DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 97 Malam Suka duka.


__ADS_3

Malam semakin panjang dan memang benar Verro ataupun Cherry tetap berada di atas kapal mereka terus mengobrol panjang lebar. Bagaikan ini waktu terakhir mereka.


Cherry dan Verro sekarang sudah berbaring di lantai kapal. Di bawah langit yang di penuhi bintang-bintang. Di mana Cherry sudah tertidur di pelukan Verro dengan kepalanya yang berada di atas Verro.


Verro yang berbaring lurus, terus mengusap pundak Cherry seraya menidurkannya. Beberapa kali dia juga mencium pucuk kepala kepala Cherry.


Verro tidak ingin tidur dia ingin menjaga Cherry yang tertidur di dalam pelukannya. Mata Verro menatap langit malam yang indah dengan bintang-bintang yang tinggi di sana yang tidak akan mungkin tergapai.


Fals back.


" Mama- mama- mama, kenapa pergi, mama harus kembali," Verro menangis di taman belakang rumahnya. Rumah yang masih penuh duka.


Masih dengan pakaian hitam. Pulang dari melayat. Verro duduk di atas batu di belakang rumahnya. Meratapi mamanya yang sudah pergi meninggalkannya.


Verro menangis sengugukan dengan menunduk di atas kedua tangannya yang dilipat di atas ke-2 lututnya yang di tekukkan.


Sebuah tangan lembut mengusap pundak Verro membuat Verro mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang mengusap pundaknya. Yang ternyata gadis kecil yang juga memakai dress hitam dengan rambut panjangnya yang terurai indah.


" Cherry," lirih Verro.


" Verro jangan menangis. Nanti mama kamu sedih di atas sana," ucap Cherry dengan polosnya yang ingin menghibur sahabatnya itu.


" Aku sudah tidak punya mama lagi," sahut Verro mengais terisak-Isak merasa sesak di dadanya.


" Tidak Verro. Mama kamu masih ada. Sama seperti Cherry," sahut Cherry.


" Kenapa kamu bilang begitu?" tanya Verro.


Cherry meletakkan telapak tangannya di dada Verro.


" Papa bilang mama kita tetap ada di sini. Dia tidak pergi dia tetap bersama kita," ucap Cherry yang mengingat kata-kata sang papa.


" Benarkah seperti itu?" tanya Verro yang menanggapi dengan serius. Cherry mengangguk dan duduk di samping Verro.


" Iya jadi kita tidak perlu sedih karena mama kita akan tetap di hati kita. Dia akan terus dekat dengan kita," ucap Cherry dengan bijak menjelaskan.


" Lihat di sana," tunjuk Cherry pada banyaknya bintang di langit malam.


" Kenapa?" tanya Verro.


" Cherry pernah tanya sama papa. Kemana mama pergi. Papa bilang mama ada di atas sana bersama bintang-bintang indah itu," ucap Cherry tersenyum.


" Apa mama ku juga akan jadi bintang?" tanya Verro. Cherry mengangguk.


" Mama Verro dan mama Cherry sekarang ada di sana mereka berdekatan dan tersenyum kepada kita. Mereka juga melambaikan tangan kepada kita," ucap Cherry dengan wajahnya yang menjelaskan dengan senyuman.

__ADS_1


" Jadi Verro jangan nangis lagi. Kalau Verro kangen sama mama. Verro bisa lihat bintang. Karena mama Verro akan ada di sana nanti," ucap Cherry menjelaskan.


Verro yang sudah tidak menangis lagi. Terus melihat bintang malah wajah sedih itu terdapat senyum tipis. Seakan apa yang di sampaikan Cherry membuatnya sedikit tenang.


" Verro, kalau Cherry nanti sudah tidak ada. Cherry juga akan di sana. Cherry juga bisa melihat Verro setiap saat," ucap Cherry.


" Memang kamu mau pergi juga?" tanya Verro.


" Cherry pasti lebih cepat pergi dari pada Verro. Kan Verro tau sendiri Cherry ada sakitnya. Mama Cherry juga pergi lebih cepat karena sakit. Mama Verro juga. Berarti Cherry juga akan menyusul mereka," ucap Cherry berbicara dengan polos dengan senyum di wajahnya.


" Jadi kalau nanti Cherry juga pergi. Cherry, mama Cherry dan mama Verro akan berdekatan di atas sana. Dan kami akan terus melihat Verro. Jadi Verro tidak boleh menangis. Karena kalau Verro menangis kami akan sedih. Walau kami jauh dari Verro. Kami akan tetap ada di hati Verro. Jadi Verro jangan takut kesepian," ucap Cherry lagi yang terus mengoceh berbicara seperti orang dewasa agar bisa menghibur sahabatnya.


Flass on.


Air mata Verro jatuh dari pelupuk matanya. Ketika melihat bintang dan mengingat perkataan Cherry.


Verro mempererat pelukannya. Mencium pucuk kepala Cherry dengan tangisan tanpa suaranya. Dia merasa tidak akan sanggup. Jika pada akhirnya Cherry akan pergi untuk selamanya.


" Verro kamu tidak tidur?" tanya Cherry dengan suara pelan.


" Aku akan tidur, tidurlah!" jawab Verry menahan tangisnya.


Cherry yang bisa merasakan suara aneh mengangkat kepalanya dan melihat Verro yang benar-benar di banjiri air mata.


" Aku tidak apa-apa, tidurlah! ujar Verro mengelak.


Cherry pun kembali memejamkan matanya. Dia kembali tertidur di bidang dada itu. Merasa benar-benar sangat nyaman tidur bersama Verro.


