
Sasy masih menikmati tawanya yang lucu dengan teman SMA-nya dulu yang suka membully dan selalu cari masalah.
" Tawa mulu," sahut Verro.
" Memang ya teman-teman Raquel nggak ada yang beres setelah sudah lama tidak kelihatan," sahut Sasy geleng-geleng.
" Apaan sih lo, kenapa selalu nyalahin gue," sahut Raquel kesal.
" Kenyataannya, Selina yang dulunya suka pamer sana sini merasa paling kaya eh tau-taunya sekarang hanya sebagai kasir dan sekarang Mitha yang dulunya Nauzubillahminzalik ampun tidak bisa berkata apa-apa. Sekarang nikah sama aki-aki jadi teman lo nggak ada yang beres," ucap Sasy yang benar-benar puas mengejek.
" Sasy, sudah lah kamu ini ya, ngejek mulu. Nggak baik tau, apapun propesi mereka. Kamu itu nggak perlu men judge dan apalagi merendahkan. Yang penting apa yang mereka cari dan apa yang mereka kerjakan halal," sahut Sasy menegur sahabatnya itu.
" Tau nih anak, kerjanya menghina mulu. Belum tentu kita yang terbaik di antara mereka," sahut Verro menambahi.
" Tuh dengarin, nggak usah ngatain orang," sahut Raquel yang lumayan tenang karena ada yang membelanya.
" Ihhh, aku bilang kayak gitu untuk memberi pelajaran pada kita. Siapa juga yang ada niat buat jatuhi dan ngataina bahkan menghina- hina. Nggak ada tau. Itu semua justru untuk pelajaran untuk kita. Supaya kedepannya kita nggak usah suka meninggi karena kita tidak tau bagaimana nanti kelanjutannya kehidupan kita. Jadi aku bilang kayak gitu untuk pelajaran untuk kita aja," sahut Sasy menjelaskan.
" Alasan aja lo, bilang aja. Lo memang pada dasarnya suka Julid," sahut Raquel.
" Nggak tau memang benar kok," sahut Sasy.
" Sudahlah, jangan ribut hanya gara-gara masalah itu. Apapun itu yang terpenting Mitha sudah menikah dan kita sebaikknya mendoakan yang terbaik untuk pernikahan Mitha dan suaminya," sahut Nadya yang berbicara dengan bijak.
" Setuju sama Nadya. Sebaiknya kita memberikan doa dari pada menceritai," tambah Cherry lagi.
" Iya deh," sahut Sasy.
__ADS_1
" Sudah sekarang ayo kita makan, setelah makan selesai kita foto-foto dengan Vandy dan juga Azizi," sahut Toby.
" Setuju," sahut Raquel.
" Hmmm, bye the way, aku kok nggak liat Aldo ya?" tanya Nadya tiba-tiba yang membuat Raquel menghentikan makannya.
" Oh, iya memang Aldo tadi nggak bareng kamu ya Raquel?" tanya Nadya lagi membuat suasana seketika menjadi tegang.
Nadya sepertinya memang tidak tau. Jika Aldo dan Raquel sudah putus, makanya Nadya bisa-bisanya bertanya dengan santai. Sementara Raquel tampak tidak nyaman dengan pertanyaan yang di tanyakan Nadya.
" Ya ampun kenapa Nadya pakai nanya lagi," batin Sasy.
" Itu Aldo, baru di omongi sudah timbul aja," sahut Nadya yang tiba-tiba melihat Aldo
" Sama siapa dia?" tanya Nadya yang heran dengan kedatangan Aldo dengan seorang wanita yang tampaknya tidak asing bagi Nadya.
Mendengar ucapan Nadya membuat satu meja itu pun melihat kearah yang sedari tadi di lihat Nadya yang ternyata Aldo datang bersama Tari bahkan terlihat tari menggandeng Aldo.
" Ya ampun bisa-bisanya Aldo datang sama pelakor itu. Kayaknya memang mereka memang punya hubungan. Bukan punya mungkin sudah meresmikan hubungan mereka," batin Sasy tampak kesal.
" Bukannya itu teman kamu Cherry yang dulu ada di pemakan?" tanya Nadya mengingat, memang dia hanya bertemu dengan Tari di sana.
