
Bayu terus membujuk sang mama agar menuruti kemauannya untuk benar-benar membuat Clara seperti orang baru.
Karina yang sangat tidak setuju keputusan Puttranya akhirnya menyetujuinya. Karena termakan omongan Bayu yang mengatakan kasihan dengan Cherry yang kalau nanti hidup pasti akan merasa bersalah. Karena papanya meninggal karena dirinya.
Dia juga mendapat amanah dari sabatnya untuk memantau Cherry. Jadi terpaksa Karina menyetujui semuanya.
**********
1 Minggu Cherry selesai operasi akhirnya Cherry membuka matanya. Benar kata Dokter koma akan menyebabkan ingatan hilang sedikit. Bayu memanfaatkan situasi itu untuk memperkenalkan dirinya dan mamanya sebagai keluarganya.
Karena itu hanya ingatan sementara Bayu kembali melanjutkan aksinya dengan mencuci otak Cherry. Memberikan Cherry obat-obatan yang membuat ingatan Cherry benar-benar hilang dan Cherry hanya mengetahui dia adalah Clara.
Bayangkan Clara mengkonsumsi obat itu selama 7 tahun dan mana mungkin dia mengingat sedikitpun
Apa lagi Clara tidak pernah pulang ke Indonesia yang pasti banyak memorinya yang perlahan-lahan akan di ingatnya.
Dan semua itu tanpa sepengetahuan Karin jika obat yang di konsumsi Clara adalah obat melupakan ingatan. Dan jika di tanya Bayu akan menjawab. Obat itu adalah rekomendasi dari Dokter. Vitamin untuk Clara.
Clara memang menetap di Jerman. Karena Karina memiliki rumah di sana. Sementara Karina yang sakit-sakitan ingin pulang ke Indonesia karena ingin berada di kampung halamannya.
Sementara Bayu memang tinggal di Indonesia. bolak balik Indonesia Jerman. Karena memang dia memiliki bisnis di Indonesia dan juga Jerman. Untu Clara sendiri memang tidak pernah ke Indonesia.
Dan kali ini Bayu memang menyuruh Clara ke Indonesia. Karena untuk menemani sang mama. Tetapi melihat situasi yang terjadi. Bayu harus mengembalikan Clara ke Jerman.
Flashback.
Bayu yang masih berada di kamar Cherry mengepal tangannya. Dengan menyunggingkan senyumnya. Dia mengingat semua usahanya yang selama ini berjalan dengan lancar.
" Mau kau suaminya atau tidak. Jelas itu bukan urusanku. Karena Clara adalah milikku," batin Bayu dengan mengepal tangannya.
" Clara bukan Cherry. Karena Cherry yang menjadi milikmu atau istrimu sudah mati. Dan Clara adalah milikku. Aku tidak akan memberikan kau punya kesempatan sedikitpun untuk bersama Clara,"
" Ingatan Clara tidak akan kembali. Karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Kau adalah masa lalunya dan dia adalah wanita ku. Usahaku tidak akan sia-sia selama ini. Hanya karena kau hadir kembali,"
" Verro dan kalian semua tidak akan mengembalikan Cherry. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi," Bayu terus bergerutu di dalam hatinya. Tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan mengembalikan ingatan Cherry.
" Aku harus secepatnya membawa Clara dari sini. Sebelum semuanya semakin buruk. Jika dia terus di dekatkan dengan masa lalunya banyak kemungkinan. Clara akan mengingat sedikit demi sedikit," batin Bayu yang mulai khawatir.
Tanpa membereskan apa yang sudah di bongkarnya. Bayu langsung pergi meninggalkan kamar Cherry.
************
__ADS_1
Nadya yang baru pulang kerja. Dan mampir di rumah Laskarta. Nadya memasuki gerbang rumah lewat gerbang depan yang terbuka lebar yang membuatnya heran.
" Kok gerbangnya nggak di tutup. Ibu gimana sih. Bagaimana kalau ada yang masuk," ucap Nadya.
Kepalanya mulai berkeliling dengan langkahnya yang pelan memasuki rumah tersebut seperti mencari seseorang.
" Ibu di mana ya, apa Ibu belum selesai bersih-bersih, padahal sudah hampir magrib," batin Nadya yang ternyata mencari sang ibu.
Ibu Nadya yang dulu pernah di bantu oleh papa Cherry untuk operasi dan segala pengobatannya.
Di amanahkan papanya Cherry untuk membersihkan rumahnya selagi dia di Jerman. Dengan senang Hati Ibu Nadya yang memang sudah sembuh total menjalan kan amanah itu.
Dan ketika mendengar Cherry meninggal dan Laskarta tidak kunjung datang juga. Rumah terbengkalai. Ibu Nadya tetap membersihkan rumah itu sampai sang pemiliknya datang.
Walau sudah menunggu sampai 7 tahun lamanya. Tetapi sang pemilik tidak kunjung datang dan mama Nadya tetap membersihkan rumah sebesar itu sendiri.
