DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 37 Pagi yang meresahkan.


__ADS_3

Cherry sibuk dalam pemikirannya yang tidak menentu. Dia sungguh khawatir akan mimpi yang menjadi kenyataan.


" Cherry," suara teriakan wanita membuat Cherry menoleh ke belakang dan ternyata Azizi yang berlari menghampirinya.


" Azizi," sahut Cherry.


" Hay," sapa Azizi saat sudah berjalan sejajar dengan Cherry.


" Hay juga," jawab Cherry lemas.


" Azizi, apa sekolah hari ini sangat heboh?" tanya Cherry was-was. Membuat Azizi bingung.


" Heboh, tidak biasa saja," jawab Azizi.


" Apa ada pembahasan tentang masalah kemarin?" tanya Cherry dengan pelan. Membuat Azizi bingung.


" Masalah apa?" tanya Azizi bingung.


" Masalah yang kemarin di kamar mandi," jawab Cherry gugup.


" Kamar mandi, emang ada apaan?" tanya Azizi bingung. Membuat Cherry membuang napasnya kedepan pusing dengan Azizi.


" Ahhhhh, sudah lupakan, aku pusing," sahut Cherry yang tidak mau memperpanjang masalah.


" Memang ada apaan sih?" tanya Azizi yang malah penasaran.


" Jika tidak ada kehebohan di sekolah. Lalu kenapa mereka melihatku seperti itu," batin Cherry dengan wajah lesu.


" Cherry kenapa diam, Memang ada berita apa sampai sekolah heboh?" tanya Azizi bingung. Cherry menghentikan langkahnya menghadap Azizi dan menarik napasnya dalam dan membuang perlahan.


" Azizi gini ya, kemarin kan ada insiden yang terjadi. Di depan kamar mandi, di mana kamu ada di sana. Ada Raquel, ada Mitha, ada Selina dan pemeran utamanya Fiona yang mencium Verro," jelas Cherry detail.


" Oh itu, Kenapa memangnya kamu sama Verro berantam gara-gara masalah itu," tebak Azizi.


" Ishhhhh, bukan itu, Ahhhhh sudahlah," sahut Cherry malas membahas masalah itu.


" Kenapa sih aku salah ngomong ya," sahut Azizi menggaruk-garuk kepalanya.


" Cherry," teriak Sasy yang memanggil dengan suara cempreng yang berlari menghampiri Azizi dan Cherry di ikuti oleh Toby


" Hay Cherry," sapa Toby melambai kan tangannya.


" Dalam mimpiku si Toby, keparat ini yang menjadi akar permasalahan," batin Cherry menatap horor Toby.


" Hey, Cherry wajah mu jelek sekali," celetuk Toby.


" Kau yang jelek," sahut Cherry ketus.

__ADS_1


" Tapi benar Cherry, lihatlah matamu hitam dan bengkak," sahut Sasy merogoh sakunya mengambil cerminnya dan langsung memperlihatkan ke pada Cherry.


Cherry shock melihat wajahnya yang sangat buruk. Ke-2 matanya melebihi mata panda. Mungkin karena dia yang tidak tertidur.


" Auuuuuuuu," teriak Cherry shock melihat wajahnya sendiri. Membuat Azizi, Sasy dan Toby menutup ke-2 telinga karena berisiknya suara Cherry.


" Kenapa mata ku seperti ini?" tanya Cherry panik. Membuat teman-temannya serentak mengangkat ke-2 bahu mereka.


" Mana kita tau, yang ada kita yang tanya," sahut Sasy.


" Foto dulu," ucap Toby tanpa aba-aba sudah mengambil foto Cherry dalam ke adaan kepanikan.


" Aisssss, ini pasti gara-gara tidak tidur," ucapnya kesal dan langsung pergi berlari dengan buru-buru membuat Sasy, Azizi dan Toby heran.


" Kenapa dia?" tanya Sasy menatap bingung kepergian temannya.


" Tau, sedari tadi dia aneh banget," jawab Azizi.


" Oh iya Azizi, apa semalam benar kalau Raquel dan dayang-dayang nya membully kamu?" tanya Sasy. Azizi mengangguk.


" Aku tidak sengaja berada di kamar mandi dan mendengarkan mereka mengobrol yang punya niat jahat sama Nadya. Tapi aku tidak tau apa rencana mereka. Pas aku keluar mereka mau coba buat ngerjain aku," jelas Azizi.


" Terus apa yang terjadi?" tanya Toby.


" Saat mereka pengen ngerjai aku, aku ancam. Tau-tau nya, mereka buat Raquel ngamuk. Saat ngamuk ada Fiona yang bantuin," jawab Azizi lagi.


