DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 359 Sasy yang dilema.


__ADS_3

Acara pernikahan meski sederhana. Namun Nadya dan Varell bisa di katakan cukup lelah juga. Setelah acara pernikahan selesai. Nadya berdiri di depan jendela. Melihat langit malam yang terasa indah. Dengan memakai piyama tidurnya berwarna silver dengan ke-2 tangannya di lipat di dadanya.


" Nadya jelas bahagia dengan pernikahannya, tetapi kebahagian itu jelas semakin lengkap, jika pernikahannya dan Varell di hadiri ibu Helena, mendapat restu dan memeluknya. Semuanya hanya impian Nadya saja.


Jadi wajah cantik itu tetap murung. Padahal ini adalah malam bahagia dalam pernikahannya. Varell keluar dari kamar mandi. Varell melihat kearah jendela, di mana istrinya yang sedang melamun.


Varell langsung menghampiri Nadya dan memeluknya dari belakang dengan pipi Varell yang menempel di pipi kanan Nadya.


" Kamu kenapa?" tanya Varell dengan lembut.


" Tidak apa-apa," jawab Nadya bohong.


" Mana mungkin kamu tidak apa-apa, aku melihat wajahmu begitu murung," ucap Varell. Nadya terlihat menghembuskan napasnya panjang.


" Aku hanya sedih. Pernikahan terjadi seumur hidup sekali. Tetapi Tante Helena tidak hadir di pernikahan kita," ucap Nadya.


" Maafkan aku Nadya, aku tidak membuat impian pernikahan kamu menjadi nyata," sahut Varell merasa bersalah pada istrinya.


" Ini bukan kesalahan kamu. Mungkin ini sudah takdir," sahut Nadya yang ikhlas dengan semuanya ujian yang di berikan pada pernikahannya.


" Nadya kita harus bersabar ya, percayalah padaku, lama kelamaan mama akan memberikan kita restu. Tidak ada yang terlambat Nadya, semuanya baru di mulai," sahut Varell mencoba untuk memberikan istrinya arahan.


" Iya Varell, aku juga percaya itu. Semoga saja lama-kelamaan Tante Helena akan memberikan kita restu," sahut Nadya. Varell tersenyum dengan memeluk lebih erat Nadya. Bahkan sampai mencium pipi Nadya.


" Aku mencintaimu Nadya," ucap Verell.


" Aku juga mencintaimu," sahut Nadya. Varell dan Nadya sama-sama bahagia. Meski kebahagian ke-2nya tidak sempurna yang jelas mereka sangat bahagia.


**********


Suara air di kamar mandi terdengar. Cherry yang membuka lemari untuk mengambil pakaian Verro yang akan berangkat ke rumah sakit dan Verro sedang melakukan aktivitas mandi di kamar mandi.


Setelah menyiapkan pakaian suaminya di atas tempat tidur. Cherry menuju nakas mengambil handphonenya yang membukanya sebentar-sebentar yang mungkin hanya mengecek pesan-pesan yang masuk.


Tidak lama Verro keluar dari kamar mandi dengan handuk dililit di pinggangnya dan juga sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk putih.


" Sayang tadi malam Sasy nelpon?" tanya Cherry pada suaminya.


" Iya nelpon, katanya pengen cerita sama kamu. Hanya saja kamu sudah, jadi aku bilang besok saja. Lagian Sasy tidak lihat waktu kalau mau cerita, ada-ada aja," jawab Verro sedikit mengoceh. Namun wajah Cherry menanggapi sedikit berpikir.


" Ada apa ya," gumam Cherry yang penasaran.


" Ya nggak akan ada apa-apa, kamu kan tau sendiri Sasy seperti apa. Memang ada yang serius. Udahlah paling juga kalau memang butuh, nanti di telpon lagi," sahut Verro.


" Hmmmm, ya sudah," sahut Cherry kembali meletakkan handphonenya di atas nakas. Laku menghampiri suaminya dengan membawakan kemeja yang tadi di siapkannya membantu suaminya berpakaian layaknya Verro bayi kecil.


" Kamu mau sarapan apa?" tanya Cherry.


" Nasi goreng aja," jawab Verro.


