DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 50 Sampai ketempat tujuan.


__ADS_3

" Verro bantu aku menghabiskannya, ini tidak akan habis," protes Cherry yang sudah makan beberapa sendok. Tetapi tetap nasi yang di piringnya tidak berkurang.


" Sini!" akhirnya Verro meraih piring Cherry dan membantu Cherry makan. Ya dia memang kelewatan mengambil makanan. Dan ke-2nya akhirnya makan 1 piring. Tetapi tetap saja makanan itu tidak habis juga.


" Kok enak ya," ucap Vandy yang piringnya sudah kosong. Mungkin Vandy memang kelaparan.


" Memang makanan seperti ini itu, jauh lebih enak, bumbunya lebih meresap," sahut Azizi.


" Benarkah, aku mau tambah dulu!" ucap Verro yang ingin tambah.


" Vandy kau mau kemana?" tanya Cherry.


" Mau tambah," jawab Vandy.


" Ini saja," ucap Cherry menarik piring dari tangan Verro yang masih makan dan memberikannya pada Vandy.


" Serius!" sahut Vandy yang melihat makanan Cherry masih banyak. Cherry mengangguk dan Vandy langsung mengambilnya. Dan membawanya ke tempat duduknya.


Sementara wajah Verro kesal. Bisa-bisanya Cherry memberi makanan itu kepada Vandy Sementara dirinya masih ingin makan.


" Ada apa?" tanya Cherry merasa tak berdosa mendapat tatapan kesal dari Verro.


" Tidak apa-apa! lanjutkan saja semuanya," desis Verro kesal.


" Ohhhh, aku kira entah apa," sahut Cherry yang langsung meneguk air putih.


" Sudah waktunya minum obat," ucap Cherry melihat jam tangan nya. Cherry mengambil tasnya dan mengambil obatnya. Lalu meminum obatnya yang 5 jenis itu.


Tiba-tiba Toby terbangun, karena hirupan sedap di hidungnya. Toby melihat Sasy yang makan dengan lahap. Dia juga melihat kebelakang dan sekelilingnya. Semua orang sudah makan dan bahkan sudah ada yang selesai.


" Kenapa tidak membangunkanku?" tanya Toby dengan keras pada Sasy, Sasy langsung melirik sinis.


" Kau sudah terbangun tadi," jawab Sasy kesal.


" Aisss, kau pelit sekali, aku bisa kehabisan makanan, geser!" usir Toby langsung berdiri takut tidak kebagian makanan dan langsung ke luar mengambil makanan. Cherry hanya menengok ke belakang, melihat temannya yang buru-buru.


" Aneh," ucap Sasy masa bodo.


Sementara Varell pun akhirnya bangun dan melihat Nadya yang makan dengan enteng.


" Hanya karena makanan kau, tidak membangunkanku, apa kau begitu serakah," protes Varell.

__ADS_1


" Tadi Vandy sudah membangunkan, aku kira kau tidak mau makan, jadi aku tidak membangunkan lagi," jawab Nadya.


" Apa kau ada bertanya," sahut Varell kesal.


" Maaf," jawab Nadya pelan yang sudah selesai makan.


" Siallll makanan sudah habis," teriak Toby yang kembali masuk dengan kesal. Sasy tersenyum mendengarnya. Varell menatap kesal Nadya, dia bahkan sangat lapar.


" Makanan kampung aja heboh," celetuk Mitha.


" Yang cocok pasti buat orang kampungan kayak onoh," sahut Selina menyindir Nadya. Nadya tidak ambil pusing dan membiarkan saja.


" Nah, Varell dari pada kau kelaparan," ucap Vandy yang memberi sisa makanannya yang juga di berikan Cherry tadi dan tidak habis.


Dengan kesal Varell mengambilnya dan langsung memakannya sambil menatap horor Nadya. Nadya hanya menelan salavinanya melihat kemarahan Varell yang seperti monster kelaparan.


" Aku bagi," sahut Toby yang merampas sendok Azizi, " geser Nadya!" usir Toby.


Nadya langsung bergeser dan langsung membiarkan Varell dan Toby makan, karena memang mereka tidak kebagian makanan. Sasy berdiri dan menghampiri Toby dan Varell.


" Nih, gue tambahin," Sasy menuang sisa makanannya pada Varell dan Toby.


" Udah jangan berisik, makan buruan atau gue habisin," desis Varell kesal dengan penuh makanan di mulutnya.


