DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 153 Perkataan yang aneh


__ADS_3

Verro masih tetap murung dengan apa yang terjadi. Duduk masih di tempat yang sama dengan memikirkan semua yang terjadi. Perasaannya yang tidak pernah bisa normal semenjak bertemu Clara. Wanita yang sangat mirip dengan istrinya.


" Apa sekarang aku telah menjadi seorang penghiyanat, apa aku menghiyanati Cherry?" tanyanya dalam hati.


Selama 7 tahun Kematian Cherry. Tidak pernah terlintas seorang wanita didalam hatinya. Karena dia benar-benar tidak akan pernah membuka hatinya untuk siapapun.


Tempat Cherry masih utuh dan tidak akan tergantikan. Tetapi Kehadiran Clara membuatnya seakan menggeser Cherry. Seperti seakan tergeser dari dalam hatinya.


Karena wanita itu kerap kali masuk kedalam pikirannya. Clara juga berhasil membuat Verro menjadi orang linglung bahkan sering tidak bisa mengendalikan dirinya.


" Tidak Verro kau tidak boleh seperti ini. Wanita itu dan Cherry adalah wanita yang berbeda. Jangan pernah menganggap. Jika dia adalah Cherry mu. Dia bukan Cherry mu," batin Verro mengusap wajahnya sampai kerambutnya dengan ke-2 tangannya.


Sembari menundukkan sedikit kepalanya. Dia terlihat sangat frustasi dengan apa yang terjadi. Apa lagi ketika Bayu menangkapnya. Dia memang tidak melakukan apa yang di tuduhkan Bayu kepadanya.


Tetapi semua tidak akan terjadi. Jika dia tidak fokus. Kalau dia bisa fokus. Kejadiannya pasti tidak akan seperti ini.


" Kenapa semuanya bisa seperti ini," batin Verro yang terus membuang napas kedepan.


*********


Di sisi lain. Clara berjalan dengan langkah yang cepat di koridor rumah sakit. Clara yang memegang kotak obat berjalan dan seperti mencari seseorang.


" Di mana dia? Apa lukanya sudah di obati," gumam Clara yang tampak gelisah yang pasti sedang mencari Verro.


Verro yang tadi dipukul Bayu dan Clara bisa melihat luka di wajah Verro yang membuatnya merasa bersalah dan entah kenapa dia terlihat khawatir pada Verro.


Sedari tadi dia memang lebih memikirkan Verro di bandingkan Bayu yang sudah kesetanan. Dia mencemaskan pria itu dan dia juga tidak tau kenapa dia sampai mencemaskan Verro.


Akhirnya Clara yang sedari tadi mencari Verro sudah menemukan Verro. Verro yang duduk tampak murung. Lebih ke frustasi sih.


Clara yang menghentikan langkahnya. Ragu dengan Verro apa harus melanjutkan langkahnya atau tidak.


" Bagaimana ini. Apa aku aku kesana," gumamnya penuh keraguan.


" Bukankah aku memang sedang mencarinya. Untuk mengobati lukanya. Lalu kenapa aku harus ragu. Wajah Verro masih terluka dan sama sekali belum di obati," batin Clara yang bisa melihat dari jauh. Jika Verro luka di wajah Pria tampan itu masih terlihat jelas walau dari jauh.


" Huhhhhhh," Clara menarik napasnya panjang, membuangnya perlahan kedepan dan melanjutkan langkahnya menghampiri Verro.

__ADS_1


Dia mengambil keputusan untuk menghampiri Verro. Karena tujuannya ingin meminta maaf dan mengobati luka itu. Jadi dia harus tetap menghampiri Verro.


" Verro!" tegur Clara membuat Verro tersentak kaget mendengar suara wanita itu.


Verro mengangkat kepalanya dan melihat wanita yang berdiri di hadapannya yang memanggilnya dengan sebutan nama dan bukan Dokter.


Hal itu membuat Verro kaget. Tetapi cara Clara memanggilnya sama persis seperti Cherry saat memanggilnya. Apa yang di keluarkan Clara dari mulutnya membuat Verro terus menatapnya. Verro memang tidak akan bisa jika tidak menatap Clara.


" Aku minta maaf soal kejadian tadi. Sungguh itu sangat memalukan," ucap Clara dengan wajahnya yang penuh penyesalan. Sementara Verro masih tetap diam menatapnya.


Baru saja ingin melupakan semua kejadian dan benar-benar menganggap Clara bukan siapa-siapa. Tetapi perasaannya kembali di lema. Kala wanita itu memanggilnya dan panggilan itu sangat Khas.


" Verro aku...


" Cukup!" sahut Verro memotong pembicaraan Clara. Lalu Verro berdiri. Tanpa tau apa yang akan di ucapkan Clara.


" Kau tidak perlu meminta maaf. Karena itu bukan kesalahanmu. Dan lupakan semua kejadian ini. Kau hanya perlu mengingatkan Pria itu. Untuk tidak berbuat seenaknya di depan pasien," ucap Verro dengan suara dingin.


" Tapi! aku ingin," sahut Clara lagi yang seperti ingin membicarakan sesuatu.


