DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 343 Pemberian kabar bahagia.


__ADS_3

Akhirnya Cherry dan Verro bisa menghirup udara rumah lagi. Di mana mereka berdua sudah boleh pulang. Varell yang menjemput Verro dan Cherry dan mengantarkan mereka Kerumah mereka dengan selamat.


Verro memang sembuh terlebih dahulu tangannya sudah sembuh sementara untuk Cherry masih belum sembuh. Dia masih dalam tahap pemulihan yang pasti lama lagi dia akan sembuh total.


Begitu sampai Verro langsung keluar dari mobil. Verro langsung mengambil kursi roda Cherry dari bagasi yang di bantu oleh Varell dan Verro langsung menggendong Cherry meletakkannya di atas kursi roda dengan lembut.


Setelah itu Verro mendorong kursi roda istrinya. Kepala Cherry berkeliling melihat di halaman rumah dia tidak tau sudah berapa lama dia tidak berada di sana dan dia begitu bahagia yang bisa kembali Kerumahnya dan suaminya.


" Akhirnya kita pulang!" ucap Cherry melihat suaminya.


" Iya sayang kita akhirnya bisa kembali Kerumah kita, apa kamu merindukan rumah kita," sahut Verro yang tersenyum bahagia yang bertanya pada istrinya.


" Iya, aku sangat merindukan suasana rumah kita. Aku tidak percaya bisa kembali ketempat ini," jawab Cherry yang menghirup udara dalam-dalam.


" Ya sudah kalian jangan diam saja. Ayo masuk!" ajak Varell seperti sudah menganggap rumahnya sendiri. Verro dan Cherry saling melihat dan sama-sama saling mengangguk dengan tersenyum.


Varell pun membukakan pintu ketika Verro dan Cherry sudah berada di depan pintu. Dan saat pintu terbuka.


" Supraise," Verro dan Varell di kejutkan dengan percikan penyambutan yang meriah oleh teman-temannya. Yang tidak tau kapan mereka di sana.


Sasy, Toby, Raquel, Aldo, Vandy, Azizi, Nadya sudah berada di sana menyambut kedatangan itu dengan penuh kebahagian.


" Silahkan masuk tuan putri!" sahut Sasy dengan memakaikan mahkota untuk Cherry. Cherry sampai tidak bisa berkata-kata dengan penyambutan itu. Tidak hanya itu Nadya bahkan memakaikan selempang untuk Cherry.


" Ya ampun kalian ini," ucap Cherry yang terlihat ceria.


" Dan ini untuk Cherry, selamat datang," sahut Azizi membawakan boucket mawar pink kesukaan Cherry.


" Thank you," sahut Cherry dengan wajahnya penuh kebahagian dengan menghirup udara harumnya mawar kesukaannya itu.


" Dan harus meminum ini sebelum masuk kedalam," sahut Raquel yang membawakan susu strawberry untuk Cherry.


" Ya ampun makasih," sahut Cherry yang mulai terharu.


" Ya sudah mati tuan putri dan pangeran masuk," sahut Sasy memberi jalan. Cherry pun mengangguk dan tidak lama Verro pun membawa Cherry masuk dengan mendorong kursi roda itu untuk memasuki rumah.


Wajah Cherry semakin bahagia dengan matanya yang berbinar melihat rumahnya yang sudah di sulap seakan ada perayaan ulang tahun di sana. Penuh balon-balon, bunga-bunga dengan sambutan welcome. Tuang tamu Cherry memang di sulap sedemikian rupa indahnya.


" Kapan kalian membuat ini?" tanya Cherry yang speechless.


" Ada deh," sahut Raquel.


" Jadi ini yang membuat kalian tidak membantuku dan Cherry dalam persiapan pulang," sahut Verro.

__ADS_1


" Ya iyalah, kita kan mau menyiapkan semua ini. Makanya kita semua tidak membantu kalian," sahut Azizi.


" Makasih ya untuk semua ini. Aku tidak percaya kalian masih sempat-sempatnya melakukan ini," sahut Cherry yang merasa terharu.


" Nggak usah berterima kasih Cherry. Kita tidak ngapain-ngapain kok. Kita malahan merecoki rumah kamu. Tapi tenang aja nanti kita akan bereskan sebelum pulang," sahut Nadya.


" Apapun itu aku sangat bahagia. Makasih ya untuk semuanya," sahut Cherry yang tersenyum bahagia dengan apa yang di dapatkannya hari ini.


" Sama-sama, semoga ketika berada di rumah ini. Kamu bisa cepat sembuh," sahut Raquel.


