DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 62 Mengetahui kebenaran.


__ADS_3

Prangggg...


Verro langsung menghantam piring itu ketanah dan membuat Cherry kaget sampai menutup mulutnya. Dan anak-anak yang lainnya tambah kaget.


" Apa itu?" tanya Raquel melihat kebelakang.


" Entahlah, kayaknya Cherry dan Verro," tebak Aldo yang langsung berdiri melihat yang di ikuti Raquel.


" Verro, kau! teriak Cherry.


" Sudah kan, sekarang ikut denganku," Verro langsung menarik tangan Cherry dan menyeretnya melewati murid-murid yang menonton mereka.


" Verro," teriak Vandy, " benar-benar gila tu anak," desis Vandy mengacak rambutnya frustasi melihat ke gilaan Verro. Vandy pun menyusul takut terjadi sesuatu pada Cherry.


Verro terus menyeret Cherry sampai melewati Fiona dan Fiona menatap sinis seperti biasa, sementara Cherry hanya menahan sakit atas lengannya. Verro terus menariknya.


" Dia selalu mencari perhatian," batin Fiona kesal dengan apa yang di lihatnya.


" Verro lepas!" berontak Cherry dan akhirnya Cherry melepas tangannya dari Verro.


" Kenapa kau, kau masih mau kembali kesana," bentak Verro yang sudah berhadapan dengan Verro.


" Iya," teriak Cherry yang di penuhi amarah dengan air matanya yang jatuh kembali.


" Sudah kuduga, kau memang sengaja melakukannya, kau sengaja membuatku marah," ucap Verro menekan suaranya.


" Apa yang aku lakukan, aku sudah mengatakan, jangan menggangguku. Tapi apa kau malah mempermalukan ku di depan semua orang," teriak Cherry.


" Apa katamu, mempermalukan. Apa kau tidak sadar jika kau sendiri yang mempermalukan dirimu hah! kau yang sudah membuat kesalahan dengan sesukamu. Kau sangat suka berduaan dengan banyak Pria hah! apa sekarang itu menjadi hobinya bersenang-senanag dengan pria lain," ucap Verro dengan sinis.


" Apa maksudmu, kenapa kau berbicara seperti itu?" tanya Cherry dengan hatinya yang sakit.


" Lalu kenapa, jika aku bersama siapapun, apa urusannya denganmu, kenapa kau selalu marah, jika aku dengan siapapun, kemarin kau marah-marah membuang minuman susu stauberry yang di berikan Aldo. Kau sampai membuangnya dengan alasan yang tidak jelas. Dan tadi kau juga marah-marah dan membanting piring yang di berikan Vandy. Kenapa kau melakukan itu, kenapa kau marah jika aku dengan bersama Pria lain, kenapa Verro?" teriak Cherry dengan kuat.


Verro terdiam dan tidak bisa menjawab pertanyaan Cherry. Verro membuang napasnya kasar, melihat Cherry yang menangis Sengugukan.


" Kenapa kau tidak meminum obatmu?" tanya Verro mengalihkan pertanyaannya. Mendengarnya Cherry tersenyum dengan perasaan sesak.


" Menjawab pertanyaan itu saja kau tidak bisa dan malah mengalihkan pada hal lain," ucap Cherry dengan senyum yang sakit.


" Jawab saja pertanyaanku, kenapa tidak meminum obatmu," ucap Verro menekan suaranya.


" Itu bukan urusanmu, berhentilah mencampuri urusanku, aku meminumnya atau tidak, tidak ada gunanya denganmu," jawab Cherry ketus.


" Cherry jangan bertingkah, aku sudah katakan kepadamu, jangan mempermainkan kesehatanmu," teriak Verro benar-benar emosi dengan Cherry.


" Apa kau lupa jika aku yang membawamu kemari, karena diriku kau bisa mengikuti study tour ini. Dan apa yang kau lakukan hah! kau bertingkah seenakmu. Melakukan semua dengan sesukamu. Kau membuat orang cemas dengan mencari dirimu di tengah-tengah jam makan. Meninggalkan makanannya demi dirimu dan kau malah muncul dengan tersenyum melenggang dengan Pria dan mengatakan aku mau makan. Kau sibuk bersenang-senang dan akhirnya apa, kau masuk rumah sakit. Aku ingin bertanya apa mereka yang akan bertanggung jawab atas dirimu, apa mereka yang nanti yang akan mendapat imbasnya, jika terjadi sesuatu lah buruk kepadamu, apa mereka yang akan di salahkan papamu," teriak Verro memegang ke-2 lengan bahu Cherry.


