
Raquel dengan penuh emosi langsung menghampiri meja Aldo. Bahkan tangannya masih sempat mengambil minuman yang beradu di meja yang di lewatinya yang pasti milik orang lain. Ketika sampai di meja Aldo. Raquel tidak bisa mengendalikan dirinya.
Byurrrr
Langsung menyiramkan minuman itu ke wajah Tari dan Tari kaget yang wajahnya basah kuyup begitu juga dengan Aldo yang kaget dengan tiba-tiba ada Raquel dan melakukan tindakan itu.
" Raquel," ucap Aldo yang masih terkejut. Raquel dengan kompor meleduk di dalam dirinya mengambil minuman yang di meja Aldo dan langsung menyiram kewajah Aldo.
Byurrrr.
Aldo semakin schok, saat mendapat siraman dari Raquel. Biar rata mungkin jadi sama-sama kenak.
Cherry, Sasy, Azizi, dan Vandy kaget yang berada di meja mereka kaget dengan tindakan Raquel sampai mereka menutup mulut dengan tangan mereka. Karena sudah menganga lebar.
" Apa yang kamu lakukan Raquel?" tanya Aldo.
" Aku yang seharusnya bertanya kepadamu. Apa yang kau lakukan dengan wanita murahan ini. Ini yang kamu katakan sibuk mengurus kasus. Yang ternyata mengurus dirinya berselingkuh dengannya," teriak Raquel dengan marah-marah menunjuk tepat di wajah Tari yang masih schok.
" Kamu salah paham. Semua tidak seperti apa yang kamu pikirkan," sahut Aldo mencoba menjelaskan.
" Oh. Iya. Jadi lebih parah dengan apa yang aku pikirkan," teriak Raquel yang tidak bisa mengendalikan dirinya. Aldo melihat di sekelilingnya dan jelas semua penghuni Restaurant itu melihat kearah mereka.
" Ayo kita bicara di tempat lain!" ajak Aldo memegang tangan Raquel dan Raquel langsung menepisnya.
" Tidak ada yang perlu di bicarakan. Semuanya sudah jelas. Jika kamu punya hubungan dengan dia," sahut Raquel.
" Kamu salah paham," sahut Tari yang mencoba menjelaskan.
" Diam kamu!" aku tidak bicara denganmu!" teriak Raquel menunjuk Tari dan membuat Tari tersentak kaget.
" Cukup Raquel jangan membesar-besarkan masalah," sahut Aldo.
" Kamu membelanya," sahut Raquel.
" Aku tidak membelanya. Tapi semuanya salah paham. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Tari. Kita hanya sebagai rekan kerja," tegas Aldo.
" Rekan kerja katamu. Apa rekan kerja yang membuatmu tidak pernah mengangkat telponku dan bahkan mematikannya hanya karena wanita ini yang masuk kedalam mobilmu dengan pintu yang di bukakan sangat romantis yang mempunya hubungan kerja seperti itu. Sehingga punya waktu banyak untuk makan berduaan dan main suap-suapan," teriak Raquel yang terus marah-marah dengan wajahnya yang benar-benar merah.
__ADS_1
" Sudahlah Raquel, kamu sedang emosi dan semuanya hanya salah paham," ucap Aldo yang berusaha membujuk lagi.
" Kamu pikir aku buta, aku milihat sendiri," teriak Raquel.
" Dan kamu wanita murahan," tunjuk Raquel pada Tari, " Apa kamu tidak tau malu. Apa kamu tidak laku sampai harus merebut pacar orang lain," teriak Raquel.
" Aku sudah mengatakan kamu hanya salah paham," sahut Tari mencari pembelaan.
" Dasar sialan," sahut Raquel menjambak rambut Tari.
" Raquel cukup!" Raquel cukup!" Aldo mencoba menghentikan dengan memegang Raquel menjauhkan dari Tari yang sudah di amuk Raquel.
Melihat suasana semakin panas, Cherry, Sasy, Azizi dan Vandy langsung menghampiri meja Aldo dan menghentikan Raquel yang sudah tidak terkendalikan.