Dia merasa hutang Budi dengan keluarga itu. Hanya membersihkan rumah saja. Sangat tidak akan masalah. Lagian dia hanya membersihkan selama 3 jama sampai hari sore. Dia melakukannya ikhlas walau tidak mendapatkan upah.
Dia tidak ingin membuat keluarga itu saat pulang dan rumahnya kotor. Jadi ibu Nadya tetap melanjutkan pekerjaan itu. Verro sendiri mengetahui hal itu.
Verro juga berusaha untuk membayar. Tetapi baik Ibunya atau Nadya sendiri menolak. Nadya hanya meminta kepada Verro untuk tidak mengatakan hal itu kepada Varell dan yang lainnya. Karena dia tidak mau merepotkan orang lain.
Ya akhirnya pun Verro tidak bisa apa-apa dan membiarkan saja ibu Nadya membersihkan rumah itu secara gratis. Menunggu sampai sang pemilik rumah pulang. Walau sampai detik ini belum pulang dan tidak ada juga kerabat atau keluarga Cherry yang datang.
Nadya mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya yang ingin menelpon sang Ibu. Tetapi saat ingin melakukan hal tersebut. Tiba-tiba Nadya melihat seseorang keluar dari rumah Cherry.
Nadya langsung bersembunyi di baling pohon bunga bonsai melihat siapa pria itu yang tak lain adalah Bayu.
" Siapa dia," batin Nadya yang penasaran dengan Bayu.
" Kenapa dia bisa masuk sembarangan. Apa dia kerabat dari Cherry. Tapi siapa. Aku tidak pernah melihatnya dan tumben sekali ada yang datang. Padahal sudah 7 tahu. Tetapi sama sekali tidak ada yang datang dan haru ini, siapa dia," ucapnya lagi yang benar-benar bingung dengan keberadaan Bayu.
Nadya terus memperhatikan Bayu yang sudah masuk kedalam mobil dan langsung pergi.
" Apa dia yang membuka pintu pagar tadi," batin Nadya menerka-nerka.
" Aneh sekali. Kenapa tiba-tiba ada yang datang kerumah Cherry. Biasanya tidak ada yang datang dan ini benar-benar sangat aneh. Aku juga tidak pernah melihatnya," Nadya terus bergerutu kebingungan di dalam hatinya.
" Nadya," tegur suara seorang wanita membuat Nadya kaget dan langsung membalikkan tubuhnya.
" Ibu," lirih Nadya yang mengusap dadanya. Karena menghayal jadi dia benar-benar terkejut dengan keberadaan sang ibu.
__ADS_1
" Kamu ngapain berdiri di sini?" tanya Nani ibu Nadya.
" Nadya mau jemput mama lah. Nadya baru pulang kerja. Jadi sekalian kita pulang sama-sama," jawab Nadya yang bicara masih ngos-ngosan.
" Bagaimana, apa pekerjaan ibu sudah selesai, soalnya ini sudah hampir malam?" tanya Nadya.
" Iya sudah ayo kita pulang," jawab Nani melangkah terlebih dahulu.
" Ibu tunggu!" Nadya langsung memegang tangan sang mama membuat mamanya berhenti melangkah.
" Ada apa?" tanya Nani heran dengan putrinya yang sangat aneh itu.
" Apa ada kerabat Pak Laskarta yang datang kemari?" tanya Nadya.
" Maksud kamu?" tanya Nani heran.
" Iya aku melihat sendiri. Kalau ada orang yang keluat dari kerumah Pak Laskarta," ucap Nadya.
" Kamu ini aneh-aneh saja. Mana ada orang yang datang kerumah ini," ucap Nani.
" Aku serius Bu. Aku lihat sendiri. Buktinya pintu pagar terbuka," ucap Nadya menunjuk pintu pagar.
" Benar juga sih," sahut Nani.
" Tapi siapa. Seharusnya dia menemui ibu dulu dan setau ibu mana belum pernah ada orang yang datang kerumah ini," ucap Nani yang jadi kepikiran.
" Aku juga tidak tau ma. Dia seorang pria, tingginya segini dan sepertinya usianya sekitar 30 tahunan gitu," ucap Nadya yang menggambarkan ciri-ciri orang di lihatnya.
" Apa dia maling?" sahut Nani.
" Ibu aneh-aneh saja. Kalau dia maling. Mana mungkin seperti itu. Dia saja terlihat berkelas," sahut Nadya.
" Lalu siapa dia," gumam Nani yang jadi penasaran. Nadya menggedikkan bahunya.
" Ahhhhh, bagaimana kalau kita cek cctv di rumah ini," sahut Nani yang memiliki ide tiba-tiba untuk menjawab rasa penasarannya.
" Ahhhh, besok aja. Ini sudah sore mending kita pulang. Tubuh Nadya sudah sangat lengket," ucap Nadya.
" Hmmmm," Nani membuang napasnya perlahan.
" Ya sudah, ayo kita pulang," ucap Nani. Nadya tersenyum dengan mengangguk.
__ADS_1
" Oke, ayo," sahut Nadya dengan kesenangan.
Bersambung.......