DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 145 Perasaan


__ADS_3

Verro akhirnya harus mengunjungi rumah Cherry. Karena perasaannya yang benar-benar tidak enak dan harus membuatnya untuk datang kesana.


Verro berjongkok di samping makam itu dengan mengusap-usap mesan Cherry. Dan matanya pasti fokus pada foto yang ada di sana.


" Maafkan aku," ucap Verro pada istrinya. Entah apa yang membuatnya harus mengatakan kata maaf pada istrinya.


" Aku tidak bermaksud. Untuk mengatakan jika kamu adalah orang lain. Aku tidak bermaksud menganggap dia adalah kamu. Kamu tidak pernah tergantikan Cherry. Tidak akan pernah sama sekali sampai kapanpun itu. Dia memang mirip denganmu. Tetapi aku yakin itu bukan kamu. Kamu sudah tenang di atas sana. Kamu sudah di surga," ucap Verro yang merasa bersalah pada istrinya.


" Maaf kan aku sayang Aku mohon jangan marah. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk melakukan hal itu," ucapnya lagi.


" Aku datang hanya untuk menyampaikan itu. Maaf ya jika membuatmu kecewa. Tenanglah di sana. Aku mencintaimu," ucap Verro tersenyum tipis menatap foto cantik itu.


" Sayang aku permisi ya. Aku pulang dulu. Jangan lupa untuk datang kemimpiku," ucap Verro berpamitan. Setelah mencium foto itu. Akhirnya Verro berdiri dan meninggalkan makam itu.


Rasa bersalah mengantarkannya harus mengunjungi Cherry dan meminta maaf. Walau perasaannya masih sama. Masih sepenuhnya tidak bisa tenang juga.


Masih ada keyakinan. Jika wanita yang di temuinya yang bernama Clara itu adalah Cherry. Tidak tau kenapa Verro bisa berpikiran seperti itu.


Verro memasuki mobilnya. Verro terlihat menarik napasnya panjang. Tidak tau apa yang di pikirannya dia benar-benar masih penuh kebingungan.


" Apa yang kau pikirkan Verro dia bukan Cherry. Cherry sudah tiada. Kenapa kau masih memikirkan wanita itu," gumam Verro yang terus menerus kepikiran tentang Clara.


**********


Verro kembali kerumah sakit. Dia harus tetap frofesional walau perasaannya memang tidak tenang.


" Verro!" panggil Sasy. Verro membalikkan tubuhnya dan melihat Sasy yang menghampirinya dengan ke-2 tangan Sasy di saku seragam Dokternya.


" Ada apa?" tanya Verro.


" Nanti malam anak-anak ada kumpul. Kamu bisa datang?" tanya Sasy.


" Di mana?" tanya Verro.


" Di tempat biasa. Soalnya Varell yang ngajakin," ucap Sasy.


" Varell pulang?" tanya Verro yang benar-benar tidak tau hal itu.

__ADS_1


" Kamu tidak tau. Kalau Varell datang?" tanya Sasy.


" Iya aku tidak tau," jawab Verro.


" Pasti dia kebanyakan mikirin wanita itu. Padahal Varell sudah wara wiri di group," batin Sasy. Kasihan dengan temannya itu.


" Ya sudah yang penting sekarang kamu sudah tau," ucap Sasy.


" Iya makasih. Nanti kalau aku bisa aku akan datang," ucap Verro yang tidak bisa berjanji apa- apa.


" Iya," jawab Sasy.


" Ya sudah aku pergi dulu. Aku harus memeriksa pasien," ucap Verro. Cherry mengangguk dengan tersenyum. Verro pun pergi.


" Kasihan sekali Verro. Dia pasti sedang resah sekarang. Kenapa wanita jelmaan itu harus muncul. Hanya akan membuat Verro semakin sedih," gumam Cherry yang simpatik dengan Verro. Terus melihat punggung Verro yang tampak menyedihkan.


*********


Verro harus Profesional. Verro menarik napasnya panjang saat berada di depan pintu salah satu kamar perawatan. Yang pasti itu adalah kamar perawatan wanita paru Bayu yang tak lain ibu dari wanita yang membuat perasaannya gelisah.


Verro dan Clara malah diam mematung dengan berhadapan 2 pasang bola mata itu saling menatap. Jantung Verro berdetak kencang tidak seperti biasanya.