" Tuhan aku tau. Kau akan mengambil nyawaku dalam waktu dekat ini. Tuhan aku sangat bahagia bisa bersama Verro. Tetapi itu tidak adil untuknya. Aku tidak ingin dia sedih saat aku tidak ada. Seandainya engkau berikan aku hidup waktu lebih lama aku ingin membalas semua kebaikannya kepadaku," batin Cherry yang yang meneteskan air matanya saat dia ingin menjadi egois tidak ingin pergi secepat itu.


" Kenapa harus Cherry. Kenapa harus dia. Apa aku sudah ditakdirkan akan terus kehilangan. Apa aku di takdirkan untuk tidak akan pernah bahagia lagi," batin Verro.


************


Tarrrrrrrrrrr


Ledakan kembang api yang indah terdengar kuat. Ledakan yang berasal dari Villa. Ledakan sebagi tanda berakhirnya study tour mereka selama 1 bulan dalam suka dan duka.


Pancaran kembang api itu juga terlihat tepat di atas kepala Verro dan Cherry. Sebagai saksi dua pasangan yang berpelukan dengan mengalami perang batin masing-masing yang takut kehilangan satu sama lain.


Karena memang hal yang paling menakutkan adalah Perpisahan dalam kematian. Perpisahan yang sangat kejam di dunia.


Kembang api yang indah juga di saksikan Azizi yang berada di jendela kamarnya. Meski banyak pemikiran.


Teka-teki dalam hubungannya dengan Vandy yang menghindar darinya. Azizi tetap tersenyum melihat keindahan yang berada di atas sana.

__ADS_1


" Apapun itu study tour memberikan kebahagian untukku," batin Azizi yang terus menatap indahnya kembang api itu.


Nadya yang memang pada akhirnya juga turun kebawah mengikuti murid-murid yang bersuka cita. Juga menatap kelangit dengan wajahnya yang tersenyum lebar.


Tiba-tiba Varell berdiri di sampingnya dan menggenggam tangan yang sedari tadi menggantung membuat Nadya menoleh kearahnya.


Varell tersenyum melihat Nadya. Nadya juga membalas senyum itu. Tidak ada ada pembicaraan ke-2nya kembali fokus melihat keatas langit menyaksikan percikan kembang api yang indah.


Sementara Vandy yang berada di bawah dengan tangannya yang melipat di dadanya tidak sengaja melihat keatas jendela yang terbuka melihat wanita yang memang di hindari nya.


" Biarlah semua hanya memori," ucap Vandy di dalam hatinya yang tidak tau apa maksudnya. Melihat Azizi di atas sana yang menatap indahnya kembang api.


Lain dengan dengan Sasy yang tersenyum melihat kembang api. Sasy lebih seperti berdoa. Memakamkan matanya dengan telapak tangannya yang saling menyatu seakan memohon.


" Aku ingin bisa seperti ini lagi. Cherry sahabatku agar penyakitnya di angkat. Agar kami bisa tetap bersama lagi," bagi Sasy yang memang belakangan memiliki firasat buruk.


Dia juga melihat kondisi Cherry yang sebenarnya tanpa di tanyakan dia tau semakin buruk.


Tetapi Sasy pura-pura tidak tau dan hanya berdoa di dalam hatinya agar Tuhan segera mengangkat rasa sakit di tubuh sahabatnya.


" Cherry Akan sembuh," batinnya penuh harapan.


Raquel juga tersenyum dengan suasana hari ini. Dengan kedua tangannya berada di saku sweater nya. Membuat wajah cantiknya terus tersenyum.


" Banyak pelajaran yang aku dapatkan selama di sini. Aku lebih tau bagaiman persahabatan yang sebenarnya. Aku juga tau kenapa orang-orang bisa bersahabat dengan dekat. Karena mereka juga menggunakan cinta di dalamnya,"


" Tempat ini juga mengajarkanku. Untuk lebih mempercayai suatu hal. Mengajarkanku untuk mencari tahu sebelum menilai, mengajarkanku cara bekerja keras dengan baik,"


" Tempat ini mengajarkanku untuk menghargai dan pasti tempat ini mengajarkanku cara bahagia yang sesungguhnya," Raquel terus berbicara di dalam hatinya dengan apa yang di rasakannya.


Rasa kedamaian yang tidak pernah di dapatkannya. Pelajaran berharga. Persahabatan, cinta, suka duka dalam menghadapi sesuatu hal. Semua di dapatkannya saat menjalankan kegiatan Study tour.


" Semoga aku bisa lebih baik lagi," Raquel juga berharap ingin lebih baik dan mungkin akan meninggalkan kebiasaan buruknya yang menyebalkan itu.


Ternyata dari arahnya berhadapan. Aldo memandangi wajah Raquel yang terlihat bahagia. Aldo tersenyum melihat wajah cantik Raquel yang lebih cantik saat tersenyum.


" Dia memang sangat berbeda. Penuh misteri," batin Aldo mendengus tersenyum dengan perasaannya yang tidak menentu.


Lain dengan mereka yang sibuk dengan perasaan masing-masing. Toby sedari tadi sibuk mengambil beberapa Foto-foto yang ada di sana.


Dia lebih ingin mengabadikan momen-momen orang-orang yang ada di sana. Karena itu akan merupakan kenangan paling berharga dan mungkin tidak akan ada lagi nanti.


Bersambung......


...Kebahagian yang sebenarnya adalah berasal dari sebuah ketulusan....

__ADS_1


__ADS_2