
Acara pesta pernikahan terlihat berlanjut dan sekarang mereka yang tadinya menikmati makanan sekarang sudah berdiri dan melihat romantisnya dansa Vandy dan Azizi.
Walau terlihat kaku tapi tetap pasangan itu terlihat manis mungkin sisa benih-benih cinta si antara ke-2nya tidak bisa menutupi apapun. Jika pasangan masih terlihat sangat romantis dan seperti layaknya orang yang benar-benar saling mencintai.
Cherry juga terus memegang lengan suaminya dan meletakkan kepalanya di bahu suaminya yang wajahnya terus tersenyum melihat kebahagian Vandy dan Azizi.
Di sana juga terlihat kemesraan Aldo dan Tari yang di mana Tari terlihat menempel terus dengan Aldo yang layaknya pasangan kekasih yang membuat Sasy yang berdiri di samping Toby tampak kesal.
" Toby mereka itu benaran pacaran atau tidak sih," ucap Sasy tampak kesal yang terus menatap dengan tajam.
" Aku mana tau. Mungkin iya kali. Orang udah terang-terangan kayak gitu. Apa lagi kalau bukan pacaran," sahut Toby juga tidak bisa menarik kesimpulan apa-apa dan memastikan apa-apa.
" Ishhh, kok bisa sih. Aldo benar-benar pacaran dengan Tari," sahut Sasy terus terlihat kesal.
" Sudahlah, Sasy biarin aja. Namanya juga perasaan mana mungkin kamu yang menentukan perasaan itu. Aldo yang punya perasaan. Jadi sudah jangan mencampuri urusan mereka berdua. Biarkan saja mereka," ucap Toby tidak mau ribet.
" Tapi kasihan Raquel Toby," sahut Sasy kesal.
" Raquel juga tidak apa-apa, lihat dia berdiri dengan santai dan tampak tenang tidak ada masalah baginya. Jadi kenapa kamu yang sewot. Dia aja santai dan tidak peduli," ucap Toby menegaskan yang Sasy juga melihat ke arah Raquel dan melihat Raquel memang tampak tenang bahkan tersenyum seperti tidak menganggap ada Aldo apalagi pelakor di sana.
" Jadi sudah ya jangan ikut campur," sahut Toby.
" Hmmm," sahut Sasy tampak tidak bersemangat.
Tiba-tiba di tengah-tengah mereka menikmati tontonan yang sangat romantis itu. Terlihat Raquel yang tiba-tiba datang dengan dress pink memanjang dengan rambut di gerai lurus dan melangkah mendekati Verro yang sedang bersama istrinya.
" Verro!" tegur lembut Fiona membuat Verro tersentak kaget dan Cherry juga sedikit kaget, lalu mengangkat kepalanya dari bahu suaminya dan heran dengan Fiona yang tiba-tiba menghampiri mereka.
Sasy, Raquel, Toby, dan Nadya melihat hal itu dan Meraka langsung mendekati Cherry seakan ingin mencegah hal yang buruk pada temannya karena dia tau wanita yang bernama Fiona itu sangat tidak baik.
" Fiona," sahut Verro heran dengan keberadaan Fiona tiba-tiba.
" Kamu apa kabar?" tanya Fiona tampak pelan. Verro melihat kearah Cherry dan jujur dia memang tidak nyaman dengan kehadiran Fiona.
" Aku baik-baik saja," sahut Verro datar. Fiona tersenyum dan melihat ke arah Cherry.
__ADS_1
" Cherry aku senang bisa bertemu dengan kamu lagi," ucap Fiona. Cherry tersenyum tipis mendengarnya.
" Iya aku juga senang, bisa bertemu kamu," sahut Cherry dengan ramah.
" Tumben banget lo main sapa-sapa," sahut Raquel menyambar tiba-tiba.
" Ngapain sih Vandy pakai ngundang nih anak. Seharusnya aku bilangin dulu dari awal. Supaya nih anak nggak di undang," batin Sasy tampak sinis melihat Fiona yang terlihat tampak diam, seakan menjadi wanita yang lembut.
" Memang aku tidak boleh menyapa kalian," sahut Fiona dengan pelan yang tumben-tumbennya bicara tanpa ngegas atau melihat dengan sinis.
