaca.


" Aku tau perasaan kamu Azizi. Kamu hanya ingin melakukan semuanya untuk Iqbal dan demi kebahagiannya. Kamu harus tau Azizi. Posisi kamu dulu pernah kita alami. Kita sangat takut kehilangan bahkan Verro juga mengalami semuanya di mana dia benar-benar takut kehilangan Cherry, sampai sama seperti kamu. Rasa takut yang akhirnya berubah menjadi iklhas dan bahkan merelakan,"


" Posisi yang kamu alami pasti sangat berat. Tetapi percayalah. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini dan apalagi. Jika kamu benar-benar berusaha," ucap Sasy memegang tangan Azizi yang terus memberinya semangat. Azizi tersenyum mendengar ucapan Sasy.


" Terima kasih Sasy kamu selalu ada memberikanku dukungan. Aku merasa bertambah kekuatan dengan kehadiran kamu," sahut Azizi dengan senyum di wajahnya. Sasy mengangguk.


Eksperesi Sasy berubah sedikit. Seperti ada yang ingin di katakannya. Tetapi seperti sangat takut mengatakannya.


" Azizi!" tegur Sasy pelan.


" Iya kenapa?" tanya Azizi melihat Sasy dan ingin minum.

__ADS_1


" Jika kamu dan Vandy, bisa menyelamatkan Iqbal. Lalu kenapa kalian tidak melakukannya," ucap Sasy pelan. Azizi yang tadinya minum tidak jadi minum dan melihat ke arah Sasy dengan menatap serius.


Perlahan tangan Azizi meletakkan gelas di atas meja. Tiba-tiba debaran jantung Azizi berdetak kencang. Apa yang di katakan Sasy benar-benar membuat Azizi kaget.


" Vandy, memberitahu semuanya padamu?" tanya Azizi dengan kesulitan bicara. Kata-kata yang sudah untuk di ucapkan seakan pita suaranya yang seakan rusak.


Apa yang di katakan Sasy jelas. Rahasianya selama ini di ketahui Sasy dan pasti Vandy yang memberitahunya. Karena hanya dia dan Vandy yang tau apa yang terjadi.


" Tidak. Tapi aku sudah tau dari 7 tahun lalu," sahut Sasy melihat ke arah Azizi dan mata Azizi semakin melotot melihat Sasy.


" Apa maksud kamu?" tanya Sasy dengan tubuhnya bergetar.


Flashback.


Sasy turun dari bus terlebih dahulu, setelah perjalanan praktek mereka selesai dan pagi hari kembali kembali ke Vila.


" Hmmm, lelah sekali. Oh iya aku ke atap dulu aku ingin mengambil sweater yang kemarin malam aku jemur," batin Sasy yang langsung memasuki Villa.


" Azizi Vandy, ngapain mereka dan Vandy tidak ikut praktek. Apa mereka semalaman ada di sana," batin Sasy yang penasaran dengan Azizi dan Vandy.


Tidak ingin ikut campur yang akhirnya Sasy meninggalkan tempat itu tanpa di ketahui Azizi dan juga Vandy. Hari-hari terakhir study tour membuat Sasy memperhatikan gerak-gerik Azizi dan Vandy yang terlihat canggung dan tidak seperti biasanya. Sasy pasti kepo namun tidak berani bertanya pada Azizi maupun Vandy.


Rasa penasaran itu di bawanya sampai selesai Study tour dan kembalinya mereka kesekolah. Keanehan semakin timbul. Saat Vandy terlihat jelas menghindari Azizi. Bahkan Sasy yang memperhatikan gerak-gerik ke-2 temannya terlihat jelas. Seperti ada sesuatu yang aneh.


Bahkan saat Azizi di lempari dan aibnya di buka di sekolah. Sasy melihat Vandy tidak bergerak dan seakan tidak mau tau.


" Aneh sekali kenapa Vandy, tidak ada, saat Azizi di serang, aku harus tanya dia kenapa dia setidak peduli itu," gerutu Sasy sambil menaiki anak tangga menuju ruangan V3 yang dia tau Vandy ada di sana.


" Aku hamil!" langkah Sasy terhenti ketika mendengar suara dari dalam itu yang tak lain suara Azizi.


Sasy kaget bukan main dengan pengakuan Azizi yang telah hamil membuatnya menutup mulutnya. Sasy menjadi saksi percekcokan di dalam ruangan itu. Yang tidak satupun iya tidak ketahui. Segalanya di ketahuinya.

__ADS_1


Sasy diam untuk hal itu tidak menceritakan kepada siapapun dan tidak juga bertanya pada Azizi dan juga Vandy karena menurutnya itu bukan urusannya.


Semuanya berlalu sampai akhirnya 7 tahun dan munculnya kembali Azizi. Hal itu pasti membuat Sasy mengingat apa yang sempat terlupakan.


Kemunculan Iqbal tidak menutup kemungkinan rasa penasaran Sasy. Walaupun Azizi mengatakan sudah menikah. Sasy lebih heboh dari Vandy yang ingin mencari tau semuanya. Tanpa ada yang tau.


Sasy sudah mengetahui jika Azizi tidak pernah menikah dan masalah Iqbal semakin memperkuat opini yang ada di dalam pikirannya.


" Aku lupa harus menyerahkan ini keruangan Vandy," ucap Sasy berjalan menuju ruangan Vandy mengetuk pintu dan tidak ada sahutan membuat Sasy masuk begitu saja untuk mengantarkan apa yang harus di berikannya pada Vandy.


Sasy meletakkan beberapa tumpukan dokumen itu di atas meja. Saat ingin pergi. Sasy melihat lembaran kertas yang terbuka dan jelas Sasy mengambilnya dan membacanya.


Sasy terkejut saat membaca 1 lembar kertas itu yang tak lain adalah hasil tes DNA Iqbal dan juga Vandy.


" Jadi dugaan ku benar, Iqbal adalah anak Vandy," batin Sasy dengan bibirnya yang bergetar.


Sasy benar-benar mengetahui rahasia besar Vandy dan juga Azizi. Makanya Sasy mengiyakan saat Vandy menyuruh Azizi tinggal di rumahnya. Karena dia tau Azizi tidak mudah memberikan kesempatan pada Vandy karena rasa sakit hati dan kekecewaan yang di terimanya selama ini.


Flassaon.


Mendengar pengakuan Sasy yang mengetahui semuanya membuat Azizi mengusap wajahnya kasar dengan ke-2 sikutnya atas meja. Dengan mengusap kasar wajahnya dan matanya bergenang.


" Maaf, Azizi, aku tidak bermaksud untuk ikut campur," sahut Sasy merasa bersalah.


Azizi menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dan melihat ke arah Sasy.


" Aku tau perasaan kamu Azizi. Dan tidak mungkin kamu memaafkan Vandy dengan apa yang di lakukan kepada kamu. Aku memang dekat dengannya dan sahabatnya. Tapi aku juga sangat menyalahkan apa yang di lakukannya. Aku menyayangkan tindakannya yang sudah membuang kamu dan tidak mengakui janin yang dulu ada,"


" Jika aku menjadi kamu. Aku juga tidak akan memberikan kesempatan apa-apa untuknya. Tetapi Iqbal hanya membutuhkan orang tuanya. Seakan dia merasa nyawanya ada di tangan orang tuanya," ucap Sasy. Air mata Azizi menetes mendengarnya ucapan Sasy yang terlebih lagi membuka masa lalu itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2