" Iya terus mereka dorong-dorongan sampai keluar pintu kamar mandi dan akhirnya tidak sengaja Fiona cium pipi Verro," jelas Azizi lagi.


" Jadi benar ciuman itu tidak sengaja," sahut Sasy. Azizi mengangguk.


" He tunggu deh, apa ini yang di maksud Cherry tadi," ucap tiba-tiba Azizi yang sudah mulai mengerti tentang beribu perkataan Cherry.


" Dia pasti salah paham tentang hal itu dan pasti ribut dengan Verro," lanjut Azizi menerka-nerka.


" Benarkah, ya ampun kasian banget Cherry kalau sampai ribut sama Verro karena si Fiona kutub salju itu," sahut Sasy mengkhawatirkan temannya.


" Tapi Cherry bilang bukannya mereka tidak pacaran ya," ucap Azizi mengingat tempo lalu perkataan Cherry.


" Cherry memang seperti itu. Tapi lihatlah mereka sering berantam. Kalau bukan pasangan kenapa harus berantam," celutuk Toby.


" Benar juga sih," sahut Azizi.


" Ahhhh, sudahlah sekarang sebaiknya kita kekelas," ajak Sasy. Toby dan Azizi mengangguk dan pergi kekelas bersama-sama.


*************


Di ruangan V3.

__ADS_1


Setelah mengetahui wajahnya yang sangat tidak sempurna dan tidak pantas untuk di lihat. Cherry memilih ke ruangan V3.


Cherry sudah berbaring di sofa dan Vandy duduk di sampingnya. Sedari tadi Vandy memberi kompres pada mata Cherry yang benar-benar merusak penampilannya.


" Aku tidak menyangka mataku bisa seperti ini. Wajah ini sangat penghinaan untukku. Kenapa dari kemarin aku sial sekali," Cherry terus mengoceh tidak karuan membuat Vandy bingung dan tetap mengkompres mata Cherry.


" Apa karena ini juga mereka melihatku, tapi tidak mungkin, mereka melihatku pasti karena simpati dengan masalah kemarin," gerutunya lagi.


" Cherry apa sih yang kau bicarakan dari tadi,? tanya Vandy yang memang tidak mengerti dengan cerocos Cherry, " dan matamu kenapa bisa bengkak seperti ini. Apa kau tidak tidur?" tanyanya menebak.


" Bagaimana aku bisa tidur, mereka masuk kedalam mimpiku," celetuk Cherry.


" Siapa?" tanya Vandy bingung


" Siapa lagi jika bukan si Verro sama si Fiona, mereka berciuman di mimpiku," celetuk Cherry. Tetapi Cherry refleks menutup langsung mulutnya yang berbicara sembarangan.


Cherry selalu berbicara keceplosan saat bersama Vandy. Apa lagi jika mendengar hal itu Vandy langsung tersenyum.


" Aissshh, apa lagi yang aku ucapkan," sahut Cherry lemas melihat Vandy tersenyum mengejeknya.


" Jadi kau kepikiran tentang kejadian semalam, sampai mereka masuk kedalam mimpimu," tebak Vandy dengan nada mengejek. Cherry menarik ujung bibirnya kesamping.


" Siapa juga yang memikirkan mereka," sahut Cherry mengelak.


" Mereka tidak mungkin masuk kedalam mimpimu jika kau tidak memikirkannya," sahut Vandy.


" Sudahlah, Vandy kerjakan saja pekerjaan mu, jangan membuatku tambah kesal," sahut Cherry.


" Oh, jadi kau benar-benar kesal melihat kejadian itu," goda Vandy yang terus mencari kesempatan untuk mengejek Cherry.


" Vandy," pekik Cherry geram membuka matanya menatapnya horor.


" Sampai segitunya kau memikirkan mereka sampai, matamu menjadi korban," goda Vandy lagi.


" Sekali lagi kau bicara, habis kau," ancam Cherry mengepal tangannya mengarahkan ke wajah Vandy, refleks membuat Vandy membuat Vandy memundurkan wajahnya.


" Kau sama Verro benar-benar aneh," celutuk Vandy.


" Kenapa?" tanya Cherry.


" Kalian berdua mengaku tidak memiliki hubungan apa-apa. Tetapi Verro akan kesal dan memarahimu kalau kau bertingkah dan kau hanya akan diam seakan Verro wajar melakukan itu. Si sisi lain Verro selalu bersamamu. Dia mengkhawatirkan mu dan tidak pernah absen jika kau berada di rumah sakit," jelas Vandy.


" Kau tidak tau aja dia melakukan itu, karena perintah papanya," batin Cherry.


💝💝Bersambung


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.

__ADS_1


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya


__ADS_2