" Ya pasti heran lah, lo pasti hanya buat caper di depan Verro," sahut Sasy yang tampak jika tidak mencari keributan tidak akan puas.
" Sasy, sudahlah," ucap Nadya dengan pelan.
" Aku minta maaf, jika tindakanku mengganggu kalian. Aku hanya ingin menyapa Cherry dan Verro tanpa bermaksud apa-apa," sahut Fiona.
" Issshhh, bohong banget," sambar Sasy.
" Sasy sudah," ucap Cherry pelan.
" Dokter," sapa Fiona dengan lembut membuat Sasy, Raquel dan yang lainnya heran.
" Kamu datang juga. Di kirain kamu tadi tidak bisa datang," sahut Arif.
" Iya Dok maaf saya hanya bisa datang pada malam hari dan tidak bisa mengikuti acara akad nikah tadi, maaf Dokter saya datangnya terlambat," sahut Fiona yang tampak tidak enak.
" Tidak apa-apa yang penting kamu datang dan itu sudah cukup," sahut Arif.
" Makasih Dok," sahut Fiona. " Kalau begitu saya permisi dulu. Maaf ya Cherry, Verro, Sasy dan semuanya jika kedatanganku membuat kalian tidak nyaman aku sungguh tidak bermaksud apa-apa," sahut Fiona yang bicara tampak sopan yang membuat semuanya terheran-heran dengan Fiona yang benar-benar tidak biasanya.
" Apaan sih nih anak, kok tumben-tumbennya bicara lembut dan seperti orang benar aja," batin Sasy tampak sewot melihat Fiona yang tidak biasanya.
" Kalau begitu saya permisi dulu sekali lagi maaf sudah mengganggu kalian," ucap Fiona yang langsung pergi dengan menundukkan kepalanya.
" Sok ramah amat," sahut Raquel.
__ADS_1
" Raquel, kamu tidak boleh bicara seperti itu," tegur Nadya.
" Oh iya, Dokter mengenal Fiona?" tanya Sasy heran.
" Iya kenal. Kebetulan Fiona itu adalah salah satu pasien kakak," sahut Arif membuat semuanya terheran-heran.
" Pasien maksudnya?" tanya Cherry heran.
" Pasien bagaiman?" sahut Verro lagi terheran-heran.
" Ya Fiona adalah pasien kakak penderita leukimia," sahut Arif membuat semua orang yang ada di sana terkejut, bahkan sampai melototkan mata mereka mendengar pernyataan yang di sampaikan Arif.
" Leukimia," sahut Cherry tampak kaget dengan wajahnya yang kaget dan tidak percaya dengan apa yang di katakan Arif.
" Iya, Fiona menderita kanker leukimia stadium akhir," sahut Arif lebih menjelaskan lagi dan membuat mereka saling melihat dengan menutup mulut mereka benar-benar begitu tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
" Apa maksud Dokter Arif. Jadi selama ini Fiona penderita kanker?" tanya Cherry masih dengan wajah terkejutnya.
" Kurang tau sih Cherry, sejak kapan. Tapi kondisi Fiona terlihat semakin Farah akhir-akhir ini," sahut Arif. " Apa kalian tidak tau hal itu?" tanya Arif mereka menggeleng bersamaan.
" Ya ampun aku masih tidak percaya dengan Fiona yang benar-benar bisa-bisanya memiliki penyakit itu," sahut Toby.
" Lalu bagaimana kondisinya?" tanya Nadya.
" Layaknya seorang penderita kanker dan apalagi stadium akhir. Mungkin Cherry bisa mengerti, Raquel, Sasy dan Verro sebagai Dokter ahli kanker kalian pasti tau kondisinya," sahut Arif.
" Apa itu artinya kondisinya benar-benar sangat parah," sahut Cherry dengan wajahnya yang tampak simpatik dengan Fiona.
" Kita berdoa saja yang terbaik," sahut Arif.
" Ya pantesan kalinya dia terlihat agak berbeda. Mungkin saja dia mau tobat kali," sahut Raquel.
" Raquel, sudahlah jangan bicara lagi," sahut Toby.
" Ya ampun aku tidak percaya jika Fiona penderita kanker," batin Cherry yang tampak kasihan karena jelas dia pernah merasakan hal itu.
__ADS_1
Bersambung