Mereka langsung membantu Aldo untuk mencegah amukan Raquel yang menyerang Tari yang sudah menahan sakit sejak tadi karena rambutnya yang tertarik.
" Raquel sudahlah," gertak Sasy yang berhasil menghentikan Raquel. Sasy dan Azizi bersama-sama memegang Raquel dan menjauhkan dari Tari dan lihatlah Tari yang benar-benar sudah entah seperti apa, karena ulah Raquel.
" Cukup Raquel, ini tempat umum jangan cari masalah," sahut Vandy menegaskan yang melihat orang-orang menjadikan mereka bahan tontonan.
" Ayo kita cari tempat. Kita dengarkan dulu penjelasan Aldo. Jangan langsung emosi," sahut Cherry berusaha menenangkan. Raquel menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.
Bukan hanya Aldo yang lainnya juga kaget dengan keputusan yang di ambil Raquel dengan cara emosi.
" Jangan gegabah Raquel," sahut Sasy mengingatkan.
" Apa yang kamu bicarakan Raquel?" tanya Aldo dengan suara beratnya.
" Kamu sudah merusak semuanya dan mungkin memang lebih baik kita mengakhiri hubungan ini," tegas Raquel lagi.
" Raquel," ucap pelan Azizi memegang tangan Raquel yang mencoba untuk menangkan Raquel. Tetapi Raquel menjauhkan tangannya dari Azizi dan langsung pergi dengan kemarahan dan penuh kekecewaan.
" Raquel!" panggil Aldo.
" Raquel!" panggil semuanya dan Raquel tetapi pergi dan tidak peduli.
" Aku akan coba bicara dengannya," sahut Sasy yang lain menganggu dan Sasy langsung pergi.
__ADS_1
" Aaaaaa kenapa semua jadi seperti ini," ucap Aldo mengacak rambutnya frustasi dengan berakhirnya hubungannya dengan Raquel yang sudah pacaran 7 tahun dengannya.
Yang lain juga tidak bisa berbuat apa-apa dan tari hanya menunduk dengan apa yang terjadi.
" Kamu tidak apa-apa Tari?" tanya Cherry.
" Aku tidak apa-apa. Aku minta maaf karena sudah mengacaukan semuanya," sahut Tari merasa bersalah.
" Ini semua salah ku. Kamu jadi terlibat," sahut Aldo.
" Memang Aldo dan Tari ada hubungan apa. Jika hanya rekan kerja. Bukannya seharusnya tidak perlu saling suap-suapan," batin Azizi yang kebingungan.
*********
Raquel sedang di urus Sasy. Azizi juga di antar Vandy pulang. Tari tetap bersama Aldo. Mengembalikan Tari kerumahnya dan Cherry sudah di jemput suaminya dan berada di dalam mobil bersama suaminya.
Cherry menceritakan semuanya pada Verro dan Verro menyimak sambil menyetir.
" Aku tidak percaya. Jika Raquel akan semarah itu," ucap Cherry yang masih mengingat kejadian itu dan benar-benar masih kaget.
" Namanya juga cemburu. Kalau cemburu akan membuat gelap mata," sahut Verro.
" Tapi kasihan juga Raquel. Pasti dia tidak menerima hal itu," sahut Cherry yang langsung menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Dan Verro mengusap-usap rambutnya dan mencium pucuk kepalanya.
" Kita berdoa saja semoga masalah mereka cepat selesai," ucap Verro.
" Amin," sahut Cherry.
" Lalu bagaimana dengan Tari?" tanya Verro.
" Aku juga tidak tau. Aku belum bicara dengannya. Aku tidak tau kenapa hubungannya dekat dengan Aldo," sahut Cherry yang juga tidak bisa membela siapa-siapa.
" Ya sudah. Besok kita temui saja dia. Kamu coba bicara dengannya. Agar masalahnya selesai," ucap Verro memberi saran.
" Iya, aku akan coba mengatur waktu agar besok bisa bicara dengannya," sahut Cherry.
" Ya sudah kamu jangan berpikiran apa-apa lagi," ucap Verro.
__ADS_1
" Iya sayang," sahut Cherry tersenyum.
Bersambung