DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Part 186. Aku bukan diriku.


__ADS_3

Clara masih saja histeris dengan memegang kepalanya yang kesakitan dan Selina semakin bingung dengan apa yang harus di lakukannya. Dia tidak percaya dengan Clara yang semakin kesakitan.


" Aaaaaaa," teriak Clara dengan semua bayangannya yang benar-benar terus terlintas. Sampai Clara akhirnya mengeluarkan darah dari hidungnya hal itu dapat di lihat Selina dan membuat Selina benar-benar semakin panik.


" Clara, ya ampun bagaimana ini. Apa yang harus aku lakukan. Clara, Clara, kamu kenapa bisa sampai seperti ini," ucap Selina panik. Dia tidak percaya jika tindakan yang iya lakukan akan membuat Clara semakin menderita.


Selina yang semakin panik pun akhirnya membantu Clara berdiri. Dia memegang tubuh Clara dan membawanya keluar dari kelas itu. Selina dengan membantu Clara berjalan dengan tangan Clara yang sebelah kanannya masih memegang kepalanya dan terus berteriak kesakitan.


" Aku harus membawanya ke rumah sakit. Aku tidak bisa membiarkannya seperti ini, dia mungkin bisa mati jika seperti ini terus, aduh Selina kenapa kamu nekat banget sih," batin Selina yang semakin panik.


Sekarang dia baru menyadari jika tindakannya salah. Dia hanya ingin Clara sembuh makanya dia bertindak se gegabah itu. Selina pun T


terus berjalan sambil membopong tubuh Clara sampai sudah keluar sekolah.


Dan Selina berdiri di pinggir jalan sedang menunggu Taxi dengan terus memegang Clara yang bersuara semakin lemah.


" Bersabarlah Clara. Di mana taxi, kenapa tidak ada yang lewat. Bagaimana ini, kenapa semuanya jadi seperti ini, Taxi juga malah tidak ada, bagaimana jika dia kehabisan darah," batin Selina malah tambah semakin panik, pikirannya juga sudah entah kemana-mana. Dan apa lagi dia tidak menemukan Taxi yang lewat.


Sampai akhirnya Clara yang sudah benar-benar sangat lemah. Akhirnya pingsan karena sudah tidak kuat menahan sakit di kepala itu.


" Clara ya ampun Clara, Clara kenapa kamu jadi pingsan," Selina semakin panik dan dia juga ikut terjatuh karena dan Clara sudah berada di pangkuannya.


" Clara bangun, Clara," ucap Selina yang memukul-mukul pipi Clara dan bahkan melap darah yang keluar. Mungkin Clara tidak tahan dengan sakitnya sehingga akhirnya pingsan.


Selina semakin panik dan ketakutan dan bahkan tidak ada satupun orang yang lewat bahkan Taxi tidak ada di sana.


Verro berada di dalam mobil menyetir dengan kecepatan santai. Ditengah perjalanan di dekat sekolahnya. Verro melihat orang yang di kenalnya terduduk di pinggir jalan.


" Selina, bukannya itu Selina, ngapain dia di sana, kenapa dia seperti itu, seperti kebingungan," ucap Kevin yang bertanya-tanya Kevin hanya melihat Selina duduk dengan menunduk dan ada orang tergeletak di pangkuannya yang membuat Verro heran.


" Dengan siapa dia," batin Verro yang tidak dapat melihat orang itu.


Karena merasa Selina sepertinya membutuhkan bantuan dan dia juga penasaran ada apa. Verro pun meminggirkan mobilnya tepat di depan Selina yang mungkin Verro ingin basa-basi bertanya pada Selina ada apa.


Verro yang masih di dalam mobil. Terus melihat kearah Selina. Verro yang semakin jelas melihat Selina. Dia juga melihat Wanita yang berusaha di bangunkan Selina.


" Clara," ucap Verro yang jelas bisa melihat Clara. Dengan cepat Verro langsung membuka seat belt nya dan buru-buru keluar dari mobilnya.


" Selina apa yang terjadi?" tanya Verro langsung berjongkok dan tambah kaget melihat kondisi Clara yang benar-benar sangat memperihatinkan.

