DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 337 Salah tingkah.


__ADS_3

Aldo dan Raquel pun akhirnya memasuki rumah. Di mana Raquel dan Aldo berada di ruang tamu. Aldo menghidupkan lilin dengan angka 24 tahun.


Wajah Raquel begitu bahagia melihat cake kesukaannya dengan lilin di tengahnya yang sudah menyala.


" Tiuplah," ucap Aldo yang mengangkat kue ulang tahun tersebut tepat di depan Raquel.


" Make wish dulu sebelum meniupnya," ucap Aldo. Raquel mengangguk memejamkan matanya untuk berdoa. Tidak lama berdoa akhirnya Raquel membuka matanya lagi dan meniup lilin tersebut.


" Makasih!" ucap Raquel. Aldo mengangguk dan meletakkan kue kembali di meja dan Raquel pun memotong kue tersebut dan langsung memberinya pada Aldo.


" Untukku?" tanya Aldo.


" Memang ada orang lain di sini?" tanya Raquel kembali.


" Tidak ada sih," sahut Aldo yang meraihnya dan malah menyuapkannya pada Raquel. Dengan senang hati Raquel pun membuka mulutnya. Menerima suapan dari Aldo.


" Bunganya untukku kan?" tanya Raquel yang melihat mawar merah di atas meja.


" Kamu menyukainya?" tanya Aldo.


" Ya iyalah, kalau aku tidak menyukainya. Mana mungkin kamu membelikannya," sahut Raquel. Aldo tersenyum menanggapinya.


" Hmm, kenapa kamu tadi ingin pergi. Kenapa tidak masuk?" tanya Raquel.


" Hmmm, aku hanya tidak enak dengan Dokter Arif," jawab Aldo.


" Kenapa dengan Dokter Arif. Memang apa yang terjadi. Perasaan biasa aja," sahut Raquel heran.


" Aku tidak ingin mengganggumu," sahut Aldo.


" Siapa yang mengganggu. Yang adanya aku senang yang tidak percaya. Jika kamu akan memberiku kejutan di hari ulang tahun ku. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Kamu tetap menjadi yang pertama yang memberikanku ucapan ulang tahun," ucap Raquel.


" Pertama, aku yang pertama?" tanya Aldo tidak percaya.


" Iya kamu yang pertama?" sahut Raquel.


" Lalu Dokter Arif. Ngapain datang kalau bukan memberimu ucapan ulang tahun?" tanya Aldo heran.


" Kamu ini aneh banget ya. Memang Dokter Arif itu pacarku. Harus tau gitu ulang tahunku," sahut Raquel.


" Apa itu artinya kamu dan Dokter Arif tidak pacaran," sahut Aldo memelankan suaranya yang memastikan hal itu.


" Kapan aku pacaran dengannya," sahut Raquel, " Hmmmm atau jangan-jangan kamu berpikiran lagi. Kalau aku sama Dokter Arif pacaran dan karena itu juga kamu pergi begitu saja," tebak Raquel menatap Aldo curiga.

__ADS_1


" Kamu cemburu ya..." goda Raquel menunjuk Aldo.


" Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk," Aldo jadi batuk-batuk dengan salah tingkah. Wajahnya bahkan memerah. Raquel tersenyum melihat Aldo yang salah tingkah.


" Aku mau minum, ambilkan sana!" ucap Aldo.


" Ishhh, memerintah seenaknya, memang aku masih pacarmu," sahut Raquel berdiri dan langsung pergi mengambil minum.


Aldo mendengus dengan tersenyum seakan merasa bahagia dengan Raquel yang ternyata masih jomblo.


" Kenapa aku bisa kepikiran mereka pacaran," batin Aldo yang malah senyum-senyum sendiri.


Tidak lama akhirnya Raquel kembali dengan membawa segelas air putih.


" Nih," ucap Raquel memberikan Aldo air tersebut.


" Terima kasih," sahut Aldo tersenyum.


" Ehemmm, bye the way, hadiahnya hanya ini saja. Masa iya hanya bunga saja," sahut Raquel yang kelihatannya menuntut yang lain.


" Kamu memang mau apa?" tanya Aldo.


" Boleh minta?" tanya Raquel tampak semangat. Aldo mengangguk tampak tidak masalah.


" Baiklah," sahut Aldo tersenyum. Raquel juga tersenyum dan kembali menikmati keu ulang tahun yang di berikan Aldo kepadanya.


Ada tanda-tanda untuk pasangan itu menuju ke arah CLBK. Ya semoga saja memang iya.