Debaran yang tidak normal itu hanya akan ada jika dia bersama Cherry. Tetapi debaran itu berhasil di ambil Clara.


Ternyata bukan hanya Verro. Clara juga merasakan hal yang sama. Tiba-tiba jantungnya berdetak kencang seperti dia habis lari-larian yang membuat semua itu tidak normal.


" Apa ini. Kenapa jantungku berdetak tidak menentu seperti ini," batin Clara yang tidak tau apa yang terjadi padanya. Verro membuyarkan lamunannya. Menyadarkan dirinya untuk berhenti menatap Clara.


" Hmm, Aku ingin memeriksa ibumu," ucap Verro.


" Oh iya silahkan," sahut Clara gugup.


" Aku tidak akan bisa masuk. Jika kamu masih menghalangi jalanku," ucap Verro. Membuat Clara gugup dan baru menyadari jika dia sudah menghalangi jalan Verro.


" Oh maaf. Aku tidak bermaksud," ucap Clara gugup dan langsung membuka jalan untuk Verro. Verro langsung masuk. Clara terlihat menarik membuang napasnya perlahan. Setelah Verro mendekati mamanya.


" Apa yang kau pikirkan Clara," batin Clara merasa aneh dengan dirinya.

__ADS_1


Clara tidak jadi keluar dan mendatangi Verro. Dia ingin mengetahui bagaimana kondisi sang mama. Verro memeriksa pasiennya. Walau pikirannya di mana-mana. Apa lagi wanita itu sedang ada di hadapannya.


" Bagaimana ke adaan mama Dok?" tanya Clara layaknya seperti pasien biasa yang menanyakan kondisi mamanya.


" Kondisinya ada peningkatan," jawab Verro tanpa menoleh ke arah Clara.


" Lalu kapan mama akan siuman?" tanya Clara.


" Secepatnya," jawab Verro dengan berusaha tenang.


" Apa mama akan di Operasi dalam waktu cepat?" tanya Clara lagi. Verro menarik napasnya panjang dan membuang perlahan lalu melihat Clara yang banyak bertanya sedari tadi.


" Iya mama kamu akan segera di operasi. Operasinya akan di laksanakan besok. Kamu bisa mengurus segala keperluannya menandatangani prosedur-prosedur untuk menjalankan operasinya," ucap Verro menjelaskan dengan detail. Agar Clara tidak banyak bertanya lagi.


" Oh begitu. Ya sudah aku akan mengurus semua prosedur untuk Operasi mama," sahut Clara, " Tapi mama akan sembuhkan?" tanya Clara yang ingin kepastiannya dari Dokter.


" Kami tim Dokter akan berusaha semampu kami dan sisanya hanya Tuhan yang menentukan," jawab Verro Dengan bijak.


" Ya sudah saya kalau begitu permisi dulu. Kalau ada apa-apa kamu bisa," ucap Verro langsung pamit. Ternyata dia tidak bisa berlama-lama dengan Clara di sana yang membuat perasaannya semakin galau tidak menentu.


" Iya Dok, sekali lagi terima kasih Dok," ucap Clara saat Verro sudah membuka pintu ruang perawatan.


" Sama-sama," jawab Verro menghentikan langkahnya sebentar dan Verro pun akhirnya langsung pergi kembali.


" Dokternya sangat aneh. Kenapa jika dia berbicara terlihat sangat aneh," batin Clara yang terus membingungkan.


Saat Vero keluar dari ruangan itu. Verro berpapasan dengan Bayu yang ingin memasuki ruangan itu. Meraka diam berhadapan dan bahkan saling menatap.


" Siapa Dokter ini sebenarnya. Apa dia sengaja mendekati Clara karena ada sesuatu," batin Bayu yang jelas menunjukkan rasa tidak sukanya pada Dokter Verro.


" Pria ini siapanya. Apa ini pacarnya, atau malah saudaranya," Batin Verro


Bersambung


...Hay para readers ku semuanya. Terima kasih yang masih ngikuti aku. Jangan lupa, like, komen, dan Vote ya....


...Saya mengucapkan Selamat Hari Raya idul Fitri 1443 Hijriah terima kasih untuk semuanya....

__ADS_1


__ADS_2