" Cherry aku yang bertanggung jawab atas dirimu. Kau tau aku muak dengan semuanya, muak dengan mu yang sangat manja, spele dan sok berkuasa, aku muak dengan tingkahmu yang seperti wanita..."

__ADS_1


Plakkk.


Tidak tahan dengan Verro yang terus bertiak kepadanya, akhirnya Cherry menampar Verro sampai Verro memegang pipinya yang di tampar Cherry.


" Cherry," lirih Verro kaget menerima tamparan Cherry.


" Kalau begitu pulangkan aku," ucap Cherry pelan. Mendengarnya Verro mendengus


" Kau kembali menunjukkan kekuasaan mu. Sekarang kau minta di pulangkan, setelah semua permainan yang kau lakukan. Iya kau memang sangat berkuasa Cherry. Baru setelah itu apa, kau akan mengadukan semuanya, iya memang itu dirimu sesungguhnya, kau selalu seperti ini," desis Verro langsung menjudge Cherry buruk. Cherry hanya menangis mendengar Verro yang kembali menuduhnya.


" Aku capek Verro, kau selalu menuduhku, kau selalu berteriak kepadaku, kau memarahiku, kau membentakku, kau mempermalukan ku di depan anak-anak. Verro aku selalu diam dengan apa yang kau lakukan kepadaku. Mengadukan katamu. Apa kau pernah berpikir untuk mencari kebenarannya. Sekali pun aku tidak pernah mengadukan perbuatan mu," tekan Cherry.


" Kau pikir papa ku peduli dengan semuanya hah! kau pikir papaku seperti papamu yang menjadikanku bisnis dalam keuntungannya," teriak Cherry membuat Verro kaget.


" Apa katamu," lirih Verro.


" Apa kau pikir aku aku menyukaimu, apa aku pikir aku mengejar-ngejar mu. Apa kau pikir aku setakut itu jika kau tidak bersamamu. Aku menangis saat kau memarahiku dan tidak melawan. Bukan berarti aku menyukaimu sampai aku membiarkan hal itu terjadi berulang-ulang," teriak Cherry.


" Kau sadar tidak Verro, jika semua yang kau lakukan kepadaku membuatku bingung, membuatku tertekan. Jika kau punya masalah dengan urusan pribadi dengan dia. Jangan libatkan aku. Jika dia menyukaimu dan kau menyukainya. Seharusnya kau beritahu dia untuk menjaga kata-katanya," teriak Cherry menunjuk-nunjuk Verro. Membuat Verro dia penuh kebingungan.


" Aku sangat membencimu Verro, aku membencimu," teriak Cherry mendorong dada Verro dengan kuat sampai Verro mundur. Lalu Cherry langsung pergi dengan menangis Sengugukan.


" Cherry," teriak Verro memanggil Cherry yang memasuki hutan.


" Apa yang di katakannya," batin Verro kebingungan.


" Brengsek," desis Vandy kehilangan kendali dan langsung memukul Verro tepat di pipi Verro.


Brukk


" Vandy," geram Verro membalas pukulan itu.


Akhirnya terjadi baku hantam sampai Vandy menendang Verro dan Verro tersungkur ketanah. Vandy yang semakin emosi langsung duduk di perut Verro dan memukulnya lagi. Verro bahkan tidak bisa mengelakkan pukulan Vandy.


" Lo, benar-benar bukan manusia, lo bukan manusia. Lo cuma bisa nyakitin Cherry," teriak Vandy terus memukul Verro dengan emosi menggebu-gebu.


Untung, Sasy, Azizi, Nadya, Aldo, Varell dan Toby datang dan kaget melihat perkelahian antara 2 sahabat itu.


" Astaga," ucap Sasy kaget menutup mulutnya.


" Ishhhh, memang gila ni orang," desis Varell yang langsung memisahkan sahabatnya.


" cukup Vandy," Varell mencoba menarik tubuh Vandy dari Verro.