Nadya yang banyak bicara membuat Raquel tampak tidak nyaman. Hanya melihat sekilas Aldo yang datang layaknya pasangan kepernikahan Vandy. Setelah itu Raquel langsung mengalihkan kembali pandangannya pada makanan, walau sudah tidak berselera sama sekali.
" Raquel kamu kok diam aja. Kenapa tidak memanggil Aldo dan kenapa Aldo malah datang dengan orang lain?" tanya Nadya yang benar-benar kepo. Maklumlah Nadya memang tidak tau, itu berarti bukan salahnya.
" Biar aku panggil dia," sahut Nadya tampak ingin mengeluarkan suara dengan mengangkat tangannya.
__ADS_1
" Nadya, Raquel dan Aldo sudah putus," sahut Sasy dengan cepat dan langsung membuat Nadya kaget dan dengan perlahan menurunkan tangannya.
" Putus," sahut Nadya terkejut dan melihat satu persatu yang ada di meja itu dengan wajahnya yang penuh pertanyaan. Cherry, mengangguk kan matanya seakan membenarkan apa yang terjadi.
" Sudah ya Nadya. Nggak usah bahas Aldo di sini. Mau dia datang dengan siapa itu tidak ada urusannya dengan Raquel atau pun kita. Yang penting hubungan mereka sudah selesai dan jangan tanya sekarang alasannya kenapa. Nanti aku kasih tau," sahut Sasy bicara dengan sejelas-jelasnya.
" Hmmm, begitu rupanya. Ya ampun aku benar-benar tidak tau jika mereka sudah putus. Maafkan aku ya Raquel. Aku tidak bermaksud untuk membicarakan hal itu," ucap Nadya merasa bersalah dan tidak enak hati dengan Raquel.
" Sudahlah, tidak ada yang perlu meminta maaf atau di maafkan. Semuanya tidak penting. Aku juga tidak apa-apa. Karena semuanya hanya masa lalu. Jadi tidak ada masalah," sahut Raquel tersenyum terpaksa.
" Sudah-sudah, jangan di bahas lagi. Kalau kita kebanyak cerita yang ada kita tidak akan selesai makan," sahut Verro.
" Iya ayo kita maka," sahut Sasy.
Walau tersenyum. Tetapi pasti Raquel juga terihat sendu. Mungkin pasti Raquel tidak percaya jika hubungan Aldo dan Tari benar-benar berlanjut dan sudah jelas-jelas menjelaskan ada perselingkuhan di antara hubungan itu.
" Ya Allah, jadi Tari dan Aldo benar-benar punya hubungan. Aku tidak percaya dengan hal ini. Aku hanya berharap ada yang terbaik untuk Aldo, dan Tari dan untuk Raquel aku berharap dia mendapatkan Pria yang jauh lebih baik dan menerima yang tulus mencintainya dan memberikannya kebahagian," batin Cherry hanya bisa berdoa untuk sahabat-sahabatnya.
Itulah sulitnya menjadi Cherry, akan mengalami yang namanya serba salah. Karena semuanya sahabat terdekatnya. Jadi dia hanya bisa berdoa untuk kebaikan masing-masing.
" Aku tidak percaya Aldo benar-benar mengakhiri hubungannya dengan Raquel dan melanjutkan dengan Tari," batin Verro yang juga tidak bisa berpendapat apa-apa.
" Ishhhh, memang dasar pelakor, dengan bangganya doa datang dengan Pria yang sudah di rebutnya. Dasar wanita tidak tau diri," batin Raquel dengan penuh kekesalan.
" Aldo-aldo apa susahnya sih mempertahan kan hubungan kamu dengan Raquel," batin Toby yang juga tidak mampu berbicara apa-apa.
" Aku tidak percaya hubungan Raquel dan Aldo bisa selesai. Padahal mereka sangat cocok. Tetapi mungkin belum jodoh dan semoga saja ada mereka di berikan yang terbaik," batin Nadya yang juga berdoa untuk kebaikan masing-masing.
__ADS_1
" Huhhh, mau dia punya pacar atau tidak jelas bukan urusanku. Mau dia sama tari atau tidak bukan urusan ku juga yang terpenting sekarang aku bahagia dengan keadaanku sekarang. Kalau pacaran membuat masalah dan sakit hati ngapain juga harus pacaran yang hanya membuat ribet saja," batin Raquel yang tampaknya tidak peduli. Mungkin Raquel benar-benar sudah move on jadi dia tidak peduli siapa yang dekat dengan mantannya.
Bersambung