" Ya sudah aku buatkan sebentar," ucap Cherry. Verro hanya mengangguk saja. Cherry pun langsung keluar dari kamar untuk menyiapkan sarapan. Sementara Verro melanjutkan memakai pakaiannya dan juga menyiapkan segalanya.

__ADS_1


************


Mobil Aldo berhenti di depan rumah sakit. Di mana dia mengantarkan istrinya untuk bekerja. Raquel membuka sabuk pengamannya.


" Aku masuk dulu ya sayang," ucap Raquel yang mencium punggung tangan Aldo.


" Kamu baik-baik ya kerja," sahut Aldo yang mencium kening Raquel, pipinya dan seluruh wajahnya. Maklumlah kalau pengantin baru memang seperti itu. Masih pagi sudah terdengar suara kecupan di sana-sini.


" Iya kamu hati-hati kerjanya," sahut Raquel. Aldo mengangguk.


" Ya sudah aku masuk, Daaaaa," sahut Raquel membuka pintu mobil dan langsung keluar dari mobil. Dan tangannya terus melambai pada suaminya sampai suaminya itu pergi.


" Huhhhhh," Raquel menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dan melangkah memasuki rumah sakit. Tetapi saat ingin memasuki rumah sakit mobil Sasy juga sudah berhenti tidak jauh darinya.


Raquel menunggu Sasy yang keluar dari mobil biar sama-sama memasuki rumah sakit dan tidak berapa lama Sasy pun keluar dari mobilnya.


" Sasy," sapa Raquel. Sasy hanya tersenyum tipis dengan sapaan Raquel.


" Kenapa mata kamu?" tanya Raquel yang melihat mata Sasy membengkak. Mungkin Sasy menagis semalaman.


" Tidak apa-apa," jawab Sasy.


" Tidak apa-apa bagaimana, jelas-jelas bengkak gitu," sahut Raquel.


" Gigit semut," jawab Sasy bohong.


" Memang kamu terlalu manis apa sampai semut betah di mata kamu," sahut Raquel geleng-geleng sambil berjalan berdampingan bersama Sasy.


" Tidak ada sudah lupa," sahut Sasy yang sepertinya sudah tidak ingin curhat lagi.


" Aneh, masa iya lupa. Lagian kamu sih malam-malam nelpon, sudah larut juga masih nelpon. Sudah tau aku sudah punya suami. Pasti ribet Sasy kalau angkat telpon malam-malam. Ya kalau sudah menikah memang agak beda," sahut Raquel yang bicara tampak santai. Tetapi tanpa di sadarinya jika dia sudah menyinggung Sasy sampai Sasy diam.


" Makanya kamu buruan deh, suruh Toby buat melamar kamu. Biar kamu bisa apa-apa cerita sama dia. Kan kita semua udah pada menikah dan kita semua mana bisa kayak dulu lagi telponan sampai larut malam. Paling ketemunya pun pasti ada batasnya," ucap Raquel lagi. Sasy menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah Raquel.


" Ya sudah aku minta maaf jika aku mengganggumu, terima kasih sudah mengingatkanku dengan begitu aku tidak akan menelpon lagi, mau malam atau kapanpun jika tidak penting," ucap Sasy dengan suara dinginnya. Namun kata-kata serius itu membuat Raquel sedikit aneh.


Sasy tidak bicara lagi dan langsung pergi dari hadapan Raquel yang membuat Raquel malah kebingungan.


" Loh, Sasy mau kemana," ucap Raquel menjadi kebingungan yang melihat Sasy pergi begitu saja.


" Aneh banget, dia kok tiba-tiba serius amat bicaranya, kemana tuh anak bercandanya aneh banget," gumam Raquel bingung dengan jarinya yang menggaruk kepalanya, " Sasy tunggu!" panggil Raquel yang langsung mengejar Sasy.


**************


Suasana hati Sasy begitu buruk sampai apa yang di katakan Sasy semakin membuatnya sedih, goresan luka yang semakin melebar, Sasy harus di kamar mandi untuk menenangkan dirinya. Mencuci wajahnya di wastafel agar tidak terlihat menangis.


Dratttt, Dratttt Dratttt.


tiba-tiba handphone Sasy berdering dan Sasy langsung mengeluarkan dari tasnya yang melihat panggilan masuk dari Cherry.


Sasy membuang napasnya perlahan kedepan untuk mengangkat panggilan dari Cherry.