__ADS_1


" Verro," lirih Selina yang terlihat ketakutan.


" Bagaimana Clara bisa seperti ini, apa yang terjadi kepadanya ?" tanya Verro yang ikut panik.


" Hah, itu, anu, anu tadi Clara, Clara tadi," Selina dengan bibirnya bergetar gagap saat bicara. Bahkan dia tidak tau juga harus bicara apa.


Tidak mendapat jawaban dari Selina akhirnya Verro langsung menggendong Clara ala bridal style dan langsung membawanya ke mobil dengan cepat.


Kondisi Clara yang memburuk harus segera di tangani dan tidak mungkin menunggu Selina harus menjawab apa yang terjadi pada Clara.


Karena kondisi Clara tidak bisa di anggap main-main. Belum memeriksa Verro sangat tau


************


Ternyata Verro tidak membawa Clara Kerumah sakit. Karena Selina takut akan di salahkan keluarga Clara dengan kondisi Clara.


Jadi Verro pun akhirnya membawanya kerumahnya. Mungkin itu jalan satu-satunya agar membuat Selina tidak di salahkan dan lagi pula memang pasti Bayu akan buat keributan di rumah sakit dengan keadaan Clara.


Clara sudah berbaring di atas tempat tidur Verro dengan satu tangannya yang di letakkan diperutnya dan satunya di luruskan. Untuknya di rumahnya Verro memiliki peralatan rumah sakit. Jadi Clara bisa mendapat pertolongan.


Verry juga sudah memasangkan infus di punggung tangan Clara. Dia juga memeriksa wanita itu. Dan syukur memang kondisinya tidak perlu di bawa ke rumah sakit.


Verry duduk di samping Clara dan tampak membersihkan darah di hidung Clara dengan tisu. Tangannya sangat lembut melakukan hal itu kepada wanita yang sangat malang itu.


Tetapi dia sangat khawatir dengan wanita itu bahkan sangat kasihan dengan Clara.


Meski dalam keadaan darurat seperti tadi Selina masih saja belum memberitahu Verro apa yang terjadi pada wanita itu. Tidak tau apa alasan Selina. Tetapi dia masih tetap bungkam dengan hal itu.


Verro menatap lama wanita itu dengan dalam. Dia masih menyesal dengan apa yang di lakukannya pada wanita itu dengan apa yang di katakannya yang melukai perasaan Clara. Dia mengatakan yang tidak-tidak setelah dia mencium wanita itu.


" Maafkan aku Clara. Maafkan atas sikapku kepadamu. Maafkan aku yang sudah membuatmu sakit hati," batin Verro yang merasa bersalah pada Clara.


Akhirnya Verro membuang pandangannya dari Clara. Pekerjaannya juga sudah selesai. Verro menarik selimut sampai ke dada Clara dan membiarkan Clara untuk beristirahat.


************


Clara yang berada di kamar Verro mulai menggerakkan tangannya dan membuka matanya perlahan. Mata Clara langsung melihat ke langit kamar itu. Kepalanya juga melihat kekiri dan kanannya dia tidak tidak tau di mana keberadaannya.


" Di mana aku," batin Clara yang terus melihat di sekelilingnya.

__ADS_1


Tangannya memegang kepalanya yang masih berdenyut. Dia melihat tangannya yang sudah terpasang infus dan tetapi dia tidak tau tempat apa itu. Itu bukan rumah sakit. Dia menyadari dia berada di dalam sebuah kamar yang sangat luas.


" Kenapa aku ada di sini," tanyanya kebingungan dan Kiara mencoba untuk menggeserkan tubuhnya untuk duduk. Dan saat duduk dia menoleh kekiri nya dan melihat di atas nakas terdapat bingkai foto Cherry.


" Cherry! ada foto Cherry di sini," lirih Clara yang semakin terus berusaha untuk duduk. Setelah duduk Clara semakin melihat kamar itu.


Tepat di depannya terdapat lemari besar dengan televisi yang besar dan di atas lemari itu terdapat foto pernikahan yang mana di dalam foto itu ada Cherry dan juga Verro. Membuat Clara memengang kepalanya.