" Amin," sahut semuanya serentak.


" Ya sudah kita potong kue sekarang," sahut Toby.


" Kue, kenapa ada kue?" tanya Cherry heran.


" Memang siapa yang ulang tahun," sahut Verro.


" Memang harus ulang tahun saja harus memotong kue apa. Ini kue untuk penyambutan kalian ber-2," sahut Vandy.


" Sudah-sudah, jangan buang waktu ayo buruan kita potong kue," sahut Aldo.


Cherry dan Verro pun mengikut saja namanya juga di berikan Supraise jadi terserah mereka deh mau melakukan apa-apa.


Verro dan Cherry pun memotong kue tersebut dengan bersamaan. Setelah selesai mereka pun saling menyuapi. Mereka menuruti arahan teman-temannya yang pasti ada-ada saja. Yang penting Cherry dan Verro bahagia.


" Ini masak sendiri?" tanya Cherry.


" Iya, Cherry Chef yang memasakkan," sahut Toby.


" Siapa chef-nya?" tanya Cherry penasaran.


" Chef, yang bekerja di Restaurant," sahut Toby.


" Aku serius Toby. Kamu malah becanda," sahut Cherry.


" Sorry Cherry aku hanya bercanda, kamu kan tau sendiri para wanita-wanita ini mana mungkin bisa memasak. Jadi semua ini siap saji. Di beli dari Restaurant dan yang pastinya semua ini makanan kesukaan kamu," sahut Toby menjelaskan.


" Kamu jangan asal-asalan Toby bilang kita semua nggak bisa masak. Nadya pintar masak. Azizi juga," sahut Raquel.


" Sudahlah makanan ini mau di beli atau di buat yang penting ini aku menyukainya," sahut Cherry.


" Benar kata Cherry. Kalian semua sudah membuang waktu untuk kami. Makasih untuk penyambutan dan makanannya," sahut Verro menambahi.

__ADS_1


" Sama-sama," sahut semuanya dengan serentak.


" Ya sudah kalau begitu sekarang ayo kita nikmati makanan ini jangan hanya di anggurin saja," sahut Varell.


" Hmm, benar kata Varell, kita sekarang ayo kita makan, aku juga sudah lapar," sahut Toby.


Mereka pun mengangguk dan langsung menikmati makanan yang sudah di sediakan di rumah Verro dan Cherry. Mereka makan sambil mengobrol ceria. Apa lagi jika tidak saling menggoda.


Tiba saatnya saling bete. Kembali lagi ketawa-ketawa. Ya namanya juga pertemanan mau gimana lagi.


" Ehemm," tiba-tiba Raquel berdehem yang membuat orang-orang menoleh sebentar ke arahnya.


" Ada apa Raquel?" tanya Vandy.


" Oh, iya mumpung kita semua di sini. Jadi aku pengen ngasih ini," ucap Raquel tiba-tiba yang mengeluarkan sesuatu di tasnya dan meletakkan di atas meja.


" Apa ini, undangan siapa ini," sahut Sasy yang dengan cepat mengambilnya. Seketika matanya langsung melotot.


" Ini serius?" tanya Sasy tidak percaya.


" Memang ada apa?" tanya Azizi yang penasaran dan juga langsung mengambilnya yang lain juga ikut mengambil undangan itu.


" Kamu sama Aldo mau nikah?" pekik Nadya. Raquel dan Aldo mengangguk.


" Serius," sahut Cherry yang tidak percaya. Raquel hanya mengangguk sedikit malu.


" Kok bisa," sahut Sasy.


" Ihhhh, kok gitu nanyaknya," sahut Raquel.


" Ya heran aja kalian berdua putus nggak tau kapan balikkannya tiba-tiba sudah ngasih undangan aja," ucap Sasy masih schok.


" Ya kita ber-2 tidak mau pamer. Jadi kita ber-2 langsung pada intinya memberi undangan," sahut Raquel.


" Doain ya, semuanya lancar," sahut Aldo.


" Ya ampun selamat ya untuk kalian ber-2," sahut Cherry.


" Sama-sama Cherry," sahut Aldo.


" Hmmm, semoga pernikahan kalian lancar," sahut Verro.


" Makasih untuk doanya," sahut Raquel yang tersenyum bahagia.

__ADS_1


Yang lain juga memberi ucapan selamat. Walau masih kaget dan tidak percaya Raquel bisa-bisanya sudah main kasih undangan aja. Di kira cupu ternyata suhu.


Bersambung


__ADS_2