__ADS_1


" Iya Cherry kenapa?" tanya Sasy.


" Kamu baik-baik saja?" tanya Cherry seolah merasa jika Sasy tidak baik-baik saja.


" Iya aku baik-baik saja. Memang ada apa denganku sampai tidak baik-baik saja," sahut Sasy bohong.


" Kemarin kamu nelpon, Verro yang angkat yang kebetulan aku sudah tidur, memang ada apa Sasy, apa ada sesuatu?" tanya Cherry.


" Oh, tidak. Tidak apa-apa. Hanya menanyakan kalian sudah sampai apa belum," sahut Sasy yang lagi-lagi berbohong.


" Tapi Verro bilang, kamu sedang ingin cerita. Memang ada apa?" tanya Cherry yang merasa sahabatnya itu menyembunyikan sesuatu.


" Tidak apa-apa Cherry, aku tidak mengatakan pada Verro. Kayaknya Verro salah dengar. Dia pasti sangat mengantuk makanya sampai mengigau aku mengatakan itu," sahut Sasy yang mengelak.


" Jadi memang benar tidak ada yang terjadi?" tanya Cherry merasa ada yang masih penuh keraguan.


" Benar Cherry. Sudah ya, aku tutup telponnya dulu, soalnya harus memeriksa pasien," sahut Sasy yang menghindari Cherry.


" Ya sudah, kalau ada apa-apa, kamu jangan sungkan-sungkan ya buat cerita sama aku," sahut Cherry yang memang begitu peduli kepada Sasy.


" Iya kamu tenang aja, ya sudah aku tutup ya, daaa Cherry," sahut Sasy yang langsung menutup telpon itu dengan hembusan napasnya yang panjang.


" Cherry makasih ya, kamu sudah peduli kepadaku. Tapi Raquel benar, aku tidak mungkin terus bergantung pada kalian. Kalian semuanya sudah memiliki keluarga. Tanggung jawabnya sudah berbeda dan aku tidak bisa terus ada di sekitar kalian," batin Sasy yang mencoba untuk menenangkan dirinya.


Sasy melihat dirinya di cermin, Sasy memperbaiki riasannya, agar keluar dari kamar mandi tampil cantik dan tidak terlihat lesu atau seperti sedang ada masalah. Dia tidak ingin terlihat lemah di depan sahabat-sahabatnya.


**********


Jam makan siang seperti biasa jika tidak ada janji makam siang. Maka Dokter Vandy, Dokter Varell, Dokter Raquel akan makan siang di kantin rumah sakit. Tidak ada Sasy di sana tidak seperti biasanya yang pasti Sasy tidak pernah absen.


" Sasy di mana, nggak makan siang?" tanya Verro.


" Nggak tau tuh, tadi sih aku lihat masih periksa pasien gitu," sahut Raquel.


" Tapi kok belum datang, biasanya dia paling cepat kalau soal makan," sahut Vandy.


" Aku juga belum ada ngobrol sama dia, baru tadi padi, sudah gitu kita nggak ada ngobrol," sahut Raquel.


" Iya, sih aku juga dari tadi nyariin Sasy. Kira-kira apa ya maunya. Tadi malam nelpon soalnya, ya nggak tau juga sih mau ngapain, paling mau cerita-cerita sama Azizi," ucap Vandy yang menebak-nebak sendiri.


" Ya sama Sasy juga nelpon tadi malam, ke handphone Cherry hanya saja Cherry sudah tidur dan aku yang angkat. Aku tidak tau apa maunya. Tetapi pasti sudah di tanya sama Cherry," sahut Verro.


" Jadi Sasy bukan hanya menelponku, tapi Azizi dan Cherry juga. Ada apa ya. Apa memang ada sesuatu dan tadi Sasy terlihat serius. Bahkan sampai aku tidak mengobrol lagi dengannya. Apa memang terjadi sesuatu ya," batin Raquel yang kepikiran sesuatu, Raquel merasa mulai ada yang tidak beres.


Memang Sasy orang yang tidak pernah serius dan tiba-tiba sangat serius itu memang sangat aneh sekali.


Bersambung.


Jangan lupa untuk mampir ke karya terbaru aku. Di tunggu, like, komentnya, para readers tercintaku.


__ADS_1



__ADS_2