" Dia pantas mendapatkannya," ucap Vandy kesal. Tetapi Varell terus menarik Vandy. Saat ke-2 tangan Vandy di pegang Varell malah Verro yang ingin menyerang karena tidak terima.


Tetapi Toby dan Aldo langsung menahan Verro dan membantunya berdiri.


" Apa apaan sih kalian, Hah! apa kalian gila," teriak Varell. Verro dan Vandy sudah di pisahkan dan sudah di pegang.

__ADS_1


Cuiihhhh. Verro meludahkan darah di mulutnya kesamping.


" Lo, suka sama Cherry, sampai lo mukul gue," desis Verro.


" Bangsat. Pikiran lo memang pendek," desis Vandy yang kehilangan kesabaran yang ingin menghampiri Verro lagi. Namun di tahan Varell.


" Munafik," teriak Verro.


" Sudah cukup hentikan!" bentak Sasy, " bisa-bisanya kalian bertengkar seperti itu, sekarang Cherry di mana," teriak Sasy benar-benar naik pitam.


" Tanyalah sama dia, bukannya dia selalu tau," sindir Verro menatap sinis Vandy, membuat Vandy tersenyum.


" Pengecut lo, lo cemburu, pikiranmu sangat kotor Verro sampai kau tidak tau apa yang terjadi dengan Cherry, sampai kau memarahinya hanya karena cemburu," sahut Vandy sinis. Verro geram dan ingin menghajar Vandy lagi.


" Sudah cukup, kalian ini apa tidak malu hah! bertengkar seperti anak kecil," sahut Varell yang sekarang berada di tengah-tengah.


" Verro, kau selalu merasa menjaga Cherry. Tetapi kau tidak tau apa yang terjadi kepadanya. Sekarang aku bertanya apa kau tau saat hari pertama di Villa saat makan siang. Cherry menangis terisak-isak siraman. Dia menangis dan mengatakan semua yang berteman dengannya karena kasihan kepadanya. Apa kau tau apa yang terjadi kepadanya. Aku hanya berusaha membujuknya makan. Karena aku peduli dengan dia. Rasa peduliku sama dengan rasa peduli seperti yang lainnya," teriak Vandy.


" Dan apa kau malah marah tidak jelas saat dia tidak mau bersamamu iya. Dan kau mau tau apa yang di katakan Cherry kepada ku. Dia mengatakan ingin menghindarimu, dia tidak ingin menyusahkanmu, agar kau bebas darinya," lanjut Vandy lagi.


" Dia memperdulikan mu. Tetapi kau terus saja menekannya dan membuatnya menangis," lanjut Vandy lagi, sekarang aku yang bertanya apa yang kau lakukan kepadanya. Sampai dia putus asa. Sampai dia ingin mati dan tidak meminum obatnya sama sekali," teriak Vandy.


" Apa maksudmu?" tanya Verro.


" Kau bertanya apa maksudku, kecemburuan mu dan pengejutmu membutakan segalanya. Sampai kau benar-benar tidak tau apa yang di rasakannya. Kau tidak mengerti bagaimana perasaannya sebelum study tour," ucap Vandy lagi.


" Benar kata Vandy, kau itu keterlaluan Verro. Kau bahkan membuat Cherry membuang alramnya," sambar Sasy geram dengan Verro membuat Verro kaget.


" Seharusnya kau sadar Verro kesehatannya menurun karena dirimu," lanjut Sasy lagi.


" Bukan! sahut Tiba-tiba Raquel. Membuat semua orang melihat ke arah Raquel yang berjalan menghampiri mereka.


" Raquel," batin Nadya.


" Apa maksud mu?" tanya Vandy.


" Bukan Verro yang membuat Cherry seperti itu. Tetapi Fiona," jawab Raquel membuat semua orang kaget.


" Apa yang kau katakan?" tanya Vandy.


" Bukannya Verro tau. Jika Fiona sudah menyatakan perasaannya kepada Verro," ucap Raquel melihat Verro. Semua mata tertuju pada Verro.


" Baiklah aku malas menjelaskan dan bukan urusan ku juga, sebaiknya kalian ini saja," Rachel memberikan ponselnya pada Varell menunjukkan sebuah Vidio. Varell memutar Vidio itu dan kepala mereka menyatu melihat rekaman Vidio itu.


💝💝Bersambung


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2