Sementara Raquel malah tertarik melihat keanehan Varell, Toby, Vandy, Raquel juga melihat Verro, Cherry, dan Sasy yang tertawa melihat hal itu.


" Kenapa orang, seperti mereka semuanya sangat mudah, mereka bahkan tidak masalah memakan makanan seperti itu, bahkan lebih parahnya memakan makanan sisa, mereka juga kaya. Bahkan sangat kaya. Tapi kenapa bisa seperti itu. Bahkan mereka berbagi makanan dan dengan enteng menerima tanpa ada merasa jijik atau merasa rendah," batin Raquel yang sedikit salut dengan pemikiran Verro, Varell, Cherry, Sasy, Toby, dan Vandy yang di kenal anak-anak sultan di sekolahnya sama seperti dirinya.


" Bahkan mereka tidak mati, jika memakan makanan kampung, tetapi aku, aku malah mempedulikan gengsi dari pada mengisi perut," lanjutnya lagi terus berbicara dalam hatinya. Melihat orang-orang yang tampak tenang dalam makan.


Setelah menikmati makan malam. Akhirnya mereka kembali memasuki bus. Para guru pembimbing mengabsen para siswa-siswi sebelum bus berangkat.


Setelah di pastikan Siswa-siswi sudah memasuki bus. Bus kembali melaju menuju tempat tujuan mereka.


Perjalanan cukup jauh dan cukup memakan Waktu kurang lebih 10 jam. Karena memang perjalanan yang tidak bagus.


Akhirnya mereka sampai. Cuaca semakin dingin. Karena mereka tinggal di daerah kawasan bawah kaki gunung.


Akhirnya bus memasuki daerah kawasan Villa yang cukup besar. Para murid-murid kembali bangun ketika Bus itu sudah berhenti. Wajah semuanya berubah menjadi ceria dengan melihat mewahnya Villa tersebut.


" Anak-anak, ayo ambil koper kalian dan berkumpul sebentar di lobi, cepat-cepat, ini sudah malam, kalian harus segera istirahat," ucap Pak Sony kembali memberi arahan pada murid-muridnya.

__ADS_1


Murid-murid mulai berlarian menyeret koper masing-masing memenuhi barisan untuk mendengarkan arahan pada murid-murid.


" Baik anak-anak, terima kasi, apa semuanya sudah lengkap?" tanya Pak Sony.


" Sudah Pak," jawab mereka serentak.


" Baik kalau begitu, kalian akan tidur 1 kamar 4 orang. Di dalam kamar kalian ada fasilitas yang bisa kalian lihat sendiri apa-apa saja. Karena ini sudah malam. Bapak tidak bisa menjelaskan secara detail. Di kamar kalian ada buku peraturan. Kalian baca dulu sementara. Besok baru bapak arahkan kembali. Kalian yang penting istirahat dulu," jelas Pak Sony singkat.


" Baik pak," sahut murid-murid serentak.


" Ya sudah kalian boleh memasuki kamar kalian masing-masing," jelas Pak Sony.


" Baik Pak," sahut mereka lagi mulai berbubaran.


" Kita satu kamar!" ajak Sasy langsung menarik tangan Azizi dan Cherry.


" Kita kan masih kurang siapa 1 lagi," sahut Azizi.


" Benar ya," ucap Sasy.


" Ajak Nadya saja," sahut Cherry memiliki ide.


" Oh benar," sahut Azizi setuju.


" Kok Nadya," sahut Sasy yang tampak tidak suka.


" Sudahlah Sasy, yang penting lengkap," ucap Cherry.


" Nadya ayo," panggil Azizi yang melihat Nadya masih kebingungan mencari teman untuk tidur 1 kamar. Nadya pun mengangguk dan menyeret kopernya menghampiri Cherry, Azizi dan Sasy. Tetapi wajah Sasy sangat kesal. Karena Nadya yang ikut 1 kamar dengan mereka.


" Kita satu kamar ya," ucap Azizi menegaskan. Nadya mengangguk menurut saja.


Merekapun mulai menaiki anak tangga mencari kamar mereka. Varell yang melihat Nadya bergabung bersama, Cherry, Sasy, dan Azizi ikut senang, seakan dia merasa aman jika Nadya sekamar dengan Cherry.


Varell memang tau, Cherry bukan pemilih dalam berteman. Jadi dia merasa aman-aman saja.


💝💝Bersambung


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya

__ADS_1


__ADS_2