" Di mana aku, kenapa kepala ku kembali sakit," batin Clara yang benar-benar tidak tau dengan keberadaannya. Melihat kepalanya semua foto-foto itu membuatnya semakin sakit dan bahkan air matanya menetes.


" Siapa aku sebenarnya. Kenapa aku merasa jika aku adalah orang lain. Kenapa Selina membawaku ketempat itu. Kenapa jika berhubungan dengan Cherry aku akan kesakitan seperti ini. Kenapa Verro ada di dalam ingatanku bukan hanya Verro bahkan mereka semua yang di katakan Selina adalah teman-teman dekat Cherry kenapa harus berhubungan dengan ku. Kenapa," batin Clara yang terus memijat kepalanya.


Napasnya juga mulai tidak stabil dan dia tidak tau siapa dirinya dan kenapa dia mengalami hal itu. Clara mulai menyadari jika ada yang tidak beres dengannya.


" Mama. Saat mama sadar, mama ingin mengatakan sesuatu dan mas Bayu dia terlihat seperti menyembunyikan sesuatu. Mama ingin mengatakan sesuatu dan mas Bayu mencegahnya. Aku bisa melihat jelas di rumah sakit itu. Mas Bayu sangat jelas seperti menutup-nutupi sesuatu dari ku," ucap Clara yang tiba-tiba ingat mamanya.


Dia mulai mencurigai jika sang mama ingin mengatakan sesuatu padanya. Namun sengaja di cegah oleh Bayu.


" Aku harus menemui mama aku yakin. Mama menyembunyikan sesuatu dari ku. Aku yakin itu," batin Clara yang memiliki tekat untuk menemui mamanya.


Dengan cepat Clara membuka paksa infusnya dia tidak ingin menunda-nunda waktu dan Kiara yang masih lemah, menyibak selimut tersebut dan langsung bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu.


Saat membuka pintu, Clara di kagetkan dengan kehadiran Verro yang tiba-tiba membuka pintu dan Verro juga kaget dengan Clara yang tiba-tiba sudah berdiri di depannya.


Mata Verro turun ke tangan Clara yang sudah melepas infusnya.


" Kenapa dia ada di sini, apa ini rumahnya," batin Clara yang menerka-nerka.


" Memang ini rumahnya. Karena ada foto istrinya. Lalu kenapa aku bisa ada di sini," ucap Kiara lagi di dalam hatinya yang bertanya-tanya.


" Kenapa jantungku berdetak tidak beraturan saat berada di depannya. Bukannya aku sangat membencinya. Dia sudah mengatakan sesuatu yang menyakitiku. Tetapi kenapa aku merasa itu biasa. Kenapa perasaanku semakin aneh kepadanya," batin Clara yang sekarang membingungkan masalah gejolak hatinya yang tidak menentu.


Dengan deru napasnya yang tidak stabil dia terus melihat Verro dan begitu juga dengan Verro yang melihatnya dengan tatapan yang penuh arti. Mereka sangat betah saling menatap. Sakit kepala Clara juga hilang mendadak.


" Cherry meminta tolong kepadaku. Ketika Clara muncul barulah Cherry muncul dalam mimpiku. Kenapa aku merasa ada yang tidak beres dengan Clara. Kenapa tiba-tiba aku kepikiran jika Clara itu adalah Cherry.


" Aku tidak melihat Cherry menghembuskan napas terakhirnya. Aku tidak melihat dia tanpa bernyawa aku hanya menguburkan peti yang sama sekali tidak aku lihat,"


" Dan om laskarta kenapa dia tidak kembali. Dia tidak mengabariku saat mengatakan Cherry meninggal. Yang mengabari adalah anak buahnya. Kenapa dia tidak mengabarinya. Kenapa ku langsung dan bahkan dia sama sekali tidak pernah pulang," Verro bergerutu di dalam hatinya.

__ADS_1


Baru sekarang dia menyadari ada hal yang ganjal. Ada hal yang tidak beres dengan kematian Cherry.


Bersambung.....


__ADS_2