Tetapi Clara mengentikan langkah Verro dengan memegang lengan Verro. Membuat darah Verro berdesir hebat. Kala merasakan sentuhan dari wanita itu.


" Tunggulah sebentar. Aku yang salah. Dan wajahmu terluka karena aku. Jadi izinkan aku untuk mengobatinya," ucap Clara menatap Verro dengan dalam. Melihat wajah luka itu dengan penuh kecemasan.


" Kau tidak perlu melakukannya apa-apa, itu bukan salahmu," Verro yang harus menolak niat baik Clara. Karena pasti hal itu membuatnya kembali bergejolak.


" Sebentar saja!" sahut Clara yang tidak akan tenang sebelum mengobati luka Verro. Clara pun memegang lengan Verro dan mengajaknya duduk.


Sementara Verro yang terlihat bingung menurut saja tanpa menolak dan sekarang sudah duduk berhadapan dengan Clara. Clara pun langsung membuka kotak obat yang di bawanya.


Clara mengambil kapas dan menumpahkan cairan pada kapas tersebut. Verro hanya melihat saja. Bahkan diam tanpa bicara. Matanya tidak lepas menatap Clara.


" Maaf," ucap Clara yang mulai mengobati luka Verro. Verro berdesis seakan merasa sedikit sakit. Clara merasa lega. Karena mau diobati.


Verro yang sedari tadi menatap Clara penuh arti tersadar dan reflex menepis tangan tangan Clara sampai kapas yang di pegang Clara jatuh membuat Verro kaget Dan Verro langsung berdiri.


Clara bingung dengan tindakan Verro dan dia pun ikut Berdiri. Verro yang tidak ingin terbawa suasana langsung pergi Clara kembali menghentikan tangan Verro. Verro kembali menghentikan langkahnya.

__ADS_1


" Lukamu belum selesai di obati," ucap Clara.


Kevin langsung menepis kasar tangan Clara membuat Clara kaget dengan tindakan Verro.


" Jauhkan dirimu dari ku," tegas Verro menekan suaranya. Membuat Clara kaget mendengar ucapan Verro.


" Verro!" tegur Clara pelan.


" Jangan memanggil namaku," ucap Verro.


" Jangan salah paham. Aku hanya ingin minta maaf dan mengobati lukamu. Luka mu di sebabkan karena kesalahanku," ucap Clara sedikit penjelasan.


" Cukup! Jangan bicara lagi. Kau tak perlu minta maaf. Aku tidak ada urusan denganmu. Masalah ini sudah selesai. Jadi jangan pernah muncul di hadapanku," ucap Verro menegaskan lalu pergi. Clara kembali menghentikan tangan Verro.


Verro yang geram mencengkram tangan Clara dan mendorong tubuh Clara sampai Clara terbentut kedingding. Membuat Clara kaget. Dengan tindakan Verro yang sudah ada di depannya. Verro menatapnya dengan tajam. Membuat Cherry kaget melihat tatapan tajam Pria yang seperti monster itu.


Sangat berbeda dengan yang biasa Clara lihat. Dokter yang manis dan memiliki wajah teduh. Sekarang Pria itu tampak marah. Wajahnya memerah dengan rahang kokohnya yang mengeras dan bahkan seperti ingin menerkamnya.


" Apa yang kau inginkan?" tanya Verro menekan suaranya.


" Apa maksudmu?" tanya Clara bingung.


" Kau sengaja memanfaatkan situasi. Apa kau sadar. Jika kehadiranmu membuatku gila. Jadi berhentilah bertingkah seperti ini. Kau bukan Cherry," teriak Verro membuat Clara tersentak kaget.


" Apa yang di katakannya. Kenapa dia mengatakan seperti itu. Cherry, dia juga menyebutku dengan Cherry. Apa yang di katakannya," batin Clara yang kebingungan. Dia tidak mengerti dengan kata-kata Verro dan memang baru kali ini. Nama Cherry keluar dari mulut Verro.


" Kau dengar baik-baik. Jangan memanfaatkan wajahmu. Untuk menggoyahkan hati ku. Kau sangat berbeda dengan Cherry. Jadi jangan pikir aku akan tertarik padamu. Hanya karena wajahmu yang mirip," tegas Verro. Clara diam seribu bahasa. Dia tidak bisa sama sekali tidak bisa berbicara apa-apa dengan kata-kata Verro yang tida di mengertinya.


Verro yang sadar dengan apa yang di katakannya. Langsung melepas cengkraman tangannya dari lengan Clara. Dia memang tidak sadar apa yang di katakannya. Sampai tidak sadar tindakannya membuat lengan itu memerah dan Clara hanya menahan sakit dengan meresapi kata-kata Verro yang sangat sulit di mengertinya.


" Menjauhlah dariku!" ucap Verro dengan penuh penegasan dan penekanan pada Clara. Lalu meninggalkan Clara.


" Aku tidak tau apa yang kamu maksud?" tanya Clara kembali menghentikan langkahnya.


" Aku tidak berniat untuk apapun," ucap Clara lagi yang benar-benar bingung.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2