**********


Pagi pagi sekali Azizi terlihat menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya. Belakangan Azizi dan Vandy memang damai-damai saja. Azizi juga tampaknya sangat menikmati statusnya sebagai istri Vandy.


Vandy yang sudah selesai mandi langsung keluar dari kamar mandi. Vandy langsung mengambil pakaian yang di siapkan istrinya itu.


" Kamu mau sarapan apa. Biar aku buatkan," tanya Azizi.


" Hmmm, gimana kalau kita sarapan di luar. Setelah mengantar Iqbal kesekolah kita sarapan di luar, bukannya kamu juga mau Kerumah sakit melihat Cherry dan Verro," ucap Vandy sambil memakai pakaiannya.


" Nggak masalah sih. Tapi bukannya itu kelamaan?" tanya Azizi.


" Maksudnya?" tanya Vandy bingung.


" Aku ambil roti saja sebagai pengganjal agar kamu tidak terlalu lapar," sahut Azizi dengan buru-buru ke luar dari kamar. Vandy tersenyum melihat Azizi yang tampak buru-buru.

__ADS_1


" Jadi dia mengkhawatirkan ku," batin Vandy dengan wajahnya yang terlihat berseri-seri. Saat sang istrinya begitu mengkhawatirkannya.


*********


Sasy sedang berada di ruangan Verro dan Cherry di mana pasangan suami istri itu sedang sarapan dan Sasy duduk di sofa yang ada di sana.


" Alhamdulillah kalau akhirnya nama Aldo kembali bersih," sahut Azizi sambil mengunyah makanannya yang bersyukur dengan cerita Sasy mengenai masalah Aldo yang sudah selesai.


" Ya aku juga tidak percaya. Memang dasar si Tari itu sangat jahat," sahut Sasy yang masih geram.


" Lalu bagaimana dengan hukumannya?" tanya Cherry.


" Ya sesuai dengan perbuatannya. Selain itu Aldo juga melaporkannya dengan pencemaran nama baik," jawab Tari.


" Lalu mas Bayu bagaimana!" tanya Cherry.


" Polisi juga akhirnya menemukannya dan ya bukannya hukumannya berkurang malah hukumannya semakin bertambah," jawab Sasy.


" Itu pelajaran untuk mereka. Mereka sudah menuduh Aldo yang tidak-tidak. Bahkan hampir membuat Aldo stres. Jadi wajar mereka mendapatkan hukuman yang setimpal itu," sahut Verro.


" Hmmm, kamu benar. Untung aja ada Raquel yang ada di sisinya. Memang Raquel wajib di acungi jempol baik banget," sahut Sasy yang sekarang hobi memuji sahabatnya itu.


" Kamu benar. Aku sangat berharap Raquel dan Aldo baikan," sahut Cherry.


" Pasti kita doain aja," sahut Sasy..." Hmmm, oh iya Cherry, kamu tau tidak kalau Fiona itu sakit pura-pura," ucap Sasy tiba-tiba.


" Apa sakit pura-pura," sahut Cherry kaget melihat ke arah Verro yang juga kaget dengan apa yang di katakan Sasy.


" Kamu tau dari mana?" tanya Verry.


" Bukan dia yang sakit tapi kakak iparnya dan selama ini dia hanya memanfaatkan kalian ber-2 untuk tujuannya dengan cara menggunakan hasil medis orang lain dan bodohnya kita para Dokter tidak memeriksa medis itu dan malah mengikuti alurnya dia," jelas Sasy.


" Astagfirullah Al Azdim, kenapa bisa Fiona melakukan cara itu. Padahal berpura-pura sakit itu bukan hal yang bisa di permainkan," ucap Cherry yang masih tidak percaya dengan kebenaran yang terungkap.


" Namanya juga Fiona. Dia akan melakukan beribu cara untuk keinginannya dan dia memanfaatkan kebaikan kamu untuk hal itu dan lihatlah apa yang terjadi selanjutnya," sahut Sasy.


" Ini pelajaran untukku. Lain kali tau mana yang berpura-pura baik dan mana musuh dalam selimut," sahut Cherry menyadari keteledorannya.


" Hmmm, ya aku sih dari dulu memang sudah tidak percaya dengan dia," sahut Sasy.


" Makasih ya Sasy kamu terus mengingatkanku," ucap Cherry.


" Itulah gunanya teman. Semoga dengan kejadian ini kalian berdua juga bisa ambil pelajaran dan menyelesaikan masalah dengan bijak," sahut Sasy menggurui. dan Verro saling melihat dan mengangguk tersenyum.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2